Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Teknik Menulis Artikel Tembus Scopus dengan Artikel SLR

Teknik Menulis Artikel Tembus Scopus dengan Artikel SLR

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 15 Apr 2023
  • visibility 322
  • comment 0 komentar

Pcnupati.or.id- Temanggung – Banyak teknik, cara atau metode menulis artikel ilmiah untuk tembus di databased Scopus, salah satunya melalui artikel dengan teknik Systematic Literature Review (SLR). Hal itu diungkapkan dosen Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung Hamidulloh Ibda, Jumat sore (14/4/2023).

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Himpuan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung yang dikemas dalam kegiatan Diskusi Bareng Ramadan dan Buka Bersama bertajuk Teknik Systematic Literature Review (SLR).

“Selama ini Scopus masih ditakuti oleh mahasiswa baik S1 sampai S3. Karena hanya dianggap para dosen, doktor dan profesor, dan yang berlatar belakang pendidikan Bahasa Inggris yang mampu menembusnya. Buktinya, tidak, karena mahasiswa S1 Prodi PGMI FTK INISNU tahun 2022 juga bisa menembus Scopus Q3,” kata Ibda dalam paparannya.

Pihaknya menegaskan bahwa Scopus merupakan databased, basis data, bisa disebut pengindeks sebagai rujukan dan abstrak milik Elsevier yang diluncurkan pada tahun 2004 yang selama ini menjadi syarat kenaikan jabatan akademik guru besar atau profesor dan lektor kepala. “Untuk lulus S3, banyak prodi S3 yang mewajibkan mahasiswa harus menulis artikel di jurnal internasional terindeks Scopus sebagai syarat ujian terbuka, yudisium atau syarat pengambilan ijazah sesuai capaian pembelajaran atau KKNI level 9,” lanjut dia dalam kegiatan yang digelar di gedung Pascasarjana INISNU tersebut.

Ibda yang juga Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan INISNU Temanggung itu menegaskan, menulis artikel ilmiah dengan teknik SLR bisa dan sangat bisa untuk menembus Scopus, dan pihaknya telah membuktikannya selama dua tahun ini. Sejumlah teknik ia sampaikan kepada peserta. Pertama, penentuan masalah, tema atau topik yang menarik sesuai prinsip CCTE yang ia kutip dari pendapat Prof Irwan Abdullah yaitu setiap artikel harus memenuhi unsur Controversy, Change, Trend, Emergency, yaitu tema atau topik harus mengandung kontroversi, mengandung perubahan, isu yang sedang trending atau viral, atau tema-tema yang ada unsur kedaruratan atau urgensi.

Kedua, kata Ibda, pilih jurnal yang tepat dan disesuaikan dengan focus and scope. “Artikel kita bisa jadi menarik, tapi jurnal sasarannya tidak pas. Maka kalau saya, jurnal sasaran itu di awal. Kita bisa mempelajari tipe dan karakter artikel yang dimuat di sana. Dengan demikian, kita akan mudah menyesuaikan selera editor,” tegas dia.

Ketiga, perlunya keunikan, distingsi dan novelty. “Meski artikel kita pakai teknik SLR bukan riset lapangan, kita harus menyuguhkan novelty. Maka kita harus menggunakan databased Scopus, jangan gunakan databased trivial seperti Google Scholar, Sinta, Neliti.com, atau Issuu,” kata dia.

Keempat, bahasa yang digunakan harus bagus. “Jangan sampai terjemahan kita buruk. Selain konten, bahasa Inggris dalam penulisan artikel harus bagus. Kita bisa bersinergi dengan akademisi dari Pendidikan Bahasa Inggris atau proofreader profesional,” lanjut dia.

Dalam kesempatan itu, pihaknya juga menjelaskan teknik penulisan artikel dengan SLR dan juga Protokol PRISMA agar artikel benar-benar sahih dan bagus secara konten dan metodologi. Ia juga bercerita tentang pengalaman menulis artikel dengan teknik SLR yang dua artikelnya telah dimuat di jurnal terindeks Scopus Q4 dan Q3, satu artikel terbit di jurnal terindeks Sinta 4, dan tiga artikel menunggu jadwal terbit di jurnal terindeks Scopus Q4, Q3 dan Q1.

Selama ini, Ibda selain aktif menulis di jurnal internasional bereputasi, ia juga aktif menjadi reviewer di jurnal internasional seperti menjadi  Reviewer Pegem Egitim ve Ogretim Dergisi yaitu milik Pegem Akademi Yayincilik Egitim Danismanlik Hizmetleri Turki yang terindeks Scopus Q4,  Reviewer Cogent Education milik Taylor & Francis Britania Raya yang terindeks Scopus Q2, Reviewer International Journal Ihya’ ‘Ulum al-Din, Reviewer IJSL: International Journal of Social Learning, dan reviewer di puluhan jurnal nasional terakreditasi SINTA. 

Pihaknya juga membeberkan, bahwa menulis artikel yang dapat tembus di jurnal internasional tidak ditentukan oleh jenjang pendidikan, status, namun lebih kepada keseriusan dan kecintaan terhadap ilmu pengetahuan. “Kalau soal kuliah bisa dari S1, S2, S3 bahkan sampai menjadi profesor, itu asal ada kemauan, kesempatan mendapat beasiswa, pasti semua orang bisa mengakses pendidikan tinggi. Tapi tidak semua orang bisa menulis dengan baik, apalagi sampai di jurnal internasional. Buktinya, banyak para profesor ketika submit di jurnal internasional juga ditolak, dan saya meski belum lulus S3, Alhamdulillah dimudahkan Allah dengan mudah diterima, dan dipercaya menjadi reviewer di jurnal Scopus,” papar dia.

Pihaknya berharap, agar mahasiswa bisa mengimplementasikan teknik SLR dalam penulisan artikel khususnya untuk mengerjakan tugas akhir skripsi maupun tugas akhir nonskripsi. (*)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI Photo by Single.Earth

    Keheningan

    • calendar_month Sen, 21 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 336
    • 0Komentar

    Oleh : M Iqbal Dawami “Berdiam dirilah, tetap hening, dan dengarkanlah hatimu. Lalu, ketika hati itu bicara, beranjaklah, dan pergilah ke mana hati membawamu.” — Susanna Tamaro Perjalanan terkadang membosankan. Apalagi menempuh perjalanan jauh. Berjam-jam duduk di kendaraan, semisal bis ekonomi, banyak orang tersiksa. Kebosanan itu ditambah pula oleh hiruk-pikuknya pedagang asongan dan pengamen. Para […]

  • Kenang Mbah Moen, Santri PAATQ Gelar Shalat Ghaib

    Kenang Mbah Moen, Santri PAATQ Gelar Shalat Ghaib

    • calendar_month Sel, 6 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 333
    • 0Komentar

    GEMBONG-Ribuan Santri Ponpes Anak-Anak Tahfidhul Qur’an (PPATQ) Raudlatul Falah Bermi Gembong menggelar shalat ghaib. Shalat ghaib kali ini ditujukan untuk KH. Maimun Zubair yang tutup usia di Makkah Selasa (6/8) pagi waktu setempat. Sholat ghaib bersama di PPATQ Raudlatul Falah Bermi yang diikuti oleh santri PPATQ Shola ghoib yang diikuti oleh segenap santru dan asatidz […]

  • A large white building sits in front of a foggy mountain.

    IRAN INSPIRASI DUNIA MUSLIM

    • calendar_month Sab, 21 Jun 2025
    • account_circle admin
    • visibility 417
    • 0Komentar

    Oleh: Jamal Ma’mur Asmani* Hari-hari ini kita menyaksikan perang terbuka Iran-Israel. Iran melancarkan serangan ke Israel karena terlebih dahulu diserang oleh Israel yang menewaskan banyak angkatan perang dan merusak fasilitas militer. Perang ini diprediksi akan terus berlangsung dan akan semakin memanas jika Negara-negara adidaya, seperti Amerika, Rusia, dan China ikut terlibat. Dunia kagum kepada Iran […]

  • LP Ma'arif NU PWNU Jawa Tengah Gelar Temu Teknis PORSEMA XIII 2025, Siap Cetak Generasi Sehat, Hebat, dan Berprestasi Dahsyat

    LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah Gelar Temu Teknis PORSEMA XIII 2025, Siap Cetak Generasi Sehat, Hebat, dan Berprestasi Dahsyat

    • calendar_month Sab, 5 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 380
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id SEMARANG, 5 Juli 2025 – Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LP Ma’arif NU) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah hari ini, Sabtu, 5 Juli 2025, menyelenggarakan rapat koordinasi dan Temu Teknis (Technical Meeting) Pekan Olahraga dan Seni Ma’arif (PORSEMA) XIII Tahun 2025. Acara yang berlangsung di Hotel Muria, Semarang itu menandai langkah […]

  • Menjadi Penulis  Yang Seksi

    Menjadi Penulis Yang Seksi

    • calendar_month Ming, 25 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 388
    • 0Komentar

      Menulis fiksi itu bukan perkara mudah. Karena menulis fiksi tak ubahnya menulis dengan hati, mengombinasikan antara pengalaman dan pikiran menjadi sebuah karya yang enak dibaca dan syarat akan pesan-pesan penuh makna. Namun kesulitan semua itu akan menjadi mudah tatkala sudah membaca buku karya Presiden Cerpen Indonesia Joni Ariadianata.             Buku yang bertajuk Aku Bisa […]

  • Photo by Wolfgang Hasselmann

    Terima Kasih Telah Mencintaiku

    • calendar_month Ming, 25 Feb 2024
    • account_circle admin
    • visibility 300
    • 0Komentar

    Oleh : J. Intifada Terima kasih sudah menyapaku hari ini. Rasanya seperti tidak nyata. Beberapa hari yang lalu kamu menyapa. “Lama tak ada kabar?” aku hanya memandangi pesanmu dengan ragu. Kemudian aku abaikan. Belum sempat aku membalas, kamu sudah ada di hadapanku dengan senyum sumringahmu. Bersamamu malaikat kecil dan penjaga hatimu sekarang. Kita berkenalan dan […]

expand_less