Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Suluk Maleman Pekan Ini Membahas Masyarat Paria

Suluk Maleman Pekan Ini Membahas Masyarat Paria

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 21 Jul 2026
  • visibility 16.883
  • comment 0 komentar

Sebuah pertanyaan satir menyeruak saat Budayawan Anis Sholeh Ba’asyin membuka NgAllah Suluk Maleman pada Sabtu (18/7) malam. Dia melempar pertanyaan tentang apa sebenarnya yang dicari manusia di dunia ini.
Meski terasa sederhana, namun pertanyaan ini merupakan upaya eksplorasi filosofis mengenai sifat manusia, keberadaan, dan kondisi manusia di era modern.
Anis Sholeh Ba’asyin menantang para hadirin untuk merenungkan apakah apa yang sejatinya mereka kejar. Apakah kekayaan, kekuasaan, atau status merupakan kebutuhan sejati atau pengaruh yang didorong oleh tekanan eksternal, budaya, dan kekuatan sistemik modern?
Menurut Anis, manusia seolah-olah dikejar-kejar oleh kebutuhan; padahal seringkali itu bukan kebutuhan melainkan keinginan.
“Sekarang ini batas antara keinginan dan apa yang benar-benar kebutuhan menjadi bias. Kita menganggap semua keinginan harus terpenuhi sehingga memosisikan kita sebagai pengemis dunia. Pada dasarnya kita memang dikondisikan menjadi paria, menjadi masyarakat faqir yang setiap hari dipaksa mengemis dunia,” ucap Anis satir.
Anis menyebut bahwa saat ini orang dikondisikan untuk tidak pernah merasa puas terhadap apa pun yang sudah dia dapat. Dan pada tahap tertentu, ini merupakan sumber lahirnya kriminalitas.
“Jika dirunut, perampokan, korupsi sampai penghancuran alam secara membabi buta pada dasarnya berawal dari kontruksi yang sama, yaitu dari kondisi tidak pernah puas. Kondisi yang telah menjadi standar baru gaya hidup,” imbuh dia.
Anis mencatat bagaimana orang sering merasa dipaksa untuk mengadopsi gaya hidup modern, mulai dari kebutuhan akan listrik sampai dengan konektivitas terus-menerus melalui ponsel pintar misalnya, yang setahap demi setahap mengubah pola perilaku, harapan dan kecemasannya.
Anis menceritakan, dulu para petani memiliki peradaban yang tampak berjalan lebih lambat namun terasa menenangkan. Mereka hanya bekerja untuk mencukupi kebutuhannya. Sehingga memiliki waktu yang cukup untuk merenung, mencari makna dan nilai kerohanian.
“Kebutuhan hidup mereka belum terlalu kompleks, sehingga punya banyak waktu untuk menghayati dan merenungi kehidupan; tanpa merasa dikejar-kejar sesuatu,” imbuh dia.
Manusia saat ini, lanjut Anis, terus menerus disuguhi fatamorgana air di tengah gurun. Kita dikondisikan untuk terus mengejar, meski tak akan pernah menemukan. Kita hanya hanya terus berlari meski sebenarnya tanpa pencapaian apa pun.
Anis juga menyinggung narasi modern tentang kelangsungan hidup dan mengkritik pola pikir berdasar hukum seleksi alam yang diimpor dari ideologi Barat. Kecuali menyuguhkan fatamorgana, modernitas juga menanam pola pikir yang menciptakan keadaan konflik dan persaingan yang tak berkesudahan dan tidak perlu. Kombinasi kedua hal ini mengekploitasi sifat-sifat buruk manusia.
“Hidup kita dikondisikan terus saling berkejaran dan saling membinasakan untuk mengejar sesuatu yang tidak pernah bisa memuaskan kita. Itu yang merangsang orang berebut kekuasaan dan menghancurkan bumi tanpa pernah berfikir tentang nasib anak cucunya. Lalu apa yang dicari?” ucap dia.
“Karena peradaban kita dikendalikan oleh sifat tamak, maka yang paling beruntung adalah yang mampu mensucikan hatinya. Membersihkan hati supaya tidak terkontaminasi oleh sifat-sifat tersebut. Kita diberi Allah kemampuan untuk mengolah hal negatif dari luar menjadi positif di dalam diri. Seburuk-buruk diluar tidak meracuni diri kita jika punya filter yang canggih, yakni hati kita,” ingat Anis.
Oleh karena itu Anis mengingatkan jika saat ini harus memiliki pijakan dan ukuran yang kuat. Mencari apa yang ada di dunia harus direnungkan setiap hari agar tidak salah arah. Orang yang tak punya pijakan bisa salah menempatkan sesuatu yang tidak penting menjadi penting, begitu pula sebaliknya.
Untuk mengatasi kegelisahan dalam kehidupan modern, Anis menekankan pentingnya dzikir, mengingat Allah. Dzikir bukan sekadar ritual, melainkan sebagai cara untuk menemukan keridhaan, kepuasan, penerimaan dan kedamaian di dalam hati, yang menghubungkan diri manusia kembali ke asal-usulnya.
“Maka salat lima waktu dan membaca Qur’an mengingatkan kita kembali ke jalan itu. Seolah-olah sedang bercakap dengan Allah. Allah itu guru, maka setiap saat kita butuh dibimbingnya. Karena tujuan hidup kita hanyalah dari Allah menuju Allah,” imbuh dia.
Sementara itu budayawan, Nur Cahyo juga menyebut di Jawa ada istilah “ndok amun-amun”. Istilah itu juga mengingatkan pada sesuatu yang bersifat fatamorgana. Sekencang apapun orang mengejar maka tidak akan terkejar.
“Dunia ini bagai ndok amun-amun, kemana kita kejar tetap tidak akan terkejar,” imbuh dia.
Topik bahasan yang begitu menyentil itu membuat ratusan masyarakat antusias menyaksikan baik datang secara langsung ke Rumah Adab Indonesia Mulia maupun melalui berbagai kanal media sosial Suluk Maleman. Suasana kian hangat dengan iringan musik Sampak GusUran dan Hadrah Syubbanul Muttaqin.

Keterangan foto:
Anis Sholeh Ba’asyin dan Nur Cahyo dalam NgAllah Suluk Maleman “Apa Yang Kau Cari?” yang digelar di Rumah Adab Indonesia Mulia, Sabtu (18/7).

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU Pati Berikan Masukan tentang Kenaikan Pajak kepada BPKAD

    PCNU Pati Berikan Masukan tentang Kenaikan Pajak kepada BPKAD

    • calendar_month Sab, 19 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 608
    • 0Komentar

      Pati- Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati, mendatangi Kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) setempat, Sabtu (19/7/2025). Mereka menyampaikan hasil kajian dari Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PCNU  soal kanaikan tarif Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) di Kabupaten Pati yang mencapai 250 persen pada tahun 2025 ini. Perwakilan dari PCNU Pati […]

  • Ketua IPPNU Gembong Komitmen Tak Akan Menikah Sebelum Jabatannya Usai

    Ketua IPPNU Gembong Komitmen Tak Akan Menikah Sebelum Jabatannya Usai

    • calendar_month Sab, 1 Jan 2022
    • account_circle admin
    • visibility 315
    • 0Komentar

      Para Pengurus Anak Cabang IPNU/IPPNU Gembong setelah menjalani Oruentasi All Pengurus GEMBONG – Minggu (26/12/2021) lalu, Pengurus Harian PAC IPNU IPPNU Gembong telah melaksanakan Orientasi All Pengurus. Kegiatan yang berlangsung di MI Hidayatul Islam Sentul diawali dengan pembekalan materi yang bersifat umum, seperti menganalisis potensi bagi PAC IPNU IPPNU Gembong dalam satu periode ke […]

  • LPM Terma STAI Pati Terbitkan Majalah Tentang Kekerasan Seksual

    LPM Terma STAI Pati Terbitkan Majalah Tentang Kekerasan Seksual

    • calendar_month Sen, 30 Des 2024
    • account_circle admin
    • visibility 551
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Teropong Mahasiswa (Terma), Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Pati, meluncurkan majalah edisi ke-7 yang membahas tentang kekerasan seksual. Peluncuran Majalah Terma ini digelar bersamaan dengan seminar antikekerasan seksual yang berlangsung di Gedung A STAI Pati, Minggu (29/12/24). Turut hadir dalam acara tersebut, Waka II STAI Pati, Abd Aziz, Pembina […]

  • Pelajar NU Margorejo Gelar Konferensi Luar Biasa

    Pelajar NU Margorejo Gelar Konferensi Luar Biasa

    • calendar_month Rab, 10 Nov 2021
    • account_circle admin
    • visibility 462
    • 0Komentar

      Suasana Konferensi luar biasa PAC IPNU IPPNU Kecamatan Margorejo MARGOREJO- PAC IPNU IPPNU Kecamatan Margorejo usai adakan Orientasi Kepengurusan dan Konferensi Anak Cabang Luar Biasa pemilihan ketua IPNU pada Ahad, (7/11). Kegiatan ini diselenggarakan di kantor sekretariat PAC IPNU IPPNU Margorejo di desa Pegandan.   Dengan diadakanya Konferensi Anak Cabang luar biasa, harus dilaksanakan karena […]

  • PCNU-PATI

    Dua Mahasiswa PPL IPMAFA Undur Diri Dari Lazisnu Pati

    • calendar_month Rab, 6 Des 2023
    • account_circle admin
    • visibility 410
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Pati- Dua orang Mahasiswa IPMAFA pamit usai melaksanakan PPL (Praktik Pengalaman Lapangan) selama kurang lebih satu bulan setengah di kantor PC Lazisnu Pati, selasa (05/12). Umar Faruq selaku kaprodi sekaligus dosen pembimbing lapangan, dalam sambutannya menyampaikan rasa terimakasih kepada PC Lazisnu Pati atas bimbingan dan kesediaan ditempati sebagai lokasi PPL. “Terimakasih kami sampaikan kepada […]

  • Sampaikan Laporan Akhir Periode 2024–2026, LSP P2 Ma’arif NU Jateng Mantapkan Sinergi Link and Match

    Sampaikan Laporan Akhir Periode 2024–2026, LSP P2 Ma’arif NU Jateng Mantapkan Sinergi Link and Match

    • calendar_month Sel, 4 Agu 2026
    • account_circle admin
    • visibility 17.502
    • 0Komentar

    Bandungan – LSP P2 Ma’arif NU Jawa Tengah terus berkomitmen terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan pendidikan Ma’arif NU Jawa Tengah. Melalui proses sertifikasi kompetensi yang terukur, objektif, dan berorientasi pada kebutuhan dunia kerja, LSP P2 Ma’arif NU Jawa Tengah terus mengambil peran strategis dalam memastikan lulusan Ma’arif NU memiliki pengetahuan akademik, profesional, […]

expand_less