Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Suluk Maleman Pekan Ini Membahas Masyarat Paria

Suluk Maleman Pekan Ini Membahas Masyarat Paria

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 21 Jul 2026
  • visibility 17.021
  • comment 0 komentar

Sebuah pertanyaan satir menyeruak saat Budayawan Anis Sholeh Ba’asyin membuka NgAllah Suluk Maleman pada Sabtu (18/7) malam. Dia melempar pertanyaan tentang apa sebenarnya yang dicari manusia di dunia ini.
Meski terasa sederhana, namun pertanyaan ini merupakan upaya eksplorasi filosofis mengenai sifat manusia, keberadaan, dan kondisi manusia di era modern.
Anis Sholeh Ba’asyin menantang para hadirin untuk merenungkan apakah apa yang sejatinya mereka kejar. Apakah kekayaan, kekuasaan, atau status merupakan kebutuhan sejati atau pengaruh yang didorong oleh tekanan eksternal, budaya, dan kekuatan sistemik modern?
Menurut Anis, manusia seolah-olah dikejar-kejar oleh kebutuhan; padahal seringkali itu bukan kebutuhan melainkan keinginan.
“Sekarang ini batas antara keinginan dan apa yang benar-benar kebutuhan menjadi bias. Kita menganggap semua keinginan harus terpenuhi sehingga memosisikan kita sebagai pengemis dunia. Pada dasarnya kita memang dikondisikan menjadi paria, menjadi masyarakat faqir yang setiap hari dipaksa mengemis dunia,” ucap Anis satir.
Anis menyebut bahwa saat ini orang dikondisikan untuk tidak pernah merasa puas terhadap apa pun yang sudah dia dapat. Dan pada tahap tertentu, ini merupakan sumber lahirnya kriminalitas.
“Jika dirunut, perampokan, korupsi sampai penghancuran alam secara membabi buta pada dasarnya berawal dari kontruksi yang sama, yaitu dari kondisi tidak pernah puas. Kondisi yang telah menjadi standar baru gaya hidup,” imbuh dia.
Anis mencatat bagaimana orang sering merasa dipaksa untuk mengadopsi gaya hidup modern, mulai dari kebutuhan akan listrik sampai dengan konektivitas terus-menerus melalui ponsel pintar misalnya, yang setahap demi setahap mengubah pola perilaku, harapan dan kecemasannya.
Anis menceritakan, dulu para petani memiliki peradaban yang tampak berjalan lebih lambat namun terasa menenangkan. Mereka hanya bekerja untuk mencukupi kebutuhannya. Sehingga memiliki waktu yang cukup untuk merenung, mencari makna dan nilai kerohanian.
“Kebutuhan hidup mereka belum terlalu kompleks, sehingga punya banyak waktu untuk menghayati dan merenungi kehidupan; tanpa merasa dikejar-kejar sesuatu,” imbuh dia.
Manusia saat ini, lanjut Anis, terus menerus disuguhi fatamorgana air di tengah gurun. Kita dikondisikan untuk terus mengejar, meski tak akan pernah menemukan. Kita hanya hanya terus berlari meski sebenarnya tanpa pencapaian apa pun.
Anis juga menyinggung narasi modern tentang kelangsungan hidup dan mengkritik pola pikir berdasar hukum seleksi alam yang diimpor dari ideologi Barat. Kecuali menyuguhkan fatamorgana, modernitas juga menanam pola pikir yang menciptakan keadaan konflik dan persaingan yang tak berkesudahan dan tidak perlu. Kombinasi kedua hal ini mengekploitasi sifat-sifat buruk manusia.
“Hidup kita dikondisikan terus saling berkejaran dan saling membinasakan untuk mengejar sesuatu yang tidak pernah bisa memuaskan kita. Itu yang merangsang orang berebut kekuasaan dan menghancurkan bumi tanpa pernah berfikir tentang nasib anak cucunya. Lalu apa yang dicari?” ucap dia.
“Karena peradaban kita dikendalikan oleh sifat tamak, maka yang paling beruntung adalah yang mampu mensucikan hatinya. Membersihkan hati supaya tidak terkontaminasi oleh sifat-sifat tersebut. Kita diberi Allah kemampuan untuk mengolah hal negatif dari luar menjadi positif di dalam diri. Seburuk-buruk diluar tidak meracuni diri kita jika punya filter yang canggih, yakni hati kita,” ingat Anis.
Oleh karena itu Anis mengingatkan jika saat ini harus memiliki pijakan dan ukuran yang kuat. Mencari apa yang ada di dunia harus direnungkan setiap hari agar tidak salah arah. Orang yang tak punya pijakan bisa salah menempatkan sesuatu yang tidak penting menjadi penting, begitu pula sebaliknya.
Untuk mengatasi kegelisahan dalam kehidupan modern, Anis menekankan pentingnya dzikir, mengingat Allah. Dzikir bukan sekadar ritual, melainkan sebagai cara untuk menemukan keridhaan, kepuasan, penerimaan dan kedamaian di dalam hati, yang menghubungkan diri manusia kembali ke asal-usulnya.
“Maka salat lima waktu dan membaca Qur’an mengingatkan kita kembali ke jalan itu. Seolah-olah sedang bercakap dengan Allah. Allah itu guru, maka setiap saat kita butuh dibimbingnya. Karena tujuan hidup kita hanyalah dari Allah menuju Allah,” imbuh dia.
Sementara itu budayawan, Nur Cahyo juga menyebut di Jawa ada istilah “ndok amun-amun”. Istilah itu juga mengingatkan pada sesuatu yang bersifat fatamorgana. Sekencang apapun orang mengejar maka tidak akan terkejar.
“Dunia ini bagai ndok amun-amun, kemana kita kejar tetap tidak akan terkejar,” imbuh dia.
Topik bahasan yang begitu menyentil itu membuat ratusan masyarakat antusias menyaksikan baik datang secara langsung ke Rumah Adab Indonesia Mulia maupun melalui berbagai kanal media sosial Suluk Maleman. Suasana kian hangat dengan iringan musik Sampak GusUran dan Hadrah Syubbanul Muttaqin.

Keterangan foto:
Anis Sholeh Ba’asyin dan Nur Cahyo dalam NgAllah Suluk Maleman “Apa Yang Kau Cari?” yang digelar di Rumah Adab Indonesia Mulia, Sabtu (18/7).

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jejak Gus Dur

    Jejak Gus Dur

    • calendar_month Kam, 19 Mar 2015
    • account_circle admin
    • visibility 503
    • 0Komentar

    Tokoh Ulama ; Selama menjadi Ketua Umum PBNU selama 15 tahun, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) banyak mengunjungi daerah, termasuk di wilayah Sulawesi Selatan. Pada akhir tahun 1985, Gus Dur diundang berceramah oleh Rektor IKIP Makassar, Gubernur Prof. Dr. H. A. Amiruddin.Waktu itu, Gus Dur berangkat ke IKIP dan dijamu sarapan pagi. Di meja makan, […]

  • HMPS PBA Ipmafa Kolab Bareng PKPT IPNU-IPPNU

    HMPS PBA Ipmafa Kolab Bareng PKPT IPNU-IPPNU

    • calendar_month Sen, 21 Mar 2022
    • account_circle admin
    • visibility 567
    • 0Komentar

      Praktik Dauroh Arabiyyah, program kolaborasi antara HMPS PBA Ipmafa dengan PKPT IPNU/IPPNU Ipmafa MARGOYOSO – Pimpinan Komosariat Perguruan Tinggi Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama’ Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama’ (PKPT IPNU IPPNU) Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) membuktikan eksitensinya sebagai wadah organisasi mahasiswa yang mampu mengembangkan potensi setiap kadernya.  Hal ini dapat dilihat seperti program […]

  • Sambut Hari Santri 2022, PCNU Pati Ziarah ke Makam Gus Hasyim

    Sambut Hari Santri 2022, PCNU Pati Ziarah ke Makam Gus Hasyim

    • calendar_month Jum, 21 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 428
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati beserta perwakilan dari Lembaga dan Badan Otonomnya menziarahi pusara Gus Muhammad Hasyim Mahfudh di Taman Makam Pahlawan Giri Dharma, Jumat (21/10/2022) sore.  Hadir juga pada kegiatan itu, Penjabat Bupati Pati, Henggar Budi Anggoro. Kegiatan ziarah ke makam Gus Hasyim dilakukan dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2022. Diketahui, […]

  • YPMNU Kumpulkan Guru-Guru PAUD, Ini Tujuannya

    YPMNU Kumpulkan Guru-Guru PAUD, Ini Tujuannya

    • calendar_month Ming, 6 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 455
    • 0Komentar

    Agenda dengan tajuk ‘Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka dan Pembelajaran Loose Part bagi Guru PAUD (KB-TK-RA) tersebut diikuti oleh puluhan guru PAUD Muslimat NU dari 21 kecamatan yang ada di Kabupaten Pati. “Masing-masing kecamatan delegasinya tiga orang,” terang Nur Laeli, Ketua YPMNU Pati. Nur Laeli juga memastikan bahwa workshop yang ia gagas benar-benar serius. Ia berharap, […]

  • Ketua IPPNU Gembong Komitmen Tak Akan Menikah Sebelum Jabatannya Usai

    Ketua IPPNU Gembong Komitmen Tak Akan Menikah Sebelum Jabatannya Usai

    • calendar_month Sab, 1 Jan 2022
    • account_circle admin
    • visibility 367
    • 0Komentar

      Para Pengurus Anak Cabang IPNU/IPPNU Gembong setelah menjalani Oruentasi All Pengurus GEMBONG – Minggu (26/12/2021) lalu, Pengurus Harian PAC IPNU IPPNU Gembong telah melaksanakan Orientasi All Pengurus. Kegiatan yang berlangsung di MI Hidayatul Islam Sentul diawali dengan pembekalan materi yang bersifat umum, seperti menganalisis potensi bagi PAC IPNU IPPNU Gembong dalam satu periode ke […]

  • Ketua FKPT Jateng: Jurnalisme Pengawasan Perkuat Demokrasi Sehat

    Ketua FKPT Jateng: Jurnalisme Pengawasan Perkuat Demokrasi Sehat

    • calendar_month Sel, 20 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 574
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id- Ungaran – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Semarang melibatkan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah dalam penguatan jurnalisme pengawasan melalui Pelatihan Jurnalistik Pengawasan Pemilu pada Selasa (20/5/2025). Kegiatan itu bertempat di Aula Kantor Bawaslu Kabupaten Semarang yang dihadiri puluhan peserta. Meskipun tahapan Pemilu dan Pemilihan tahun 2024 yang telah terlaksana, namun […]

expand_less