Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Ibu-Ibu Muslimat Ikuti Penyuluhan Sosial, Ini Hasilnya

Ibu-Ibu Muslimat Ikuti Penyuluhan Sosial, Ini Hasilnya

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 19 Nov 2021
  • visibility 419
  • comment 0 komentar

 

img-20211119-wa0006-1703776
Muh Zen Adv. (baju putih) sedang memberikan penyuluhan sosial dihadapan puluhan Ibu-Ibu Muslimat NU se-Kabupaten Pati

PATI – Anggota Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Tengah, Muh Zen, melakukan penyuluhan peningkatan kualitas tanggung jawab dan kesetiakawanan sosial, Kamis (18/11) siang. Pada kegiatan itu, ia bekerjasama dengan Dinas Sosial (Dinsos) Jateng.

Penyuluhan yang berlangsung di aula Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati itu dihadiri oleh perwakilan dari Muslimat NU. Tak lain, kegiatan ini dilaksanakan guna menumbuhkan rasa kebersamaan seperti halnya program Gubernur Jawa Tengah, Jogo Tonggo.

“Itu juga sebagai kesiapan masyarakat dalam menghadapi musim penghujan. Kesetiakawanan dalam hal ini perlu ditingkatkan, terutama ketika terjadi suatu hal yang tidak diinginkan, seperti terjadinya bencana banjir,” kata Muh Zen.

Selain masyarakat, lanjut Muh Zen, Pemerintah diharapkan menjadi garda terdepan apabila terjadi bencana banjir. 

“Misalnya seperti pendataan petani yang sawahnya terendam banjir. Jangan ada yang kelewatan kalau soal data. Dan mereka (petani) juga bisa mendapat kompensasi dari asuransi,” jelas dia.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menyebut, kesiapsiagaan dari dinas terkait dalam menghadapi bencana juga harus ditingkatkan. 

“Apa yang harus dilakukan ketika terjadi bencana, jangan sampai lalai. Terutama soal keselamatan warga dan kelangsungan hidup mereka,” tegas dia.

Ia juga berharap agar pihak desa menggencarkan sosialisasi kepada warganya terkait penanggulangan bencana. 

“Perlu melakukan sosialisasi bersama tokoh masyarakat, agar bersiap diri. Itu melalui desa tangguh atau siaga bencana. Misalnya anggaran dana desa sebagian dialokasikan untuk mengatasi bencana. Kalau bisa, di desa yang rawan banjir itu punya perahu, Polindes dan sarana prasarana lain,” sebut dia.

Muh Zen berharap, kesetiakawanan sosial dalam menghadapi terjadinya bencana harus lebih ditingkatkan. Menurutnya, perlu adanya sinergitas dari lintas sektoral.(angga/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kembalikan Marwah Pesantren, Fatayat NU Pati Desak Pelaku Kekerasan Seksual Dihukum Maksimal

    Kembalikan Marwah Pesantren, Fatayat NU Pati Desak Pelaku Kekerasan Seksual Dihukum Maksimal

    • calendar_month Ming, 3 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 12.616
    • 0Komentar

      Pcnupati – Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Kabupaten Pati bersama Lembaga Konsultasi Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (LKP3A) merilis pernyataan sikap tegas terkait kasus dugaan pencabulan yang terjadi di Pesantren Ndholo Kusumo. Kasus yang diduga melibatkan oknum pengasuh pesantren tersebut memicu keprihatinan mendalam dari organisasi perempuan Nahdliyin ini. ​Dalam surat resmi tertanggal 2 Mei […]

  • PCNU - PATI

    Benturan NU- PKI

    • calendar_month Ming, 3 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 312
    • 0Komentar

    Benturan NU-PKI 1948-1965” langsung ada rasa ketertarikan untuk segera membacanya. Namun pada akhirnya banyak rasa kekecewaan pada buku tersebut. Kekecewaan pertama yang muncul adalah buku tersebut hanya setebal 200-an halaman. Saya sebenarnya mengharapkan isi buku lebih tebal sehingga dapat saya baca lebih lama dari ‘menikmati secangkir kopi’. Bukan tanpa alasan, karena untuk peristiwa serumit itu […]

  • IPNU IPPNU Desa Bumiayu Resmi Dilantik

    IPNU IPPNU Desa Bumiayu Resmi Dilantik

    • calendar_month Jum, 5 Nov 2021
    • account_circle admin
    • visibility 294
    • 0Komentar

      Para pemgurus IPNU dan IPPNU Ranting Bumiayu usai dilantik pada Selasa (2/11) WEDARIJAKSA – Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Desa Bumiayu Bapoh Resmi Dilantik Di Gedung TPQ Raudathul Mujawidin, Selasa (02/11) Acara Tersebut Dihadiri oleh Bapak Muhadi, Bapak Heru Budi Cahyono selaku Pembina IPNU IPPNU Ranting Bumiayu, Ibu Miryati selaku ketua Muslimat Desa Bumiayu, Bu […]

  • PCNU - PATI. Kegiatan Bansos Muslimat NU

    Adakan Bansos dalam Rangka Harlah Muslimat NU Ke 76

    • calendar_month Jum, 10 Jun 2022
    • account_circle admin
    • visibility 274
    • 0Komentar

    Pati. Pengurus Cabang Muslimat NU Kabupaten Pati mengadakan kegiatan bansos di tiga kecamatan yaitu Kecamatan Winong bertempat di ranting Pakalongan,  Kecamatan Pucakwangi bertempat di ranting Wates Haji dan kecamatan Jaken bertempat  di ranting Sumber Arum, Kamis 9/6 kemarin. “Kegiatan seperti ini memang sangat bermanfaat untuk masyarakat, sebab masyarakat  di desa kami mayoritas Muslimat, jadi peran […]

  • Gus Taqim Sebut Penulisan Berita Jadi Branding Efektif di Media Online

    Gus Taqim Sebut Penulisan Berita Jadi Branding Efektif di Media Online

    • calendar_month Sen, 24 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 280
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Magelang – Bertempat di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Ma’arif Kota Mungkid, Kabupaten Magelang, Ahad (23/3/2025), program Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Ramadan Zona 8 Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah terlaksana sebagai putaran terakhir dari sebelumnya di Blora, Pati, Pemalang, Temanggung, Wonosobo, Purworejo, dan Sukoharjo. Kegiatan GLM Ramadan tersebut mengusung tema Gerakan Murid Ma’arif […]

  • PCNU-PATI

    Habis Gelap Terbitlah Terang

    • calendar_month Rab, 12 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 469
    • 0Komentar

    Habis Gelap Terbitlah Terang adalah buku kumpulan surat yang ditulis oleh Kartini. Kumpulan surat tersebut dibukukan oleh J.H. Abendanon dengan judul Door Duisternis Tot Licht, sedangkan penerjemahannya (dari versi bahasa Belanda ke bahasa Melayu) pertama kali dilakukan pada 1922 oleh Bagindo Dahlan Abdullah, Zainudin Rasad, Sutan Muhammad Zain, dan Djamaloedin Rasad (mereka menyebut diri Empat Saudara).[1] Proses pengumpulan surat-surat yang pernah dikirimkan […]

expand_less