Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Parodi » Seni Perebutan Kepentingan

Seni Perebutan Kepentingan

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 17 Mei 2023
  • visibility 377
  • comment 0 komentar

Oleh : Niam At Majha

Belakang ini; di berbagai tempat seperti warung kopi, cafe, dan restoran-restoran lama saji. Banyak yang membicarakan, mendiskusikan, diopinikan perihal perayaan tahun depan. Pergantian pemimpin, siklus lima tahunan untuk melanjutkan estafet tentang perubahan baik dari segi keluarga dan negara.

Kondisi demikian tak dapat terelakan, karena lima tahunan pergantian dan setiap orang mempunyai hak untuk mencalonkan, menunjukan ke eksistensi nya dalam berbagai disiplin kemampuan; kemampuan menjual ide, gagasan, bahkan bisa kehormatan. Lebih spesifik yaitu bidang ke ilmuan atau non keilmuan. Bahkan untuk menunjukan hal tersebut ada yang perang baliho besar besar dengan wajah tersenyum penuh dengan tanda tanya. Senyum untuk kepentingan bersama atau untuk kemakmuran keluarga. Soal itu semua, hanya wajah di baleho tersebut yang bisa memahaminya dan menjelaskannya.

Meskipun saya tak terlibat langsung dalam urusan ini. Kegiatan menata negara dan umat terasa amat begitu berat. Bahkan apabila saya pun disuruh dan dibiayai untuk maju membuat perubahan, menggantikan yang sudah ada, dengan memamerkan wajah terpampang di pertigaan jalan, perempatan jalan raya besar, dengan senyuman, dengan janji yang dituliskan. Saya tak akan kuat sebab pengabdian dan memimpin orang banyak itu berat. Apalagi soal seni perebutan kepentingan lebih berat lagi.

Melihat fenomena sekarang ini banyak yang berperang menggunakan baliho baliho besar, yang tersebar dimana mana, semua itu adalah bentuk permainan seni dalam perebutan kepentingan. Bagaimana orang orang itu mampu memberikan keyakinan atau klaim-klaim nya terkait program-program yang ditawarkan dan direncanakan. Selain itu, harus mampu memainkan peran, merencanakan strategi; apa pun caranya harus ditempuh dengan satu tujuan harus jadi. Sebab  bandar sudah menggelar.

Jika hal demikian terjadi, maka bukan lagi sebuah perjuangan untuk kemakmuran negara dan umat, akan tetapi untuk sebuah kepentingan-kepentingan siapa pemodalnya dan bagaimana cara mengembalikannya. Jadi apabila sudah begitu, tentu inti dari sebuah perjuangan dan dasar pengabdian tak akan terwujudkan.

“Apa pun itu, semuanya membutuhkan modal mas, nyalon apapun itu harus ada modalnya dan tak hanya punya modal status sosial tentu harus mencari orang yang memodali. Jadi tak usah heran atau pura pura tak tahu, jika sudah jadi akan melupakan apa yang sudah dijanjikan itu sudah pasti. Tak usah ber serius serius membahas atau pun ikutan ikutan percaturan mereka, kita ini wong cilik bisanya hanya melirik pertarungan yang menarik tersebut, ada sebuah pengabdian yang diperebutkan”celetuk teman saya.

Dalam urusan seni itu bebas. Dan apabila seni tersebut diterapkan dalam sebuah kepentingan kekuasaan tentu akan menghalalkan segala cara, akan menempuh cara apapun untuk tercapainya sebuah tujuan. Karena yang tertanam dalam diri tak ada orang lain selain dirinya sendiri.

“Saya yang terbaik, dari segi sosial dari segi keilmuan, dari segi keturunan dan lainnnya, bukan mereka yang tak terlahir dari siapa siapa”

Seni yang dimainkan adalah tentang identitas, tentang status sosial atau paling spesial. Bahkan ada yang memainkan tentang rekam jejak kepemimpinan nya atau pun prestasinya. Semua boleh boleh saja, sebab itu adalah seni berperan, maka jika ada yang peran kocak akan terbahak bahak, peran yang sedih akan tertatih tatih, peran yang pintar akan berkoar koar. Itulah yang akan terjadi pada tahun tahun intrik dan politik.

Sebelum berperan atau memainkan seni perebutan kepentingan alangkah baiknya jujur terhadap diri sendiri, jika tak jujur nanti akan kecewa pada suatu hari hanti terhadap diri sendiri atas program yang sudah ditulis di baliho baliho di pinggir jalan. Percaya diri boleh, mengklaim yang terbaik juga boleh, asalkan semua itu tersadarkan dari sadar diri yang murni.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU - PATI

    Jaringan Sekolah PAC IPNU IPPNU Kayen Bekali Siwa Baru Materi Keaswajaan

    • calendar_month Kam, 21 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 412
    • 0Komentar

    KAYEN – Masa Ta’aruf Siswa Madrasah (MATSAMA) dimanfaatkan oleh Departemen Jaringan Sekolah PAC IPNU-IPPNU Kayen untuk memberikan sosialisasi Keaswajaan (Ahlusunah Wal-Jama’ah) kepada para peserta didik baru. Hal ini sebagai tindak lanjut agenda program Departemen Jaringan Sekolah (JS) PC IPNU IPPNU Pati yang akan mengadakan pertemuan dengan OSIS di beberapa sekolah. Pertemuan ini diharapkan menjadi pintu […]

  • Gelar PKD, Ini Target Ketua GP Ansor Gembong

    Gelar PKD, Ini Target Ketua GP Ansor Gembong

    • calendar_month Ming, 28 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 610
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id – Gerakan Pemuda (GP) Ansor Anak Cabang Gembong menggelar PKD. Puluhan peserta dari berbagai kecamatan di Kabupaten Pati turut menjalani pelatihan wajib tersebut. Pelaksanaan PKD kali ini, ditempatkan di lokasi yang tidak biasa. Ponpes Nurul Qur’an Jonggol, Sitiluhur Kecamatan Gembong sengaja dipilih untuk menggelar agenda sakral tersebut. “Tempatnya di lereng gunung, bisa dilihat, sehingga […]

  • Hikmah dibalik Perpindahan Tempat yang Sudah Digunakan Sholat

    Hikmah dibalik Perpindahan Tempat yang Sudah Digunakan Sholat

    • calendar_month Kam, 22 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 724
    • 0Komentar

      1.       Pertanyaan : Biasanya orang yang telah melakukan sholat fardlu itu menjalankan sholat sunnah dan untuk melakukannya, musholli pindah tempat atau geser sedikit. Apakah tujuan pindah tempat/geser tersebut ?.   Jawaban :Memang sering kita temui, ketika seseorang ingin melakukan sholat sunnah setelah sholat fardhu mereka berpindah tempat dari posisi asalnya, entah itu geser sedikit […]

  • PCNU-PATI Photo by Artur Stanulevich

    Pak Bon

    • calendar_month Rab, 31 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 556
    • 0Komentar

    Oleh : Niam At Majha Di perusahaan dimana saya pimpin. Perusahaan yang bergerak di bidang jasa pelayanan pendidikan dan jasa keagamaan yang selalu ramai dengan berbagai aneka macam kegiatan. Baik kegiatan sederhana atau pun yang formal dan non formal hampir setiap minggunya selalu ada. Ketika akan melaksanakan kegiatan tersebut tentu tak lain harus menggunakan jasa […]

  • Santri Harus Mampu Berdakwah Lewat Tulisan

    Santri Harus Mampu Berdakwah Lewat Tulisan

    • calendar_month Kam, 1 Sep 2016
    • account_circle admin
    • visibility 315
    • 0Komentar

    Pati. Pondok Pesantren Maslakul Huda Kajen Pati menyelenggarakan pelatihan menulis dalam rangka mempersiapkan santri agar mampu berdakwah melalui tulisan, dengan menghadirkan Redaktur Jurnal Khittah Lakpesdam NU Pati M. Iqbal Dawami. Selasa (23/8)             M. Iqbal Dawami selaku pemateri menjelaskan, bahwa santri harus mampu menulis, santri harus siap bertarung lewat tulisan, karena dakwah melalui tulisan akan […]

  • Bukan Sekadar Tempat Nongkrong, Kedai Nuk Inuk di Gerit Cluwak Tawarkan Konsep 'Kopi, Buku, Makan Enak'

    Bukan Sekadar Tempat Nongkrong, Kedai Nuk Inuk di Gerit Cluwak Tawarkan Konsep ‘Kopi, Buku, Makan Enak’

    • calendar_month Ming, 5 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 71
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Aroma kopi yang harum menyeruak di antara pilar-pilar kayu sebuah rumah tua di Desa Gerit, Kecamatan Cluwak, Kabupaten Pati. Di sudut ruangan, sebuah radio kuno dan mesin ketik ditata apik, memberikan kesan vintage rustic yang kuat. Di sinilah Mirza (38), anggota Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) Nahdlatul Ulama Pati, menyemai mimpi […]

expand_less