Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Parodi » Seni Perebutan Kepentingan

Seni Perebutan Kepentingan

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 17 Mei 2023
  • visibility 339
  • comment 0 komentar

Oleh : Niam At Majha

Belakang ini; di berbagai tempat seperti warung kopi, cafe, dan restoran-restoran lama saji. Banyak yang membicarakan, mendiskusikan, diopinikan perihal perayaan tahun depan. Pergantian pemimpin, siklus lima tahunan untuk melanjutkan estafet tentang perubahan baik dari segi keluarga dan negara.

Kondisi demikian tak dapat terelakan, karena lima tahunan pergantian dan setiap orang mempunyai hak untuk mencalonkan, menunjukan ke eksistensi nya dalam berbagai disiplin kemampuan; kemampuan menjual ide, gagasan, bahkan bisa kehormatan. Lebih spesifik yaitu bidang ke ilmuan atau non keilmuan. Bahkan untuk menunjukan hal tersebut ada yang perang baliho besar besar dengan wajah tersenyum penuh dengan tanda tanya. Senyum untuk kepentingan bersama atau untuk kemakmuran keluarga. Soal itu semua, hanya wajah di baleho tersebut yang bisa memahaminya dan menjelaskannya.

Meskipun saya tak terlibat langsung dalam urusan ini. Kegiatan menata negara dan umat terasa amat begitu berat. Bahkan apabila saya pun disuruh dan dibiayai untuk maju membuat perubahan, menggantikan yang sudah ada, dengan memamerkan wajah terpampang di pertigaan jalan, perempatan jalan raya besar, dengan senyuman, dengan janji yang dituliskan. Saya tak akan kuat sebab pengabdian dan memimpin orang banyak itu berat. Apalagi soal seni perebutan kepentingan lebih berat lagi.

Melihat fenomena sekarang ini banyak yang berperang menggunakan baliho baliho besar, yang tersebar dimana mana, semua itu adalah bentuk permainan seni dalam perebutan kepentingan. Bagaimana orang orang itu mampu memberikan keyakinan atau klaim-klaim nya terkait program-program yang ditawarkan dan direncanakan. Selain itu, harus mampu memainkan peran, merencanakan strategi; apa pun caranya harus ditempuh dengan satu tujuan harus jadi. Sebab  bandar sudah menggelar.

Jika hal demikian terjadi, maka bukan lagi sebuah perjuangan untuk kemakmuran negara dan umat, akan tetapi untuk sebuah kepentingan-kepentingan siapa pemodalnya dan bagaimana cara mengembalikannya. Jadi apabila sudah begitu, tentu inti dari sebuah perjuangan dan dasar pengabdian tak akan terwujudkan.

“Apa pun itu, semuanya membutuhkan modal mas, nyalon apapun itu harus ada modalnya dan tak hanya punya modal status sosial tentu harus mencari orang yang memodali. Jadi tak usah heran atau pura pura tak tahu, jika sudah jadi akan melupakan apa yang sudah dijanjikan itu sudah pasti. Tak usah ber serius serius membahas atau pun ikutan ikutan percaturan mereka, kita ini wong cilik bisanya hanya melirik pertarungan yang menarik tersebut, ada sebuah pengabdian yang diperebutkan”celetuk teman saya.

Dalam urusan seni itu bebas. Dan apabila seni tersebut diterapkan dalam sebuah kepentingan kekuasaan tentu akan menghalalkan segala cara, akan menempuh cara apapun untuk tercapainya sebuah tujuan. Karena yang tertanam dalam diri tak ada orang lain selain dirinya sendiri.

“Saya yang terbaik, dari segi sosial dari segi keilmuan, dari segi keturunan dan lainnnya, bukan mereka yang tak terlahir dari siapa siapa”

Seni yang dimainkan adalah tentang identitas, tentang status sosial atau paling spesial. Bahkan ada yang memainkan tentang rekam jejak kepemimpinan nya atau pun prestasinya. Semua boleh boleh saja, sebab itu adalah seni berperan, maka jika ada yang peran kocak akan terbahak bahak, peran yang sedih akan tertatih tatih, peran yang pintar akan berkoar koar. Itulah yang akan terjadi pada tahun tahun intrik dan politik.

Sebelum berperan atau memainkan seni perebutan kepentingan alangkah baiknya jujur terhadap diri sendiri, jika tak jujur nanti akan kecewa pada suatu hari hanti terhadap diri sendiri atas program yang sudah ditulis di baliho baliho di pinggir jalan. Percaya diri boleh, mengklaim yang terbaik juga boleh, asalkan semua itu tersadarkan dari sadar diri yang murni.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jelang Porsema, Kolaborasi Ma’arif dan Pagar Nusa Perkuat Kejurda

    Jelang Porsema, Kolaborasi Ma’arif dan Pagar Nusa Perkuat Kejurda

    • calendar_month Ming, 26 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 360
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Batang – Ketua Pimpinan Wilayah Pencak Silat NU Pagar Nusa Jawa Tengah Arief Rohman mengatakan bahwa Pagar Nusa di setiap acara PORSEMA selalu memberi masukan dan mengingatkan perlunya sinergi sejak awal perencanaan. Di antara yang perlu disinergikan adalah penyusunan petunjuk teknis lomba olahgara khususnya pencak silat. Pagar Nusa, ujar Arief, selalu siap membantu penyelenggaraan […]

  • PCNU PATI. Pesantren Sebagai Lembaga Tafaqquh Fiddin Photo by Aaron Burden on Unsplash.

    Pesantren Sebagai Lembaga Tafaqquh Fiddin

    • calendar_month Sab, 8 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 490
    • 0Komentar

    Oleh: Siswanto Pesantren sebagaimana kita ketahui merupakan sebuah lembaga pendidikan yang konsen dalam kajian ilmu agama. Sehingga pesantren identik disebut sebagai tempat untuk memperdalam ilmu agama. Definisi ini tentunya tidak lepas dari kegiatan sehari-hari di dalam pondok pesantren yang saban harinya disi dengan kajian kitab kuning, Alquran, dan hafalan menjadi rutinitas sehari-hari para santri dalam […]

  • A calculator sitting on top of a pile of money

    Menaikkan Pajak, Adilkah?

    • calendar_month Sab, 21 Jun 2025
    • account_circle admin
    • visibility 400
    • 0Komentar

    Oleh: Jamal Ma’mur Asmani Pemimpin adalah sosok yang mempunyai peran dominan-determinan dalam perjalanan bangsa. Oleh sebab itu, seorang pemimpin menurut KH. MA. Sahal Mahfudh, harus mempunyai keunggulan di bidang intelektualitas (nadhari) dan aktivitas (ekonomi) (KH. Sahal Mahfudh, 2003:487). Keunggulan ini digunakan pemimpin untuk mengambil kebijakan yang harus berorientasi kepada kemaslahatan rakyat yang dipimpinnya dengan mendatangkan […]

  • 12 Ranting Fatayat NU Kecamatan Winong Dilantik

    12 Ranting Fatayat NU Kecamatan Winong Dilantik

    • calendar_month Sab, 29 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 408
    • 0Komentar

    WINONG – 12 Pimpinan Ranting Fatayat NU se-Kecamatan Winong baru saja dilantik tepat pada Hari Sumpah Pemuda, Jumat (28/10). Berlokasi di Desa Pagendisan, Kecamatan Winong, agenda pelantikan ini juga sekaligus dalam rangka memperingati maulid Nabi Muhammad SAW. Menurut Ana Nailul Rohmah, ketua PAC Fatayat NU Winong, 12 Pimpinan Ranting tersebut di antaranya, Pagendisan, Padangan, Kudur, […]

  • Semangat Kaderisasi jadi Tema Besar Pelantikan IPNU IPPNU Pasuruhan

    Semangat Kaderisasi jadi Tema Besar Pelantikan IPNU IPPNU Pasuruhan

    • calendar_month Sel, 26 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 409
    • 0Komentar

      Para pengurus IPNU Desa Pasuruhan, Kayen usai dilantik KAYEN – Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Desa Pasuruhan resmi dilantik di Padepokan Ansor Pasuruhan, minggu (24/10). Acara tersebut sekaligus menjadi puncak serangkaian Acara Maulid Nabi Muhammad SAW. Dengan Menggandeng grup rebana Al-Ma’wa, acara berjalan dengan meriah.  Hadir dalam acara tersebut, Kepala Desa Pasuruhan dan Banom- Banom […]

  • PCNU Pati Siap Tampung dan Dampingi Santri Korban Kekerasan Seksual

    PCNU Pati Siap Tampung dan Dampingi Santri Korban Kekerasan Seksual

    • calendar_month Sen, 4 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 13.298
    • 0Komentar

      PCNU Pati – PCNU Kabupaten Pati mengawal kasus dugaan kekerasan seksual di salah satu pondok pesantren di Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati. Mereka pun siap menampung dan mendampingi para korban. Jajaran pengurus PCNU Pati, RMI NU Pati, Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBHNU) Pati, GP Ansor Pati, Fatayat NU dan pengurus PCNU lainnya […]

expand_less