Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Parodi » Seni Perebutan Kepentingan

Seni Perebutan Kepentingan

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 17 Mei 2023
  • visibility 414
  • comment 0 komentar

Oleh : Niam At Majha

Belakang ini; di berbagai tempat seperti warung kopi, cafe, dan restoran-restoran lama saji. Banyak yang membicarakan, mendiskusikan, diopinikan perihal perayaan tahun depan. Pergantian pemimpin, siklus lima tahunan untuk melanjutkan estafet tentang perubahan baik dari segi keluarga dan negara.

Kondisi demikian tak dapat terelakan, karena lima tahunan pergantian dan setiap orang mempunyai hak untuk mencalonkan, menunjukan ke eksistensi nya dalam berbagai disiplin kemampuan; kemampuan menjual ide, gagasan, bahkan bisa kehormatan. Lebih spesifik yaitu bidang ke ilmuan atau non keilmuan. Bahkan untuk menunjukan hal tersebut ada yang perang baliho besar besar dengan wajah tersenyum penuh dengan tanda tanya. Senyum untuk kepentingan bersama atau untuk kemakmuran keluarga. Soal itu semua, hanya wajah di baleho tersebut yang bisa memahaminya dan menjelaskannya.

Meskipun saya tak terlibat langsung dalam urusan ini. Kegiatan menata negara dan umat terasa amat begitu berat. Bahkan apabila saya pun disuruh dan dibiayai untuk maju membuat perubahan, menggantikan yang sudah ada, dengan memamerkan wajah terpampang di pertigaan jalan, perempatan jalan raya besar, dengan senyuman, dengan janji yang dituliskan. Saya tak akan kuat sebab pengabdian dan memimpin orang banyak itu berat. Apalagi soal seni perebutan kepentingan lebih berat lagi.

Melihat fenomena sekarang ini banyak yang berperang menggunakan baliho baliho besar, yang tersebar dimana mana, semua itu adalah bentuk permainan seni dalam perebutan kepentingan. Bagaimana orang orang itu mampu memberikan keyakinan atau klaim-klaim nya terkait program-program yang ditawarkan dan direncanakan. Selain itu, harus mampu memainkan peran, merencanakan strategi; apa pun caranya harus ditempuh dengan satu tujuan harus jadi. Sebab  bandar sudah menggelar.

Jika hal demikian terjadi, maka bukan lagi sebuah perjuangan untuk kemakmuran negara dan umat, akan tetapi untuk sebuah kepentingan-kepentingan siapa pemodalnya dan bagaimana cara mengembalikannya. Jadi apabila sudah begitu, tentu inti dari sebuah perjuangan dan dasar pengabdian tak akan terwujudkan.

“Apa pun itu, semuanya membutuhkan modal mas, nyalon apapun itu harus ada modalnya dan tak hanya punya modal status sosial tentu harus mencari orang yang memodali. Jadi tak usah heran atau pura pura tak tahu, jika sudah jadi akan melupakan apa yang sudah dijanjikan itu sudah pasti. Tak usah ber serius serius membahas atau pun ikutan ikutan percaturan mereka, kita ini wong cilik bisanya hanya melirik pertarungan yang menarik tersebut, ada sebuah pengabdian yang diperebutkan”celetuk teman saya.

Dalam urusan seni itu bebas. Dan apabila seni tersebut diterapkan dalam sebuah kepentingan kekuasaan tentu akan menghalalkan segala cara, akan menempuh cara apapun untuk tercapainya sebuah tujuan. Karena yang tertanam dalam diri tak ada orang lain selain dirinya sendiri.

“Saya yang terbaik, dari segi sosial dari segi keilmuan, dari segi keturunan dan lainnnya, bukan mereka yang tak terlahir dari siapa siapa”

Seni yang dimainkan adalah tentang identitas, tentang status sosial atau paling spesial. Bahkan ada yang memainkan tentang rekam jejak kepemimpinan nya atau pun prestasinya. Semua boleh boleh saja, sebab itu adalah seni berperan, maka jika ada yang peran kocak akan terbahak bahak, peran yang sedih akan tertatih tatih, peran yang pintar akan berkoar koar. Itulah yang akan terjadi pada tahun tahun intrik dan politik.

Sebelum berperan atau memainkan seni perebutan kepentingan alangkah baiknya jujur terhadap diri sendiri, jika tak jujur nanti akan kecewa pada suatu hari hanti terhadap diri sendiri atas program yang sudah ditulis di baliho baliho di pinggir jalan. Percaya diri boleh, mengklaim yang terbaik juga boleh, asalkan semua itu tersadarkan dari sadar diri yang murni.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • MWCNU Batangan Gelar Pengajian Akbar

    MWCNU Batangan Gelar Pengajian Akbar

    • calendar_month Sen, 17 Jul 2017
    • account_circle admin
    • visibility 364
    • 0Komentar

    Pati, Pengurus Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kecamatan Batangan mengadakan Pengajian Akbar dalam Rangka Halal bi halal, pengajian bertempat di Desa Klayusiwalan Batangan dengan pembicara KH. Abdul Wahid dari Cluwaki, 11/7 kemarin.             KH. Abdul Mukhid Syuriah MWCNU Bantangan mengemukakan untuk menjalin silaturahmi yang baik, antara  pengurus wakil Cabang dan pengurus Ranting, tidak ada salahnya apabila […]

  • PCNU Dampingi Takmir Masjid dan Pemdes yang Berpolemik

    PCNU Dampingi Takmir Masjid dan Pemdes yang Berpolemik

    • calendar_month Rab, 4 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 449
    • 0Komentar

      PATI-Polemik terjadi anatar Pemerintah Desa (Pemdes) dengan takmir Masjid Al-Muhlisin Desa Kedungwinong, kecamatan Sukolilo. Konflik ini dipicu akibat tidak adanya izin dari  Pemerintah Desa (Pemdes) setempat kepada takmir masjid terkait rencana renovasi salah satu makam di sana yang juga melibatkan CSR PLN. Berdasarkan keterangan, Takmir Masjid Al-Muhlisin, Kiai Maswan, renovasi yang dimaksud yakni berupa […]

  • Anjuran dan Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Arafah

    Anjuran dan Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Arafah

    • calendar_month Jum, 9 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 540
    • 0Komentar

    Jumat, 8 Dzulhijjah (9/8) dan Sabtu, 9 Dzulhijjah (10/8) umat islam di dunia diisunnahkan untuk berpuasa tarwiyah dan arofah. Dua puasa sunah Tarwiyah dan Arafah sangat dianjurkan bagi umat muslim agar dapat turut merasakan nikmatnya seperti yang dirasakan oleh para jama’ah haji. Di bulan terakhir penanggalan Hijriyyah ini, umat muslim melaksanakan agenda besar yaitu ibadah […]

  • Merenungi Hakikat Aswaja dan Tanggung Jawab Generasi Muda

    Merenungi Hakikat Aswaja dan Tanggung Jawab Generasi Muda

    • calendar_month Kam, 12 Feb 2015
    • account_circle admin
    • visibility 491
    • 0Komentar

    Akhir-akhir ini muncul kegelisahan dari masyarakat Aswaja. Kekewatiran tersebut berkaitan dengan banyaknya muncul gerakan radikalisme, ekstrimisme dan anarkisme dalam mendakwahkan Islam. Salah satu sasaran dakwahnya adalah kader pemuda yang masih lugu dan sedikit memiliki pengalaman keagamaan. Ajakan untuk bergabung dalam aliran tersebut biasanya melalui kampus, organisasi, di desa-desa dan dengan memberi berbagai iming-imingmateri yang menggiurkan. […]

  • Budaya Literasi Baca-Tulis di Rumah. Photo by RU Recovery Ministries on Unsplash.

    Budaya Literasi Baca-Tulis di Rumah

    • calendar_month Sen, 22 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 463
    • 0Komentar

    M. Iqbal Dawami Sebagai orang yang mencintai aktivitas baca-tulis, saya mencoba menularkan “virus” ini kepada keluarga saya. Di tengah masyarakat yang tak punya tradisi literasi ini, bukan hal mudah untuk menerapkannya, karena keluarga yang berbeda dengan kebanyakan di lingkungan bisa dianggap “aneh”, meskipun itu hal yang positif. Termasuk mengenalkan buku kepada tetangga. Saya coba sedikit […]

  • PCNU-PATI

    Dalam Dekapan Ukhuwah

    • calendar_month Kam, 3 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 444
    • 0Komentar

    Alangkah syahdu menjadi kepompong, berkarya dalamdiam, bertahan dalam kesempitan. Tetapi bila tiba waktuuntuk jadi kupu-kupu, tak ada pilihan selain terbangmenari; melantun kebaikan di antara bunga, menebarkeindahan pada dunia.Dan angin pun memeluknya, dalam sejukdan wangi surga.Alangkah damai menjadi bebijian; bersembunyi dikegelapan, menanti siraman hujan, menggali hunjamandalam-dalam. Tapi bila tiba saat untuk tumbuh dan mekar,tak ada pilihan […]

expand_less