Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » Curah

Curah

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 29 Apr 2022
  • visibility 425
  • comment 0 komentar

Uang bukanlah segala-galanya, tapi segalanya butuh uang. Siapa yang tidak tergiur dengan uang. Apalagi gratisan. Kali ini pemerintah kita kembali menggelontorkan uang BLT (Bantuan Langsung Tunai) kepada masyarakat pada situasi pandemi Covid-19.


Sedikit cerita di desa tempat saya tinggal, ada salah satu warga yang mendapat bantuan. Sebut saja namanya Mbah Rah, sudah sepuh berjalan saja susah. Si Mbah mendapatkan bantuan BLT dengan pencairannya harus datang ke Kantor Pos Kecamatan tak boleh diwakilkan dengan syarat membawa KTP/KK asli serta kartu yang berlogo Pos.


Malam itu saya mendengar dari cerita ibu dan ibu-ibu tetangga yang lain ketika sedang berkumpul setelah mengikuti tahlil. Mereka terus membicarakan dan membandingkan pemberian BLT sekarang dan sebelumnya. Jika dulu terlihat tertib dengan berbaris rapi antri satu per satu, namun kini terlihat carut marut. Bisa jadi sebab waktu pencairan mendekati lebaran; jadi semua orang membutuhkan.


Waktu pengambilan untuk yang sekarang dimulai pukul 15.00, serbat cepat dan singkat. Dengan waktu 3 jam sampai adzan magrib berkumandang, tak akan kuat untuk melayani sekitar 700 an penerima bantuan. Pelayanan dan pemohon tak seimbang. Apalagi ada syarat ketentuan berlaku yaitu jika uang diberikan dan dicairkan harus vaksinasi terlebih dahulu bagi yang belum.


Desak-desakan dan saling dorong tak dapat terhindarkan mengingat waktu singkat dan lagi yang dapat jatah adalah kebanyakan para Ibu. Setelah asar adalah waktu dimana para Ibu memasak untuk menyajikan menu berbuka untuk keluarga. Maka seandainya bisa diwakili oleh anggota keluarga yang lain, tentu sangat berterima kasih, apalagi pemerintah desa mempunyai insiatif mengordinir warganya untuk dibantu mengambilkan. Jadi tak ada acara desak-desakan dan tergesa-gesa. Begitulah curahan hati mereka.


Selepas mengikuti kegiatan tahlil tersebut saya diajak Ibu menjenguk salah satu tetangga yang katanya mengalami musibah saat pengambilan BLT. Saya mendengarkan ceritanya dengan seksama. Singkat cerita ia ikut mengantri dan berdesakan di depan pintu pos. Ia tersungkur ke lantai dan naasnya tangannya terinjak oleh warga yang lain.


Awalnya ia menghiraukan rasa sakit karena dalam angannya mengira hanya terkilir sedikit. Sesampainya dirumah ia pergi ke tukang pijat, namun ia baru tau bahwa tangannya patah segera ia periksakan ke dokter. Uang bantuan yang didapatkan lalu lenyap begitu saja hanya untuk biaya pengobatan tangannya. Kalau sudah begini, siapa yang bertanggung jawab.


Saya pernah berpikir, seandainya bantuan-bantuan semacam ini dikelola oleh pemerintah desa pasti akan lebih efisien. Selain hemat waktu dan tenaga, pun menghindarkan dari yang namanya berdesakan dan saling dorong antar warga. Bukan semacam ini, warga yang harus mengurus dan mengambil haknya sendiri dengan cara berdesakan. Saya melihatnya miris, namun saya tak bisa berbuat apapun.


Seharusnya segala macam hal yang menyangkut warga desa, pemerintah desa punya kewenangan untuk tahu dan membantu mengurus. Bukankah tugas seorang pemerintah adalah untuk melayani warganya. Itulah sekelumit cerita dari Curah (Curahan Hati Rakyat).
(Inayatun Najikah, Pembaca Segala)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • LP Maarif NU Jateng Gelar Temu Penulis dan Sastrawan

    LP Maarif NU Jateng Gelar Temu Penulis dan Sastrawan

    • calendar_month Sab, 9 Sep 2023
    • account_circle admin
    • visibility 521
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id. – Pimpinan Wilayah (PW) Lembaga Pendidikan (LP) Maarif Nahdlatul Ulama Jawa Tengah, adakan temu penulis dan sastrawan terpilih, serta memberikan penghargaan kepada sejumlah media massa. Kegiatan bertema “Bahagia dalam berliterasi” itu digelar selama dua hari, yakni pada 9 dan 10 September 2023 di Hotel Muria, Kota Semarang. Panitia kegiatan, Hamidulloh Ibda, mengatakan, terdapat empat […]

  • KH. Asmu’i Sadzali, Musytasyar dan Mantan Rois PCNU Pati, Wafat

    KH. Asmu’i Sadzali, Musytasyar dan Mantan Rois PCNU Pati, Wafat

    • calendar_month Rab, 25 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 758
    • 0Komentar

    JUWANA – Warga NU Kabupaten Pati kembali berduka. KH. Asmu’i Sadzali, ulama sepuh asal Juwana meninggal dunia, Selasa (24/9/2019) malam tadi. Mbah Mu’i (sapaan KH. Asmu’i Sadzali) merupakan kyai sekaligus tokoh NU. Dalam dua periode terakhir beliau menjadi Musytasyar PCNU Pati. Dan sebelumnya, pada periode 2008-2013 beliau menjabat sebai Rois Syuriah PCNU Kab. Pati. Sebelumnya, salah […]

  • Siswa SMK Salafiyah Kajen Raih Juara 1 Lomba LKS Tingkat Kabupaten

    Siswa SMK Salafiyah Kajen Raih Juara 1 Lomba LKS Tingkat Kabupaten

    • calendar_month Sel, 5 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 455
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Ahmad Saiful, siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Salafiyah Kajen, Margoyoso, Pati, sabet juara 1 lomba IT Software Sollution for Business, pada ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat kabupaten. Adapun perlombaan tersebut digelar di SMK Tunas Harapan pada tanggal 2-3 Maret 2024. Ahmad Saiful menyabet juara 1 lomba IT Software Sollution for Business, usai dirinya berhasil menciptakan […]

  • Dukung Inovasi Guru, LP Ma'arif NU Jateng Terbuka untuk Kolaborasi

    Dukung Inovasi Guru, LP Ma’arif NU Jateng Terbuka untuk Kolaborasi

    • calendar_month Sel, 12 Nov 2024
    • account_circle admin
    • visibility 483
    • 0Komentar

      Semarang – Lembaga Pendidikan Ma’arif Pengurus WIlayah Nahdlatul Ulama PWNU Jawa tengah (LP Ma’arif PWNU Jateng) siap berkolaborasi dengan semua pihak untuk mendukung inovasi guru. Hal itu disampaikan Koordinator Bidang Pengembangan Pendidikan Madrasah LP Ma’arif NU Jateng, HM. Miftahul Arief saat workshop ‘Waktunya Inovasi Pendidik’ di BBPMP Jateng, Srondol Semarang, Selasa (12/11/2024). “LP Ma’arif […]

  • PCNU-PATI Photo by Mailchimp

    Sekolah Sebagai Tempat Pembentukan Karakter Anak

    • calendar_month Sab, 4 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 495
    • 0Komentar

    Oleh: Siswanto Pada era globalisasi persoalan karakter menjadi sorotan tajam masyarakat dalam sistem pendidikan. Persoalan yang muncul seperti kekerasan, kurusuhan, kejahatan seksual, etika bahasa yang buruk, mengikis moralitas masyarakat di Indonesia. Oleh karena itu, perlu adanya pembinaan yang berkelanjutan dan pendidikan yang mengarah pada pembentukan karakter peserta didik. Dengan harapan kedepan, lembaga sekolah bisa menghasilkan […]

  • Sambutan Ketua PCNU: Dari Tali Tambang Sampai Klinik Pratama

    Sambutan Ketua PCNU: Dari Tali Tambang Sampai Klinik Pratama

    • calendar_month Sab, 19 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 437
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – KH. Yusuf Hasyim memberikan beberapa wejangan dalam acara Halal bi Halal MWCNU Gembong di Dukuh Mijen, Desa Wonosekar, Kecamatan Gembong. Acara ini berlangsung pada Sabtu (19/4) siang. Dalam sambutannya, Kiai Yusuf sempat menyinggung beberapa hal terkait ke-NU-an. Di antaranya, dirinya memaparkan makna tali tambang yang melingkari bumi. “Ini berarti warga NU harus […]

expand_less