Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » NU Dalam Membangun Cita-Cita Keadaban Bangsa

NU Dalam Membangun Cita-Cita Keadaban Bangsa

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 7 Jan 2023
  • visibility 262
  • comment 0 komentar

Oleh : Siswanto

Dewasa ini bangsa Indonesia sedang dihadapkan dengan persoalan yang pelik, mulai dari tingginya angka kemiskinan, maraknya praktik korupsi, suap, dan konflik antar agama. Problematika ini tentunya melapukkan proses keadaban bangsa kita, terutama para pemangku kebijakan serta semua elemen masyarakatuntuk tergerak dalam membangun kesadaran yang berlandaskan pada moralitas bangsa, dan bukan berdasarkan pada kepentingan individu maupun kelompok.

Oleh karena itu, bentuk kesadaran akan pentingnya menjaga marwah bangsa dan memperbaiki moralitas bangsa sangat ditekankan, agar terbentuk tatanan sosial yang amanan dan sesuai dengan cita-cita para founding fanthers bangsa.

Dan apabila proses pembentukan moralitas bangsa ini diabaikan, maka yang terjadi adalah proses pelapukan akan terus terjadi ketika moralitas yang menjadi dasar dari keadaban suatu bangsa disingkirkan dalam ranah publik. Maka tak ayal, jika keadaban bangsa sedang dipertaruhkan dengan himpitan persoalan sosial, ekonomi, politik, dan agama. Maka, disinilah kekuatan masyarakat memiliki peranan penting dalam usaha mencegah proses pelapukan keadaban bangsa.

Nahdlatul Ulama (NU) sebagai salah satu organisasi Islam dan sosial kemasyarakat terbesar di Indonesia ikut bertanggungjawab untuk memberikan kontribusinya dalam membangun cita-cita keadaban bangsa. hal ini tidak lain, karena kontribusi NU tidak hanya dialamatkan kepada jemaah NU saja, akan tetapi lebih besar dari itu, bagaimana NU bisa berkontribusi kepada bangsa. Itu sebabnya, untuk bisa mencapai sebuah cita-cita dalam membangun keadaban bangsa, NU telah lama merumuskan jalan keadaban yang dapat dikontribusikan ke pada bangsa, antar lain yaitu;

Pertama, NU telah lama merumuskan konsep mabadi’ khoiro ummat (prinsip dasar umat terbaik)yang didasarkan pada orientasi moral untuk perubahan sosial-ekonomi masyarakat. Pengukuhan moralitas sebagai landasan dalam kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat yang bertumpu pada as-shidq (kejujuran) dan al-amanah (tanggung jawab), sehingga tata laku masyarakat dilandasi oleh moralitas yang agung, bukan berdasarkan pada nafsu serakan untuk mengejar kekayaan serta kepentingan ego pribadi.

Kedua, NU sejak semula memberikan kontribusinya dalam wawasan keagamaan yang moderat dan ikut serta mendorong pembentukan ide kebangsaan. Oleh karena itu, dalam ranah keagamaan, NU berhasil merumuskan gagasan dasar tentang tawassuth (moderat), tasamuh (toleran), tawazun (keseimbangan), dan i’tidal (keadilan). Hal inilah yang menjadi sikap dasar NU dalam meresponterkait dengan isu-isu keagamaan di tanah air.

Melalui gagasan dasar ini, NU telah berhasil melahirkan generasi bangsa yang mengedepankan hidup dalam suasana yang toleran, moderan, adil, dan bukan mengedepankan pada sikap yang ingin memecah-belah bangsa. Melainkan, NU lebih mengedepakan pada sikap saling mempererat satu sama lain dan saling tolong-menolong. 

Ketiga, dalam kaitan ini, fondasi besar sudah diletakkan oleh NU ketika memelopori penerimaan Pancasila sebagai asas bernegara dan bermasyarakat yang mesti diterima oleh umat Islam. Konsepsi ini diperkuat dengan kesetiaan NU terhadap ide-ide kebangsaan yang menjadi titik tolak dalam mendesain Negara Indonesia.

Disinilan peranan penting NU dalam melestarikan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk paling ideal bagi bangsa Indonesia. Konsepsi ini, sejak lahirnya NU telah dikumandangkan oleh para founding fanthers NU yakni, KH. Hasyim Asy’ari, KH. Wahab Hasbullah, dan KH Bisri Syansuri. Meskipun ide globalisasi Islam terus dikumandangkan hingga sekarang ini, NU tetap kokoh dengan ide kebangsaannya. Bukan negara khilafah yang dipikirkan oleh NU dalam membangun keadaban bangsa Indonesia, melainkan negara-bangsa Indonesia yang berideologi Pancasila.

Dengan demikian, NU sebagai bagain dari kekuatan masyarakat beradab menemukan relevansi kontribusinya dalam membangun cita-cita keadaban bangsa. yang dituangkan, secara sosial-ekonomi, NU telah membangun prinsip dasar umat terbaik yang bertumpu pada moralitas dan tanggung-jawab publik, dan keagamaan. Selain itu, NU juga berhasil membangun keadaban bangsa yang didasarkan pada semangat kebersamaan lintas agama dan keyakinan antar umat beragama.   

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • IPNU-IPPNU MA Robin Pakis Gelar Pemilu

    IPNU-IPPNU MA Robin Pakis Gelar Pemilu

    • calendar_month Rab, 4 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 223
    • 0Komentar

    TAYU – Rabu, 4 September 2019, IPNU-IPPNU Komisariat MA Raudlatut Tholibin (Robin) Pakis Kec. Tayu menggelar pesta demokrasi untuk memilih ketua baru masa khidmat 2019-2020. Berlangsung di halaman madrasah, acara ini diikuti dengan antusias oleh para anggota. Baik IPNU maupun IPPNU, masing-masing memunculkan 3 kandidat calon ketua. Sebelum proses pemilihan, para kandidat berkesempatan tampil untuk menyampaikan […]

  • sepeda-webp

    Membeli Sepeda Motor Secara Kredit

    • calendar_month Sel, 22 Mar 2022
    • account_circle admin
    • visibility 280
    • 0Komentar

      Pak Ahmad membeli sepeda motor di dealer, dengan ketentuan; jika kontan harga Rp. 5 jt. Jika kredit dalam waktu satu tahun, dengan uang muka 500 rb, maka harga menjadi 6 jt. Dan jika dalam jangka waktu yang ditentukan pak ahmad belum bisa melunasi, maka sepeda motor akan ditarik kembali, kemudian uang muka dinyatakan hilang. […]

  • Guru Madrasah Kembangkan Penelitian Tindakan Kelas

    Guru Madrasah Kembangkan Penelitian Tindakan Kelas

    • calendar_month Sab, 20 Mei 2017
    • account_circle admin
    • visibility 279
    • 0Komentar

    Pati. Bertempat di Gedung NU lantai III Pengurus Cabang LP Ma’arif Pati mengadakan diskusi terkait pengembangan Guru Madrasah yang harus mengembangkan Penelitian Tindakan Kelas, sebanyak 60 guru madrasah dari berbagai jenjang mulai MI, MTs. dan MA di wilayah kabupaten Pati yang tergabung dalam LP Ma’arif, acara berlangsung selama sehari penuh antusias mengikuti kegiatan pengembangan diri […]

  • PCNU-PATI Photo by dendoktoor

    Kemampuan yang Berbeda

    • calendar_month Jum, 9 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 291
    • 0Komentar

    Oleh : Inayatun Najikah Beberapa hari yang lalu saya mengajak kekasih pada sebuah tempat. Disana kita sedang menunggu sebuah antrian untuk menanyakan perihal sesuatu pada ahlinya. Kebetulan saya baru pertama kali menghadapi hal semacam ini. Sehingga saya memintanya untuk menemani. Pada saat menunggu, dia memberi saya masukan perihal apa saja yang harus saya katakan. “Pokoknya […]

  • LP Ma’arif Bersyukur atas Penutupan LI, Ini Alasannya

    LP Ma’arif Bersyukur atas Penutupan LI, Ini Alasannya

    • calendar_month Sen, 14 Feb 2022
    • account_circle admin
    • visibility 378
    • 0Komentar

    Adib al Arif, ketua LP Ma’arif NU Kabupaten Pati PATI – Terkait dengan penutupan tempat maksiat Lorok Indah (LI) yang ada di Kecamatan Margorejo Kabupaten Pati, LP Ma’arif NU Kabuoaten Pati merasa bersyukur dan berterima kasih kepada Pemerintah Kab. Pati dan seluruh jajarannya. Hal itu disampaikan langsung oleg Ketua LP Ma’arif Pati, Ahmad Adib Al […]

  • Mbah Maimun Zubair Wafat di Makkah

    Mbah Maimun Zubair Wafat di Makkah

    • calendar_month Sel, 6 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 391
    • 0Komentar

    Innalillahi wainnailaihi raiji’un, Mbah Moen, KH. Maimun Zubair wafat di Makkah. Ulama kharismatik asal Sarang Rembang yang juga menjabat sebagai Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini dikabarkan wafat disela-sela menunaikan ibadah haji di Makkah. Sebagaimana NU Pati lansir dari situs NU Online, kabar meninggalnya Mbah Moen (panggilan KH. Maimun Zubair) datang dari Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah […]

expand_less