Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » NU Dalam Membangun Cita-Cita Keadaban Bangsa

NU Dalam Membangun Cita-Cita Keadaban Bangsa

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 7 Jan 2023
  • visibility 474
  • comment 0 komentar

Oleh : Siswanto

Dewasa ini bangsa Indonesia sedang dihadapkan dengan persoalan yang pelik, mulai dari tingginya angka kemiskinan, maraknya praktik korupsi, suap, dan konflik antar agama. Problematika ini tentunya melapukkan proses keadaban bangsa kita, terutama para pemangku kebijakan serta semua elemen masyarakatuntuk tergerak dalam membangun kesadaran yang berlandaskan pada moralitas bangsa, dan bukan berdasarkan pada kepentingan individu maupun kelompok.

Oleh karena itu, bentuk kesadaran akan pentingnya menjaga marwah bangsa dan memperbaiki moralitas bangsa sangat ditekankan, agar terbentuk tatanan sosial yang amanan dan sesuai dengan cita-cita para founding fanthers bangsa.

Dan apabila proses pembentukan moralitas bangsa ini diabaikan, maka yang terjadi adalah proses pelapukan akan terus terjadi ketika moralitas yang menjadi dasar dari keadaban suatu bangsa disingkirkan dalam ranah publik. Maka tak ayal, jika keadaban bangsa sedang dipertaruhkan dengan himpitan persoalan sosial, ekonomi, politik, dan agama. Maka, disinilah kekuatan masyarakat memiliki peranan penting dalam usaha mencegah proses pelapukan keadaban bangsa.

Nahdlatul Ulama (NU) sebagai salah satu organisasi Islam dan sosial kemasyarakat terbesar di Indonesia ikut bertanggungjawab untuk memberikan kontribusinya dalam membangun cita-cita keadaban bangsa. hal ini tidak lain, karena kontribusi NU tidak hanya dialamatkan kepada jemaah NU saja, akan tetapi lebih besar dari itu, bagaimana NU bisa berkontribusi kepada bangsa. Itu sebabnya, untuk bisa mencapai sebuah cita-cita dalam membangun keadaban bangsa, NU telah lama merumuskan jalan keadaban yang dapat dikontribusikan ke pada bangsa, antar lain yaitu;

Pertama, NU telah lama merumuskan konsep mabadi’ khoiro ummat (prinsip dasar umat terbaik)yang didasarkan pada orientasi moral untuk perubahan sosial-ekonomi masyarakat. Pengukuhan moralitas sebagai landasan dalam kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat yang bertumpu pada as-shidq (kejujuran) dan al-amanah (tanggung jawab), sehingga tata laku masyarakat dilandasi oleh moralitas yang agung, bukan berdasarkan pada nafsu serakan untuk mengejar kekayaan serta kepentingan ego pribadi.

Kedua, NU sejak semula memberikan kontribusinya dalam wawasan keagamaan yang moderat dan ikut serta mendorong pembentukan ide kebangsaan. Oleh karena itu, dalam ranah keagamaan, NU berhasil merumuskan gagasan dasar tentang tawassuth (moderat), tasamuh (toleran), tawazun (keseimbangan), dan i’tidal (keadilan). Hal inilah yang menjadi sikap dasar NU dalam meresponterkait dengan isu-isu keagamaan di tanah air.

Melalui gagasan dasar ini, NU telah berhasil melahirkan generasi bangsa yang mengedepankan hidup dalam suasana yang toleran, moderan, adil, dan bukan mengedepankan pada sikap yang ingin memecah-belah bangsa. Melainkan, NU lebih mengedepakan pada sikap saling mempererat satu sama lain dan saling tolong-menolong. 

Ketiga, dalam kaitan ini, fondasi besar sudah diletakkan oleh NU ketika memelopori penerimaan Pancasila sebagai asas bernegara dan bermasyarakat yang mesti diterima oleh umat Islam. Konsepsi ini diperkuat dengan kesetiaan NU terhadap ide-ide kebangsaan yang menjadi titik tolak dalam mendesain Negara Indonesia.

Disinilan peranan penting NU dalam melestarikan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk paling ideal bagi bangsa Indonesia. Konsepsi ini, sejak lahirnya NU telah dikumandangkan oleh para founding fanthers NU yakni, KH. Hasyim Asy’ari, KH. Wahab Hasbullah, dan KH Bisri Syansuri. Meskipun ide globalisasi Islam terus dikumandangkan hingga sekarang ini, NU tetap kokoh dengan ide kebangsaannya. Bukan negara khilafah yang dipikirkan oleh NU dalam membangun keadaban bangsa Indonesia, melainkan negara-bangsa Indonesia yang berideologi Pancasila.

Dengan demikian, NU sebagai bagain dari kekuatan masyarakat beradab menemukan relevansi kontribusinya dalam membangun cita-cita keadaban bangsa. yang dituangkan, secara sosial-ekonomi, NU telah membangun prinsip dasar umat terbaik yang bertumpu pada moralitas dan tanggung-jawab publik, dan keagamaan. Selain itu, NU juga berhasil membangun keadaban bangsa yang didasarkan pada semangat kebersamaan lintas agama dan keyakinan antar umat beragama.   

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tanya Jawab Bersama Syuriah

    Tanya Jawab Bersama Syuriah

    • calendar_month Jum, 20 Nov 2015
    • account_circle admin
    • visibility 513
    • 0Komentar

    Assalamu alaikum Saya Yazid di sukolilo, Mau tanya ustad, tentang masalah kuwalat, semisal saat kita ziaroh ke maqom para wali kita dianjurkan untuk menjaga sikap, kalau tidak maka dikawatirkan kuwalat, sebenarnya apa memang ada istilah kuwalat dalam pandangan agama. Sekian terima kasih. Waalaikum salam Terima kasih atas pertanyaanya Wali adalah sosok mukmin yang ahli taqwa […]

  • Upzis Gunungwungkal dapat Pembinaan dari PC

    Upzis Gunungwungkal dapat Pembinaan dari PC

    • calendar_month Sel, 30 Nov 2021
    • account_circle admin
    • visibility 625
    • 0Komentar

    Monitoring dan Pembinaan Lazisnu Pati kepada Upzis Kecamatan Gunungwungkal yang dipusatkan di rumah K. Faishol, Ketua MWCNU GUNUNGWUNGKAL – Unit Pengumpul Zakat, Infaq, dan Sedekah (Upzis) Nahdlatul Ulama NU-Care Lazisnu Kecamatan Gunungwungkal mendapat giliran safari monitoring dan pembinaan yang dilakukan PC Lazisnu Kabupaten Pati. Selasa (23/11) di kediaman K. Faishol, selaku ketua MWC Kecamatan Gunungwungkal […]

  • PCNU PATI - Ilustrasi Menghitung Kredit. Photo by Towfiqu barbhuiya on Unsplash.

    Kredit

    • calendar_month Rab, 25 Mei 2022
    • account_circle admin
    • visibility 540
    • 0Komentar

    Karena untuk menjadi istiqomah itu amat berat. Selalu tepat waktu dalam kondisi apa saja, dimana saja, dengan siapa dan berbuat apa. Jika sudah mengiyakan sepekan sekali harus ada tulisan ya harus di sempatkan. Seperti halnya kemarin-kemarin jika hari kemenangan tinggal kenangan. Setelah sebulan fuul kita terkekang, menahan lapar, menahan dahaga. Tapi belum mampu menahan rasan-rasan […]

  • PCNU-PATI

    Nahdlatul Ulama dan Islam di Indonesia

    • calendar_month Rab, 23 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 563
    • 0Komentar

    NU merupakan organisasi sosial keagamaan yg unik. Didirikan oleh ulama pesantren tahun 1926 di Surabaya. Memiliki jaringan struktur kelembagaan Organisasi Ulama,kedudukan mereka dalam NU sangat penting. Tetapi peran mereka sebagai pemimpin yg berpengaruh pada komunitas mereka sendiri telah membentuk pranata lain, sehingga keberadaan mereka di dalam NU juga mewakili “kepentingan” pranata mereka. Akibatnya struktur itupun […]

  • Sumbang Kurungan untuk Ikut Atasi Corona

    Sumbang Kurungan untuk Ikut Atasi Corona

    • calendar_month Sab, 18 Apr 2020
    • account_circle admin
    • visibility 477
    • 0Komentar

    Kurungan burung sumbangan Imam Muslih untuk warga terdampak corona PATI-Unik, begitu kata yang muncul pertama kali saat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Joyo Kesumo Pati menerima kiriman tak lazim. Bingkisan tersebut berupa sebuah kurungan burung berukuran 30 cm × 50 cm. Benda tersebut merupakan pemberian dari seorang pengrajin kurungan burung asal Desa Ranggah Metaraman […]

  • Nilai-Nilai Islam Nusantara Harus Menjadi Ruh Kurikulum Merdeka

    Nilai-Nilai Islam Nusantara Harus Menjadi Ruh Kurikulum Merdeka

    • calendar_month Kam, 26 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 9.285
    • 0Komentar

      Semarang – Nilai-nilai Islam Nusantara dinilai harus menjadi ruh dalam implementasi Kurikulum Merdeka, khususnya melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Rahmatan Lil ‘Alamin (P5RA). Hal itu ditegaskan oleh Fakhruddin Karmani dalam disertasinya yang dipromosikan pada Rabu, 25 Februari 2026 di Universitas Wahid Hasyim Semarang. Fakhruddin Karmani dinyatakan lulus sebagai doktor ke-24 dari Prodi S3 […]

expand_less