Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tokoh » Di Balik Pencopetan Kyai Arwani Kudus

Di Balik Pencopetan Kyai Arwani Kudus

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 29 Jan 2015
  • visibility 529
  • comment 0 komentar
Sebuah kisah nyata yang dapat kita ambil hikmahnya datang dari seorang kyai Arwani (alm. Allahummaghfirullah).Beliau merupakan sosok kyai kharismatik yang terkenal dengan hafalan Qur’annya. Pesantren yang diasuhnya adalah Yanbuul Qur’an di Kudus, merupakan salah satu pesantren yang menjadi kiblat para hafidz dan hafidzah di Indonesia. Suatu hari, beliau bepergian bersama santrinya. Ketika beliau sampai di terminal Terboyo Semarang, tiba-tiba Kyai Arwani dicopet. Entah apakah beliau sudah tahu atau memang pura-pura tidak tahu. Yang jelas, beliau tidak memperdulikan jika baru saja beliau kecopetan. Santri yang mendampingi kyai Arwani sontak kaget dengan kejadian pencopetan itu, detik itu juga santrinya mengejar pencopet itu seraya meneriakinya. “Copeeet…!!! Copeet…!!!,” teriak si santri. Karena teriakan tersebut, suasana menjadi gaduh dan orang-orang yang ada di sekelilingnya juga ikut mengejar pencopetnya. Namun sayangnya, pencopet itu sungguh lincah dan sepertinya sudah menguasai medan hingga gagal untuk ditangkap. Para santri yang bersama beliau marah-marah kepada pencopet dengan ekspresi kecewa.
‘Berani-beraninya pencopet itu mengganggu kyai saya,’begitulah kira-kira pikir mereka. Si copet juga tidak lihat-lihat kalau yang dicopet adalah kyai.Dan betul, si copet tidak akan peduli tentang hal itu. Yang dipikirkan pencopet adalah bagaimana mendapat uang, uang dan uang. Bagi seorang copet, siapa saja yang pegang uang pasti akan dijadikan sasaran.
Yang mengherankan, Kyai Arwani tidak peduli dengan apa yang telah terjadi. Seakan-akan tidak pernah terjadi apa-apa pada dirinya. Beliau bahkan tenang-tenang saja, hanya sibuk dengan dzikirnya. Melihat itu, si santri menghampiri dan memberi tahu kepada Kyainya bahwa baru saja ada copet yang telah mengambil dompetnya.
“Kyai,Njenengan baru saja kecopetan!,”kata santrinya dengan nada tergesa-gesa dan memberitahu.
“Oh, ya?,” jawab Kyai tenang-tenang saja.
“Benar, Kyai. Tapi kami gagal menangkapnya! Keterlaluan betul pencopet itu!”
“Alhamdulillah… Sudahlah kalian tidak perlu ribut-ribut. Saya bersyukur, yang dicopet itu saya!,” kata kyai masih dengan raut yang tenang.
“Apa maksudnya Kyai?,” tanya santri makin heran.
“Syukur… syukur… Alhamdulillah.Karena saya yang dicopet, bukan saya yang jadi pencopetnya!”
“Kok bisa begitu Kyai?” si santri bingung.
“Sekarang apa jawab kalian jika aku tanya, lebih baik mana, menjadi orang yang dicopet atau menjadi tukang copetnya?”
Jawaban Kyai sungguh benar, masuk akal. Nuansa zuhud dan kesufian tergambar dari ucapan-ucapan Kyai. Para santri yang menyertai beliau pada geleng-geleng kepala tanda paham dan takjub. Para santripun mendapat pelajaran berharga yang belum pernah mereka jumpai dalam teori.
Ternyata, dalam musibahpun dapat timbul rasa syukur, seperti yang sudah dicontohkan Kyai Arwani. Kisah nyata ini sungguh membuat kita tersenyum dan juga mendapat banyak hikmah di dalamnya. Subhanallaah… Betapa bersyukur itu tidak hanya ketika kita mendapatkan sesuatu. Namun, seperti yang telah dicontohkan Kyai Arwani di atas bahwa bersyukur pun dapat dilakukan ketika kita kehilangan sesuatu.
Semoga dengan ini, kita dapat menjadi manusia yang zuhud dengan selalu ingat bahwa semuanya adalah dari Allah SWT dan pada akhirnya juga akan kembali pada Allah SWT. Akhirnya, Semoga bermanfaat.
Sumber: kabarmakkah.com  

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI Photo by sam sul

    Peran Pesantren Sebagai Pengembangan Civil Society

    • calendar_month Sab, 3 Jun 2023
    • account_circle admin
    • visibility 514
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto, MA Berbicara tentang pemberdayaan masyarakat dalam konteks Indonesia, tentunya sangat kompleks sekali ranah dan dimensinya.  Mulai dari banyaknya angka kemiskinan, keterbelakangan masyarakat, dan kurang terciptanya lapangan pekerjaan yang merata, sehingga dari situ dibutuhkan para agen perubahan sosial untuk memberikan sumbangsih pemikiran dan solusi terhadap masyarakat. Agar problem solving di masyarakat bisa teratasi […]

  • Ancab Fatayat NU Kayen di Upgrading

    Ancab Fatayat NU Kayen di Upgrading

    • calendar_month Kam, 9 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 531
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id-Pimpinan Cabang NU Fatayat Pati melaksanakan Pelantikan dan Upgrading Pimpinan Anak Cabang Fatayat NU Kayen Masa Khidmat 2022 – 2026 & Pimpinan Ranting Fatayat NU Jatiroto & Sumbersari Masa Khidmat 2023 – 2026 Ahad, 5 Februari 2023 / 14 Rajab 1444 H kemarin, bertempat di Balai Desa Jatiroto. “Setelah pelantikan ini di harapkan bisa saling […]

  • PCNU PATI - PR Fatayat NU Bermi Terbentuk, PAC Tinggal Satu yang Belum

    PR Fatayat NU Bermi Terbentuk, PAC: Tinggal Satu yang Belum

    • calendar_month Sab, 13 Agu 2022
    • account_circle admin
    • visibility 454
    • 0Komentar

    GEMBONG – Ranting Fatayat NU Desa Bermi, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati telah sah memiliki ketua baru setelah sekian lama mengalami kekosongan kepemimpinan. Hal ini berkat mediasi antara PAC Fatayat NU Gembong dengan ketua Ranting NU Bermi dan beberapa pemudi setempat. Hal ini berlangsung selama beberapa bulan sebelum akhirnya dilakukan pemilihan pada Jumat (12/8). Menurut Ariful […]

  • LPPNU Pati Gelar Pembinaan Pertanian di Pesantren Nurul Qur'an Gembong

    LPPNU Pati Gelar Pembinaan Pertanian di Pesantren Nurul Qur’an Gembong

    • calendar_month Sab, 25 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 660
    • 0Komentar

      Pcnupati.or id – Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) PCNU  Kabupaten Pati menggelar kegiatan pembinaan pertanian di Pesantren Nurul Quran Gembong, Jumat (24/1/2025). Hadir dalam kegiatan ini, Ketua LPPNU Pati, Sutrisno, dan Instruktur Pelatihan, K. Ali Mustofa. Mereka memberikan materi tentang pentingnya melinial mengenal pertanian. Mulai dari cara olah tanah, menanam cabai, sawi, tomat, […]

  • Musim Hujan Tiba, LPBI NU: Air Bersih Masih Langka

    Musim Hujan Tiba, LPBI NU: Air Bersih Masih Langka

    • calendar_month Sel, 26 Nov 2019
    • account_circle admin
    • visibility 393
    • 0Komentar

    WINONG-Meskipun musim penghujan telah datang, namun kekeringan masih twrjadi di beberapa daerah. Kecamatan Winong misalnya. Selama awal musim penghujan ini, kebutuhan akan air bersih masih sukar terpenuhi. Pendistribusian air bersih di Winong kidul oleh Lazisnu, LPBI NU dan PMI Pati, Senin (25/11). Dihimpun dari LPBI NU Pati, penyebab utama fenomena ini merupakan dampak dari musim […]

  • PCNU-PATI

    Surat Kepada Kanjeng Nabi

    • calendar_month Kam, 25 Agu 2022
    • account_circle admin
    • visibility 487
    • 0Komentar

    Setiap masyarakat Muslim, setiap kelompok, serta setiap orang mengagung-agungkannya ratusan ribu kali. Muhammad tidak menjadi lapuk oleh panas hujan segala zaman. Muhammad dipelihara namanya di zaman orang bertani, serta di zaman pascamodern ketika kekuatan alat informasi dan komunikasi menjadi “dewa”. Muhammad tidak pernah disebut “kuno”, meski kita punya Mercedes paling mutakhir, superkomputer, serta segala jenis […]

expand_less