Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Khutbah » Siapa Tidak Menyayangi ,Tidak Akan disayang

Siapa Tidak Menyayangi ,Tidak Akan disayang

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 11 Feb 2015
  • visibility 569
  • comment 0 komentar
الحمد لله رب العالمين، الذي يُحمَد على أنه الغنيّ الحميد، إذ له مَحْمدةٌ على كل ما سواه، الغني الكامل غِناه، العالي قبل أن يخلق سَماه، على أن من حكمته خلَقَ الخلق ليعرّفهم على جلاله وجماله وكماله، على مراتبٍ روحية ومراتبٍ عقلية بعموميةٍ وخصوصيةٍ أزلية. وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له لا يضرّه إفطار الفاطرين ولا ينفعه صوم الصائمين، فالصائمون لمصلحتهم لا لمنفعة الله، ومن افطروا ضروا انفسهم إن كانوا بغير عذرٍ ولم يضروا الله، لأن الله هو القائل في عزّ كمال قدسيته (لو أن جميع خلقي على أتقى قلبٍ ما زادوا في ملكي شيئا، ولو أن جميع خلقي على أقسى قلبٍ ما نقصوا في ملكي شيئا)، فسبحان من تفضل على من لا يشبهونه، ولا يماثلونه، ولا يشابهونه، ولا ينافسونه، ولا يشاهدونه، فعرّفهم عليه من وراء حجاب، فسحبان الذي من أراد أن يفعل فعل، وهو على كلّ شيئٍ قدير، وحده لا شريك له. وأشهد أن سيدنا وحبيبنا وعظيمنا زقائدنا وأسوتنا وعزنا وفخرنا وكنزنا وزخرنا وشموخنا سيدنا محمدٌ رسول الله صلى الله عليه وسلم حبيبه، ونبيه، وعبده، ورسوله، مصطفاه، منتقاه، مجتباه، مرتضاه، من عرفهم اياه بمشاهدة الله، صلّ اللهم وسلم عليه وعلى آل بيته الطاهرين وصحبه الصادقين ومن تبعهم بصدقٍ ويقين إلى يوم الدين.
أما بعد:  
Jama’ah Jum’ah Rohimakumullah:
Diantara sifat mulia yang disandangkan kepada hambaNya di dalam alQur’an adalah sifat kasih sayang (rahmat). Tiada pujian yang lebih indah dariNya atas hamba melebihi dari sifat kasih sayang.
Gusti Allah Ta’ala telah berfirman:
 }مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ }
“(Nabi) Muhammad adalah utusan Allah, dan orang-orang yang bersamanya bersifat keras terhadap orang-orang kafir, namun berkasih sayang sesama mereka” (QS. Alfath: 29).
Maksud dari (bersifat keras terhadap orang-orang kafir) adalah kepada orang-orang yang menentang dan menghalang-halangi dakwah mereka. Adapun (berkasih sayang sesama mereka) adalah sifat mulia yang disandangkan kepada mereka terhadap sesama ummat Islam. Ayat diatas menegaskan bahwa ciri dari ummatnya Kanjeng Nabi Muhammad shollallahu alaihi wasallam adalah tegas saat menghadapi musuh dan penuh kasih sayang antar sesama muslim.
Apabila kita merenungkan kembali atas firman Allah Ta’ala yang membicarakan terkaitaqobah di dalam surat alBalad, pemecahan jalan yang terjal lagi sukar itulah yang seyogyanya diraih dan dijalani oleh seorang muslim dengan sungguh-sungguh. Pertanyaannya, dengan menggunakan peralatan apa seorang muslim menempuh jalan yang mendaki lagi sukar tersebut? Tiada lain adalah saling menyayangi. Mari kita renungi kembali dawuhNya Gusti Allah Ta’ala:

{فَلَا اقْتَحَمَ الْعَقَبَةَ (11) وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْعَقَبَةُ (12) فَكُّ رَقَبَةٍ (13) أَوْ إِطْعَامٌ فِي يَوْمٍ ذِي مَسْغَبَةٍ (14) يَتِيمًا ذَا مَقْرَبَةٍ (15) أَوْ مِسْكِينًا ذَا مَتْرَبَةٍ (16) ثُمَّ كَانَ مِنَ الَّذِينَ آمَنُوا وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ وَتَوَاصَوْا بِالْمَرْحَمَةِ (17) أُولَئِكَ أَصْحَابُ الْمَيْمَنَةِ }
“Tetapi dia tiada menempuh jalan yang mendaki lagi sukar. Tahukah kamu apakah jalan yang mendaki lagi sukar itu? (yaitu) melepaskan budak dari perbudakan, atau memberi makan pada hari kelaparan, (kepada) anak yatim yang ada hubungan kerabat, atau kepada orang miskin yang sangat fakir. Kemudian dia termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang. Mereka (orang-orang yang beriman dan saling berpesan itu) adalah golongan kanan”. (QS. alBalad: 11-18).
Sebagian ahlul ilm berpendapat bahwa diantara syafa’at yang dapat menyelamatkan hamba dari Murka Allah dan SiksaNya adalah Rahmat (kasih sayang) yang semasa di dunianya seorang hamba berinteraksi dengan penuh kasih sayang antar sesama hamba Allah. Kelak Rahmat tersebut akan datang menolong hamba tersebut. Lantaran yang menolong hamba di hari kiamat adalah amal baik diri sendiri, maka Rahmat tersebutlah bagian dari amal baiknya.
Ibadallah…     
Kasih sayang antar sesama sangatlah penting, terlebih ditengah-tengah kehidupan yang semakin rumit ini. Sering kita saksikan dikehidupan sehari-hari sifat nafsi-nafsi (egois) mementingkan diri sendiri lebih dominan daripada sifat perhatian dan kasih sayang. Acuh atas penderitaan orang lain lebih mudah dijumpai daripada gotong-royong bersama-sama menyelesaikan persoalan hidup antar sesama.
Dalam persoalan agama, tidak sedikit kita jumpai yang saling bermusuhan lantaran berbeda pandangan dalam memahami ajaran Islam. Seringpula kita jumpai komunitas dakwah yang lebih mengedepankan kekerasan daripada kelembutan. Memaksa, dan bahkan membantai jika tidak sejalan dengan ide maupun amalan mereka.
Tidakkah hal tersebut bertentangan dengan ajaran Rosulullah shollallahu alaihi wasallam? dimana beliau lebih mengedepankan dakwah dengan kelembutan dan kasih sayang? tegas terhadap musuh dan penuh kasih sayang terhadap sesama?
Ibadallah…
Kasih sayang adalah wasilah kita untuk berdakwah. Bukan kekerasan. Sebab apabila kita lihat kembali sejarah, dengan wasilah Kasih Sayang-lah Kanjeng Nabi shollallahu alaihi wasallam berdakwah. Tidakkah kita mengingat kisah Kanjeng Nabi shollallahu alaihi wasallam ketika berdakwah? Ketika beliau mengajak masyarakat Thaif untuk masuk Islam, mereka tidak hanya menolak untuk masuk Islam bahkan menyuruh para pemuda untuk melempari Kanjeng Nabi shollallahu alaihi wasallam dengan batu kerikil. Hal tersebut mengakibatkan kaki dan tumit Kanjeng Nabi shollallahu alahi wa sallam berdarah. Bahkan beliau tidak sadarkan diri kecuali setelah sampai di Qornu Tsa’alib. Kemudian Gusti Allah Ta’ala mengutus Malaikat Jibril alaihissalam kepada beliau dan menyampaikan bahwa Gusti Allah Ta’ala mendengar perkataan masyarakat Thaif dan apa yang mereka lakukan terhadap beliau. Gusti Allah Ta’ala telah mengutus kepada beliau malaikat Jibal (gunung) yang serta merta akan melakukan apa yang beliau kehendaki untuk masyarakat Thaif berupa kebinasaan. Kemudian malaikat Jibal mendekati Kanjeng Nabi shollallahu alahi wasallam dan berkata, “Aku diperintahkan Allah untuk menemuimu agar aku melakukan apa yang engkau inginkan terhadap mereka. Jika engkau menginginkan agar aku menjatuhkan kedua gunung Makkah ini di atas mereka, maka aku akan melakukannya”. Kanjeng Nabi shollallahu alahi wasallam menjawab: “Aku berharap semoga Allah mengeluarkan dari keturunan mereka orang yang mau menyembah Allah semata dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatupun.”
            Ibadallah…
Dengan kasih sayang tersebut, Kanjeng Nabi shollallahu alaihi wasallam berhasil menyebarkan agama Islam sampai terbukanya Makkah dan masyarakat berbondong-bondong masuk Islam. Didalam dakwah, kasih sayang bagaikan senjata ampuh untuk menyampaikan ajaran Islam. Tidakkah kita merenungkan Firman Gusti Allah Ta’ala?;
{فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ}
“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma’afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu”. (QS. Ali Imron: 159).
Dengan kasih sayanglah Kanjeng Nabi shollallahu alaihi wasallam membuka hati ummat, adapun terbukanya negara ataupun wilayah, dengan sendirinya akan terbuka setelah hati terbuka menerima ajaran Islam. Kasih sayang (rahmat) itulah senjata ampuh penakluk hati, bukan kekerasan dan bukan pula paksaan.
Kasih sayang Kanjeng Nabi shollallahu alaihi wasallam adalah bentuk penguat bukti atas penjelasan firmanNya di atas. Selain dengan memberikan teladan melalui prilaku yang penuh kasih sayang, Kanjeng Nabi shollallahu alaihi wasallam juga berpesan/dawuh sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam alBukhori dan Muslim:
“من لا يَرحَم الناس لا يرحمه الله”
“Barangsiapa yang tidak menyayangi manusia, maka ia tidak disayang oleh Allah”.
Dikesempatan lain, Kanjeng Nabi shollallahu alaihi wasallam dawuh sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, atTirmidzi, Abu Dawud dan alHakim dalam “Mustadrok”nya; yaitu riwayat dari Abdullah bin ‘Amr Rodliyallahu anhu bahwa Rosulullah shollallahu alaihi wasallam bersabda:
“الراحمون يرحمهم الله الرحمن، ارحموا من في الأرض يرحمكم من في السماء”
“Orang yang pengasih akan dikasihi Allah yang Maha Pengasih, kasihilah penduduk bumi, niscaya penduduk langit akan mengasihi kalian”
Dengan Kasih Sayanglah kanjeng Nabi shollallahu alaihi wasallam berdakwah. Kasih sayang adalah manhaj dakwah Kanjeng Nabi shollallahu alaihi wasallam. Kasih sayang adalam manajemen konflik ditengah-tengah masyarakat. Dengan kasih sayang tersebutlah hati ummat menjadi satu, tidak egois serta tidak mudah tersulut emosi sehingga bersifat brutal yang mengarah pada kekerasan.
Kekayaan seseorang tidak akan ada manfa’atnya tatkala dengan bertambahnya harta menjadikan hatinya tertutup sehingga tidak memiliki kasih sayang terhadap sesama. Bertambahnya jumlah ummat pun tidak akan menambah kebaikan apabila antar sesama tertutup hatinya dari kasih sayang. Sebab attarohum (saling menyayangi) adalah obat dan wasilah pertamakali ummat Islam, yang dengannya ajaran Islam diterima dan berkembang dimasyarakat. Dan dengan kasih sayang pula antara hati hamba Allah Azza wa Jalla saling mengasihi.
أقول قولي هذا وأستغفر الله العظيم فاستغفروه يغفرلكم.
Khutbah ke 2:
الحمد لله على نعمة الاسلام وعلى نعمة الزمان وعلى نعمة المكان. وأشهد أن لا إله إلا الله الحق، الملك، الديان، الذي ينادي لسان حال سلطانه وهو المنزه عن اللسان، أنا الديان وأنت المدان وأنك كما تَدِينُ تُدان. وأشهد أن سيدنا محمدٌ رسول الله صلى الله عليه وسلم حبيبه ونبيه وعبده ورسوله الذي تَشَرّفَ به الزمان وتشرف به المكان، أما شرافة المكان (لا أقسم بهذ البلد وأنت حلٌ بهذا البلد ووالدٍ وما ولد) وأما شرف الزمان برسول الله صلى الله عليه وسلم (لعمرك إنهم لفي سكرتهم يعمهون)، صل اللّهم وسلم عليه وآله وصحبه ومن سار بدَربه بدُربه، إذ من لا دُربة له فلا دَرب له إلى يوم لقاء ربه.
أما بعد:
عِبادَ الله: فإني أوصيكم ونفسيَ بتقوى الله. فاتَّقُوا الله فيما تَسْمَعُوْنَ وما تُسْمِعُون، مما يَصْدُرُ منكم أو تحملونه عن غيركم بأيِّ وسيلةٍ من الوسائل، وكونوا مع الفضلِ وأرباب الفضائل، واحذروا مما ينشرُ الرذيلة، ويخرج بكم عن الطريقةِ الحميدةِ الجميلة، واسلُكُوا مع المصطفى صلى الله عليه وعلى آله وصحبه وسلم. وأكِثروا الصلاةَ والسلامَ على حبيب الله سيدنا محمد صلى الله عليه وسلم، فهي من خيرِ ما سمعتُم ومن خير ما أسمعتُم، فإنه من صلى عليه مرةً واحدةً صلى الله عليه بها عشرا. وإنه القائل: إن أولى الناس بي يوم القيامة أكثرُهم عليَّ صلاة.
وإنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِه وثنَّى بملائكته المسَبِّحَة بِقُدْسِه، وأَيَّهَ بالمؤمنين من عباده تعميماً فقال مُخْبِرَاً وآمِراً لهم تَكريما :
{إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا}
اللهم صل وسلم على الذات المحمدية وانفحنا ببركتها واهدنا إلى الرشاد..  اللهم صل على سيدنا محمد صلاة تنجينابها من جميع الأهوال والأفات وتقضى لنا بها جميع الحجات وتطهرنا بها من جميع السيئات وترفعنا بها عندك أعلى الدرجات وتبلغنا بها أقصى الغايات من جميع الخيرات فى الحياة وبعد الممات. اللهم أرزقنا الرغبة في العلم وأرزقنا الفهم للعلم وعلمنا من لدنك علما وأرزقنا العمل بما علمتنا وعلمنا وعلم بنا وأهدنا وأهدي بنا يا حي يا قيوم. اللهم عزنا بالإسلام وعزّ بنا الإسلام اللهم عزنا بالإسلام اللهم عزنا برسول الله صلى الله عليه وسلم وبارك وعظم ومجّد وأكرم.
عِبادَ الله. إنَّ اللهَ أَمَرَ بِثَلاثٍ وَنَهَى عن ثلاث : {إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ}
فاذكروا اللهَ العظيم يذكركم، اُشْكُرُوْهُ على نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ. ولَذِكْرُ اللهِ أَكْبَر. واستغفر الله لي ولكم. قوموا إلى صلاتكم يرحمكم الله.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bertemu Dinsos, Fatayat Rembug Soal Perempuan dan Anak

    Bertemu Dinsos, Fatayat Rembug Soal Perempuan dan Anak

    • calendar_month Sel, 3 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 345
    • 0Komentar

    PATI-Kegiatan silaturrahim PC Fatayat NU Pati terus bergulir. Setelah berkoordinasi dengan Bupati Pati, Haryanto, Bappeda, Kemenag dan DLH, kali ini Fatayat mencoba menjalin kerjasama dengan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pati.  Jajaran Pejabat Dinas Sosial Pati menjamu para Pengurus Cabang Fatayat NU Pati dalam kunjungan di Kantor Dinsos Pati, Selasa (3/9) Oleh Alfi Hidayah, ketua III […]

  • PCNU-PATI

    Puasa dari Misuh-misuh

    • calendar_month Sen, 18 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 465
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda* Tahun 2019, saya menulis artikel ilmiah berjudul “Penggunaan Umpatan Thelo, Jidor, Sikem, Sikak sebagai Wujud Marah dan Ekspresi Budaya Warga Temanggung” yang terbit di Ranah Jurnal Kajian Bahasa 8 (2) 2019. Dalam artikel itu, ada temuan yang saya ungkap bahwa orang misuh (mengumpat) itu boleh, karena bentuk ekspresi budaya. Namun jika sudah […]

  • KH. Idris Kamali, salah satu menantu Hadratusy Syaikh Hasyim Asy'ari

    Kyai Idris Kamali, Menantu Kyai Hasyim yang Jika Namanya Disebut, Jin Lari Tunggang Langgang.

    • calendar_month Sen, 25 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 615
    • 0Komentar

    KH. Idris Kamali, salah satu menantu Hadratusy Syaikh Hasyim Asy’ari KH. Idris Kamali adalah sepupu ibu saya, Afifah binti Harun bin Abdul Jalil. Kalau KH. Idris bin Kamali bin Abdul Jalil. Kiai Abdul Jalil berasal dari Ndoro, Pekalongan. Pergi ke Kedondong Cirebon, mendirikan pondok di Kedondong. Kini pondok tersebut sudah tidak ada. Punya anak namanya […]

  • NU Sukolilo Pilih Ketua Baru

    NU Sukolilo Pilih Ketua Baru

    • calendar_month Sen, 29 Nov 2021
    • account_circle admin
    • visibility 385
    • 0Komentar

    Suasana konferensi MWC NU Sukolilo  SUKOLILO – MWC NU Kecamatan Sukolilo menggelar konferensi pada Minggu (28/11) lalu. Kegiatan yang dihelat di Gedung MWC NU tersebut berbarengan dengan Konferensi Anak Cabang Ansor dan Muslimat NU.  Agenda sakral ini diselenggarakan dalam rangka menentukan nakhoda NU Sukolilo lima tahun ke depan. Beberapa nama muncul ke permukaan, namun konferensi […]

  • Perbaiki Arah Kiblat Masjid dan Musala, Kemenag Pati Kerahkan Puluhan Verifikator

    Perbaiki Arah Kiblat Masjid dan Musala, Kemenag Pati Kerahkan Puluhan Verifikator

    • calendar_month Sen, 11 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 13.603
    • 0Komentar

      Pati – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pati berupaya memperbaiki arah kiblat masjid maupun musala. Mereka pun mengerahkan puluhan verifikator untuk terjun ke masjid maupun musala di 21 kecamatan. Sebelum terjun ke lapangan, tim verifikasi arah kiblat dibekali dengan pelatihan sekaligus praktik pengukuran arah kiblat. Kegiatan ini diikuti agar tim verifikator mempunyai standar pengukuran yang […]

  • MI Walisongo Kalangan Sukoharjo Gelar Market Day

    Market Day, Cara MI Walisongo Ajarkan Jiwa Wirausaha Islami

    • calendar_month Rab, 26 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 479
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id-Sukoharjo – Setelah absen beberapa tahun, MI Walisongo Kalangan Desa Mulur, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo kembali menggelar kegiatan Market Day pada Jum’at, 21 Februari 2024 kemarin. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan mengajarkan konsep berwirausaha yang islami dan mengembangkan kreativitas siswa. Market Day sebagai salah satu kegiatan implementasi dari program Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila […]

expand_less