Iklan
Berita

LP Ma’arif Bersyukur atas Penutupan LI, Ini Alasannya

Adib al Arif, ketua LP Ma’arif NU Kabupaten Pati

PATI – Terkait dengan penutupan tempat maksiat Lorok Indah (LI) yang ada di Kecamatan Margorejo Kabupaten Pati, LP Ma’arif NU Kabuoaten Pati merasa bersyukur dan berterima kasih kepada Pemerintah Kab. Pati dan seluruh jajarannya. Hal itu disampaikan langsung oleg Ketua LP Ma’arif Pati, Ahmad Adib Al Arif, di sela-sela kesibukannya di kantor PCNU, Ahad (13/2) kemarin.

Iklan

Saat diminta komentar oleh reporter pcnuoati.or.id soal urgensi penutupan LI bagi LP Ma’arif, Adib menjawab dengan tegas bahwa LP Ma’arif sangat berkepentingan dengan itu.

Sebab, lanjut dia, LP Ma’arif sebagai Lembaga Pendidikan tentu sangat mengedepankan akhlak dan ketakwaan di dalam mengemban amanat Pendidikan bagi anak-anak didik calon pemimpin bangsa. 

Sementara, ketersediaan fasilitas kemasiatan yang dapat diakses secara mudah akan menjadi kendala serius bagi misi pendidikan yang diemban oleh LP Ma’arif. Sebagaimana diketahui bersama bahwa LI ini merupakan fasilitas kemaksiatan yang diakses oleh masyarakat luas dengan mudah. 

“Tentunya ini sangat berpengaruh terhadap kondisi mentalitas anak-anak di rumah dan bahkan stabilitas ekonomi rumah tangga,” tandasnya.

Lebih lanjut, Adib menjelaskan bahwa LP Maarif NU Kabupaten Pati bertanggung jawab atas keberhasilan Pendidikan anak-anak yang belajar di lingkungan madrasah dan sekolah. 

Berdasarkan data yang ia miliki, Di wilayah Kabupaten Pati, tak kurang dari 29.000-an anak belajar di 211 Madrasah Ibtidaiyah, 25.000 lebih anak belajar di 135 Madrasah Tsanawiyah dan hampir 15,000 anak belajar di 64 Madrasah Aliyah. Ini belum termasuk anak yang belajar di sekolah umum. Ada lebih dari 20 SMA dan SMK yang tergabung dibawah naungan LP Ma’arif NU Kab, Pati. 

“Semua pelajar, termasuk orang tuanya, semua perlu dihindarkan dari tempat-tempat kemaksiatan supaya terlindungi dari pengaruh-pengaruh negatif yang ditimbulkan,” lanjut dia.

Maka, menurut Adib, langkah yang diambil oleh Pemkab Pati beserta seluruh jajarannya dan didukung ormas-ormas yang ada pada Kamis 3 Pebrurai 2022 untuk membongkar tempat prostitusi itu merupakan langkah yang sangat tepat dan perlu didukung oleh seluruh warga Pati.

Temuan Buku Tuntunan Shalat

Selain mengomentari pembongkaran LI, LP Ma’arif melalui Adib juga memberikan statemen tentang ditemukannya buku tuntunan shalat di bekas area prostutusi tersebut. Terkait hal ini, ia menanggapinya secara positif. 

“Alhamdulillah, minimal sudah ada benih-benih spiritual dari mereka. Mudah-mudahan kekuatan iman serta kemauan untuk memperdalam agama itu mampu menggantikan celah-celah kemaksiatan. Semoga,” tutur Adib. 

Selain itu, Adib menilai bahwa perlu adanya bimbingan kepada eks-‘pekerja’ LI, khususnya yang berstatus warga Pati agar tidak terjerumus ke lubang yang sama. 

“Perlu adanya pendekatan dan ini harus dibicarakan dengan pihak-pihak terkait,” terangnya.(rahel/lut/ltn)

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Konten Terkait

Back to top button