Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Menangkap Cahaya Rayyan

Menangkap Cahaya Rayyan

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 4 Jul 2017
  • visibility 487
  • comment 0 komentar

“Sesungguhnya di syurga ada satu pintu bernama Rayyan. Orang-orang yang berpuasa akan masuk melalui pintu itu pada hari kiamat. Selain orang yang berpuasa tidak akan memasukinya…. Maka jika orang-orang yang berpuasa telah memasukinya, maka (Pintu Rayyan) akan ditutup dan taka da seorangpun lagi yang memasukinya.”
Begitu spesialnya ibadah puasa, hingga diabadikan dalam banyak hadits. Salah satunya adalah ujaran Nabi mengenai Bab ar Rayyan (Pintu Rayyan)—seperti disebutkan sebelumnya. Berbicara mengenai ar-Rayyan  yang secara lughawi berarti puas (tidak haus lagi) tersirat makna tentang sebuah nilai final dari sebuah kebahagiaan. Jika dianalogikan dengan the law of diminishing return theory, maka nilai kepuasan pahala puasa adalah poin klimaks. Gambaran ini bukan hanya sekadar dugaan imajinatif, namun lebih pada hasil analisis berdasarkan aspek-aspek yang saling terkoneksi.
Ditinjau dari aspek nilai ibadah, puasa memiliki strata yang unggul dibandingan dengan jenis peribadatan syar’iyah lainnya. Dari aspek reward, ibadah puasa juga sangat dikhususkan. Janji akan adanya pintu Rayyan adalah satu di antaranya. Menurut aspek praktis pun demikian. Puasa secara terminologi praktikal memiliki makna (kurang lebih) menahan diri dari segala yang membatalkan puasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Dalam konteks praktis ini, ibadah puasa ditutup dengan buka puasa.
Ramadhan : Gerbang ar Rayyan
Ramadhan memiliki posisi strategis bagi umat islam. Dalam konteks masa kekinian, posisi strategis Ramadhan bukan hanya karena karamah (kemuliaan) yang digelontorkan oleh Allah SWT dalam bulan penuh berkah ini. Namun ditinjau dari kaca mata apapun, Ramadhan juga menjadi komoditas paling menarik sebagai ladang investasi. Baik itu investasi ilahiyah (spiritual ketuhanan), basyariyah (social-kemanusiaan) maupun yang bersifat iqtishodiyah—‘fulusiyah’—(ekonomis).
Dari sisi ilahiyah, Ramadhan membawa semangat baru sekaligus momentum emas bagi mereka yang memiliki i’tikad untuk ‘hijrah’. Banyak orang merasa malu untuk memperbaiki diri, akan tetapi dengan mediasi Ramadhan, seseorang tidak rikuh lagi untuk menjalankan kebiasaan-kebiasaan baik yang belum pernah dialakukan sebelumnya. Hal ini menjadikan Ramadhan sebagai pintu perubahan menuju masa depan spiritual gemilang. Di kalangan budayawan, fenomena ini lebih familiar dengan istilah mendadak religius.
Ditinjau dari kacamata sosial, Ramadhan juga menjadi gerbang hati. Ada korelasi positif antara keterbukaan hati dengan suasana religi saat Ramadhan dan proses berpuasa. Pertama, nuansa yang dibangun selama Ramadhan sangat mendukung bagi umat muslim untuk melakukan kebaikan-kebaikan. Hal ini ditunjang dengan ‘promosi’ yang dilakukan oleh para da’i akan besarnya pahala ibadah di bulan penuh berkah ini. Selain itu, peningkatan spiritualitas umat juga  menjadi motor dalam memacu kesalehan sosial selama Ramadhan.
Kedua, dahaga yang melilit sha’im selama puasa secara psikologis meningkatkan tenggang rasa antar sesama. Situasi ‘kelaparan’ yang melanda seseorang membuatnya lebih mudah berempati serta meningkatkan rasa peduli. Lagi-lagi, ini menjadi gerbang yang terbuka lebar bagi jalan kebaikan. Misalnya orang akan lebih mudah bersedekah atau bagi-bagi takjil selama bulan puasa.
Dari sisi ekonomis, Bulan Ramadhan menjadi pintu ar-Rayyan bagi banyak elemen masyarakat. Mulai pedagang dadakan yang menawarkan berbagai menu khas  Ramadhan menjelang buka, hingga para pemilik usaha toko dan supermarket yang kian laris khususnya menjelang lebaran. Bahkan yang lebih ekstreme lagi, beberapa kalangan seperti elit politik dan perusahaan-perusahaan besar juga tak ketinggalan memanfaatkan momentum Ramadhan sebagai media memperoleh pengakuan, pencitraan  dan legitimasi eksistensi dari khalayak. Semua kalangan masyarakat mendapatkan Rayyan-nya masing-masing di selama Ramadhan.
Sisi Sufistik
Pintu Rayyan yang didengung-dengungkan sejak awal merupakan simbol kebahagiaan yang termat mendasar. Rayyan memangkas jarak antara ranah ukhrawi dan duniawi. Selama ini banyak yang beranggapan bahwa akhirat memiliki dimesnsi yang jauh berbeda dari dunia. Gambaran altar akhrirat yang sangat suci, begitu kontradiktif dengan hingar bingar dunia yang tercemar oleh ‘polusi’ dan ‘birahi’ kekuasaan, harta serta kepentingan manusiawi lainnya.
Hampir semua kalangan sepakat bahwa Ramadhan merupakan salah satu jalan suci untuk berbenah diri menuju kebahagiaan ukhrawi begitu juga duniawi. Pintu Rayyan yang disebutkan sebagai ganjaran bagi kaum sha’immerupakan manifestasi kecintaan Sang Khaliqterhadap makhluq. Dengan cara me-Ramadhan-kan makhluk-Nya, Allah mencoba menjalin komunikasi virtual dengan manusia untuk menggiring mereka menuju surga melalui Rayyan.
Hanya saja, ada satu aspek yang perlu dimafhumi adalah bahwa pintu Rayyan bukan sekadar gambaran ‘abstrak’ surga akhirat seperti yang selama dimengerti oleh mayoritas. Rayyan—sebagai diskripsi dari puncak kebahagian—juga dapat diraih di bumi ini. Dalam konteks shiyam¸ Rayyan yang sesungguhnya adalah Ramadhan itu sendiri. Bagaimana orang merasa sangat bahagia menyambut bulan suci ini.
Kebahagiaan yang tulus tentu bukan karena adanya janji surgawi dari Tuhan atau iming-iming laba ekonomi. Namun secara lebih mendasar, kebahagiaan ini muncul karena datangnya bulan sakral yang di setiap langkah kebaikan dilipatgandakan skor kebaikannya.
(Maulana L. Karim Penulis merupakan Ketua Kader Penggerak Nahdlatul Ulama Kec. Gembong dan Pimpinan Redaksi Majalah Pribumi Pati)
  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mahasiswa UIN Walisongo Insyaallah Clear dari Radikalisme.

    Mahasiswa UIN Walisongo Insyaallah Clear dari Radikalisme.

    • calendar_month Kam, 23 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 3.795
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id Semarang – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol (Purn) Eddy Hartono, S.I.M., M.H., mengajak mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang untuk menjaga Indonesia dari ancaman radikalisme dan terorisme. “Ancaman terorisme di dunia siber itu nyata,” katanya dalam kegiatan Penguatan Kampus Kebangsaan “Jaga Kampus Kita” di Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang […]

  • Love is Stupid. Photo by Brigitte Tohm on Unsplash.

    Love Is Stupid

    • calendar_month Ming, 5 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 510
    • 0Komentar

    Oleh : Elin Khanin Part : 5Shanaya geleng-geleng mendengar cerita Nikhil. Ia kini tahu lelaki asal Banjarnegara ini adalah putra dari sahabat kental Ayahnya. Persahabatan yang membawa petaka bagi Shanaya—yang bahkan bisa bertindak konyol mengadakan pernikahan dalam sehari. Sungguh di luar nalar. Dan yang paling tidak rasional menurut Shanaya adalah lelaki di hadapannya. Shanaya juga […]

  • LPBI NU Gelontorkan 4 Ton Minyak Goreng untuk Warga Miskin

    LPBI NU Pati Gelontorkan 2,5 Ton Minyak Goreng untuk Warga

    • calendar_month Sel, 5 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 383
    • 0Komentar

    PATI – Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) Nahdlatul Ulama Kabupaten Pati menyelenggarakan aksi bhakti sosial pasar murah. Kegiatan semacam ini sebenarnya telah menjadi agenda rutin LPBI NU Pati. Setidaknya, selama empat tahun terakhir ini, Lembaga NU yang menangani bencana alam ini telah menjalankan misi bagi-bagi sembako. Agenda ini, menurut Imam Rifai, ketua LPBI […]

  • NU Gabus Galakkan Peran Lazisnu

    NU Gabus Galakkan Peran Lazisnu

    • calendar_month Ming, 24 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 471
    • 0Komentar

    GABUS – Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan zakat, infaq dan shodaqoh, Lazisnu MWC NU Kecamatan Gabus menggelar Pelatihan Amil Zakat dan Sosialisasi Program Lazisnu, Minggu (24/4) pagi tadi. Kegiatan yang dilangsungkan di Balaidesa Tanjunganom tersebut, dihadiri langsung oleh Wakil Katib Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah PCNU Pati, KH. Abdur Rohman dan K. Yusuf Hasyim. Selain itu, […]

  • Wakil Ketua PCNU Jelaskan Dua Syarat Mutlak Suksenya Program NU

    Wakil Ketua PCNU Jelaskan Dua Syarat Mutlak Suksenya Program NU

    • calendar_month Jum, 30 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 8.477
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – IPNU dan IPPNU Wonokerto, Pasucen, Kecamatan Trangkil Kabupaten Pati menggelar sarasehan ilmiah, pada Kamis (29/1) malam. Para pelajar ini menggandeng Madrasah Diniyah Ma’arif Wonokerto untuk menyelenggarakan agenda dalam rangka peringatan satu abad NU tersebut. Kegiatan yang berlangsung di gedung NU Wonokerto itu menghadirkan beberapa tokoh ulama, di antaranya KH. Jamal Makmur Asmani […]

  • Page Facebook NU Pati Tembus 4,5 Ribu Like dalam Sebulan

    Page Facebook NU Pati Tembus 4,5 Ribu Like dalam Sebulan

    • calendar_month Ming, 18 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 447
    • 0Komentar

    Fanspage atau halaman facebook NU Pati mampu mendapatkan 4,5 ribu penyuka hanya dalam waktu satu bulan. Halaman facebook milik PCNU Kabupaten Pati ini baru dibuat pada 16 Juli 2019 silam. Dan dalam waktu satu bulan saja telah mampu memikat 4500 lebih pengguna facebook untuk memberikan jempolnya. Halaman facebook PCNU Pati yang mengangkat title NU Pati […]

expand_less