Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Menangkap Cahaya Rayyan

Menangkap Cahaya Rayyan

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 4 Jul 2017
  • visibility 455
  • comment 0 komentar

Sesungguhnya di syurga ada satu pintu bernama Rayyan. Orang-orang yang berpuasa akan masuk melalui pintu itu pada hari kiamat. Selain orang yang berpuasa tidak akan memasukinya…. Maka jika orang-orang yang berpuasa telah memasukinya, maka (Pintu Rayyan) akan ditutup dan taka da seorangpun lagi yang memasukinya.”
Begitu spesialnya ibadah puasa, hingga diabadikan dalam banyak hadits. Salah satunya adalah ujaran Nabi mengenai Bab ar Rayyan (Pintu Rayyan)—seperti disebutkan sebelumnya. Berbicara mengenai ar-Rayyan  yang secara lughawi berarti puas (tidak haus lagi) tersirat makna tentang sebuah nilai final dari sebuah kebahagiaan. Jika dianalogikan dengan the law of diminishing return theory, maka nilai kepuasan pahala puasa adalah poin klimaks. Gambaran ini bukan hanya sekadar dugaan imajinatif, namun lebih pada hasil analisis berdasarkan aspek-aspek yang saling terkoneksi.
Ditinjau dari aspek nilai ibadah, puasa memiliki strata yang unggul dibandingan dengan jenis peribadatan syar’iyah lainnya. Dari aspek reward, ibadah puasa juga sangat dikhususkan. Janji akan adanya pintu Rayyan adalah satu di antaranya. Menurut aspek praktis pun demikian. Puasa secara terminologi praktikal memiliki makna (kurang lebih) menahan diri dari segala yang membatalkan puasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Dalam konteks praktis ini, ibadah puasa ditutup dengan buka puasa.
Ramadhan : Gerbang ar Rayyan
Ramadhan memiliki posisi strategis bagi umat islam. Dalam konteks masa kekinian, posisi strategis Ramadhan bukan hanya karena karamah (kemuliaan) yang digelontorkan oleh Allah SWT dalam bulan penuh berkah ini. Namun ditinjau dari kaca mata apapun, Ramadhan juga menjadi komoditas paling menarik sebagai ladang investasi. Baik itu investasi ilahiyah (spiritual ketuhanan), basyariyah (social-kemanusiaan) maupun yang bersifat iqtishodiyah—‘fulusiyah’—(ekonomis).
Dari sisi ilahiyah, Ramadhan membawa semangat baru sekaligus momentum emas bagi mereka yang memiliki i’tikad untuk ‘hijrah’. Banyak orang merasa malu untuk memperbaiki diri, akan tetapi dengan mediasi Ramadhan, seseorang tidak rikuh lagi untuk menjalankan kebiasaan-kebiasaan baik yang belum pernah dialakukan sebelumnya. Hal ini menjadikan Ramadhan sebagai pintu perubahan menuju masa depan spiritual gemilang. Di kalangan budayawan, fenomena ini lebih familiar dengan istilah mendadak religius.
Ditinjau dari kacamata sosial, Ramadhan juga menjadi gerbang hati. Ada korelasi positif antara keterbukaan hati dengan suasana religi saat Ramadhan dan proses berpuasa. Pertama, nuansa yang dibangun selama Ramadhan sangat mendukung bagi umat muslim untuk melakukan kebaikan-kebaikan. Hal ini ditunjang dengan ‘promosi’ yang dilakukan oleh para da’i akan besarnya pahala ibadah di bulan penuh berkah ini. Selain itu, peningkatan spiritualitas umat juga  menjadi motor dalam memacu kesalehan sosial selama Ramadhan.
Kedua, dahaga yang melilit sha’im selama puasa secara psikologis meningkatkan tenggang rasa antar sesama. Situasi ‘kelaparan’ yang melanda seseorang membuatnya lebih mudah berempati serta meningkatkan rasa peduli. Lagi-lagi, ini menjadi gerbang yang terbuka lebar bagi jalan kebaikan. Misalnya orang akan lebih mudah bersedekah atau bagi-bagi takjil selama bulan puasa.
Dari sisi ekonomis, Bulan Ramadhan menjadi pintu ar-Rayyan bagi banyak elemen masyarakat. Mulai pedagang dadakan yang menawarkan berbagai menu khas  Ramadhan menjelang buka, hingga para pemilik usaha toko dan supermarket yang kian laris khususnya menjelang lebaran. Bahkan yang lebih ekstreme lagi, beberapa kalangan seperti elit politik dan perusahaan-perusahaan besar juga tak ketinggalan memanfaatkan momentum Ramadhan sebagai media memperoleh pengakuan, pencitraan  dan legitimasi eksistensi dari khalayak. Semua kalangan masyarakat mendapatkan Rayyan-nya masing-masing di selama Ramadhan.
Sisi Sufistik
Pintu Rayyan yang didengung-dengungkan sejak awal merupakan simbol kebahagiaan yang termat mendasar. Rayyan memangkas jarak antara ranah ukhrawi dan duniawi. Selama ini banyak yang beranggapan bahwa akhirat memiliki dimesnsi yang jauh berbeda dari dunia. Gambaran altar akhrirat yang sangat suci, begitu kontradiktif dengan hingar bingar dunia yang tercemar oleh ‘polusi’ dan ‘birahi’ kekuasaan, harta serta kepentingan manusiawi lainnya.
Hampir semua kalangan sepakat bahwa Ramadhan merupakan salah satu jalan suci untuk berbenah diri menuju kebahagiaan ukhrawi begitu juga duniawi. Pintu Rayyan yang disebutkan sebagai ganjaran bagi kaum sha’immerupakan manifestasi kecintaan Sang Khaliqterhadap makhluq. Dengan cara me-Ramadhan-kan makhluk-Nya, Allah mencoba menjalin komunikasi virtual dengan manusia untuk menggiring mereka menuju surga melalui Rayyan.
Hanya saja, ada satu aspek yang perlu dimafhumi adalah bahwa pintu Rayyan bukan sekadar gambaran ‘abstrak’ surga akhirat seperti yang selama dimengerti oleh mayoritas. Rayyan—sebagai diskripsi dari puncak kebahagian—juga dapat diraih di bumi ini. Dalam konteks shiyam¸ Rayyan yang sesungguhnya adalah Ramadhan itu sendiri. Bagaimana orang merasa sangat bahagia menyambut bulan suci ini.
Kebahagiaan yang tulus tentu bukan karena adanya janji surgawi dari Tuhan atau iming-iming laba ekonomi. Namun secara lebih mendasar, kebahagiaan ini muncul karena datangnya bulan sakral yang di setiap langkah kebaikan dilipatgandakan skor kebaikannya.
(Maulana L. Karim Penulis merupakan Ketua Kader Penggerak Nahdlatul Ulama Kec. Gembong dan Pimpinan Redaksi Majalah Pribumi Pati)
  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mbah Abdul Wahab Hasbullah Pejuang NKRI

    Mbah Abdul Wahab Hasbullah Pejuang NKRI

    • calendar_month Sen, 21 Mar 2022
    • account_circle admin
    • visibility 447
    • 0Komentar

      Nama Abdul Wahab di Indonesia tentu banyak sekali kita temukan di berbagai daerah. Sebuah nama yang kerap dipakai baik dari kalangan priyayi, pemimpin, dan bahkan orang awam. Akan tetapi, kalau saja disebut dengan menambahi nama Kiai Wahab, maka hampir bisa dipastikan yang dimaksud adalah  KH. Abdul Wahab Hasbullah yang dikenal luas semua kalangan masyarakat […]

  • LAZISNU Pati, Berbagi dengan Yatama dan Dhuhafa’

    LAZISNU Pati, Berbagi dengan Yatama dan Dhuhafa’

    • calendar_month Rab, 5 Jul 2017
    • account_circle admin
    • visibility 319
    • 0Komentar

    Pati. Bertempat di gedung Lantai 3 Kantor Nahdlatul Ulama Kabupaten Pati, LAZISNU (Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh Nahdlatul Ulama) mengadakan acara santunan kepada anak yatim dan dhuhafa’ pada akhir bulan Ramadlan kemarin. (20/6) LAZISNU setiap tahunya terutama di bulan Ramadhan selalu berbagai dengan mereka yang kurang berutung yaitu Yatama dan Dhuhafa’ hal ini untuk […]

  • PCNU-PATI

    Membentuk Pendidikan Karakter Ala Kiai Sahal Mahfudh

    • calendar_month Sab, 18 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 467
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto Pendidikan selama ini yang kita pahami merupakan sebuah cara untuk mengarahkan pada kognitif dan psikomotorik anak dengan tujuan untuk membentuk karakter peserta didik. Karena sesuai dengan undang-undang pendidikan nasional dijelaskan, bahwa pendidikan dilakukan secara demokratis, berkeadilan, dan tidak deskriminasi dengan menjunjung tinggi nilai keagaman, nilai budaya, dan keseragaman bangsa. Selain itu juga, […]

  • Photo by Madrosah Sunnah

    Sehelai Daun di Musim Gugur

    • calendar_month Ming, 28 Jan 2024
    • account_circle admin
    • visibility 407
    • 0Komentar

    Oleh : J. Intifada Akhir pekan pagi, harinya dia dengan daun-daun yang gugur. Semangatnya memunguti daun-daun kering seperti melihat harta karun. Seringkali sambil berolahraga pagi, jalan mengitari kota sambil membawa karung sak. Dikumpulkannya hingga penuh. Tak terasa bisa mengumpulkan sampai beberapa karung. Bila sudah mendapatkan satu sak penuh, ditaruhlah karungnya di perempatan dekat rumah. Kemudian […]

  • PCNU-PATI

    Hadis Shokhih

    • calendar_month Jum, 11 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 471
    • 0Komentar

    Hadis Shahih ialah hadis yang bersambung sanadnya, yang diriwayatkan oleh rawi yang adil dan dhabith dari rawi yang lain yang juga adil dan dhabith juga sampai akhir sanad, hadis tidak janggal dan mengandung cacat (illat).

  • Porsema LP Ma’arif NU di Gelar di SMK NU Pati

    Porsema LP Ma’arif NU di Gelar di SMK NU Pati

    • calendar_month Sab, 4 Mar 2017
    • account_circle admin
    • visibility 437
    • 0Komentar

    Pati. Lembaga Pendidikan Ma’arif NU merupakan salah satu lembaga yang melaksanakan kebijakan NU di bidang pendidikan formal seperti madrasah. Maka pada kesempatan kali ini LP Ma’arif mengadakan Porsema (Pekan Olah Raga dan Seni Ma’arif NU) yang dilaksanakan di SMK NU Margorejo Pati, 25-26/2 kemarin.             “ Kami sengaja melaksanakan Porsema kali ini di sekolah baru  […]

expand_less