Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Parodi » Semestiya……

Semestiya……

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 13 Apr 2022
  • visibility 393
  • comment 0 komentar

Pada sebuah group privat; group tersebut bergerak di bidang pelayanan, kemanusiaan, keadilan bagi sebagian rakyat Indonesia. Dengan mengemban visi misi melayani umat menjadi tugas utama. Membantu sesama manusia adalah jalan ninja yang ditempuh; sungguh mulia visi misi tersebut. Hingga sampai saat ini saya mau sekadar meniru misi dan visinya saja dalam diri saya sendiri masih aras arasan, banyak halangan rintangan yang menghadang. Dan perlu mengarungi lembah, menyebrangi lautan, seperti halnya ninja Hatori.


Saya sungguh tertarik dengan salah satu ungkapan, semestinya kita melayani dengan khidmat, penuh pengabdian dan perjuangan. Karena melayani umat manusia adalah tugas manusia. Toh manusia di ciptakan sebagai hamba, yang meng-Hamba pada Tuhan dan meng-Hamba pada ciptaan Tuhan, (manusia). Jalan ninja yang amat teramat berat.


Dari kalimat tersebut, sampai saya berfikir berhari hari, kadang siang tak jarang malam juga berfikir, menganalisis, mengamati, kok ada ya manusia yang tulusnya begitu, padahal menurut hemat saya namanya melayani sama juga dengan pelayan harus mampu menurunkan ego, tak meminta imbalan, penuh dengan ketulusan. Hanya mengharap gaji atau pahala dari Tuhan semesta alam bukan dari manusia.


Saya positif saja jika jargon yang diungkapkan salah satu anggota group privat tersebut adalah serius, penuh dengan keyakinan dan bisa dipertanggung jawabkan. Dan akan dibuktikan dalam bentuk kenyataan.


Tetapi yang sangat penting adalah sebelum melakukan sebuah pelayanan, semestinya apa pun itu harus tertib dengan administrasi, tak serta merta dengan se enaknya menggunakan fasilitas sosial untuk kepentingan pribadi, atau kepentingan pribadi yang di sosialkan. Sebab group privat ini dijalankan dengan gotong royong dan saling menyongsong; atas pembiayaan banyak umat. Maka semestinya dana dari umat untuk umat. Bukan dana umat untuk memfasilitasi perorangan, dengan mengembangbiakan orderan. Sehingga menabrak semua aturan hasil kesepakatan.


Artinya dengan jargon yang sering di dengungkan tersebut dan berbicara dengan jargon itu, pada setiap orang yang di temui, terhadap siapa pun, tentu harus bisa memberikan suritauladan, memberikan contoh yang baik, sehingga tanpa nasihat, tanpa ajak mengajak tentu orang lain akan melihat yang sudah berjalan. Dan dijalankan. Kepercayaan datang dengan sendirinya setelah ada pembuktian.


“Orang itu lho…tanpa berteori tentang sosial, kebaikan dan kebaikan, tanpa bercerita pengabdian dan berkisah surga dan neraka. Jika akhlaknya sudah baik, perilakunya mencerminkan kebaikan. Maka orang lain dengan sendirinya akan mempercayai semua perkataan orang tersebut, ibaratnya mengajak tanpa harus berorasi dan berteori berhari hari. Sebab dengan bukti yang sudah terjalani maka banyak yang berempati”


Kemudian di suatu sore, saat saya sedang santai di kucingan pinggir jalan, sebelum pulang kerumah. Tanpa janjian, saya di pertemukan dengan salah satu anggota group privat tersebut, orang itu bercerita selayaknya radio RRI tanpa jeda, bahkan saya tak bisa menyela hanya mendengarkan dengan seksama dalam tempo sesingkat singkatnya.


“Mas tahu ndak, orang yang sering bilang perjuangan, pengabdian, pelayanan, teryata dibalik itu semua ada udang dibalik tepung terigu. Setiap ada tugas sosial dia selalu meminta anggaran. Padahal orang tersebut sudah bergaji bulanan. Itu pengabdian atau malah menambah pemasukan ? Bahkan jika tak ada dia akan mencari cari sekiranya ada orderan yang berbau sosial,” ujarnya


Nah, realitas sebenarnya akhirnya berbicara. Hukum alam yang membuktikan. Sebab sampai saat ini manusia masih tunduk dengan Tuhan kedua yaitu Uang. Hari ini kita bisa bicara tentang pelayanan, pengabdian, akan tetapi di satu sisi sifat asli manusia akan keinginan dan keinginan akan selalu mengintai, jadi jangan salahkan setan ketika kita lalai, sebab tugasnya setan adalah menggoda manusia. Lha wong sejak nabi Adam turun di dunia tugas setan akan selalu menggoda manusia, sampai hari kiamat.


Semestinya dalam kerja sosial kita harus bisa membedakan mana bekerja untuk umat yaitu pengabdian, bukan dalam sebuah pengabdian mencari keuntungan, ironis.


Jadi kata semestinya yang diungkapkan teman saya tersebut tampak memiliki makna apabila jangan mudah mengungkapkan sesuatu apabila belum mampu menjalaninya. Karena hal itu akan menjadi catatan sampai kapan pun.


Maka kemudian saya bertanya kembali, setelah mengetahui itu semua, semestinya group privat bertindak bagaimana? Belajar legowo dengan kelakuan satu orang saja, atau membiarkan saja, sak karepe dewe, yang suatu ketika akan menjadi bom waktu, trust akan berkurang, bahkan hilang. Jangan sampai nilai sejentik rusak susu se jerigen. Harus berani mengambil langkah, perang ninja harus di segerakan. Karena setiap perubahan pasti ada yang namanya pengorbanan.


Semestinya saya juga belajar dari orang tersebut dengan kata katanya, yang sebanding dengan Mario Teguh motivator segala masalah tapi tak bisa menyelesaikan masalah keluarganya sendiri.
Padahal yang berada dalam group privat tersebut adalah orang orang kenamaan, terdidik, tentu paham intrik. Kok bisa ya hingga kecolongan. Ah namanya juga lalai. Terbengkalai.


Dari kisah tersebut saya jadi sadar untuk menjadi baik itu berat, apalagi bisa memanusiakan manusia, teramat sangat berat, sebelum saya berpamitan dengan penjual angkringan saya teringat dengan nasihat dari guru saya, kalau ingin dilayani Tuhan maka jadilah pelayan mahkluknya.

(Niam At Majha)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Memandang Indonesia Saat Ini

    Memandang Indonesia Saat Ini

    • calendar_month Jum, 3 Mar 2017
    • account_circle admin
    • visibility 411
    • 0Komentar

    Pati. Para Dosen Institut Pesantren Mathali’ul Falah guna mempertajam wawasan dan pola pikir agar lebih maju dan berkembang. Maka pada kesempatan kali ini menghadirkan Dr. M. Imdadun Rahmat Ketua LAKSPEDAM NU pusat untuk mendiskusikan isu-isu terkini yang berada di Indonesia,kemarin. Moderatisme adalah masa depan politik Islam Indonesia. Moderatisme dalam politik meniscayakan power sharing (pembagian kekuasaan, […]

  • Photo by Dima Solomin

    Mbak Meta

    • calendar_month Rab, 28 Feb 2024
    • account_circle admin
    • visibility 601
    • 0Komentar

    Oleh : Niam At Majha Beberapa bulan kebelakang saya melihat beranda di Facebook saya berseliweran ibu-ibu baik muda atau pun setengah tua berbicara tanpa jeda. Mereka mensosialisasikan kegiatannya baik dalam urusan dapur, sumur, tapi kasurnya di skip. Sedangkan dalam unggahan tersebut di kasih tulisan-tulisan yang menghalangi vidio untuk di tonton. Jadi ketika saya melihat vidio […]

  • PCNU-PATI Photo by NEOM

    Puisi-Puisi Puji Pistols

    • calendar_month Ming, 28 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 490
    • 0Komentar

    Boneka Perca – Marina Tsvetaeva Di Elabuga kutemukan ia kepalanya pecah berdarah dekat karangan bunga ada tanda merah Musim dingan hanya angin tandang dan pulang Siapa mencipta suara senapan di tepian hutan? Di Elabuga pesona matamu dibekukan buku karam – bersalju – Rumah Tikar Hujan ’Februari 2013 Cerita Tentang “Cien Sonetos De Amor” – Kepada: […]

  • Ketua dan Sekretaris MWCNU se Pati Ikuti Pelatihan Administrasi Database

    Ketua dan Sekretaris MWCNU se Pati Ikuti Pelatihan Administrasi Database

    • calendar_month Rab, 12 Feb 2020
    • account_circle admin
    • visibility 396
    • 0Komentar

    PATI – PCNU Kabupaten Pati, Rabu (12/2/2020) siang, menggelar kegiatan pelatihan bertajuk Pelatihan Administrasi Database. Acara yang digelar di Kantor PCNU Kab. Pati ini diikuti oleh Ketua dan Sekretaris MWCNU se-Kabupaten Pati. Penyelanggaraan Pelatihan Administrasi dan Database ini berangkat dari kesadaran akan pentingnya tata kelola administrasi bagi pengurus NU di semua lapisan, termasuk Majelis Wakil […]

  • Natalius Pigai Sambang PBNU, Bicarakan Pusat Studi HAM

    Natalius Pigai Sambang PBNU, Bicarakan Pusat Studi HAM

    • calendar_month Sel, 14 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 512
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai berkunjung ke kantor PBNU, Selasa (14/1). Ditemui Ketua Umum (Ketum) PBNU dan beberapa pengurus lainnya, Pigai dan PBNU memyepakati sebuah kerja sama. Bersama PBNU, Kementerian HAM berencana membangun pusat studi HAM. Gagasan ini, nantinya akan diwujudkan melalui perguruan-perguruan tinggi di bawah naungan organisasi islam terbesar […]

  • PCNU-PATI

    Ramadan bersama NU Online Pati

    • calendar_month Kam, 21 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 483
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda Waktu saya membagikan tulisan berjudul “Puasa dari Media Sosial” yang tayang di https://pcnupati.or.id/ pada 15 Maret 2024 yang saya bagikan di beranda Facebook, Ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PCNU Kabupaten Pekalongan Prof. Dr. H. Muhlisin, M.Ag., mengomentari status itu dengan tulisan “Jihad Fikriyah”. Begitu. Saya tidak menginterpretasi apa yang disampaikan beliau, tapi […]

expand_less