Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Parodi » Semestiya……

Semestiya……

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 13 Apr 2022
  • visibility 222
  • comment 0 komentar

Pada sebuah group privat; group tersebut bergerak di bidang pelayanan, kemanusiaan, keadilan bagi sebagian rakyat Indonesia. Dengan mengemban visi misi melayani umat menjadi tugas utama. Membantu sesama manusia adalah jalan ninja yang ditempuh; sungguh mulia visi misi tersebut. Hingga sampai saat ini saya mau sekadar meniru misi dan visinya saja dalam diri saya sendiri masih aras arasan, banyak halangan rintangan yang menghadang. Dan perlu mengarungi lembah, menyebrangi lautan, seperti halnya ninja Hatori.


Saya sungguh tertarik dengan salah satu ungkapan, semestinya kita melayani dengan khidmat, penuh pengabdian dan perjuangan. Karena melayani umat manusia adalah tugas manusia. Toh manusia di ciptakan sebagai hamba, yang meng-Hamba pada Tuhan dan meng-Hamba pada ciptaan Tuhan, (manusia). Jalan ninja yang amat teramat berat.


Dari kalimat tersebut, sampai saya berfikir berhari hari, kadang siang tak jarang malam juga berfikir, menganalisis, mengamati, kok ada ya manusia yang tulusnya begitu, padahal menurut hemat saya namanya melayani sama juga dengan pelayan harus mampu menurunkan ego, tak meminta imbalan, penuh dengan ketulusan. Hanya mengharap gaji atau pahala dari Tuhan semesta alam bukan dari manusia.


Saya positif saja jika jargon yang diungkapkan salah satu anggota group privat tersebut adalah serius, penuh dengan keyakinan dan bisa dipertanggung jawabkan. Dan akan dibuktikan dalam bentuk kenyataan.


Tetapi yang sangat penting adalah sebelum melakukan sebuah pelayanan, semestinya apa pun itu harus tertib dengan administrasi, tak serta merta dengan se enaknya menggunakan fasilitas sosial untuk kepentingan pribadi, atau kepentingan pribadi yang di sosialkan. Sebab group privat ini dijalankan dengan gotong royong dan saling menyongsong; atas pembiayaan banyak umat. Maka semestinya dana dari umat untuk umat. Bukan dana umat untuk memfasilitasi perorangan, dengan mengembangbiakan orderan. Sehingga menabrak semua aturan hasil kesepakatan.


Artinya dengan jargon yang sering di dengungkan tersebut dan berbicara dengan jargon itu, pada setiap orang yang di temui, terhadap siapa pun, tentu harus bisa memberikan suritauladan, memberikan contoh yang baik, sehingga tanpa nasihat, tanpa ajak mengajak tentu orang lain akan melihat yang sudah berjalan. Dan dijalankan. Kepercayaan datang dengan sendirinya setelah ada pembuktian.


“Orang itu lho…tanpa berteori tentang sosial, kebaikan dan kebaikan, tanpa bercerita pengabdian dan berkisah surga dan neraka. Jika akhlaknya sudah baik, perilakunya mencerminkan kebaikan. Maka orang lain dengan sendirinya akan mempercayai semua perkataan orang tersebut, ibaratnya mengajak tanpa harus berorasi dan berteori berhari hari. Sebab dengan bukti yang sudah terjalani maka banyak yang berempati”


Kemudian di suatu sore, saat saya sedang santai di kucingan pinggir jalan, sebelum pulang kerumah. Tanpa janjian, saya di pertemukan dengan salah satu anggota group privat tersebut, orang itu bercerita selayaknya radio RRI tanpa jeda, bahkan saya tak bisa menyela hanya mendengarkan dengan seksama dalam tempo sesingkat singkatnya.


“Mas tahu ndak, orang yang sering bilang perjuangan, pengabdian, pelayanan, teryata dibalik itu semua ada udang dibalik tepung terigu. Setiap ada tugas sosial dia selalu meminta anggaran. Padahal orang tersebut sudah bergaji bulanan. Itu pengabdian atau malah menambah pemasukan ? Bahkan jika tak ada dia akan mencari cari sekiranya ada orderan yang berbau sosial,” ujarnya


Nah, realitas sebenarnya akhirnya berbicara. Hukum alam yang membuktikan. Sebab sampai saat ini manusia masih tunduk dengan Tuhan kedua yaitu Uang. Hari ini kita bisa bicara tentang pelayanan, pengabdian, akan tetapi di satu sisi sifat asli manusia akan keinginan dan keinginan akan selalu mengintai, jadi jangan salahkan setan ketika kita lalai, sebab tugasnya setan adalah menggoda manusia. Lha wong sejak nabi Adam turun di dunia tugas setan akan selalu menggoda manusia, sampai hari kiamat.


Semestinya dalam kerja sosial kita harus bisa membedakan mana bekerja untuk umat yaitu pengabdian, bukan dalam sebuah pengabdian mencari keuntungan, ironis.


Jadi kata semestinya yang diungkapkan teman saya tersebut tampak memiliki makna apabila jangan mudah mengungkapkan sesuatu apabila belum mampu menjalaninya. Karena hal itu akan menjadi catatan sampai kapan pun.


Maka kemudian saya bertanya kembali, setelah mengetahui itu semua, semestinya group privat bertindak bagaimana? Belajar legowo dengan kelakuan satu orang saja, atau membiarkan saja, sak karepe dewe, yang suatu ketika akan menjadi bom waktu, trust akan berkurang, bahkan hilang. Jangan sampai nilai sejentik rusak susu se jerigen. Harus berani mengambil langkah, perang ninja harus di segerakan. Karena setiap perubahan pasti ada yang namanya pengorbanan.


Semestinya saya juga belajar dari orang tersebut dengan kata katanya, yang sebanding dengan Mario Teguh motivator segala masalah tapi tak bisa menyelesaikan masalah keluarganya sendiri.
Padahal yang berada dalam group privat tersebut adalah orang orang kenamaan, terdidik, tentu paham intrik. Kok bisa ya hingga kecolongan. Ah namanya juga lalai. Terbengkalai.


Dari kisah tersebut saya jadi sadar untuk menjadi baik itu berat, apalagi bisa memanusiakan manusia, teramat sangat berat, sebelum saya berpamitan dengan penjual angkringan saya teringat dengan nasihat dari guru saya, kalau ingin dilayani Tuhan maka jadilah pelayan mahkluknya.

(Niam At Majha)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dari Kendal, Kick Off Rakerdin Ma’arif NU Jateng Resmi Digelar

    Dari Kendal, Kick Off Rakerdin Ma’arif NU Jateng Resmi Digelar

    • calendar_month Sab, 11 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 263
    • 0Komentar

        Pcnupati.or.id- Kendal – Setelah melaksanakan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) I pada Sabtu (19/10/2024) lalu, pengurus Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah periode 2024-2029 menggelar Rapat Kerja Dinas (Rakerdin) yang akan dimulai Sabtu (11/1/2025) di Kabupaten Kendal. “Kita resmi kick off atau memulai Rapat Kerja Dinas (Rakerdin) Lembaga Pendidikan Maarif NU PWNU Jawa […]

  • Punya KARTANU, Berobat di RSI Pati dapat Diskon

    Punya KARTANU, Berobat di RSI Pati dapat Diskon

    • calendar_month Sab, 27 Feb 2021
    • account_circle admin
    • visibility 232
    • 0Komentar

        Pati. Pemilik Kartu Tanda Anggota Nahdlatul Ulama (Kartanu) di Kabupaten Pati bisa mendapatkan diskon biaya pengobatan di Rumah Sakit Islam (RSI) Pati.   Hal tersebut disampaikan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pati, Kiai Yusuf Hasyim ketika ditemui di sela Sarasehan Menatap Masa Depan NU Kabupaten Pati dalam rangka memperingati hari lahir ke-98 […]

  • Cerita Pilu Fitri, Rumah Terbakar dan Kondisi Sakit-Sakitan

    Cerita Pilu Fitri, Rumah Terbakar dan Kondisi Sakit-Sakitan

    • calendar_month Sel, 21 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 549
    • 0Komentar

    PATI – Fitri adalah seorang janda yang mempunyai dua putri. Ia tinggal bersama bapaknya di Kampung Randukuning Rt 02 Rw 03 Kecamatan Pati Lor Kabupaten Pati. Kehidupan mereka awalnya biasa-biasa saja. Namun naas pada Hari Kamis (09/9) pukul 16.00 lalu, si Jago merah dengan ganasnya melenyapkan rumah tinggal beserta isinya. Tidak ada korban jiwa dalam […]

  • PCNU-PATI Photo by Masjid Pogung Dalangan

    Nur Sa’id Sosok Kyai Penebar Manfaat

    • calendar_month Jum, 17 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 370
    • 0Komentar

    Oleh : Zahra Aulia Nifatun Khasanah/Faiz Fikril Abror, M.Hum KH. Nur Sa’id adalah tokoh agama masyarakat dan Ulama di daerah Pati Kidul. Sosok yang dikenal di masyarakat, terutama masyarakat Mojolawaran dan Kuryokalangan. Beliau lahir pada tahun 1936 di Desa Sundoluhur Kecamatan Kayen Kabupaten Pati dari pasangan Bapak Sujono dan Ibu Muzariah. Beliau memiliki 6 saudara […]

  • NU Peduli PWNU Jawa Tengah Kerahkan Relawan Profesional ke Aceh

    NU Peduli PWNU Jawa Tengah Kerahkan Relawan Profesional ke Aceh

    • calendar_month Sel, 13 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 6.901
    • 0Komentar

    Aceh — NU Peduli Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah secara resmi mengerahkan 22 relawan dari berbagai kota dan kabupaten di Jawa Tengah untuk mendukung penanganan bencana banjir di Provinsi Aceh. Pengerahan relawan ini dilakukan dengan pendekatan berbasis kompetensi, menyesuaikan kebutuhan riil di lapangan. Para relawan berasal dari unsur LPBINU, Bagana, Fatayat NU, LP […]

  • Desa Mawa Cara, Negara Mawa Tata

    Desa Mawa Cara, Negara Mawa Tata

    • calendar_month Sab, 9 Sep 2023
    • account_circle admin
    • visibility 387
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda Emna Ainun Nadjib (Cak Nun) dalam berbagai kesempatan sering mengungkapkan prinsip beragama masyarakat sekitar Gunung Merapi. Kira-kira prinsip itu “Jawa dibawa, Arab digarap, Barat diruwat”. Ini soal berbagai soal kehidupan. Ya, agama, budaya, kehidupan sosial, politik, ekonomi, dan tetek bengek yang lainnya. Jawa digawa berarti sebagai masyarakat Jawa jangan lupa Jawanya. Jawa […]

expand_less