Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Parodi » Semestiya……

Semestiya……

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 13 Apr 2022
  • visibility 345
  • comment 0 komentar

Pada sebuah group privat; group tersebut bergerak di bidang pelayanan, kemanusiaan, keadilan bagi sebagian rakyat Indonesia. Dengan mengemban visi misi melayani umat menjadi tugas utama. Membantu sesama manusia adalah jalan ninja yang ditempuh; sungguh mulia visi misi tersebut. Hingga sampai saat ini saya mau sekadar meniru misi dan visinya saja dalam diri saya sendiri masih aras arasan, banyak halangan rintangan yang menghadang. Dan perlu mengarungi lembah, menyebrangi lautan, seperti halnya ninja Hatori.


Saya sungguh tertarik dengan salah satu ungkapan, semestinya kita melayani dengan khidmat, penuh pengabdian dan perjuangan. Karena melayani umat manusia adalah tugas manusia. Toh manusia di ciptakan sebagai hamba, yang meng-Hamba pada Tuhan dan meng-Hamba pada ciptaan Tuhan, (manusia). Jalan ninja yang amat teramat berat.


Dari kalimat tersebut, sampai saya berfikir berhari hari, kadang siang tak jarang malam juga berfikir, menganalisis, mengamati, kok ada ya manusia yang tulusnya begitu, padahal menurut hemat saya namanya melayani sama juga dengan pelayan harus mampu menurunkan ego, tak meminta imbalan, penuh dengan ketulusan. Hanya mengharap gaji atau pahala dari Tuhan semesta alam bukan dari manusia.


Saya positif saja jika jargon yang diungkapkan salah satu anggota group privat tersebut adalah serius, penuh dengan keyakinan dan bisa dipertanggung jawabkan. Dan akan dibuktikan dalam bentuk kenyataan.


Tetapi yang sangat penting adalah sebelum melakukan sebuah pelayanan, semestinya apa pun itu harus tertib dengan administrasi, tak serta merta dengan se enaknya menggunakan fasilitas sosial untuk kepentingan pribadi, atau kepentingan pribadi yang di sosialkan. Sebab group privat ini dijalankan dengan gotong royong dan saling menyongsong; atas pembiayaan banyak umat. Maka semestinya dana dari umat untuk umat. Bukan dana umat untuk memfasilitasi perorangan, dengan mengembangbiakan orderan. Sehingga menabrak semua aturan hasil kesepakatan.


Artinya dengan jargon yang sering di dengungkan tersebut dan berbicara dengan jargon itu, pada setiap orang yang di temui, terhadap siapa pun, tentu harus bisa memberikan suritauladan, memberikan contoh yang baik, sehingga tanpa nasihat, tanpa ajak mengajak tentu orang lain akan melihat yang sudah berjalan. Dan dijalankan. Kepercayaan datang dengan sendirinya setelah ada pembuktian.


“Orang itu lho…tanpa berteori tentang sosial, kebaikan dan kebaikan, tanpa bercerita pengabdian dan berkisah surga dan neraka. Jika akhlaknya sudah baik, perilakunya mencerminkan kebaikan. Maka orang lain dengan sendirinya akan mempercayai semua perkataan orang tersebut, ibaratnya mengajak tanpa harus berorasi dan berteori berhari hari. Sebab dengan bukti yang sudah terjalani maka banyak yang berempati”


Kemudian di suatu sore, saat saya sedang santai di kucingan pinggir jalan, sebelum pulang kerumah. Tanpa janjian, saya di pertemukan dengan salah satu anggota group privat tersebut, orang itu bercerita selayaknya radio RRI tanpa jeda, bahkan saya tak bisa menyela hanya mendengarkan dengan seksama dalam tempo sesingkat singkatnya.


“Mas tahu ndak, orang yang sering bilang perjuangan, pengabdian, pelayanan, teryata dibalik itu semua ada udang dibalik tepung terigu. Setiap ada tugas sosial dia selalu meminta anggaran. Padahal orang tersebut sudah bergaji bulanan. Itu pengabdian atau malah menambah pemasukan ? Bahkan jika tak ada dia akan mencari cari sekiranya ada orderan yang berbau sosial,” ujarnya


Nah, realitas sebenarnya akhirnya berbicara. Hukum alam yang membuktikan. Sebab sampai saat ini manusia masih tunduk dengan Tuhan kedua yaitu Uang. Hari ini kita bisa bicara tentang pelayanan, pengabdian, akan tetapi di satu sisi sifat asli manusia akan keinginan dan keinginan akan selalu mengintai, jadi jangan salahkan setan ketika kita lalai, sebab tugasnya setan adalah menggoda manusia. Lha wong sejak nabi Adam turun di dunia tugas setan akan selalu menggoda manusia, sampai hari kiamat.


Semestinya dalam kerja sosial kita harus bisa membedakan mana bekerja untuk umat yaitu pengabdian, bukan dalam sebuah pengabdian mencari keuntungan, ironis.


Jadi kata semestinya yang diungkapkan teman saya tersebut tampak memiliki makna apabila jangan mudah mengungkapkan sesuatu apabila belum mampu menjalaninya. Karena hal itu akan menjadi catatan sampai kapan pun.


Maka kemudian saya bertanya kembali, setelah mengetahui itu semua, semestinya group privat bertindak bagaimana? Belajar legowo dengan kelakuan satu orang saja, atau membiarkan saja, sak karepe dewe, yang suatu ketika akan menjadi bom waktu, trust akan berkurang, bahkan hilang. Jangan sampai nilai sejentik rusak susu se jerigen. Harus berani mengambil langkah, perang ninja harus di segerakan. Karena setiap perubahan pasti ada yang namanya pengorbanan.


Semestinya saya juga belajar dari orang tersebut dengan kata katanya, yang sebanding dengan Mario Teguh motivator segala masalah tapi tak bisa menyelesaikan masalah keluarganya sendiri.
Padahal yang berada dalam group privat tersebut adalah orang orang kenamaan, terdidik, tentu paham intrik. Kok bisa ya hingga kecolongan. Ah namanya juga lalai. Terbengkalai.


Dari kisah tersebut saya jadi sadar untuk menjadi baik itu berat, apalagi bisa memanusiakan manusia, teramat sangat berat, sebelum saya berpamitan dengan penjual angkringan saya teringat dengan nasihat dari guru saya, kalau ingin dilayani Tuhan maka jadilah pelayan mahkluknya.

(Niam At Majha)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bedah Rumah di Tayu, Pemilik Rumah Terharu

    Bedah Rumah di Tayu, Pemilik Rumah Terharu

    • calendar_month Sen, 8 Jun 2020
    • account_circle admin
    • visibility 349
    • 0Komentar

    Doa jelang peletakan batu pertama bedah rumah di Desa Purwokerto, Kecamatan Tayu, Minggu (7/6) pagi TAYU-Minggu (7/6) kemarin Lazisnu Pati bersama Baznas melakukan bedah rumah. Dalam pelaksanaanya, dua lembaga amil zakat ini juga menggandeng PC LPBI-NU (Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama) Cabang Pati. Sebuah rumah yang dibedah merupakan tempat tinggal Sholihin, warga […]

  • Ini Pesan PJ Bupati Terkait Harlah Satu Abad NU

    Ini Pesan PJ Bupati Terkait Harlah Satu Abad NU

    • calendar_month Rab, 22 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 335
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id PATI-Dalam Perhelatan Satu Abad NU di Kabupaten Pati, hadir banyak tokoh dari berbagai level. Mulai dari tingkat domestik, seperti para Ketua MWC NU, hingga tokoh-tokoh Nasional. Beberapa pejabat pun turut hadir, terutama jajaran Forkoppimda Pati. Namun, PJ Bupati Pati, Henggar yang sedianya turut dalam agenda tersebut absen. Ia mewakilkan kepada salah seorang pejabat kabupaten, […]

  • ‎Rektor INISNU Launching Tax Center INISNU

    ‎Rektor INISNU Launching Tax Center INISNU

    • calendar_month Jum, 27 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 9.393
    • 0Komentar

    ‎ ‎Temanggung – Usai penandatanganan nota kesepahaman dengan Kanwil DJP Jawa Tengah II, Rektor Institut Islam Nahdlatul Ulama Temanggung Dr. Hamidulloh Ibda secara resmi meluncurkan Tax Center INISNU pada Jumat (27/2/2026) di ruang rektorat lantai I kampus setempat. ‎ ‎Peresmian ditandai dengan pemotongan pita sebagai simbol dimulainya operasional pusat edukasi perpajakan tersebut. Launching ini menjadi […]

  • NU dan Wirausaha Masyarakat

    NU dan Wirausaha Masyarakat

    • calendar_month Jum, 17 Nov 2017
    • account_circle admin
    • visibility 458
    • 0Komentar

    Sejak berdirinya tahun 1926, Nahdlatul Ulama menjadi organisasi Islam terbesar di Indonesia. NU mempunyai keunikan tersendiri karena berbasis di pedesaan (urban-based organization), unggul dalam mengembangkan pendidikan Islam tradisional, yaitu pesantren yang tersebar terutama di Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Kalimatan Selatan, Sulawesi Selatan dan Mataram. Hal ini menyakinkan kita semua bahwa NU memang organisasi […]

  • PCNU-PATI Photo by Irene Bersani

    Jodoh Buat Bu Bidan Cantik

    • calendar_month Ming, 15 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 397
    • 0Komentar

    Oleh : Elin Khanin Chapter 3 ———————— “Bayinya kejang,” ujar Bidan Eko lirih. “Kejang?” pasang mata Shanaya seketika membola. Ia merasa setiap tetes darahnya tersedot surut ke hulu jantung. Ini ilmu baru lagi baginya—bahwa tanda bayi kejang adalah ketika tangannya reflek bergerak dengan palpebra berkedip cepat. Mulutnya langsung terkatup rapat begitu Bidan Eko meletakkan telunjuknya […]

  • Ahmad Khudlori: Pengurus Ranting adalah Garda Terdepan Khidmat NU

    Ahmad Khudlori: Pengurus Ranting adalah Garda Terdepan Khidmat NU

    • calendar_month Sel, 3 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 8.282
    • 0Komentar

      Tawangsari – Ahmad Khudlori, yang dilantik sebagai Ketua Tanfidz Anak Ranting NU RW 01 Desa Tawangsari, menegaskan pentingnya peran pengurus di tingkat akar rumput dalam organisasi Nahdlatul Ulama. “Puncak khidmat untuk NU adalah mereka yang ikhlas terus menerus berjuang di lingkungan terkecil, mereka yang selalu dekat dan berhadapan langsung dengan masyarakat, mereka yang tahu […]

expand_less