Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Ketua PWNU Jateng: Hari Santri Momentum Bersama Santri, Pesantren, dan Bangsa untuk Terus Maju

Ketua PWNU Jateng: Hari Santri Momentum Bersama Santri, Pesantren, dan Bangsa untuk Terus Maju

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 22 Okt 2025
  • visibility 3.536
  • comment 0 komentar

 

Pcnupati.or.id Semarang — Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah KH Abdul Ghaffar Rozin menegaskan bahwa Hari Santri bukan sekadar peringatan seremonial, tetapi harus menjadi momentum refleksi dan kemajuan bagi pesantren, santri, dan seluruh umat Islam Indonesia.

Dalam arahannya di Gedung PWNU Jawa Tengah, Jalan dr Cipto No 180 Semarang, Gus Rozin—sapaan akrabnya—mengajak seluruh elemen bangsa untuk memahami kembali sejarah penting yang kerap dilupakan dalam perjalanan kemerdekaan Indonesia, yakni peran santri dan pesantren melalui Resolusi Jihad yang dideklarasikan pada 22 Oktober 1945 oleh Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari.

“Sejarah pernah melupakan peran besar santri dan pesantren dalam perjuangan bangsa ini. Padahal, tanpa Resolusi Jihad yang lahir pada 22 Oktober, tidak akan ada peristiwa 10 November yang selama ini diagungkan sebagai Hari Pahlawan,” ujarnya.

Gus Rozin menilai bahwa banyak bagian dari sejarah perjuangan bangsa yang secara perlahan terhapus dari ingatan publik dan bahkan dari buku-buku pelajaran di sekolah.

“Kita seperti mengalami masa di mana narasi besar perjuangan santri dan kiai tidak mendapat tempat yang semestinya. Padahal, kalau kita lihat lebih dalam, pertempuran 10 November di Surabaya tidak akan terjadi tanpa seruan jihad yang digelorakan oleh para ulama,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa Resolusi Jihad yang disampaikan kepada Presiden Soekarno saat itu tidak muncul begitu saja. Ada proses panjang dan koordinasi yang melibatkan banyak kiai dan pesantren dari berbagai daerah. Setelah fatwa jihad itu keluar, para santri dan masyarakat bergerak dari seluruh penjuru Jawa, mengumpulkan senjata sederhana, bahkan menyiapkan bambu runcing yang didoakan secara khusus di berbagai tempat seperti Parakan Temanggung dan Sumolangu Kebumen.

“Bayangkan, antara 22 Oktober hingga 10 November ada rentang waktu yang digunakan untuk menghimpun kekuatan. Dari Buntet, Sumolangu, hingga Surabaya, mereka berjalan kaki atau naik kendaraan seadanya. Semuanya dilakukan demi memenuhi seruan jihad yang hukumnya fardhu ‘ain,” tutur pengasuh pesantren Maslakul Huda, Kajen Pati ini.

Menurutnya, perjuangan itu menunjukkan betapa besar peran santri dan pesantren dalam mempertahankan kemerdekaan.

“Kalau tidak ada Resolusi Jihad, belum tentu ada pertempuran 10 November. Dan kalau tidak ada 10 November, belum tentu kemerdekaan kita bisa bertahan. Maka, peran NU, pesantren, dan santri sangat sentral dalam sejarah bangsa,” ujarnya.

Lebih lanjut, Gus Rozin menekankan bahwa Hari Santri tidak boleh dimaknai secara eksklusif sebagai milik Nahdlatul Ulama semata.

“Dalam penyusunan Resolusi Jihad, KH Mansyur yang mewakili Muhammadiyah juga turut menjadi bagian penting. Maka Hari Santri adalah milik seluruh umat Islam Indonesia, bukan hanya NU,” tegasnya.

Ia pun mengajak agar peringatan Hari Santri dijadikan sarana memperkuat kolaborasi antarormas Islam dan elemen masyarakat lain.

“Yang berjuang di Surabaya waktu itu bukan hanya santri, tapi juga masyarakat umum. Ini momentum yang harus kita rayakan bersama sebagai simbol persatuan,” tambahnya.

Selain menyoroti nilai sejarah, Gus Rozin juga mengingatkan pentingnya menjadikan Hari Santri sebagai pendorong kemajuan konkret di lingkungan pesantren.

“Kita jangan berhenti hanya pada upacara atau kirab. Hari Santri harus menjadi ukuran kemajuan kita. Misalnya, tahun ini pesantren punya satu asrama, tahun depan dua. Atau santri yang TOEFL-nya 400, tahun depan naik jadi 500. Artinya, setiap Hari Santri harus ada capaian nyata yang kita rayakan,” paparnya.

Menurutnya, peringatan Hari Santri ke-10 tahun ini adalah waktu yang tepat untuk merefleksikan capaian pesantren sekaligus menyusun target ke depan.

“Jangan hanya merayakan keberhasilan para pendahulu, tetapi juga menyiapkan masa depan yang lebih baik. Kita mensyukuri perjuangan para kiai, tapi juga harus sadar terhadap tugas yang belum selesai,” pesan Gus Rozin.

Ia menambahkan, kesadaran sejarah dan semangat kemajuan itu perlu terus ditanamkan di seluruh pesantren, madrasah, dan lembaga pendidikan Islam.

“Selain 17 Agustus, sekarang kita punya momentum penting lain yaitu 22 Oktober. Di setiap pesantren, madrasah, dan kantor NU, mari rayakan Hari Santri dengan semangat kebersamaan, karena ini adalah milik kita semua, milik bangsa Indonesia,” pungkasnya.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Lekas PC IPNU IPPNU Pati bakal Pasok 500 Cup Kopi Gratis dalam Peringatan Harlah

    • calendar_month Sen, 6 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 424
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- PATI – Lembaga Ekonomi dan Kwirausahaan (Lekas) PC IPNU IPPNU Pati akan memberikan kopi gratis pada puncak Harlah IPNU ke-69 dan IPPNU ke-68 yang digelar di halaman Kantor PCNU setempat, Rabu (8/3/2023). Direktur Lekas PC IPNU Pati Muhammad Azka mengatakan, pihaknya akan menyediakan ratusan cup kopi gratis kepada para jamaah dan kader yang menghadiri […]

  • Ramadan dan Etika Bermedia Sosial

    Dekonstruksi Gandulan Sarunge Kiai (Bagian I)

    • calendar_month Jum, 27 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 9.595
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda Rekan saya kemarin turut membaca tulisan pada Mutiara Ramadan bertajuk Pendidikan Karakter Perspektif Ki Hajar Dewantara. Usai membaca, ia justru request tulisan khusus tentan sarung dan kiai. Dalam hati saya “Wah, dupeh arep bada, bahasane sarung”. Ya, ia adalah Sofyan Bachri (Direktur PT. Suave Health Medika), sahabat saya yang makin rajin ikut […]

  • Resmi Dibuka, Ini Cabang Perlombaan Persimanu I Ma'arif NU Jateng

    Resmi Dibuka, Ini Cabang Perlombaan Persimanu I Ma’arif NU Jateng

    • calendar_month Rab, 12 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 457
    • 0Komentar

    Semarang – Perkemahan Prestasi Ma’arif NahdlatuI Ulama (Persimanu) I Satuan Komunitas Pramuka Ma’arif NU (Sakoma NU) JawaTengah resmi dibuka oleh Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah Drs. KH. Muhamad Muzammil di Bumi Perkemahan Munjuluhur Kabupaten Purbalingga pada pada Rabu (12/7/2023). Ketua Sakoma NU Jawa Tengah Kak H. Shobirin mengatakan, bahwa kegiatan Persimanu I Jawa Tengah tahun […]

  • MANU Gembong Rakayakan Kemerdekaan dengan Cara Beda

    MANU Gembong Rakayakan Kemerdekaan dengan Cara Beda

    • calendar_month Ming, 23 Agu 2026
    • account_circle admin
    • visibility 18.233
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id. – Madrasah Aliyah Nahdlatul Ulama’ (MANU) Gembong, Pati memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 dengan cara berbeda. Sabtu, (22/8) pagi, Pengurus OSIM MANU menggelar bhakti sosial. “Di HUT RI ke-81 ini kami rayakan dengan cara yang beda, bersih-bersih masjid,” tutur Novieta Aristyanti, Pembina Osim. Sesuai keterangan Novieta, Bhakti sosial tersebut dilakukan lewat aksi […]

  • Hismawati PIM Tingkatkan Keterampilan Menulis Demi NKRI

    Hismawati PIM Tingkatkan Keterampilan Menulis Demi NKRI

    • calendar_month Jum, 9 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 488
    • 0Komentar

    MARGOYOSO-Himpunan Siswa Mathali’ul Falah Putri (Hismawati) menggelar Pelatihan Jurnalistik untuk meningkatkan keterampilan menulis siswa putri. Acara yg digelar pada Jumat (9/8) di Aula lantai 2 PIM Lil Banat diprakarsai oleh Sie Majalah Ukhuwah dengan menghadirkan narasumber M. Sofyan Alnashr, dosen IPMAFA Pati. Sofyan Alnashr sedang memaparkan materi tentang jurnalisme di aula lantai 2 PIM Lil […]

  • Ma’arif NU Jateng Apresiasi Pola Perekrutan Guru Ma’arif Cabang Kendal

    Ma’arif NU Jateng Apresiasi Pola Perekrutan Guru Ma’arif Cabang Kendal

    • calendar_month Sen, 10 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 558
    • 0Komentar

    Semarang – Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LP. Ma’arif NU) PWNU Jawa Tengah mengapresiasi pola perekrutan Guru dan Tenaga Kependidikan yang dilakukan LP. Ma’arif NU PCNU Kabupaten Kendal. Hal itu disampaikan Wakil Ketua LP. Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah Fakhrudin Karmani, Senin (10/7/2023). “Pola perekrutan berbasis kompetensi sangat bagus yang dilakukan LP. Ma’arif NU PCNU […]

expand_less