Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » KH. M. Aniq Muhammadun Menjawab Persoalan Fiqih Masjid

KH. M. Aniq Muhammadun Menjawab Persoalan Fiqih Masjid

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 10 Sep 2019
  • visibility 582
  • comment 0 komentar

KAYEN – Selasa, 10 September 2019 pengurus Lembaga Takmir Masjid NU (LTMNU) MWC Kayen menyelenggarakan Pelatihan Manajemen dan Fiqh Masjid. Hadir dalam acara tersebut KH. M. Aniq Muhammadun sebagai Rais Syuriah PCNU Pati. Beliau sekaligus memberikan banyak arahan kepada Ta’mir masjid se-kecamatan Kayen secara khusus, dan pengurus ranting NU pada umumnya.

KH. Aniq Muhammadun
Rois PCNU Pati, KH. Aniq Muhammadun, saat hadir di Pelatihan Manajemen dan Fiqh Masjid yang diadakan oleh LTMNU MWCNU Kec. Kayen, Selasa (10/9/2019). Foto: Imam Saeku

Kyai Aniq menegaskan tentang beberapa hal terkait status dan fungsi masjid, diantaranya :

Pertama, Masjid merupakan bangunan yang sangat sakral bagi kita semua. Masjid adalah ismun limakan assujud. Nama suatu tempat untuk bersujud. Tempat untuk beribadah kepada Gusti Allah Ta’ala. Karena masjid adalah rumah Allah Ta’ala. Sehingga dalam pengelolaannya membutuhkan kehati-hatian dan tidak boleh sembarangan.

Kedua, Masjid adalah syi’ar yang agung yang musti dihormati oleh setiap muslim. Tidak boleh seorang muslim mengotori masjid. Wajib hukumnya bagi setiap muslim membersihkan najis secara langsung apabila menemuinya.

Kehormatan masjid bahkan tidak boleh dikotori oleh sesuatu yang suci tapi menjijikkan seperti air ludah. Oleh karena itu masjid harus ditutup di luar waktu shalat apabila tidak dijaga dan dikhawatirkan ada hewan yang mengotori masjid.

Ketiga, Pentingnya masjid dapat kita lihat dari sejarah. Pertama kali yang dibangun oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam adalah masjid. Ketika beliau berhijrah dan sampai di daerah Quba’, beliau langsung membangun masjid. Hal itu beliau lakukan pula ketika memasuki kota Madinah Munawwaroh.

Perhatian Rasulullah shallallahu alaihi wasallam terhadap masjid itu tampak ketika merespon masjid yang didirikan oleh kaum munafiqin dengan tujuan untuk memecah belah umat Islam. Beliau menilai masjid tersebut adalah masjid dlirar dan harus dihancurkan.

Keempat, Tanah atau bangunan secara otomatis menjadi masjid dan harus dihormati adalah ketika seseorang mengatakan: “جعلت هذا البناء / هذا الأرض مسجدا“. Saya menjadikan bangunan ini atau tanah ini sebagai masjid. Ketika seorang pemilik tanah atau bangunan meniatkan untuk dijadikan sebuah masjid, maka selamanya sampai kiamat status tanah atau bangunan tersebut menjadi masjid.

Konsekwensinya harus dihormati oleh setiap muslim dan dijaga kehormatannya. Begitu pula ketika tanah atau bangunan itu menjadi masjid, maka tidak diperbolehkan membangun di tanah tersebut sejengkal tanah atau ditambah ruangan –apabila sudah berbentuk bangunan- yang difungsikan untuk menjadi toilet. Sebab status tanah/bangunan tersebut sudah menjadi masjid. Hal itu disebabkan ucapan Si Pemilik masjid atau bangunan.

Oleh karena itu, seseorang apabila ingin menjadikan tanahnya sebagai masjid, seyogyanya ia harus memberi tanah/ruang yang difungsikan untuk fasilitas masjid dengan tidak mengatakan bahwa semua tanah itu akan digunakan sebagai masjid.

Kelima, Masjid yang telah selesai dibangun, tidak boleh ditingkat (lebih dari satu lantai) yang kemudian dilantai dua difungsikan untuk kegiatan lain yang tidak ada kaitannya dengan aktivitas ibadah. Seperti balai pertemuan, apalagi dalam ruangannya diberi fasilitas toilet. Sebab niatan awal bangunan adalah untuk masjid.

Lantas bagaimana hukumnya seperti Masjid Agung Semarang? Dimana antara bangunan masjid dengan gedung balai pertemuan menyatu, bahkan toiletnya ada dilantai bawah masjid? Kalau Masjid Agung itu bangunan yang didesain untuk berbagai macam kegiatan, dan niatan bangunan lantai dasar belum diniati untuk dijadikan sebuah masjid. Baru setelah mengawali pembangunan lantai kedua diniati untuk dijadikan sebagai masjid. Jadi kalau seperti itu tidak apa-apa.

Keenam, Masjid sebagai pusat ibadah sekaligus tempat pengajaran ilmu-ilmu agama harus benar-benar kita jaga. Kita perlu hati-hati dengan segala gerakan sekelompok yang ingin mereka ajarkan melalui masjid-masjid kita. Kita musti sadari betul bahwa masjid-masjid yang ada di negara kita ini mayoritas dibangun oleh para nahdliyyin. Oleh sebab itu, jangan sampai saudara-saudara kita yang telah berjuang membangun masjid namun pada akhirnya direbut oleh kelompok selain Nahdliyyin.

Jadi selain menjaga masjid sebagai tempat untuk beribadah adalah menjaga masjid untuk selalu terjaga dari gerakan kelompok yang menyerang aqidah kita. Masjid kita harus terjaga dari aqidah selain Ahlussunnah WalJama’ah anNahdliyyah.

Ketujuh, Tidak semua masjid harus digunakan untuk shalat Jum’at. Jadi boleh saja dalam suatu desa memiliki beberapa masjid. Syarat sah shalat Jum’at tidak harus berada dalam satu bangunan masjid. Jadi orang yang mengatakan shalat Jum’at di Monas itu tidak sah itu tidak dapat dibenarkan.

Adapun maksud dari تقام في حطة الأبنية itu adalah di kawasan tempat yang di sekelilingnya ada bangunan yang dihuni oleh warga (mukim). Jadi, sekalipun ada bangunan masjid, namun kawasan tersebut tidak menjadi tempat permukiman warga, maka tidak memenuhi syarat untuk dilaksanakannya shalat Jum’at.

Seperti halnya ketika para jama’ah haji berada di Mina yang kebetulan bertepatan pada hari Jum’at, orang yang belum memahami hal ini ketika ia mencari masjid dan menemukan masjid al-Khaif, tidak boleh protes apabila orang-orang pada tidur di masjid.

Adapun yang menjadi soal terkait shalat Jum’at di Monas itu bukan shalatnya, tapi cara memosisikan antara Monas dengan Masjid; masa shalat Jum’atnya di Monas tapi tidurnya di Masjid? Ini yang menjadi masalah.

Kedelapan, Apabila suatu masjid dilakukan renovasi sampai pada pembongkaran ulang, maka tanah yang dulu diniatkan untuk menjadi masjid harus ikut dibangun kembali dan dijadikan sebagai masjid. Apabila karena gambar desain tidak seperti gambar desain Masjid sebelumnya, maka tanah bekas Masjid tersebut tidak boleh dijadikan tempat lain karena posisinya masih dinilai sebagai masjid yang harus dihormati dan tidak boleh terkotori oleh kotoran-kotoran.

Oleh karena itu, langkah solusinya adalah tetap dibangun supaya terjaga kebersihannya dan di kelilingi dengan pagar teralis misalnya.

Kesembilan, Manajemen masjid sangat penting bagi kita semua, di dalam AlQur’an sekalipun tidak secara langsung memerintahkan kita mengenai manajemen masjid, namun ada satu ayat yang memiliki kesamaan mengenai perintah untuk memenej suatu perkara yang penting yaitu ayat {يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا تَدَايَنْتُمْ بِدَيْنٍ إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى فَاكْتُبُوهُ } [البقرة: 282] perintah untuk menulis dalam ayat tersebut merupakan bagian dari manajemen. Karena termasuk aktivitas manajemen adalah aktivitas mendokumentasikan.

Dalam kesempatan itu juga dibuka tanya jawab dan pembahasan persoalan Fiqh Masjid diantaranya :

Pertanyaan : Bagaimana hukum menyertifikatkan masjid?

Jawaban : Hukum menyertifikatkan tanah wakaf masjid adalah Wajib karena termasuk kaidah درء المفاسد مقدم على جلب المصالح.

Pertanyaan : Bagaimana hukumnya menjual kusen jendela atau pintu ketika ada pemugaran bangunan masjid sedangkan kusennya sudah tidak bisa lagi difungsikan?

Jawaban : Menjual alat masjid, jika tidak termasuk bagian dari wakaf bangunan masjid (seperti mengatakan; Saya wakafkan/jadikan bangunan ini sebagai masjid) maka boleh dengan syarat apabila tidak ada masjid lain yang membutuhkannya, barang tersebut sudah tidak bisa difungsikan, dan uang hasil penjualan tersebut dikembalikan ke masjid.

Pertanyaan : Bagaimana hukumnya membiayai kegiatan pengajian masjid dengan menggunakan uang kotak infaq?

Jawaban : Mubah. Karena termasuk bagian dari memakmurkan masjid. (Taufiq.Z/LTMNU)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Turba di Tayu, Ketua IPNU : Kita Ingin Jalin Kedekatan

    Turba di Tayu, Ketua IPNU : Kita Ingin Jalin Kedekatan

    • calendar_month Jum, 15 Nov 2019
    • account_circle admin
    • visibility 540
    • 0Komentar

    TAYU-Pelaksanaan Turba (Turun Ke Bawah) yang diagendakan Pengurus Cabang IPNU/IPPNU Kabupaten Pati mendarat di Tayu. Ini merupakan kali pertama PC IPNU/IPPNU melaksanakan Turba. Kegiatan Turba PC IPNU/IPPNU di Gedung Istighotsah Al Asyiq, Pule, Tayu Tujuan diagendakannya kegiatan ini adalah untuk mensosialisasikan program-program kerja cabang. Harapannya, para pengurus IPNU/IPPNU yang hadir dalan kesempatan tersebut dapat mendukung […]

  • Kaji Filantropi Kreatif Islam, BRIN Gelar FGD Filantropi NU

    Kaji Filantropi Kreatif Islam, BRIN Gelar FGD Filantropi NU

    • calendar_month Sel, 26 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 389
    • 0Komentar

      Jakarta – Melalui platform Zoom Meeting, Pusat Riset Agama dan Kepercayaan (PRAK) Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Sosial dan Humaniora (IPSH) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyelenggarakan FDG atau Sharing Session bertajuk “Filantropi Nahdlatul Ulama” pada Selasa (26/3/2024) yang dihadiri puluhan periset, dosen/akademisi, mahasiswa, dan masyarakat umum. Sebagai informasi, kegiatan tersebut merupakan rangkaian riset […]

  • Plt Bupati Pati Tak Larang Takbir Keliling Pakai Sound Horeg, Tapi...

    Plt Bupati Pati Tak Larang Takbir Keliling Pakai Sound Horeg, Tapi…

    • calendar_month Sel, 10 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 10.215
    • 0Komentar

      Pati – Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra tak melarang takbir keliling menggunakan sound horeg. Asalnya, bunyi sound horeg yang dinyalakan tidak menganggu masyarakat. Hal ini diungkapkan Chandra usai memberikan bantuan kesejahteraan bagi guru agama di Pendapa Kabupaten Pati. Ia menilai takbir keliling sudah menjadi tradisi bagi masyarakat Kabupaten Pati untuk merayakan Idulfitri. Maka […]

  • PCNU-PATI

    BANSER Pati Akan Adakan Apel Akbar

    • calendar_month Sab, 15 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 470
    • 0Komentar

    Juwana.  Pimpinan Cabang GP Ansor dan Satuan Koordinasi Cabang Barisan Ansor Serba Guna (Satkorcab Banser) Kabupaten Pati akan menggelar apel akbar 5000 Banser. Kegiatan yang diselenggarakan  besok pada hari Minggu (16/10) akan bertempat di Pulau Seprapat, Juwana ini bakal dihadiri Satkornas Banser Pimpinan Pusat GP Ansor. Kasatkorcab Banser Pati H. M. Soetomo menjelaskan peserta apel […]

  • Tulis Dua Artikel Scopus, Dosen Asal Pati Ini Raih Doktor Tanpa Ujian Terbuka

    Tulis Dua Artikel Scopus, Dosen Asal Pati Ini Raih Doktor Tanpa Ujian Terbuka

    • calendar_month Jum, 16 Feb 2024
    • account_circle admin
    • visibility 528
    • 0Komentar

      Yogyakarta – Dosen Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung Hamidulloh Ibda, resmi menjadi doktor pendidikan dasar setelah berhasil mempertahankan disertasinya berjudul “Guru Sekolah Dasar Profesional dalam Pembelajaran berbasis Digital” di hadapan dewan penguji Ujian Hasil Disertasi (Ujian Tertutup) pada Jumat (16/2/2024). Dewan Penguji dalam […]

  • Menjawab Adzan di TV

    Menjawab Adzan di TV

    • calendar_month Kam, 21 Des 2017
    • account_circle admin
    • visibility 486
    • 0Komentar

    Assalamu’alaikum Wr Wb. Bagaimana hukumnya menjawab adzan dari radio ataupun televisi yang biasa sering kita dengar dan apakah adzannya radio ataupun televisi sudah mencukupi sunatnya adzan di tempat itu? Wa’alaikumsalam Wr Wb. Hukum menjawabnya adzan adalahsunat, apabila suara adzan tersebut langsung dari mu`addzinnya, dan apabila dari kaset rekamanmaka tidak sunat. Dan adzan tersebut tidak mencukupi […]

expand_less