Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Islam itu Memudahkan Tidak Mempersulit

Islam itu Memudahkan Tidak Mempersulit

  • account_circle admin
  • calendar_month Ming, 21 Jul 2019
  • visibility 549
  • comment 0 komentar
Islam itu memudahkan, bukannya malah mempersulit dan merepotkan. Karena pada prinsipnya Islam adalah agama yang sesuai dengan fitrah manusia, sehingga tidak akan terasa sulit apalagi merepotkan manusia itu sendiri. Namun seiring perkembangan zaman, tidak sedikit pihak yang justru mempraktekkan hal sebaliknya.

Terkait dengan hal ini, KH. Bahauddin Nursalim, salah satu kyai muda ahli tafsir Indonesia, menuturkan bahwa Islam itu memudahkan dan bukanya mempersulit. Beliau mengisahkan tentang seorang seorang sahabat Nabi yang hidup di masa tabiin. Suatu ketika saat sholat jamaah hendak dimulai dan muadzin pun telah mengumandangkan iqomat, Sang Sahabat yang hendak takbiratul ihram, membatalkan takbirnya karena melihat untanya kabur.

Sang Sahabat kemudian mengejar unta yang kabur tadi hingga kembali tertangkap.

Islam itu mudah

Lantaran menangkap unta dan mengikatnya agar tidak kembali kabur, sekembalinya ke jamaah, Sang Sahabat akhirnya tertinggal sholat dan jadi masbuq (makmum yang terlambat).

Sehabis sholat jamaah, beberapa tabi’in berbisik dan mengomentari kejadian tersebut.

“Lihatlah orang tua itu. Cinta dunia. Padahal dia sahabat Nabi tetapi lebih mendahulukan mencari untanya dari pada sholat dengan menyertai takbiratul ihram-nya imam'”, demikian ucap para tabi’in.

Mendengar perkataan para tabi’in tersebut, Sang Sahabat menangis. “Dulu di zaman Nabi Muhammad hal seperti ini tidak apa-apa. Tetapi saat di jaman tabi’in kok malah jadi masalah,” sesal Sang Sahabat.

Penuturan KH. Bahauddin Nursalim terkait kisah ini dapat disimak di vidio yang diunggah oleh akun twitter @nahdlatululama berikut ini.

[HIKMAH]

Islam itu memudahkan, bukan malah mempersulit. Itu prinsip dalam agama Islam.
Simak penjelasan Gus Bahauddin Nursalim berikut ini. pic.twitter.com/kBUQEniYQB

— Nahdlatul Ulama (@nahdlatululama) July 18, 2019

Dari kisah ini beliau menyimpulkan bahwa ketika Nabi Muhammad masih hidup, Islam itu mudah. “Ada yang mencari unta dulu, ada yang macam-macam dulu. Kok sekarang Islam menjadi repot”, jelas Gus Baha (panggilan akrab KH. Bahauddin).

Hal yang serupa pernah juga disampaikan oleh KH. A Mustofa Bisri (Gus Mus) sebagaimana PCNU Pati lansir dari situs MusliModerat.

“Nabi Muhammad adalah manusia yang pandai memanusiakan manusia. Tidak mempersulit orang lain, malah memudahkan,” tutur Gus Mus.

Menurut penuturan Kyai yang juga budayawan ini, Nabi Muhammad SAW merupakan pribadi yang memiliki sifat mempermudah urusan orang lain, tidak mempersulitnya. Sehingga beragama itu bukan untuk memsulit seseorang, tetapi justru sebaliknya menjadikan mudah. Justru jika ada pihak-pihak yang mempersulit dalam beragama, jelasitu bukan dari ajaran Nabi Muhammad SAW.

Nabi Muhammad dalam salah satu haditsnya berpesan,
يَسِّرُوْا وَلاَ تُعَسِّرُوْا وَبَشِّرُوْا وَلاَ تُنَفِّرُوْا
Artinya: “Permudahlah dan jangan mempersulit, berikanlah kabar gembira dan jangan membuat orang lari.” (HR. Al-Bukhari No. 69, 6125).

So, siapa yang masih beranggapan bahwa Islam itu sulit, Islam itu merepotkan? Salah. Islam itu memudahkan.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • INDONESIA BUTUH NU

    INDONESIA BUTUH NU

    • calendar_month Sen, 2 Nov 2015
    • account_circle admin
    • visibility 395
    • 0Komentar

    NU merupakan satu organisasi sosial keagamaan yang—bisa dibilang—unik. Keunikan ini sebenarnya lahir dari berbagai aktivitas keorganisasian yang lebih bersifat kultural. Tradisionalisme yang melekat pada organisasi ini, merupakan satu bagian yang sering menjadi buah bibir khalayak. Secara struktural, organisasi NU telah cukup maju dalam penataan kepengurusannya. Hanya saja, esensi yang ‘duduk’ di dalamnya masih sarat dengan […]

  • Review VMTS dan Redesain Kurikulum, Rektor Tekankan Relevansi dengan DUDIKA

    Review VMTS dan Redesain Kurikulum, Rektor Tekankan Relevansi dengan DUDIKA

    • calendar_month Sel, 10 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 8.500
    • 0Komentar

      Temanggung – Bertempat di aula lantai 3, Rektor Institut Islam Nahdlatul Ulama (Inisnu) Temanggung Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., menegaskan pentingnya penyelarasan Visi, Misi, Tujuan, Strategi, Tata Nilai, dan Kurikulum dengan kebutuhan zaman. Hal itu terungk‎ap dalam pembukaan Workshop Review VMTS dan Redesain Kurikulum Fakultas Syariah, Hukum, dan Ekonomi Islam, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, dan […]

  • KKN IPMAFA Desa Grogolan Ajak Anak-Anak Garap Kulit Telur

    KKN IPMAFA Desa Grogolan Ajak Anak-Anak Garap Kulit Telur

    • calendar_month Sel, 30 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 492
    • 0Komentar

    Guna membekali anak-anak mengembangkan kreativitasnya, mahasiswa KKN Ipmafa Desa Grogolan berinisiatif untuk melatih anak-anak membuat kerajinan yang mudah dan ekonomis. Maka dipilihlah kolase telur sebagai medianya Aksi anak-anak membuat kolase dari cangkang telur Nur Ami’in, M.Si selaku Dosen Pembimbing Lapangan mengungkapkan jika maksud dan tujuan kegiatan ini adalah untuk memperkenalkan karya seni rupa yg terbuat […]

  • Gus Rozin: Khidmah NU di Aceh Merawat Ikatan Batin Nahdliyin Lintas Daerah

    Gus Rozin: Khidmah NU di Aceh Merawat Ikatan Batin Nahdliyin Lintas Daerah

    • calendar_month Sel, 3 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 8.230
    • 0Komentar

      Aceh Timur – Ketua PWNU Jawa Tengah KH Abdul Ghaffar Rozin menegaskan bahwa khidmah kemanusiaan Nahdlatul Ulama di Aceh bukan semata soal besar-kecilnya bantuan, melainkan ikhtiar merawat ikatan batin antarsesama warga Nahdliyin lintas daerah. Hal itu disampaikan Gus Rozin saat meresmikan sekaligus menyerahterimakan mushola dan TPQ di Desa Bukit Tiga, Kecamatan Peunaron, Kabupaten Aceh […]

  • Ratusan Santri Kajen Ikuti Vaksinasi Merdeka Candi

    Ratusan Santri Kajen Ikuti Vaksinasi Merdeka Candi

    • calendar_month Ming, 8 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 470
    • 0Komentar

    Seorang Santri Kajen sedang menjalani vaksinasi Merdeka Candi yang digelar oleh Polres Pati MARGOYOSO – Ratusan santri dari berbagai Pondok Pesantren (Ponpes) di Desa Kajen, Kecamatan Margoyoso, mengikuti program Vaksinasi Merdeka Candi yang digelar oleh Polres Pati. Vaksinasi itu dilakukan di halaman Mahad Aly Pesantren Maslakul Huda, Sabtu (7/8/2021). Vaksinasi Merdeka Candi merupakan program inisiatif […]

  • Teater Suryopati IPMAFA Pati Gelar Pertunjukan Bertema 'Nampi'

    Teater Suryopati IPMAFA Pati Gelar Pertunjukan Bertema ‘Nampi’

    • calendar_month Jum, 20 Jun 2025
    • account_circle admin
    • visibility 377
    • 0Komentar

    PATI – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Teater Suryopati Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) menggelar pertunjukan teater di halaman kampus Kamis (19/6/2025) malam dengan mengangkat tema “Nampi”. Pentas ini merupakan produksi utama Teater Suryopati dan menjadi medium ekspresi serta komunikasi mahasiswa kepada publik melalui pertunjukan. Pementasan diawali dengan orasi budaya yang disampaikan oleh Arif Khilwa dari […]

expand_less