Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Tantangan NU Menuju Satu Abad

Tantangan NU Menuju Satu Abad

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 18 Feb 2016
  • visibility 558
  • comment 0 komentar

            Pada tanggal 31 Januari 2015 lalu, Nahdlatul Ulama baru saja berulang tahun yang ke 90tahun, dan kurang 10 tahun lagi NU akan memasuki usia satu abad. 90 tahun adalah usia kematangan suatu oragnisasi seperti NU. Kendati demikian, NU ke depan memiliki tantangan yang cukup serius yang perlu direspon dan dicarikan solusi secara konkrit, yaitu maraknya ideologi radikalisme dan memudarnya nasionalisme lesunya ekonomi masyarakat nahdliyin, dan dekadensi moralitas masyarakat. Tiga tantangan tersebut menurut hemat penulis menjadi problem besar bangsa Indonesia saat ini yang memperlukan partisipasi keaktifan NU dalam menyelesaikannya.
Sebagaimana kita saksikan di sejumlah daerah dan di berbagai media, gerakan radikalisme atau transnasional semakin mengecambah mengelilingi seluruh sudut kehidupan warga Indonesia. Gerakan keagaamaan yang bernuansa kekerasan (tatharruf) dan takfiri ini menyalahi hakikat ajaran Islam yang telah dibawa Nabi Muhammad Swa, yang menjunjung tinggi moralitas (akhlaqul karimah), toleransi (samhah) dan kedamaian serta cinta kasih bagi seluruh manusia (rahmatal lil’alamin). Ekses negatif yang timbul dari paham radikalisme adalah tereduksinya Islam menjadi agama yang seram, galak, intoleran, dan tidak humanis, serta memudarnya nasionalisme dalam diri masyarakat. Hal ini tentu mengancam terpecahnya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan pada pancasila dan UUD 1945. Padahal pancasila sebagai dasar negara menurut NU telah final, karena di dalam kelima silanya terkandung inti ajaran Islam, yaitu ketuhanan, keadilan, moralitas, persatuan, demokrasi, dan kesejaateraan sosial. Artinya, secara konsep Indonesia sebagai negara tidak perlu lagi ditentang dan diperdebatkan, sebab sudah sesuai dengan pesan Islam.  
Karena itu, dalam persoalan radikalisme, NU bisa menangkalnya dengan gerakan “ijtihad intelektual”. Ijtihad intelektual merupahan usaha deradikalisasi yang dilakukan melalui interpretasi terhadap esensi dan substansi ajaran agama Islam yang moderat, toleran, kontekstual dan akomodatif serta membuang interpretasi yang skriptualis dan literalis. Ijtihad intelektual dilakukan secara kolektif oleh para ulama, kiayi, tokoh masyarakat, mubaligh, asatidz, orang tua dan para guru melalui lembaga pendidikan, baik formal, informal maupun nonformal, seperti sekolahan, madrasah, perguruan tinggi, pesantren, masjid, mushollah, rumah, majlis ta’lim,  komunitas atau forum kajian ilmiah. Lembaga-lembaga pendidikan tersebut hendaknya melakukan rekonstruksi kurikulum yang bermuatan nilai-nilai Islam moderat, inklusif, toleran, akomodatif, dan nasionalisme serta merumuskan pendekatan dan metode yang efektif dalam mentranfer nilai-nilai tersebut.
Di samping itu, persoalan ekonomi sampai detik ini juga masih menjadi problem bangsa kita. Kemiskinan, pengangguran, dan PHK semakin bertambah jumlahnya. Bahkan, kemiskinan tak jarang menjadi faktor penyebab kemurtadan seorang muslim dan berpindahnya dari paham yang moderat menuju paham yang radikal. Dalam konteks ini, program ekonomi menjadi salah satu strategi lawan NU untuk merekrut dan mempengaruhi masyarakat. Karena itu, pemberdayaan ekonomi adalah solusi satu –satunya untuk mengurai keruwetan persoalan kelesuan ekonomi masyarakat nahdliyin dengan mendorong gerakan berwiraswasta, mendirikan koperasi-koperasi syari’ah, dan mengefektifkan program-program Laziznu (NuPreneur, NuCare, NuSkill, NuSmart). Ketiga agenda ini menjadi modal dan kekuatan besar NU menuju kemandirian ekonomi, baik secara jam’iyah maupun jama’ah.
Kemudian, dekadensi moral dan menurunnya religuisitas masyarakat saat ini juga menjadi problem akut kita bersama. Setiap hari di berbagai media masa terpampang berita pembunuhan, pencurian dan perampokan, pemerkosaan, narkoba, sek bebas, pergaulan bebas dikalangan  remaja, prostitusi, miras, pertengkaran antar warga, dan bentuk-bentuk tindakan amoral lainya. Realitas demikian tentu memprihatinkan dan seyogyanya kita terpanggil untuk ikut menyelasaikan atau minimal mengurangi kebobrokal moral yang ada.  Dalam kondisi demikian, NU melalui pesantren, madrasah, perguruan tinggi, masjid, mushalla, majlis ta’lim, dan organisasi kepemudaan secara massif dan senergis bisa melakukan perbaikan moral masyarakat, terutama moral generasi muda. Seluruh lembaga tersebut pelu diefektifkan dan direvitalisasi melalui optimalisasi pengurus lembaga, MWC, lembaga Banom, dan terutama pengurus Ranting yang berada di tengah-tengah masyarakat.   
Sudah saatnya NU dan Warga Nahdliyin menggeliat dan bergerak bersama-sama untuk menyelesaikan persoalan radikalisme, kemiskinan, dan kerusakan moral. Sejatinya NU memiliki modal yang besar untuk melakukan semua itu dengan jumlah pengikut mayoritas dan komplitnya unsur organisasi. Saat ini kita hanya butuh bersatu dan menyatukan persepsi. Semoga Allah Swt, senantiasa memberi NU dan warganya kekuatan dan perjalanan yang mudah dan berkah menuju satu abad  sebagai pilar peradaban Islam Indonesia yang  rahmatal lil’alamin .  (Oleh :R. Andi Irawan Penulis adalah Ketua LAKPESDAM NU Pati)
  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PAC IPNU IPPNU Trangkil Juara Lomba Kreasi Pelajar

    PAC IPNU IPPNU Trangkil Juara Lomba Kreasi Pelajar

    • calendar_month Ming, 23 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 396
    • 0Komentar

    PATI – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Trangkil mengerahkan 73 personil untuk berpartisipasi dalam kegiatan Apel dan Kirab Hari Santri Nasional (HSN) di Alun-alun Kabupaten Pati pada Sabtu (22/10/2022). Dalam kesempatan itu, PAC IPNU IPPNU Trangkil juga menyabet juara 1 dalam ajang Lomba Kreasi Pelajar […]

  • MWCNU Winong Pati Dirikan Klinik Rawat Inap dari Program Infak Rp 5 Ribu per Bulan

    MWCNU Winong Pati Dirikan Klinik Rawat Inap dari Program Infak Rp 5 Ribu per Bulan

    • calendar_month Kam, 6 Jun 2024
    • account_circle admin
    • visibility 733
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Winong, Kabupaten Pati, mendirikan klinik rawat inap. Rencananya, para pasien yang berobat di klinik ini bakal digratiskan. Klinik ini dibangun menggunakan dana dari program infak Rp 5 ribu per bulannya. Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati KH Yusuf Hasyim serta Ketua Tanfidziyah […]

  • Puisi Puisi Pulo Lasman Simanjuntak. Photo by Rima Kruciene On Usplash.

    Puisi Puisi Pulo Lasman Simanjuntak

    • calendar_month Ming, 31 Des 2023
    • account_circle admin
    • visibility 431
    • 0Komentar

      JANIN REMBULAN janinnya lahir dari pecahan rahim rembulan pada malam mencemaskan bahkan darahnya mengalir ganjil menyusuri mataair bermuara pada sebuah gua rahasia teramat dalam disimpan sekian waktu ada jarak keras sampai angin dinihari berlalu ke sana dimulai titik perzinahan sungguh menjijikkan, katamu mengurai dua musim menguliti tubuhnya tanpa warna obat di meja operasi berbayar […]

  • fff-png-2

    Bekerja Menjadi WTS

    • calendar_month Ming, 27 Mar 2022
    • account_circle admin
    • visibility 403
    • 0Komentar

      1.       Dizaman sekarang ini banyak sekali yang namanya WTS (wanita tuna susila), diantara alasan wts-wts tersebut adalah  bekerja sebagai WTS guna menghidupi kebutuhan hidup dirinya dan juga keluarganya.   Pertanyaan : a.      Bagaimana hukum menjadi WTS dengan alasan diatas, dan bagaimana jika karena menuruti hawa nafsu ?   Jawaban :Menjadi WTS sudah jelas hukumnya […]

  • Fatayat NU Gunungwungkal Adakan Vaksinasi Covid

    Fatayat NU Gunungwungkal Adakan Vaksinasi Covid

    • calendar_month Ming, 21 Nov 2021
    • account_circle admin
    • visibility 438
    • 0Komentar

    Beberapa elemen yang turut ambil bagian dalam kegiatan vaksinasi PAC Fatayat Nu Gunungwungkal usai pelaksanaan kegiatan tersebut. GUNUNGWUNGKAL – Gerakan vaksinasi Covid-19 sedang marak-maraknya dilakukan oleh pemerintah. PAC Fatayat NU Kecamatan Gunungwungkal tak mau ketinggalan untuk ambil peran dalam kegiatan ini.  Dengan menggandeng Dinas Kesehatan Gunungwungkal dan LKK NU Pati, pihak Fatayat NU menyelenggarakan vaksinasi […]

  • PCNU-PATI Photo by NEOM

    Adab Bertamu

    • calendar_month Jum, 22 Sep 2023
    • account_circle admin
    • visibility 437
    • 0Komentar

    Oleh: Inayatun Najikah Hari itu ketika anak-anak datang kerumah untuk belajar, saya mendapati hal yang tak seperti biasanya. Saya yang baru saja tiba dirumah setelah bekerja, memutuskan untuk mandi dan sholat terlebih dahulu sebelum diserbu oleh kedatangan mereka. Saat itu saya tengah selesai melakukan ibadah sholat maghrib tiba-tiba ada yang memanggil dari depan. Dalam batin […]

expand_less