Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Puasa setelah Puasa

Puasa setelah Puasa

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 2 Apr 2024
  • visibility 452
  • comment 0 komentar

Oleh Hamidulloh Ibda*

Kebanyakan orang memandang, memahami, menginterpretasi bahwa puasa ya hanya puasa Ramadan. Ya, benar kalau itu puasa wajib sebagai bagian dari rukun Islam. Namun, sebenarnya banyak puasa setelah puasa, puasa di atas puasa, puasa pasca puasa.

Realitasnya, setelah bulan Ramadan yang penuh berkah berlalu, umat muslim di seluruh dunia seringkali berpikir tentang bagaimana mereka dapat mempertahankan spiritualitas dan keberkahan setelah bulan suci itu berakhir. Padahal kebanyakan setelah puasa Ramadan sebulan, kita kaghok, kaget, bahkan culture shock (gegar budaya). Nah, salah satu cara untuk melakukannya adalah dengan melanjutkan puasa sunah setelah Ramadan. Puasa sunah merupakan puasa yang dianjurkan dalam agama Islam, selain puasa wajib seperti puasa Ramadan. Puasa ini adalah kesempatan bagi umat muslim untuk terus mendekatkan diri pada Allah SWT dan meningkatkan ibadah mereka.

Puasa setelah Puasa, Apa Saja?

Banyak sekali deretan puasa sunah setelah puasa wajib di bulan Ramadan. Pertama, puasa enam hari di bulan Syawal. Setelah Ramadan, salah satu puasa sunah yang sangat dianjurkan adalah puasa enam hari di bulan Syawal. Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadan, kemudian dia berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia seperti berpuasa setahun penuh.” (HR. Muslim). Puasa ini tidak harus dilakukan secara berturut-turut setelah Idul Fitri, tetapi bisa dilakukan kapan saja selama bulan Syawal. Ini adalah kesempatan yang luar biasa bagi umat Muslim untuk mendapatkan pahala yang besar dengan melakukan ibadah yang relatif ringan.

Kedua, puasa Daud, yaitu puasa di mana seseorang berpuasa setiap hari dan berbuka setiap malam. Puasa ini dilakukan dengan cara berpuasa sehari dan berbuka pada hari berikutnya. Ini adalah puasa yang dianjurkan untuk menumbuhkan rasa syukur dan kesabaran.

Ketiga, puasa Senin dan Kamis. Puasa sunah Senin dan Kamis juga merupakan amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Rasulullah SAW bersabda, “Amal-amal itu disampaikan pada hari Senin dan Kamis, maka aku suka amalku disampaikan ketika aku sedang berpuasa.” (HR. Tirmidzi). Puasa Senin dan Kamis adalah cara yang bagus untuk memperkuat ikatan spiritual dengan Allah SWT dan mengikuti jejak Rasulullah SAW.

Keempat, puasa Ayyamul Bidh. Puasa Ayyamul Bidh adalah puasa sunah yang dilakukan pada hari ke-13, ke-14, dan ke-15 setiap bulan Hijriah. Puasa ini merupakan amalan yang sangat dianjurkan karena mengikuti sunah Rasulullah SAW dan diberkati oleh Allah SWT.

Kelima, puasa Arafah, yaitu puasa dilakukan pada tanggal 9 Dzulhijjah, yaitu hari sebelum Hari Raya Idul Adha. Rasulullah SAW bersabda, “Aku berharap kepada Allah bahwa puasa Arafah dapat menghapus dosa setahun yang telah lalu dan setahun yang akan datang.” (HR. Muslim). Puasa Arafah adalah amalan yang sangat dianjurkan bagi mereka yang tidak sedang menjalankan ibadah haji. Ini adalah kesempatan untuk mendapatkan pengampunan Allah SWT dan mendekatkan diri pada-Nya.

Puasa sunah setelah Ramadan adalah cara yang baik untuk mempertahankan spiritualitas dan keberkahan setelah bulan suci itu berakhir. Dengan melanjutkan praktik puasa sunah, umat Muslim dapat terus mendekatkan diri pada Allah SWT dan meningkatkan ibadah mereka sepanjang tahun. Semoga Allah menerima amalan kita dan memberkahi kita dengan keberkahan yang tak terhingga. Aamiin.

Ibadah setelah Ramadah

Selain deretan ibadah puasa di atasm setelah bulan Ramadan, ada beberapa ibadah yang cocok dilakukan oleh umat Islam untuk mempertahankan dan meningkatkan keberkahan spiritual mereka. Pertama, melanjutkan tradisi tadarus membaca Al-Qur’an. Membaca Al-Qur’an secara rutin merupakan ibadah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Setelah Ramadan, umat Islam dapat melanjutkan kebiasaan membaca Al-Qur’an setiap hari untuk terus mendekatkan diri pada ajaran Allah SWT.

Kedua, istikamah memberikan sedekah. Memberikan sedekah adalah ibadah yang sangat dianjurkan dalam Islam, terutama setelah bulan Ramadan. Umat Islam dapat memperpanjang semangat kebaikan yang dimiliki selama Ramadan dengan terus memberikan sedekah kepada yang membutuhkan.

Ketiga, istikamah berzikir, tahlilan, selawatan, dan berdoa. Berzikir (mengingat Allah) dan berdoa adalah cara yang baik untuk memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT. Setelah Ramadan, umat Islam dapat melanjutkan praktik berzikir dan berdoa secara rutin untuk memperoleh ketenangan hati dan keberkahan hidup.

Keempat, istikamah salat sunah. Melakukan salat sunah secara rutin adalah cara yang baik untuk memperkuat ikatan spiritual dengan Allah SWT. Salat sunah seperti tahajjud, rawatib (shalat sunah sebelum atau sesudah salat wajib), dan shalat dhuha adalah beberapa contoh yang bisa dilakukan setiap hari.

Kelima, memperbaiki akhlak. Salah satu tujuan utama dari puasa Ramadan adalah untuk meningkatkan akhlak dan karakter seseorang. Setelah Ramadan, umat Islam dapat terus berusaha memperbaiki akhlak mereka dengan menjaga kesabaran, mengendalikan kemarahan, dan meningkatkan kebaikan dalam interaksi sehari-hari.

Keenam, mengikuti sunnah Rasulullah SAW. Mengikuti sunnah Rasulullah SAW adalah ibadah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Setelah Ramadan, umat Islam dapat terus mempelajari dan mengikuti contoh Rasulullah SAW dalam berbagai aspek kehidupan mereka.

Ketujuh, menjaga hubungan silaturahmi. Menjaga hubungan silaturahmi dengan keluarga, teman, dan tetangga adalah bagian penting dari ibadah dalam Islam. Setelah Ramadan, umat Islam dapat terus menjaga dan memperkuat hubungan sosial mereka untuk mendapatkan keberkahan dari Allah SWT.

Kedelapan, istikamah mujahadan, istigasah, ziarah kubur, dan amalan lain yang mendekatkan diri kepada Allah, Rasulullah, sahabat nabi, dan kekasih Allah Swt. Kesembilan, meningkatkan semua bentuk ibadah yang menyelaraskan hablumminallah, hablumminannas, dan hablumminalalam, Dengan melanjutkan dan memperkuat ibadah-ibadah di atas setelah Ramadan, umat Islam dapat mempertahankan dan meningkatkan keberkahan spiritual mereka sepanjang tahun. Begitu!

*Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., penulis lahir di Pati, 17 Juni. Saat ini menjadi dosen Institut Islam Nahdlatul Ulama Temanggung, Koordinator Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) LP. Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah 2018-2023, Pengurus LTN NU PCNU Kabupaten Temanggung 2019-2024, Kabid Media, Hukum, dan Humas Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah 2020-sekarang, aktif menjadi reviewer 18 jurnal internasional terindeks Scopus, reviewer 9 jurnal internasional, editor dan reviewer 25 jurnal nasional.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Siswa MI Mambaul Ulum Grogolan Dukuhseti Sabet Juara 1 Lari Jarak Jauh di Porsema Jateng

    • calendar_month Sen, 13 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 574
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id. – JATENG – Kabar menggembirakan datang dari even Pekan Olahraga dan Seni Ma’arif (Porsema) XII Jawa Tengah. Pasalnya, salah satu atlet dari Kabupaten yakni Pati Muhammad Andrean Saputra (12) torehkan prestasi dari cabor lari jarak jauh.  Andrean merupakan pelajar kelas 6 Madrasah Ibtidaiyah (MI) Mambaul Ulum, Desa Grogolan, Kecamatan Dukuhseti. Ia berhasil meraih juara […]

  • Suluk Maleman Kali ini Menemukan Cahaya di Tengah Gelap Zaman

    Suluk Maleman Kali ini Menemukan Cahaya di Tengah Gelap Zaman

    • calendar_month Sen, 26 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 7.934
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id Suluk Maleman memasuki edisi 169 yang bertepatan ulang tahunnya yang ke -14, sengaja memilih tema ‘Timbang Mengutuki Kegelapan, Mending Menyuluhi Jalan’. Tema ini bukan hanya respon terhadap kondisi aktual peradaban global, tapi sekaligus mewakili konsistensi Suluk Maleman yang selama 14 tahun tanpa jeda terus menerus mengajak masyarakat untuk merenung tentang diri dan lingkangannya. […]

  • Sempat Vakum, PAC IPNU Kayen Kembali Gelar Rutinan Majelis Sholawat

    Sempat Vakum, PAC IPNU Kayen Kembali Gelar Rutinan Majelis Sholawat

    • calendar_month Kam, 7 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 472
    • 0Komentar

      Suasana majelis sholawat yang digagas oleh pelajar NU Kayen setelah sekian lama terhenti KAYEN – PAC IPNU Kecamatan Kayen melalui Departemen Olahraga Seni dan Budaya (OSB) kembali menggelar rutinan majelis sholawat di Gedung MWC NU Kayen, Selasa (5/10/2021). Setelah beberapa bulan vakum, karena adanya perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kabupaten Pati. Kegiatan […]

  • Jaga Kondusivitas Daerah, Kesbangpol Kabupaten Semarang Siap Sinergi dengan FKPT Jateng

    Jaga Kondusivitas Daerah, Kesbangpol Kabupaten Semarang Siap Sinergi dengan FKPT Jateng

    • calendar_month Sel, 20 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 531
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id Ungaran – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Semarang siap bersinergi dengan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah. Hal itu terungkap dalam silaturahmi antara Ketua FKPT Jateng Hamidulloh Ibda dan Kepala Kesbangpol Kabupaten Semarang, Suyana, S.H., M.Si., beserta jajaran di sebuah cafe di Ungaran, Kabupaten Semarang, Selasa (20/5/2025). Dalam kesempatan itu, […]

  • PCNU-PATI

    Inilah Sembilan Tren Tema Artikel yang Laku di Jurnal Scopus

    • calendar_month Sen, 30 Sep 2024
    • account_circle admin
    • visibility 459
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Tuban – Dalam rangka menguatkan keterampilan dosen dalam menulis artikel ilmiah untuk dipublikasikan di jurnal internasional bereputasi terindeks Scopus, LPPM Universitas Al-Hikmah Indonesia (UAI) Tuban menggelar Workshop Academic Writing bertajuk “Strategi Penulisan Artikel Ilmiah untuk Publikasi di Jurnal Bereputasi” bertempat di Aula Lt.3 Gedung A Kampus Universitas Al Hikmah Indonesia (UAI) Tuban. Acara tersebut […]

  • Pertama Kali di Indonesia, Mahasiswa Keperawatan Dibekali Nursing Journalism

    Pertama Kali di Indonesia, Mahasiswa Keperawatan Dibekali Nursing Journalism

    • calendar_month Sab, 15 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 594
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Temanggung – Sebanyak 111 mahasiswa-mahasiswi Akademi Keperawatan (AKPER) Alkautsar Temanggung diberikan pelatihan jurnalisme keperawatan dalam agenda Kuliah Pakar Nursing Journalism dengan narasumber dosen AKPER Alkautsar Ratna Kurniawati, S.Kep., Ns., M.Kep, dan dosen Inisnu Temanggung Dr. Hamidulloh Ibda, yang dimulai pukul 08.07 WIB, Jumat (14/2/2025). Pengurus YAPTINU Temanggung, Miftakhul Hadi, secara resmi membuka kegiatan tersebut. […]

expand_less