Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Puasa setelah Puasa

Puasa setelah Puasa

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 2 Apr 2024
  • visibility 345
  • comment 0 komentar

Oleh Hamidulloh Ibda*

Kebanyakan orang memandang, memahami, menginterpretasi bahwa puasa ya hanya puasa Ramadan. Ya, benar kalau itu puasa wajib sebagai bagian dari rukun Islam. Namun, sebenarnya banyak puasa setelah puasa, puasa di atas puasa, puasa pasca puasa.

Realitasnya, setelah bulan Ramadan yang penuh berkah berlalu, umat muslim di seluruh dunia seringkali berpikir tentang bagaimana mereka dapat mempertahankan spiritualitas dan keberkahan setelah bulan suci itu berakhir. Padahal kebanyakan setelah puasa Ramadan sebulan, kita kaghok, kaget, bahkan culture shock (gegar budaya). Nah, salah satu cara untuk melakukannya adalah dengan melanjutkan puasa sunah setelah Ramadan. Puasa sunah merupakan puasa yang dianjurkan dalam agama Islam, selain puasa wajib seperti puasa Ramadan. Puasa ini adalah kesempatan bagi umat muslim untuk terus mendekatkan diri pada Allah SWT dan meningkatkan ibadah mereka.

Puasa setelah Puasa, Apa Saja?

Banyak sekali deretan puasa sunah setelah puasa wajib di bulan Ramadan. Pertama, puasa enam hari di bulan Syawal. Setelah Ramadan, salah satu puasa sunah yang sangat dianjurkan adalah puasa enam hari di bulan Syawal. Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadan, kemudian dia berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia seperti berpuasa setahun penuh.” (HR. Muslim). Puasa ini tidak harus dilakukan secara berturut-turut setelah Idul Fitri, tetapi bisa dilakukan kapan saja selama bulan Syawal. Ini adalah kesempatan yang luar biasa bagi umat Muslim untuk mendapatkan pahala yang besar dengan melakukan ibadah yang relatif ringan.

Kedua, puasa Daud, yaitu puasa di mana seseorang berpuasa setiap hari dan berbuka setiap malam. Puasa ini dilakukan dengan cara berpuasa sehari dan berbuka pada hari berikutnya. Ini adalah puasa yang dianjurkan untuk menumbuhkan rasa syukur dan kesabaran.

Ketiga, puasa Senin dan Kamis. Puasa sunah Senin dan Kamis juga merupakan amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Rasulullah SAW bersabda, “Amal-amal itu disampaikan pada hari Senin dan Kamis, maka aku suka amalku disampaikan ketika aku sedang berpuasa.” (HR. Tirmidzi). Puasa Senin dan Kamis adalah cara yang bagus untuk memperkuat ikatan spiritual dengan Allah SWT dan mengikuti jejak Rasulullah SAW.

Keempat, puasa Ayyamul Bidh. Puasa Ayyamul Bidh adalah puasa sunah yang dilakukan pada hari ke-13, ke-14, dan ke-15 setiap bulan Hijriah. Puasa ini merupakan amalan yang sangat dianjurkan karena mengikuti sunah Rasulullah SAW dan diberkati oleh Allah SWT.

Kelima, puasa Arafah, yaitu puasa dilakukan pada tanggal 9 Dzulhijjah, yaitu hari sebelum Hari Raya Idul Adha. Rasulullah SAW bersabda, “Aku berharap kepada Allah bahwa puasa Arafah dapat menghapus dosa setahun yang telah lalu dan setahun yang akan datang.” (HR. Muslim). Puasa Arafah adalah amalan yang sangat dianjurkan bagi mereka yang tidak sedang menjalankan ibadah haji. Ini adalah kesempatan untuk mendapatkan pengampunan Allah SWT dan mendekatkan diri pada-Nya.

Puasa sunah setelah Ramadan adalah cara yang baik untuk mempertahankan spiritualitas dan keberkahan setelah bulan suci itu berakhir. Dengan melanjutkan praktik puasa sunah, umat Muslim dapat terus mendekatkan diri pada Allah SWT dan meningkatkan ibadah mereka sepanjang tahun. Semoga Allah menerima amalan kita dan memberkahi kita dengan keberkahan yang tak terhingga. Aamiin.

Ibadah setelah Ramadah

Selain deretan ibadah puasa di atasm setelah bulan Ramadan, ada beberapa ibadah yang cocok dilakukan oleh umat Islam untuk mempertahankan dan meningkatkan keberkahan spiritual mereka. Pertama, melanjutkan tradisi tadarus membaca Al-Qur’an. Membaca Al-Qur’an secara rutin merupakan ibadah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Setelah Ramadan, umat Islam dapat melanjutkan kebiasaan membaca Al-Qur’an setiap hari untuk terus mendekatkan diri pada ajaran Allah SWT.

Kedua, istikamah memberikan sedekah. Memberikan sedekah adalah ibadah yang sangat dianjurkan dalam Islam, terutama setelah bulan Ramadan. Umat Islam dapat memperpanjang semangat kebaikan yang dimiliki selama Ramadan dengan terus memberikan sedekah kepada yang membutuhkan.

Ketiga, istikamah berzikir, tahlilan, selawatan, dan berdoa. Berzikir (mengingat Allah) dan berdoa adalah cara yang baik untuk memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT. Setelah Ramadan, umat Islam dapat melanjutkan praktik berzikir dan berdoa secara rutin untuk memperoleh ketenangan hati dan keberkahan hidup.

Keempat, istikamah salat sunah. Melakukan salat sunah secara rutin adalah cara yang baik untuk memperkuat ikatan spiritual dengan Allah SWT. Salat sunah seperti tahajjud, rawatib (shalat sunah sebelum atau sesudah salat wajib), dan shalat dhuha adalah beberapa contoh yang bisa dilakukan setiap hari.

Kelima, memperbaiki akhlak. Salah satu tujuan utama dari puasa Ramadan adalah untuk meningkatkan akhlak dan karakter seseorang. Setelah Ramadan, umat Islam dapat terus berusaha memperbaiki akhlak mereka dengan menjaga kesabaran, mengendalikan kemarahan, dan meningkatkan kebaikan dalam interaksi sehari-hari.

Keenam, mengikuti sunnah Rasulullah SAW. Mengikuti sunnah Rasulullah SAW adalah ibadah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Setelah Ramadan, umat Islam dapat terus mempelajari dan mengikuti contoh Rasulullah SAW dalam berbagai aspek kehidupan mereka.

Ketujuh, menjaga hubungan silaturahmi. Menjaga hubungan silaturahmi dengan keluarga, teman, dan tetangga adalah bagian penting dari ibadah dalam Islam. Setelah Ramadan, umat Islam dapat terus menjaga dan memperkuat hubungan sosial mereka untuk mendapatkan keberkahan dari Allah SWT.

Kedelapan, istikamah mujahadan, istigasah, ziarah kubur, dan amalan lain yang mendekatkan diri kepada Allah, Rasulullah, sahabat nabi, dan kekasih Allah Swt. Kesembilan, meningkatkan semua bentuk ibadah yang menyelaraskan hablumminallah, hablumminannas, dan hablumminalalam, Dengan melanjutkan dan memperkuat ibadah-ibadah di atas setelah Ramadan, umat Islam dapat mempertahankan dan meningkatkan keberkahan spiritual mereka sepanjang tahun. Begitu!

*Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., penulis lahir di Pati, 17 Juni. Saat ini menjadi dosen Institut Islam Nahdlatul Ulama Temanggung, Koordinator Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) LP. Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah 2018-2023, Pengurus LTN NU PCNU Kabupaten Temanggung 2019-2024, Kabid Media, Hukum, dan Humas Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah 2020-sekarang, aktif menjadi reviewer 18 jurnal internasional terindeks Scopus, reviewer 9 jurnal internasional, editor dan reviewer 25 jurnal nasional.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menggali Potensi Lokal

    Menggali Potensi Lokal

    • calendar_month Jum, 28 Apr 2017
    • account_circle admin
    • visibility 345
    • 0Komentar

    Pati. Jajaran Pengurus Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kec Juwana mengadakan Konferensi, hal tersebut di lakukan sesuai dengan ketentuan dalam organisasi Nahdlatul Ulama apabila sudah berakhir masa jabatan maka akan di lakukan reorganisasi. bertempat di Kantor MWCNU Juwana Jl. Juwana Tayu Km 2 Dukutalit Juwana, akhir-akhir ini. Setelah Ketua Siswoyo memberikan laporan pertanggung jawaban perjalanan […]

  • PMII Pati Salurkan Bantuan Untuk Korban Banjir di Dukuhseti

    PMII Pati Salurkan Bantuan Untuk Korban Banjir di Dukuhseti

    • calendar_month Sab, 27 Feb 2021
    • account_circle admin
    • visibility 370
    • 0Komentar

    DUKUHSETI – PC PMII Pati bersama PMII Komisariat Syekh Mutamakkin IPMAFA, PMII Komisariat Joyo Kesumo STAIP dan KSEI STIEF hari ini (Sabtu, 27/02) menggelar bakti sosial dengan memberikan paket sembako kepada masyarakat desa Dukuhseti Kecamatan Dukuhseti yang terdampak banjir. Dalam kegiatan bakti sosial tersebut, PMII menyalurkan 100 paket sembako yang berupa beras 2,5 Kg, gula pasir […]

  • Mengelola Energi Kreatif Pegiat Lesbumi Dalam Berkesenian dan Berkebudayaan

    Mengelola Energi Kreatif Pegiat Lesbumi Dalam Berkesenian dan Berkebudayaan

    • calendar_month Sab, 2 Nov 2024
    • account_circle admin
    • visibility 571
    • 0Komentar

    Oleh : M. Syafii Pahlevi Menghidupkan spirit berkesenian dan berkebudayaan meniscayakan adanya beberapa unsur pendukung, selain kemampuan praksis personal juga ditopang oleh penerimaan masyarakat pendukungnya. Sehingga hal ini memerlukan beragam gagasan yang saling bersinergi, yang kemudian dikolaborasikan menjadi satu gerakan atau perhelatan yang menyatu. Selain itu, kebutuhan adanya resource atau sumber daya penunjang bagi kegiatan […]

  • PCNU - PATI

    Definisi Aswaja

    • calendar_month Sen, 8 Agu 2022
    • account_circle admin
    • visibility 324
    • 0Komentar

    Dalam dekade terakhir ini, keberadaan beberapa tokoh dan lembagakeagamaan dinilai berhasil menarik perhatian masyarakat Indonesia.Terlebih lagi dalam kasus kontroversi aliran Ahmadiyah yang hampirbrsamaan dengan krisis politik dan implikasi sosial yang ditimbulkannya.Memang bukan wacana baru dalam konteks kehidupan sosial keagamaandi Indonesia. Namun keberadaan aliran sesat ini mampu menarikperhatian semua kalangan. Fenomena perkembagan alian-alirankeagamaan tidak lagi bisa […]

  • Terinspirasi Meriam Kekaisaran Ottoman Turki, Siswa MTs Salafiyah Kajen Ciptakan Robot Basilica

    Terinspirasi Meriam Kekaisaran Ottoman Turki, Siswa MTs Salafiyah Kajen Ciptakan Robot Basilica

    • calendar_month Sel, 1 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 442
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id – Memanfaatkan sejumlah barang bekas, Siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) Salafiyah Kajen, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, berhasil menciptakan sebuah robot yang  dinamakan Basilica.  Siswa itu adalah Muhammad Ridwan Arsyad dan Anargya Fahmi Ilmi Nugraha. Keduanya dibimbing oleh Angelia, guru MTs Salafiyah dan tim Madrasah Robotic Competition (MRC).  Bahkan, berkat ketelatenan dari kedua siswa itu, mereka […]

  • PCNU-PATI Photo by frolicsomepl

    Menjadi Kaya seperti Tuhan

    • calendar_month Kam, 3 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 329
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin*  Amou Hajj, pria asal Iran yang memegang gelar juara dunia sebagai manusia terkotor akhirnya meninggal dunia pada 23 Oktober lalu. Pria renta ini disinyalir sudah 60 tahun tidak mandi, sebab ia haqqul yakin bahwa jika dia mandi, maka akan mati.  Tak hanya absen mandi selama enam dekade, kebiasaan hidup Amou Hajj […]

expand_less