Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Peran Pesantren Sebagai Pengembangan Civil Society

Peran Pesantren Sebagai Pengembangan Civil Society

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 3 Jun 2023
  • visibility 498
  • comment 0 komentar

Oleh : Siswanto, MA

Berbicara tentang pemberdayaan masyarakat dalam konteks Indonesia, tentunya sangat kompleks sekali ranah dan dimensinya.  Mulai dari banyaknya angka kemiskinan, keterbelakangan masyarakat, dan kurang terciptanya lapangan pekerjaan yang merata, sehingga dari situ dibutuhkan para agen perubahan sosial untuk memberikan sumbangsih pemikiran dan solusi terhadap masyarakat. Agar problem solving di masyarakat bisa teratasi dan mendapatkan solusinya.

Dari banyaknya problem sosial di masyarakat, maka kehadiran pesantren menjadi suatu keniscayaan untuk dilibatkan. Sebab, pesantren sejak kemunculannya memang tidak dapat dilepaskan dari peran masyarakat. Karena lembaga keagamaan ini bisa tumbuh dan berkembang dari dan untuk masyarakat.

Maka, pesantren didirikan dengan tujuan mengadakan trasformasi sosial bagi masyarakat daerah sekitarnya. Ia hadir untuk mengabdikan dirinya dalam mengembangkan dakwah Islam dalam pengertian secara luas, dan mengembangkan masyarakat sesuai dengan nilai-nilai keagamaan, serta pada gilirannya didukung secara penuh oleh masyarakat sekitar.

Adapun aspek lain siginifikansi pelibatan pesantren dalam pemberdayaan masyarakat berpulang pada kenyataan, bahwa masyarakat Indonesia yang mayoritas terdiri dari komunitas muslim terbesar di dunia pada umumnya menetap di daerah pedesaan.

Karena mayoritas masyarakat yang tinggal di pedesaan adalah alumni dari pesantren. Sehingga  keberadaan pesantren di masyarakat sangat berpengaruh dalam memberikan kontribusi kongkrit baik dalam bentuk keagamaan serta dalam bentuk edukasi masyarakat. Oleh karena itu, nuansa khas pesantren sangat kental di dalam masyarakat pedesaan dan ada manfaatnya terhadap masyarakat sekitar.

Maka, dalam hal ini setiap pengembangan pemikiran dan interpretasi keagamaan yang berasal dari luar kaum elit pesantren sebagai pusat pendidikan Islam dan instruksi keagamaan tidak akan memiliki dampak signifikan terhadap way of life dan sikap masyarakat Islam di daerah pedesaan. Hal ini menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat Indonesia,khususnya dalam bentuk pengembangan civil society, mutlak harus melibatkan pesantren.

Secara embrional, pesantren sebenarnya telah mengemban aspek-aspek tertentu dari nilai-nilai yang ada pada civil society. Sejak awal berdirinya Lembaga keagamaan dan sosial ini sangat menekankan kepada moralitas yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemandirian, kesederhanaan, takdhim, dan lain sebagainya.

Sedangkan kemandirian dan moderasi yang dianut di pesantren lebih ditekankan kepada santri. Hal ini dimaksud sebagai modal utama dalam mengantarkan para santri dan masyarakat sekitar menuju pembentukan masyarakat yang diinginkan.

Karakteristik semacam itu telah mengantarkan pesantren kepada eksistensinya yang unik sebagai subkultur dengan alternated way of life. Dan ini tentunya memberikan posisi menguntungkan bagi pesantren.

Pesantren dengan kemandiriannya misalnya, memperlihatkan bahwa pola dan cara hidupnya berbeda dan berada di luar hierarki negara, sehingga secara potensial memiliki posisi daya tawar cukup tinggi vis avis negara. Pada posisinya seperti itu, pesantren secara subtansial merupakan agen civil society yang sejati.

Dengan demikian, pemberdayaan masyarakat yang terpusat pada pesantren bisa berjalan dan ada kontribusi kongkrit terhadap masyarakat yang perlu diperhatikan adalah pada konsep awal dari adanya pesantren dan peran sentral dari pengasuh pesantren,serta menyiapkan santri sebagai agen perubahan sosial dengan maksud dan tujuan, santri Ketika lulus dari pesantren sudah siap terjun di masyarakat. Dengan begitu, sumbangsih nyata pesantren bisa dirasakan langsung oleh masyarakat sekitarnya.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Turba ke Gembong, Ketua Lazisnu Cabang Senggol Transparansi dan Digitalisasi

    Turba ke Gembong, Ketua Lazisnu Cabang Senggol Transparansi dan Digitalisasi

    • calendar_month Ming, 19 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 466
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – Diskusi Upzis – Lazisnu yang digelar oleh Lazisnu MWC NU Gembong dihadiri oleh PC Lazisnu Kabupaten Pati, Ahad (19/1). Agenda yang dilangsungkan di MI Hidayatul Islam Gembong tersebut, dihadiri langsung oleh Edi Kiswanto, Ketua Lazisnu PCNU Pati. Edi, didampingi tiga rekannya menyapa para pengurus Upzis se-Kecamatan Gembong. Selain memperkenalkan kepengurusan baru Lazisnu […]

  • 85 Pendekar Lolos Pengesahan Pelatih

    85 Pendekar Lolos Pengesahan Pelatih

    • calendar_month Jum, 13 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 448
    • 0Komentar

    PATI-Sejumlah 85 orang pendekar berkumpul di kantor PCNU Pati. Mereka datang untuk mengikuti Pengesahan Pelatih yang diadakan oleh Pengurus Cabang Pagar Nusa Pati, Jumat (13/9) siang hingga malam ini. Ke 85 peserta yang hadir merupakan perwakilan dari Pengurus Anak Cabang (PAC) Pagar Nusa di Kabupaten Pati. Dari 85 orang tersebut, ada 15 peserta putri yang […]

  • Pelantikan PAC Fatayat  NU Kec Winong

    Pelantikan PAC Fatayat NU Kec Winong

    • calendar_month Sel, 18 Jul 2017
    • account_circle admin
    • visibility 579
    • 0Komentar

    Pati. Pengurus Cabang Fatayat Nahdlatul Ulama Pati secara resmi melantik Pengurus Anak Cabang Nahdlatul Ulama Kecamatan Winong, bertempat di Aula sekolah Tarbiyatul Banin 12/07 kemarin. Pelantikan tersebut dilakukan agar kordinasi dari tingkat Ranting hingga Cabang akan terus terjalin. “Maka sejak tahun ini pengurus cabang akan datang ke PAC Fatayat NU untuk memperbarui para pengurusnya,”ujar  Nugraini […]

  • Tingkatkan publikasi, PC Fatayat NU Kab. Pati gelar pelatihan desain grafis

    Tingkatkan publikasi, PC Fatayat NU Kab. Pati gelar pelatihan desain grafis

    • calendar_month Kam, 11 Mar 2021
    • account_circle admin
    • visibility 540
    • 0Komentar

      Tingkatkan publikasi, PC Fatayat NU Kab. Pati gelar pelatihan desain grafis Pati 9 Maret 2021 Dalam rangka memperingati harlah ke 71 thn Fatayat NU  Pati. ajak kader Fatayat Pelatihan desain grafis untuk meningkatkan publikasi Fatayat. Kegiatan yang berlangsung dari pukul 08.00 – 12.00 berlokasi di gedung PCNU Pati  lt 3 di bimbing langsung oleh […]

  • PCNU : Nisfu Sya’ban Momentum Emas untuk Berbenah

    PCNU : Nisfu Sya’ban Momentum Emas untuk Berbenah

    • calendar_month Rab, 8 Apr 2020
    • account_circle admin
    • visibility 474
    • 0Komentar

    Kegiatan santunan yatim peringatan Nisfu Sya’ban di salah satu masjid di Kabupaten Pati tahun lalu.  PATI-Kasus penyebaran covid 19 yang todak kunjung usai, membuat sebagian warga resah. Hal ini ditanggapi serius oleh berbagai organisasi kemasyarakatan, termasuk NU. Semua lapisan di NU mulai pengurus besar hingga ranting berlomba menyediakan layanan terbaik bagi masyarakat. Melalui lembaga-lembaganya, NU […]

  • KH. Sya'roni Gantikan KH. Thoifur Pimpin NU Trangkil

    KH. Sya’roni Gantikan KH. Thoifur Pimpin NU Trangkil

    • calendar_month Sab, 27 Agu 2022
    • account_circle admin
    • visibility 478
    • 0Komentar

    TRANGKIL – Kursi kepemimpinan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Trangkil baru saja berpindah tangan. Hal ini, setelah dilaksanakannya konferensi di Desa Kertomulyo, Trangkil pada Jumat (26/8) kemarin. Duet KH. Badruddin Syatibi dan KH. Thoifur Alam sebagai Ro’is Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah MWC NU Trangkil dan pungkas dengan manis pada bulan ini. Sebagai penerusnya, […]

expand_less