Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Manusia Bukan Sumber Kebenaran

Manusia Bukan Sumber Kebenaran

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 17 Nov 2025
  • visibility 5.524
  • comment 0 komentar

 

Munculnya fenomena mengumbar kebencian terutama di media sosial rupanya menjadi keresahan tersendiri saat digelarnya Ngaji NgAllah Suluk Maleman edisi ke- 167 pada Sabtu (15/11).
Penggagas Suluk Maleman mengajak semua masyarakat untuk sama-sama bermuhasabah. Terlebih dengan banyaknya perubahan luar biasa di kalangan masyarakat.
“Seperti bagaimana kita melihat pesantren dipojokkan begitu rupa. Orang tak melihat apa masalahnya tapi justru lebih banyak menuding. Padahal kalau di Jawa satu jari menuding ke orang lain, empat lainnya menuding ke diri sendiri,” sentil Anis membuka dialog.
Dia begitu prihatin saat melihat ada orang yang memaki kiai.
“Jangan menilai seolah-olah anda benar. Pengetahuan kita yang dianggap benar belum tentu sumber kebenaran itu sendiri,” ujar dia.
Anis menyebut kemampuan manusia dalam bereaksi 95 persen berasal dari apa yang telah masuk ke diri. Sehingga faktor lingkungan dan budaya memiliki pengaruh yang besar.
“Jangan-jangan apa yang kita pikirkan hanya persoalan sudut pandang saja,” ujar dia.
Dia mencontohkan, saat di Arab orang memegang jenggot menjadi bentuk penghormatan. Hal itu jauh berbeda jika di Jawa.
“Mungkin disini dianggap penghinaan. Maka reaksi berbeda akan muncul jika kita dibesarkan dari budaya yang berbeda pula,” terang dia.
Anis menegaskan, bisa jadi seseorang menyalahkan sesuatu ketika melihat budaya yang tak begitu dekat dengannya. Hal itu dikatakannya sebagai bentuk bias kognitif.
“Minimnya pengetahuan anda yang menampakkan salah. Kita tidak bisa menyentuh kebenaran kalau anda tidak dibersihkan. Padahal kita tidak mungkin bersih kecuali dibersihkan oleh Allah. Kita hanya bisa mencoba terus membersihkan diri,” terang Anis.
Oleh karena itu budayawan asal Pati itu mengingatkan jika seseorang harus berpendapat harus terus membersihkan persepsi.
“Kalau berpendapat harus bertanya apa kepentingan saya, apa pengetahuan yang membuat saya menyatakan pendapat semacam ini,” ujar dia.
Dia juga menyoroti tindakan sedikit Gus yang dinilai berlebihan, tapi sekaligus heran kenapa justru lembaga yang dituding adalah pesantren.
“Padahal di semua lembaga selalu ada orang bermasalah. Namun kita diarahkan melihat hanya yang jahat saja. Dan itu tidak adil serta terkesan jahat,” terang dia.
Anis menyebut hal terberat adalah manusia berhadapan dengan dirinya sendiri. Dengan nafsunya sendiri. Dia juga mengingatkan terkait penyakit hati.
“Kadang kebenaran justru hilang akibat kebencian. Para nabi dan rasul yang begitu baik pun; masih ada yang masih memusuhi dan memfitnah,” imbuh dia.
Penggagas Suluk maleman itu juga mengingatkan jika semua manusia selalu punya potensi penyakit hati jika tak diarahkan.
“Maka sebaiknya jangan pernah kita merasa benar sendiri, Jangan pernah merasa mukmin. Jangan sampai ngomong kafir dan munafik ke orang lain; sambil menilai diri sendiri sebagai mukmin,” ujar dia.
Tema yang menarik membuat ratusan warga yang menyaksikan baik secara daring maupun datang langsung ke Rumah Adab Indonesia Mulia semakin hangat. Penampilan musik Sampak GusUran juga menambah kemeriahan Ngaji Budaya tersebut. (*)

Keterangan foto: Anis Sholeh Ba’asyin dalam NgAllah Suluk Maleman “Negeri Byar Pet” yang digelar di Rumah Adab Indonesia Mulia, Sabtu (15/11).

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • FKUB Pati Lakukan Verifikasi Faktual Pendirian Gereja Bethel Indonesia WTC Tayu

    FKUB Pati Lakukan Verifikasi Faktual Pendirian Gereja Bethel Indonesia WTC Tayu

    • calendar_month Kam, 26 Des 2024
    • account_circle admin
    • visibility 656
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id. – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Pati melakukan verifikasi faktual permohonan pendirian Rumah Ibadah Gereja Bethel Indonesia WTC Tayu di Desa Sendangrejo, Kecamatan Tayu, (19/12/2024). Tim verifikasi dipimpin langsung oleh Ketua FKUB Pati, KH. Ahmad Manhajussidad, dan Sekretaris H. Maskan. Tim melakukan peninjauan langsung ke lokasi dan memverifikasi persyaratan pendirian rumah ibadah […]

  • Dialog Kebudayaan di Pati: Menjaga Budaya, Merawat Bangsa

    Dialog Kebudayaan di Pati: Menjaga Budaya, Merawat Bangsa

    • calendar_month Sen, 8 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 6.187
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Pemerintah dan masyarakat Pati diminta untuk terus mempertahankan dan mengembangkan budaya lokal sebagai bagian tak terpisahkan dari sistem pendidikan nasional. Hal ini disampaikan oleh Ketua Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI) Jawa Tengah, Muh Zen, saat menjadi narasumber Dialog Kebudayaan, yang berlangsung di Aula Kantor Muslimat Nahdlatul Ulama Pati, Sabtu (6/12/2025). Muh Zen […]

  • PCNU-PATI

    Hijrah, Berubah untuk Masa Depan

    • calendar_month Sel, 22 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 448
    • 0Komentar

    Jika kau rasa hidupmu membosankan. Jika kau rasa hari-harimu menyedihkan. Kau perlu berhijrah, kawan. Agar harimu kembali cerah, agar senyummu kembali merekah.Namun, jika saat ini kau telah merasa nyaman. Hari-harimu sudah menyenangkan. Bukan berarti kau tak perlu berhijrah. Kau tetap harus berhijrah, berubah menuju arah yang lebih baik karena perubahan adalah keniscayaan.Kita pasti ingin hidup […]

  • Lakpesdam NU Mengembangkan Wacana Intelektual

    Lakpesdam NU Mengembangkan Wacana Intelektual

    • calendar_month Rab, 18 Okt 2017
    • account_circle admin
    • visibility 396
    • 0Komentar

    Pati.Pengurus Lakpesdam NU Pati mengadakan diskusi buku di setiap bulannnya. Hal itu dilakukan untuk menumbuhkan keintelektualan para pengurus Lakpesdam dan para generasi muna Nahdlatul Ulama. Acara bertempat di Darul Hadlanah Waturoyo Pati, 12/9 kemarin, dengan menghadirkan narasumber Siswanto Mahasiswa Pasca Sarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Pada diskusi kali ini mengambil tema tema Islam Arif, Islam […]

  • Branding Tak Sekadar Promosi, Tapi Ideologisasi

    Branding Tak Sekadar Promosi, Tapi Ideologisasi

    • calendar_month Sab, 11 Nov 2023
    • account_circle admin
    • visibility 555
    • 0Komentar

    Magelang – Bertempat di Kantor PCNU Kabupaten Magelang, Koordinator Gerakan Literasi Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah Hamidulloh Ibda mengatakan bahwa branding yang dilakukan oleh madrasah dan sekolah Ma’arif bukan sekadar untuk promosi namun lebih pada ideologisasi. “Kalau promosi bisa lewat iklan, advertorial, testimoni, tapi branding itu satu kesatuan gerakan untuk ideologisasi Aswaja melalui media massa, […]

  • PAC IPNU IPPNU Dukuhseti Didorong Segera Gelar Konferancab

    PAC IPNU IPPNU Dukuhseti Didorong Segera Gelar Konferancab

    • calendar_month Ming, 9 Apr 2023
    • account_circle admin
    • visibility 398
    • 0Komentar

    DUKUHSETI – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU ) Dukuhseti gelar acara buka bersama dan Musyawarah Pra Konferensi Anak Cabang (Konferancab) pada Sabtu (8/4/2023). Kegiatan ini berlangsung di Gedung MWC NU Dukuhseti. Hadir dalam kesempatan itu, Pembina IPNU dan Ketua PC IPNU Kabupaten Pati. Ketua PAC […]

expand_less