Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pustaka » Bersyukur Ketika Gagal

Bersyukur Ketika Gagal

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 16 Jul 2021
  • visibility 394
  • comment 0 komentar

 

Banyak orang ingin menjadi yang pertama dalam hal apa saja. Bahkan tak sedikit orang  ingin menjdi “ter..” baik terkaya, terkeren, tersehat, tertampan maupun “ter..” yang lain. Meski demikian, di zaman seperti zaman sekarang ini, belum tentu kita berhasil menjadi yang “ter..” di antara sekian banyak manusia yang ada di dunia. Itulah sebabnya kita harus menjadi perubahan untuk diri sendiri terlebih dahulu.

            Sebelum menjadi yang “ter..” kita perlu menyadari bahwa dunia ini bagaikan arena pertarungan. Siapa yang kuat akan hidup, siapa yang lemah akan binasa. Mereka yang kaya makin kuat karena menikmati jerih payahnya, sedangkan yang miskin harus menjerit  dalam menghadapi badai dan arus kehidupan. Dunia begitu cepat berubah dan berkembang. Oleh sebab itu, kita harus menyesuaikan diri dengan perubahan atau hanyut dengan penderitaan.

            Sampai kapan pun perubahan akan tetap berjalan. Maka dari itu kita harus mampu berubah terlebih dahulu sebelum perubahan mengalahkan diri kita. Lantas, apa yang harus kita kerjakan agar tidak menderita dan bisa menjadi yang terbaik dan menjadi pelopor perubahan untuk yang pertama? Untuk menjawab hal ini, pahami kisah inspiratif berikut ini.

            Semua orang tahu siapa Thomas Alfa Edison, dia adalah seorang penemu bolham lampu. Dengan temuannya ini, orang tentu mengangapnya sebagai orang yang cerdas. Padahal, Thomas Alfa Edison bukan bagian orang yang “ter..” bahkan ia hidup dalam tekanan. Akan tetapi dengan kesungguhannya dan mampu melewati masa-masa sulit akhirnya namanya di kenal sepanjang sejarah peradaban manusia(hlm 11).

            Saat kita menginginkan yang terhebat. Alangkah baiknya jika kita terlebih dahulu mengubah cara pandang terhadap sesuatu, dan tidak menyalahkan keadaan ketika sedang mengalami kegagalan. Padahal tidak ada kesuksesan tanpa kegagalan terlebih dahulu. Tidak ada salahnya kita menyalahkan keadaan. Sebab di dunia yang kompleks ini, ada  kemungkinan dirugikan orang lain. namun tidak menuntut kemungkinan, kegagalan terjadi karena kekurangan yang kita miliki.

            Sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna, kita harus membuka mata lebar-lebar untuk intropeksi diri atas kegagalan yang kita alami serta bersikap obyektif dalam menyikapi berbagai masalah yang muncul.(hlm 22). Bukankah Tuhan tidak akan merubah nasib seseorang, tanpa seseorang itu mau merubahnya sendiri.

            Seperti halnya sekeping mata uang yang memiliki dua sisi, jika ingin memiliki uang tersebut maka kita harus menerima kedua belah sisinya. Begitu pula jika ingin meraih sukses maka kita harus berani menerima kegagalan sebagai konsekuensi dari keberhasilan. Dalam hidup, kesulitan adalah bagian dari ujian manusia. Apakah ia siap untuk diangkat  ke derajat yang lebih tinggi? Kesulitan hidup ibarat ujian naik kelas yang menguji apakah seorang siswa layak naik kelas atau tidak.

            Dari sini bisa dikatakan bahwa kesulitan adalah bagian yang tidak dapat terpisahkan dari kehidupan. Tidak ada manusia  di dunia ini yang tidak pernah merasakan kesulitan. Hal yang membedakan satu orang dengan yang lain adalah bagaimana orang tersebut menyikapi kesulitan yang ada. Orang yang tidak pernah gagal adalah orang-orang yang tidak pernah mencoba melakukan sesuatu yang baru.

            Buku ini memberikan motivasi bagi siapa saja yang pernah mengalami kegagalan. Karena kegagalan bukanlah harga mati untuk mengetahui dan intropeksi. Kegagalan harus dipahami sebagai hal wajar yang harus kita jalani sebagai proses menuju kesuksesan. Takut pada kegagalan maka seumur hidup, kita juga akan takut mencoba sesuatu dan tidak pernah tahu cara mencapai kesuksesan.

             Pada akhirnya orang  berani gagal dan bersyukur atas kegagalan yang dialaminya maka orang tersebut akan meraih kesuksesan. Keberanian adalah kunci utama dalam meraih segala “ter..” selain itu pola pikir dan cara pandang kita terhadap segala ujian harus dirubah. Sebab cara pandang akan mempengaruhi tindakan yang akan kita lakukan, diri kita sendirilah yang mampu mengubah kegagalan menjadi kesuksesan.

 

Judul                 : Create A Different Mindset

Penulis             : Kang Rozi

Penerbit           : Saufa

Tahun terbit     : Pertama, 2015

Tebal               : 192 hlm

ISBN               : 978-602-255-786-9

Peresensi         : Khoirun Niam, Pecinta Buku

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Photo by Madrosah Sunnah

    Sehelai Daun di Musim Gugur

    • calendar_month Ming, 28 Jan 2024
    • account_circle admin
    • visibility 399
    • 0Komentar

    Oleh : J. Intifada Akhir pekan pagi, harinya dia dengan daun-daun yang gugur. Semangatnya memunguti daun-daun kering seperti melihat harta karun. Seringkali sambil berolahraga pagi, jalan mengitari kota sambil membawa karung sak. Dikumpulkannya hingga penuh. Tak terasa bisa mengumpulkan sampai beberapa karung. Bila sudah mendapatkan satu sak penuh, ditaruhlah karungnya di perempatan dekat rumah. Kemudian […]

  • Luar Biasa! LP Maarif Magelang Bekali Guru SD dengan Pelatihan Coding dan AI

    Luar Biasa! LP Maarif Magelang Bekali Guru SD dengan Pelatihan Coding dan AI

    • calendar_month Jum, 1 Agu 2025
    • account_circle admin
    • visibility 565
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id Kabupaten Magelang – Lembaga Pendidikan (LP) Maarif NU PCNU Kabupaten Magelang saat ini baru mengadakan pelatihan koding dan Artificial Intelligence (AI) bagi wakil guru SD se-Kabupaten Magelang. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan guru dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam proses pembelajaran. Pelatihan yang berlangsung mulai Senin,28 Juli sd Jumat,1 Agustus 2025 ini diikuti oleh […]

  • PCNU-PATI

    Pengelolaan Limbah PG Trangkil Sudah Sesuai dengan Prosedur Perizinan

    • calendar_month Sen, 12 Jun 2023
    • account_circle admin
    • visibility 437
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Isu pencemaran lingkungan di tengah-tengah masyarakat menjadi polemik terhadap perusahaan, hal ini tentunya dari perusahaan bisa mengklarifikasi dan memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat sekitar, agar isu pencemaran lingkungan tidak semakin melebar luas. Pada kesempatan kali ini, Mahasiswa Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) IPMAFA melakukan kuliah lapangan di PG Trangkil Pati. Sabtu, 10/06/2023. […]

  • PCNU-PATI

    MA Silahul Ulum Optimis Raih Juara di Kompetisi Marching Band se-Asia

    • calendar_month Jum, 22 Sep 2023
    • account_circle admin
    • visibility 369
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id-PATI – Marching Band Es-Silahy MA Silahul Ulum siap mengikuti Asian Music Games (AMG) Championship 2023 di Jember pada 22-24 September. Hal ini setelah MB Es-Silahi sukses meraih Juara 3 dalam kejuaran Piala Menpora yang diadakan oleh IPMAFA Marching Competition (IMC) 2023. Pemberangkatan MB Es-Silahi untuk mengikuti kompetisi tersebut dilepas langsung oleh Pj Bupati Pati […]

  • Ketua PCNU Sebut INISNU Harus Jadi Tempat Perkaderan Intelektual NU

    Ketua PCNU Sebut INISNU Harus Jadi Tempat Perkaderan Intelektual NU

    • calendar_month Rab, 17 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 6.469
    • 0Komentar

      Temanggung – Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung KH. Muchamad Nurul Yaqin (Gus Nurul Yaqin) berharap agar Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung menjadi tempat perkaderan intelektual Nahdlatul Ulama (NU). Hal itu diungkapkan dalam Pembinaan Ke-NU-an dan Ke-INISNU-an kepada para pejabat INISNU Temanggung masa khidmat 2025-2029 di aula lantai 3 kampus setempat […]

  • Cerita Aku dan Kau

    Cerita Aku dan Kau

    • calendar_month Ming, 12 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 500
    • 0Komentar

      27 Juli 2011 Wisudawan berkumpul dan berbaris memasuki sidang senat terbuka. Hari itu dia kan menyandang gelar sarjana S1 nya. Genap 8 semester dia tempuh pendidikan. Dan aku tak bisa berbuat apa – apa melihatnya akan pergi. Seperti semuanya yang memiliki keinginan dan kemauan. Mencari yang terbaik untuk masa depan dirinya. Entah mengapa egoku […]

expand_less