Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Ketum GP Ansor Minta Kader Turun ke Desa-Desa

Ketum GP Ansor Minta Kader Turun ke Desa-Desa

  • account_circle admin
  • calendar_month Ming, 4 Mei 2025
  • visibility 396
  • comment 0 komentar

 

Pcnupati.or.id – Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Addin Jauharuddin meminta seluruh kader Ansor dan Banser untuk turun ke desa-desa. Itu untuk merespon kondisi ekonomi nasional yang sedang tidak baik-baik saja.

“Teruslah bergerak dan berjuang melakukan yang terbaik untuk organisasi. Turunlah ke desa-desa, ke masyarakat, bantulah mereka dengan perangkat kita, baik itu satuan-satuan di Banser dan sahabat Ansor. Karena sejatinya Ansor lahir dari rahim masyarakat,” ujarnya seusai bersilaturrahim dengan Rais Syuriyah PBNU KH Muadz Thohir di Kajen, Pati, Sabtu (3/5/2025) malam.

Seusai bersilaturrahim, Addin bersama jajarannya didampingi Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Jateng dan Pimpinan Cabang GP Ansor Pati, Jepara, dan Kudus, berziarah ke makam waliyullah Syekh Ahmad Mutamakkin. Sebelumnya, Ketum Ansor menghadiri Apel Patriotisme dan Kemah Bakti II yang diikuti 5.000 kader Ansor Banser di GOR Al Fitroh Desa Watuaji, Kecamatan Keling, Jepara.

Dia menjelaskan, kader Ansor dan Banser harus semakin dekat dengan masyarakat. Segala aktivitas masyarakat merupakan aktivitas Ansor.

Menurut dia, Ansor tahun ini mencanangkan gerakan Satu Barisan Membangun Negeri dengan fokus tema Patriot Ketahanan Pangan. Itu menjadi tema Harlah ke-91 GP Ansor.

“Ini kebutuhan mendasar saat situasi ekonomi nasional sedang tidak baik akibat beragam situasi, termasuk perang tarif dunia. Perlu penguatan pertumbuhan ekonomi nasional, dan paling tepat adalah menghidupkan ekonomi pedesaan, salah satunya melalui potensi pangan,” urainya.

Pangan, lanjut dia, merupakan bidang yang luas, mulai dari pertanian, perikanan, perkebunan, hingga peternakan. Kader Ansor diminta turun ke desa-desa untuk mengidentifikasi kemudian memaksimalkan potensi pangan di daerah masing-masing.

Setelah terpetakan, menurut Addin, perlu dilanjutkan dengan upaya membuka lapangan pekerjaan yang bersifat padat karya. Pencanangan itu telah diresmikan PP GP Ansor saat puncak peringatan Harlah di GOR Satria Banyumas pada 24 April.

“Itu menjadi panduan gerakan pangan nasional Ansor,” katanya, saat berdiskusi santai dengan jajaran pimpinan PW Ansor Jateng dan pimpinan Ansor wilayah Pati Raya di kediaman Ketua PC Ansor Pati Abdullah Syafiq Kajen.

Dalam kesempatan itu, Addin mengungkapkan dua tantangan besar yang harus dijawab Ansor saat ini, yaitu sumber daya manusia (SDM) dan ekonomi. SDM yang unggul harus terus diwujudkan. Itu sejalan dengan gerakan pengembangan ekonomi kader dan masyarakat.

“SDM unggul bisa dilakukan melalui peningkatan pendidikan formal. Ditambah dengan pendidikan skill untuk orientasi pekerjaan. Karena usia kader Ansor adalah usia produktif, yakni 20-45 tahun. Pelatihan skill yang dibutuhkan dunia kerja harus digalakkan di semua lini,” tandasnya. (*/ltn)

  • Penulis: admin
Tags

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peringati Isra' Mi'raj, SMP dan MA QT Al-Akrom Banyuurip Gelar Siraman Rohani

    Peringati Isra’ Mi’raj, SMP dan MA QT Al-Akrom Banyuurip Gelar Siraman Rohani

    • calendar_month Sel, 28 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 448
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – SMP QT dan MAQT Al-Akrom Banyuurip, Desa Banyuurip, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati, mengadakan kegiatan siraman rohani dalam rangka peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW, pada Selasa (28/1/2025). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa SMP QT dan MA QT Akrom Banyuurip. Ustaz Rohmat Aji Wibowo dihadirkan untuk mengisi ceramah pada kegiatan bertema “Menauladani Hikmah […]

  • Edaran PWNU Jateng Tentang Sholat Eid 2020

    Edaran PWNU Jateng Tentang Sholat Eid 2020

    • calendar_month Kam, 14 Mei 2020
    • account_circle admin
    • visibility 326
    • 0Komentar

    Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Provinsi Jawa Tengah, telah menerbitkan surat edaran terkait penyelenggaraan Sholat Eid (Idul Fitri) Tahun 2020. Surat edaran ini dibuat untuk menyikapi pandemi Covid-19 dan ketentuan darurat wilayah provinsi Jawa Tengah. Surat edaran bernomor PW.11/360/C/V/2020 tertanggal 14 Mei 2020 yang ditujukan kepada PCNU, Pengurus MWCNU, dan Pengurus Ranting NU se-Jawa Tengah ini […]

  • NgAllah Suluk Maleman JANGAN JADIKAN AGAMA SEBAGAI MESIN CUCI

    NgAllah Suluk Maleman JANGAN JADIKAN AGAMA SEBAGAI MESIN CUCI

    • calendar_month Ming, 22 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 8.753
    • 0Komentar

      Ramadan tentu bukanlah sekadar ritual menahan lapar, melainkan momentum besar untuk melakukan muhasabah atau introspeksi total. Di tengah hiruk-pikuk dunia modern, muncul sebuah fenomena yang memprihatinkan: menjadikan agama sebagai “mesin cuci”. Kalimat satir itu diungkapkan oleh budayawan Anis Sholeh Ba’asyin saat membuka Suluk Maleman pada Sabtu (21/2). Dia menyebut dengan beribadah, seringkali seseorang sudah […]

  • MTs Joyo Kusumo Bersinar di Ajang Pramuka: Dua Siswa Lolos Seleksi Jamnas XII Tahun 2026

    MTs Joyo Kusumo Bersinar di Ajang Pramuka: Dua Siswa Lolos Seleksi Jamnas XII Tahun 2026

    • calendar_month Sen, 25 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 15.143
    • 0Komentar

    Pati, Jawa Tengah – Memasuki agenda nasional Gerakan Pramuka, Kwartir Cabang (Kwarcab) Pati melalui tim pelatihnya menggelar Pelatihan Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026. Kegiatan yang mengusung tema “Berkreasi, Berinovasi, Terampil dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan” ini dilaksanakan di Sanggar Kwarcab Pati, Jawa Tengah, pada Jumat-Sabtu, 22-23 mendatang. Pelatihan ini diikuti oleh 32 peserta […]

  • PCNU-PATI Photo by Pawel Czerwinski

    Kecerdasan Sayyidina Hasan Ar-Ridho

    • calendar_month Sel, 22 Agu 2023
    • account_circle admin
    • visibility 335
    • 0Komentar

    Oleh : Muhammad Rofiq Dikisahkan bahwa Abu Hayyan merupakan seorang guru dalam Ilmu Nahwu.Pada suatu malam, Abu Hayyan bermimpi melihat Sayyidah Fatimah Az-Zahra memenggam tangan kedua putranya yang masih kecil, yaitu Sayyidina Hasan Ar-Ridho dan Sayyidina Husein Al-Murtadho. Kemudian Sayyidah Fatimah Az-Zahra berkata kepadanya : “ Wahai Abu Hayyan, Tolong ajarilah kedua putraku ini tentang […]

  • Islam Manusia di Zaman Kegalauan

    Islam Manusia di Zaman Kegalauan

    • calendar_month Sen, 15 Mei 2017
    • account_circle admin
    • visibility 441
    • 0Komentar

    Zaman kita adalah zaman berkelimpahan. Tapi, pada saat yang sama, inilah zaman kegalauan. Kata pujangga kita, Ranggawarsita, inilah zaman kalabendu. Jangankan bagi orang yang hidupnya susah secara ekonomi, bahkan bagi orang-orang yang hidupnya berkecukupan, tekanan hidup makin keras: tuntutan kebutuhan artificial yang terus muncul, beban pekerjaan yang overwhelming, lingkungan hidup yang kurang bersahabat dan cenderung […]

expand_less