Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Ketum GP Ansor Minta Kader Turun ke Desa-Desa

Ketum GP Ansor Minta Kader Turun ke Desa-Desa

  • account_circle admin
  • calendar_month Ming, 4 Mei 2025
  • visibility 431
  • comment 0 komentar

 

Pcnupati.or.id – Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Addin Jauharuddin meminta seluruh kader Ansor dan Banser untuk turun ke desa-desa. Itu untuk merespon kondisi ekonomi nasional yang sedang tidak baik-baik saja.

“Teruslah bergerak dan berjuang melakukan yang terbaik untuk organisasi. Turunlah ke desa-desa, ke masyarakat, bantulah mereka dengan perangkat kita, baik itu satuan-satuan di Banser dan sahabat Ansor. Karena sejatinya Ansor lahir dari rahim masyarakat,” ujarnya seusai bersilaturrahim dengan Rais Syuriyah PBNU KH Muadz Thohir di Kajen, Pati, Sabtu (3/5/2025) malam.

Seusai bersilaturrahim, Addin bersama jajarannya didampingi Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Jateng dan Pimpinan Cabang GP Ansor Pati, Jepara, dan Kudus, berziarah ke makam waliyullah Syekh Ahmad Mutamakkin. Sebelumnya, Ketum Ansor menghadiri Apel Patriotisme dan Kemah Bakti II yang diikuti 5.000 kader Ansor Banser di GOR Al Fitroh Desa Watuaji, Kecamatan Keling, Jepara.

Dia menjelaskan, kader Ansor dan Banser harus semakin dekat dengan masyarakat. Segala aktivitas masyarakat merupakan aktivitas Ansor.

Menurut dia, Ansor tahun ini mencanangkan gerakan Satu Barisan Membangun Negeri dengan fokus tema Patriot Ketahanan Pangan. Itu menjadi tema Harlah ke-91 GP Ansor.

“Ini kebutuhan mendasar saat situasi ekonomi nasional sedang tidak baik akibat beragam situasi, termasuk perang tarif dunia. Perlu penguatan pertumbuhan ekonomi nasional, dan paling tepat adalah menghidupkan ekonomi pedesaan, salah satunya melalui potensi pangan,” urainya.

Pangan, lanjut dia, merupakan bidang yang luas, mulai dari pertanian, perikanan, perkebunan, hingga peternakan. Kader Ansor diminta turun ke desa-desa untuk mengidentifikasi kemudian memaksimalkan potensi pangan di daerah masing-masing.

Setelah terpetakan, menurut Addin, perlu dilanjutkan dengan upaya membuka lapangan pekerjaan yang bersifat padat karya. Pencanangan itu telah diresmikan PP GP Ansor saat puncak peringatan Harlah di GOR Satria Banyumas pada 24 April.

“Itu menjadi panduan gerakan pangan nasional Ansor,” katanya, saat berdiskusi santai dengan jajaran pimpinan PW Ansor Jateng dan pimpinan Ansor wilayah Pati Raya di kediaman Ketua PC Ansor Pati Abdullah Syafiq Kajen.

Dalam kesempatan itu, Addin mengungkapkan dua tantangan besar yang harus dijawab Ansor saat ini, yaitu sumber daya manusia (SDM) dan ekonomi. SDM yang unggul harus terus diwujudkan. Itu sejalan dengan gerakan pengembangan ekonomi kader dan masyarakat.

“SDM unggul bisa dilakukan melalui peningkatan pendidikan formal. Ditambah dengan pendidikan skill untuk orientasi pekerjaan. Karena usia kader Ansor adalah usia produktif, yakni 20-45 tahun. Pelatihan skill yang dibutuhkan dunia kerja harus digalakkan di semua lini,” tandasnya. (*/ltn)

  • Penulis: admin
Tags

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU - PATI . (Unsplash/Markus Spiske)

    Detik-Detik Kecelakaan di Kamar Hotel

    • calendar_month Ming, 31 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 307
    • 0Komentar

    Oleh : Elin Khanin Ruangan dengan puluhan lampu gantung bernuansa remang-remang dan eksotis itu sebenarnya sangat cocok untuk sepasang sejoli yang sedang dimabuk cinta. Namun sayang, seringkali hanya sebagai tempat membuang penat dan pelampiasan stress. Seperti gadis yang saat ini duduk bersama lelaki di sudut bar lounge dekat bartender. Sepintas mereka seperti sepasang kekasih, tapi […]

  • Takjil, Pencitraan, dan Tren Konten Kreator

    Takjil, Pencitraan, dan Tren Konten Kreator

    • calendar_month Kam, 13 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 416
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda* Tren pencitraan, sekadar membuat konten telah menjamur di masyarakat kita. Saking jengkelnya ketika ada orang melakukan apapun โ€œhalah itu cuma kontenโ€. Apatisme inilah yang harus diperhatikan di bulan Ramadan. Sebab, Ramadan seharusnya membawa berkah dan semangat untuk meningkatkan ibadah. Namun, di era media sosial ini, Ramadan juga menjadi panggung bagi berbagai fenomena, […]

  • Misi Mulia Kiai Jawa yang Multitasking. Photo by Yudha Aprilian on Unsplash.

    Misi Mulia Kiai Jawa yang Multitasking

    • calendar_month Kam, 10 Agu 2023
    • account_circle admin
    • visibility 474
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin* Dari bacaan yang ada, orang jawa memiliki khazanah yang tak lazim. Kalau kita telusur di literasi-literasi tentang masuknya islam di pulau jawa, tentu kita temukan fakta bahwa, โ€˜merayuโ€™ orang jawa untuk masuk islamโ€”atau setidaknya ramah terhadap islamโ€”bukanlah perkara mudah. Dibutuhkan skill marketing tingkat dewa untuk bisa menembus rapatnya dinding kepercayaan yang […]

  • Lagi, PPMU Putri Gandeng LTN NU Pati Helat Acara Jurnalistik

    Lagi, PPMU Putri Gandeng LTN NU Pati Helat Acara Jurnalistik

    • calendar_month Jum, 12 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 388
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – Ponpes Mansajul Ulum (MU) Putri, Kecamatan Margoyoso Kabupaten Pati menggelar trainning jurnalistik Jumat 12/9. Kegiatan ini digawangi oleh divisi penerangan ponpes yang berada di desa cebolek tersebut. Vika Ni’matur Rosyada atau Rosa, koordinator trainning memaparkan bahwa kegiatan bertajuk ‘Teknik Penulisan Opini Mudah dan Indah’ tersebut merupakan kegiatan rutin Divisi Penerangan Ponpes Mansajul […]

  • Menarik, Salafiyah Tumbuhkan Giat Literasi Via Workshop

    Menarik, Salafiyah Tumbuhkan Giat Literasi Via Workshop

    • calendar_month Jum, 8 Nov 2019
    • account_circle admin
    • visibility 463
    • 0Komentar

    MARGOYOSO-Lemahnya minat menulis dikalangan pelajar saat ini terbilang sangat memprihatinkan. Indikasi paling sederhana adalah mulai sepinya majalah dinding sekolah dari karya-karya peserta didik. Jika alasan yang digunakan adalah beralihnya tempat berkarya dari konvensional menuju digital, ternyata di dunia elektronik pun kiprah kalangan peserta didik masih sangat minim. Arif Khilwa, salah satu pemateri saat memberika joke […]

  • Fiqih Sebagai Etika Bersosial

    Fiqih Sebagai Etika Bersosial

    • calendar_month Sel, 3 Feb 2015
    • account_circle admin
    • visibility 452
    • 0Komentar

    KH.Abdul Ghoffar Rozien (Ketua Staimafa, Pati) mengatakan; โ€œMeskipun KH. MA Sahal Mahfudh telah wafat, Kiai Sahal seolah-olah masih terasa menemani. Pemikiran dan ide-ide segar beliau masih terasa relevan untuk kondisi bangsa saat ini. Gagasan tentang fiqh sosial yang menjadi keahlian beliau merupakan kontribusi berharga bagi komunitas pesantren dan Umat Islam di negeri ini.โ€ Pemikiran dan tindakan Kiai Sahal […]

expand_less