Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Misi Mulia Kiai Jawa yang Multitasking

Misi Mulia Kiai Jawa yang Multitasking

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 10 Agu 2023
  • visibility 542
  • comment 0 komentar

Oleh: Maulana Karim Sholikhin*

Dari bacaan yang ada, orang jawa memiliki khazanah yang tak lazim. Kalau kita telusur di literasi-literasi tentang masuknya islam di pulau jawa, tentu kita temukan fakta bahwa, ‘merayu’ orang jawa untuk masuk islam—atau setidaknya ramah terhadap islam—bukanlah perkara mudah.

Dibutuhkan skill marketing tingkat dewa untuk bisa menembus rapatnya dinding kepercayaan yang ada di Jawa. Bukan hanya itu, setelah sukses menakhlukkan hati khalayak, para menebar agama ini pun masih harus disibukkan dengan agenda lain diluar misi intelektual.

Misalnya, kasus-kasus yang bersifat mistis hingga medis, semuanya ditumpah ruahkan kepada penebar Agama Islam (red-ulama’ atau kiai). Alhasil, mereka juga harus mampu memposisikan diri sebagai dukun, dokter, psikiater, pawang hujan, penasihat kerajaan hingga konsultan bisnis.

Jika—katakanlah—di timur tengah, tugas ulama ‘hanya’ sebatas urusan spiritual dan moral, maka beda cerita di negeri kita. Kasus bayi menangis sampai tengah malam, hingga kambing hilang, semua menjadi ‘tanggung jawab’ kiai. Sebab mereka (masyarakat) secara intuitif yakin betul bahwa kiai merupakan manusia multitasking yang dengan ‘ewes-ewes’-nya mampu melakukan apa saja. Kaum santri menyebutnya, mutafaanun.

Lantas mengapa para ulama jawa mau repot-repot menyebarkan agama islam? Toh setelah punya banyak follower, mereka juga tambah repot dengan seabrek keluahan masyarakat. Jawaban normatifnya ya sesuai sabda nabi, untuk memberi manfaat sebanyak-banyaknya. Namun ada satu jawaban yang lebih menohok, yaitu keberlangsungan peradaban yang baik.

Para ulama rela ‘mewakafkan’ diri untuk ummat. Berperan layaknya minimarket, para beliau menyediakan segala kebutuhan masyarakat, baik rohani, jasmani maupun yang bersifat muamalah, semua adalah demi peradaban yang baik.

Bayangkan jika sebuah negara maju dikuasai orang yang fasik, maka kerusakan akan terjadi di setiap sudut mata memandang. Maka kiai hadir dalam dimensi ‘yang dibutuhkan’ agar orang merasa pekewuh (sungkan) jika harus melakukan hal-hal yang kontra dengan ajaran kiai, sementara, di berbagai aspek kehidupan mereka bergantung pada para romo yai itu.

Ibarat gula, ‘semut-semut’ pun akan merapat, sehingga manis gula pun bisa tersalurkan tanpa perlu penakhlukan atau bahkan peperangan. Hasilnya, tiada roaming antara kiai feat. everyone (termasuk pemilik kebijakan dan bisnisman). Dengan pendekatan multidimensi yang digerakkan kiai, maka para pejabat juga berfikir berkali-kali untuk melakukan menyelewengan. Peluang bisnisman untuk menjalankan money laundry juga menyempit. Pun masyarakat grassroot yang dekat dengan kiai, potensi mereka untuk nge-slot, judi, dadu, mabok dan nyewa WTS juga kian minim.

Via pola ini pulalah, ulama jawa bisa membuktikan bahwa islam itu luas. Islam bukan sekadar halal-haram, sah-batal, atau kafir-mukmin. Islam adalah rahmat bagi semua, seperti yang telah dicontohkan ulama’-ulama’ kita, bukan sekadar kata-kata!.

*Penulis adalah Pendidik di Ponpes Shofa Az Zahro’ dan MI Hidayatul Islam

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bumi Cinta

    Bumi Cinta

    • calendar_month Ming, 24 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 432
    • 0Komentar

    Bumi Cinta – Habiburahman El Shirazy atau biasa dipanggil dengan nama Kang Abik, merupakan salah satu penulis atau novelis asal Indonesia yang berhasil merilis buku-buku best seller, seperti novel berjudul Bumi Cinta. Beberapa karya lain milik Habiburahman El Shirazy bahkan tidak hanya dikenal di Indonesia, melainkan hingga Malaysia, Amerika Serikat, dan Australia. Salah satu karya best seller dari Kang […]

  • PCNU - PATI

    PC IPNU IPPNU Pati Komitmen Tingkatkan Fasilitasi Pembinaan Kader

    • calendar_month Jum, 22 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 514
    • 0Komentar

    Pati. Perkembangan kaderisasi di Kabupaten Pati saat ini semakin meningkat. Hal ini tentunya harus diimbangi dengan bertambahnya fasilatasi pembinaan kader. Kebutuhan untuk membina, mengarahkan, membimbing dan pendistribusian akan dilakukan dan dijalankan sesuai pedoman kaderisasi yang sudah ada. “Tidak hanya Kaderisasi formal saja (MAKESTA & LAKMUD) yang harus ditekankan, tapi juga harus di imbangi kaderisasi yang […]

  • PCNU-PATI

    Ramadan: Diniati, Dilakoni, Diistikamahi

    • calendar_month Sel, 12 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 417
    • 0Komentar

      Oleh Hamidulloh Ibda*   Datangnya 1 Ramadan 1445 H pada Selasa, 12 Maret 2024 yang ditetapkan melalui Sidang Isbath yang ditetapkan pemerintah dengan metode rukyatul hilal, menjadi momentum untuk mengawali menata niat, menaja hati untuk nglakoni (melakukan), dan istiqamah (istikamah). Jika sudah tertata, Ramadan menjadi bulan penyegaran spiritual bagi umat Islam di muka bumi. […]

  • Program Beasiswa Pendidikan dari Lazisnu Pati

    Program Beasiswa Pendidikan dari Lazisnu Pati

    • calendar_month Sen, 26 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 687
    • 0Komentar

     Pati- Program beasiswa yang akan diluncurkan oleh PC Lazisnu Pati siap membantu anak bangsa khususnya yang berdomisili di Pati untuk meraih pendidikan pada jenjang strata dan diploma di Perguruan tinggi yang ada di wilayah Pati.   Teguh santoso, selaku pengurus PC Lazisnu Pati yang diberi tanggung jawab atas program ini mengatakan bahwa program ini sudah […]

  • PCNUPati.or.id, Pati – Gas air mata yang ditembakkan aparat keamanan menghantam hingga area Masjid Agung Baitunnur Pati saat demo 13 Agustus 2025, kemarin. LPBHNU Pati pun menyayangkan tindakan represif aparat. Beredar video, gas air mata ditembakkan hingga halaman Masjid Agung. Sejumlah warga pun menjadi korban. Naasnya, bukan hanya massa demo yang terkana imbas. Warga yang hendak jemaah pun menjadi korban. Ketua Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBHNU) Pati Ahmad Shofwan angkat bicara. Menurutnya demo merupakan hak masyarakat. ”Menanggapi tindakan represif tindakan aparat yang sampai mengejar ke masjid agung. Yang pertama, demo itu hak dan sudah diatur dalam undang-undang, bahwa menyampaikan pendapat di muka umum itu boleh. Kemarin demo itu memang legal dan berizin masih batas waktu yang diperbolehkan,” ujar Shofwan, Kamis (14/8/2025). Ia pun menyayangkan tindakan kepolisian yang dinilai terlalu represif. Apalagi pihak kepolisian sampai menembakkan gas air mata ke halaman Masjid Agung Pati. ”Sementara tindakan aparat polisi mengejar para demonstran sampai masjid sangat disayangkan. Karena masjid itu tempat ibadah. Tidak boleh aparat itu represif sampai ke sana. Karena di sana bukan para pendemo. Ada masyarakat yang ingin ibadah,” tutur dia. Tindakan aparat ini membuat sejumlah masyarakat menjadi korban. Bahkan banyak masyarakat yang hendak jamaah, ibu-ibu dan anak-anak terkena imbasnya. ”Apalagi gas air mata itu memang diarahkan ke halaman parkir mobil (masjid) dan juga ke tempat wudlu. Itu saya sayang kan,” ungkap dia. Tak hanya itu, tindakan aparat juga dinilai terlalu berlebihan lantaran juga menembakkan gas air mata di gang-gang permukiman warga.Ia pun berharap kejadian semacam ini tak terjadi lagi. ”Pak Kapolda, Kapolres harus mengevaluasi dan berbenah kejadian tidak terulang lagi. Di gang sampai masyarakat kena. itu tidak boleh. Kalau menangkap pendemo yang rusuh silahkan. Saya pastikan pendemo yang rusuh itu didatangkan dari luar sengaja membikin rusuh. Bukan orang Pati. Orang Pati tidak seperti itu,” tandas dia. Sementara itu, Kabidhumas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto mengaku pihaknya sudah sesuai SOP. Meskipun, banyak ibu hingga anak yang menjadi korban. ”Oke, tentunya protap SOP yang dilakukan oleh pihak kepolisian sudah sesuai. Karena kita dari awal pada saat aksi unjuk rasa yang damai Itu berjalan dengan lancar dan kita menjamin keamanan dari para demonstran,” pungkasnya.

    Gas Air Mata Hantam Area Masjid Agung, LPBHNU Pati: Aparat Jangan Represif

    • calendar_month Kam, 14 Agu 2025
    • account_circle admin
    • visibility 592
    • 0Komentar

      PCNUPati.or.id, Pati – Gas air mata yang ditembakkan aparat keamanan menghantam hingga area Masjid Agung Baitunnur Pati saat demo 13 Agustus 2025, kemarin. LPBHNU Pati pun menyayangkan tindakan represif aparat. Beredar video, gas air mata ditembakkan hingga halaman Masjid Agung. Sejumlah warga pun menjadi korban. Naasnya, bukan hanya massa demo yang terkana imbas. Warga […]

  • PCNU-PATI

    LAZISNU Pati, Bantu Korban Kebakaran

    • calendar_month Rab, 9 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 325
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id PC Lazisnu Pati memberikan bantuan kepada korban kebakaran rumah di Desa Karangsumber, Kecamatan Winong Kabupaten Pati, Senin (1/11) lalu. Dalam hal ini pihak Lazisnu Pati yang diwakili oleh beberapa tim managerial turut serta menggandeng MWC Winong selaku wilayah tempat kejadian.  Saiful Huda selaku manager fundrising PC Lazisnu Pati, mengatakan bahwa dirinya mendapat informasi dari […]

expand_less