Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Terinspirasi Meriam Kekaisaran Ottoman Turki, Siswa MTs Salafiyah Kajen Ciptakan Robot Basilica

Terinspirasi Meriam Kekaisaran Ottoman Turki, Siswa MTs Salafiyah Kajen Ciptakan Robot Basilica

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 1 Nov 2022
  • visibility 553
  • comment 0 komentar

pcnupati.or.id – Memanfaatkan sejumlah barang bekas, Siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) Salafiyah Kajen, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, berhasil menciptakan sebuah robot yang  dinamakan Basilica. 

Siswa itu adalah Muhammad Ridwan Arsyad dan Anargya Fahmi Ilmi Nugraha. Keduanya dibimbing oleh Angelia, guru MTs Salafiyah dan tim Madrasah Robotic Competition (MRC). 

Bahkan, berkat ketelatenan dari kedua siswa itu, mereka akhirnya berhasil lolos seleksi dalam Kompetisi Robotik Madrasah tahun 2022 yang digelar Kementrian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI). Kompetisi itu akan digelar pada 22-23 November 2022 mendatang.

Angelia mengungkapkan, robot yang dibuat siswa MTs Salafiyah ini memiliki semacam meriam untuk pelempar dan menangkap bola.

Adapun nama Basilica sendiri terinspirasi dari meriam raksasa kekaisaran Ottoman Turki yang menjadi salah satu kunci kemenangan dalam penaklukan Konstantinopel pada tahun 1453 M.

“Sehingga diharapkan robot ini nantinya akan seperti meriam Basilica,” kata dia, (1/11/2022).

Ia menuturkan, robot ini dibuat dari memanfaatkan barang bekas. Selain agar ramah lingkungan, penggunaan barang bekas dinilai memiliki berbagai kelebihan.

Bahan-bahan untuk membuat robot itu di antaranya adalah kaleng makanan ringan kentang, sebagai meriam. Bahan lainnya adalah stik es krim dan triplek bekas. Itu untuk lengan robot.

“Penggunaan barang bekas membuat beban robot menjadi ringan. Memang ada bagian yang dikuatkan dengan akrilik. Tapi tidak sedikit yang menggunakan stik eskrim, dan triplek bekas,” tutur dia.

Lebih dari itu dia menjelaskan, penangkap bola yang terbuat dari triplek, akan mampu memindahkan tangkapannya ke area aman dengan lebih cepat. Sebab, bebannya terbilang lebih ringan. Pelemparnya pun memiliki kecepatan yang tinggi.

“Untuk membuat robot ini, anak-anak harus melakukan riset. Bahkan sebagian besar waktu bisa habis dalam proses penggalian data dan referensi. Jadi ide pembuatan robot itu benar-benar berdasarkan riset,” terang Angelia.

Mereka bahkan harus melakukan trial and error sehingga seringkali berganti konsep. Terutama dalam proses penentuan dimensi dan keefektifan kinerja robot tersebut.

“memang harus dicoba berkali-kali. Misalkan kerangkanya itu akan menganggu proses pelemparannya atau tidak,” imbuh dia.

(Angga/LTN).

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rektor UIN Jogja Tebar Inspirasi di IPMAFA

    Rektor UIN Jogja Tebar Inspirasi di IPMAFA

    • calendar_month Sen, 13 Des 2021
    • account_circle admin
    • visibility 580
    • 0Komentar

      Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Al Makin (di atas podium) sedang menebar inspirasi lewat orasi ilmiahnya dalam acara wisuda X Ipmafa Pati. MARGOYOSO – Institut Pesantren Mathali’ul Falah (Ipmafa) Pati menggelar wisuda X pada Minggu (12/12) di aula kampus. Sebanyak 163 wisudawan dari tujuh Program Studi yang ada di Ipmafa hadir dan mengikuti prosesi […]

  • Cika Pimpin Pemudi NU Gembong

    Cika Pimpin Pemudi NU Gembong

    • calendar_month Ming, 31 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 650
    • 0Komentar

    Munfarichah, ketua baru PAC Fatayat NU Gembong menyampaikan sambutannya usai konferensi GEMBONG – Munfarichah, terpilih sebagai pemimpin baru PAC Fatayat NU Gembong. Keputusan ini merupakan hasil dari Konferensi Fatayat NU Gembong yang dilaksanakan Minggu (31/10) di Ponpes Shofa Az Zahro’ Gembong.  Wanita yang akrab disapa Cika tersebut menggantikan posisi Durrotun Nihayah yang telah memimpin Fatayat […]

  • Man in Black Leather Jacket and Black Knit Cap Sitting on Brown Wooden Chair

    Pembakaran Kemenyan saat Manaqiban

    • calendar_month Sen, 20 Jun 2022
    • account_circle admin
    • visibility 479
    • 0Komentar

    Pada saat membaca “ manaqib Syeikh Abdul Qodir Jailani “ ada sebagian masyarakat yang mempunyai adat  membakar kemenyan disamping jam’iyah manaqib tersebut. Asap tersebut sebagai penghormatan kehadiran beliau . Pertanyaan : Bagaimana hukumnya membakar kemenyan tersebut ? Jawaban : Boleh Referensi : Bulhoh at Thullab hal 53-54 2. Benarkah Syeikh Abdul Qodir Al-Jaelani hadir saat […]

  • MWCNU Kawedanan Juwana Koordinasi Sinergi Program

    MWCNU Kawedanan Juwana Koordinasi Sinergi Program

    • calendar_month Ming, 16 Feb 2020
    • account_circle admin
    • visibility 432
    • 0Komentar

    Wedarijaksa 16/02/2020, MWC NU Wedarijaksa menjadi tuan rumah anjangsana NU Kawedanan Juwana dengan agenda rapat: koordinasi, konsolidasi dan sinergi program. Acara yang diselenggarakan di gedung NU itu dihadiri oleh 20 peserta dari MWCNU Wedarijaksa, MWCNU Trangkil, MWCNU Juwana dan MWCNU Batangan. Rapat koordinasi itu dipimpin oleh KH. Dr. Jamal Ma’mur, MA selaku wakil Ketua PCNU […]

  • PCNU PATI. Ilustrasi Dakwah Secara Santun dan Damai. Photo by Muhammad Adil on Unsplash.

    Dakwah Secara Santun dan Damai

    • calendar_month Kam, 21 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 778
    • 0Komentar

    Dakwah erat kaitannya dengan orang yang berceramah di atas mimbar untuk mengajak mad’u (jama’ah) ke jalan yang lebih baik. Dakwah juga bisa diartikan sebagai seruan dan propaganda. Dalam bahasa aslinya, dakwah mempunyai makna mengajak, memanggil, mengundang, meminta, dan memohon. Karena esensi dakwah adalah mengajak ke jalan Allah dengan bijaksana (bil-hikmah), menasihati dengan baik (bil-mau’idzhatil hasanah), […]

  • Dosen Asal Pati Jadi Reviewer Jurnal Internasional Milik Florida Gulf Coast University Amerika Serikat dan JL4D Canada

    Dosen Asal Pati Jadi Reviewer Jurnal Internasional Milik Florida Gulf Coast University Amerika Serikat dan JL4D Canada

    • calendar_month Sab, 22 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 401
    • 0Komentar

    Temanggung – Menjadi reviewer atau peninjau ahli di jurnal ilmiah menjadi tugas tambahan seorang dosen atau akademisi. Sebab, dosen hanya wajib melaksanakan kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan-pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. “Kalau menjadi editor atau reviewer di jurnal ilmiah, even kegiatan seminar, itu aslinya tugas tambahan dan nilai plus meski bisa integral […]

expand_less