Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » NU Jangan Jadi Macan Ompong

NU Jangan Jadi Macan Ompong

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 25 Mei 2022
  • visibility 358
  • comment 0 komentar


Oleh : Dr. Jamal Makmur Asmani*

KH. Ubaidullah Shodaqah, Rais Syuriyah PWNU Jateng, saat halal bi halal PCNU Pati (Selasa, 24 Mei 2022) di kantor PCNU Pati memberikan warning kepada seluruh elemen NU agar NU jangan menjadi macan ompong. Besar kuantitasnya, tapi tidak mempunyai kualitas kompetitif yang dibanggakan dan dihormati pihak lain.

Sudah saatnya NU mempunyai prestasi besar yang dibanggakan bangsa ini karena NU adalah organisasi besar yang didirikan para ulama yang ikhlas dalam mendarmabaktikan potensinya demi bangsa dan umat manusia.

Halal bi halal harus dijadikan momentum pertaubatan pengurus NU supaya ke depan lebih dinamis, transformatif, dan mampu menjadi lokomotif perubahan yang manfaatnya dirasakan warga NU dan bangsa Indonesia.

Beberapa langkah yang dilakukan supaya NU tidak menjadi macan ompong, tapi benar-benar macan yang disegani dan dihormati adalah:

Pertama, melakukan terobosan kreatif

NU sulit mengalami masa keemasan jika bergerak stagnan dan monoton. NU harus berani melakukan terobosan-terobosan kreatif dalam programnya supaya mampu meraih prestasi besar di masa depan.

Berpikir di luar kotak (out the box) harus dilakukan supaya mampu berlari kencang dan tidak didekte oleh mainstream konvensional.

Dibutuhkan kader-kader muda brilian yang kreatif dan berani melakukan lompatan supaya NU mampu melakukan terobosan kreatif.

Kedua, mampu bersinergi

NU bisa bergerak cepat jika mampu menyinergikan seluruh kekuatannya, baik struktural maupun kultural dalam satu komando. Sinergi mutlak dilakukan supaya ada akselerasi program yang manfaatnya dirasakan secara riil oleh warga NU dan bangsa Indonesia.

Bahkan kader-kader NU yang tersebar ke dalam berbagai partai harus bersatu demi kepentingan NU dan bangsa Indonesia. Di samping kader-kader yang ada di birokrasi dan tempat lain yang strategis.

Tidak boleh ada ego sektoral yang menghalangi sinergi dan kolaborasi demi kekayaan NU di masa depan.

Ketiga, menjaga amanah para pendahulu

NU adalah organisasi para ulama yang amanah. Oleh karena itu, generasi penerus harus meneruskan amanah ini secara disiplin dan konsisten.

Amanah merawat kantor dan segala inventaris dan amanah memajukan organisasi di segala sektor menjadi tanggungjawab yang harus ditunaikan seluruh komponen NU. Jangan sampai kepentingan individu dan kelompok mencederai amanah pendahulu ‘salafus shalih’ yang ikhlas berjuang di NU.

Keempat, memprioritaskan program kemandirian

NU tidak boleh menggantungkan pihak lain. NU sendiri harus mandiri dan berdaya. Dalam konteks ini, maka Lazisnu harus benar-benar hadir dengan manajemen amanah supaya mendapat kepercayaan warga NU.

Lazisnu harus hadir di tengah-tengah warga NU sehingga kehadiran NU dalam aspek sosial kemasyarakatan benar-benar nyata adanya.

Lazisnu menjadi estalase NU yang harus memberikan harapan besar akan kemandirian ekonomi organisasi.

Kelima, merawat bangsa Indonesia

NU harus mampu hadir sebagai organisasi yang merawat kebinnekaan dan kerukunan bangsa. PBNU (Pancasila, Binneka Tunggal Ika, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan UUD 1945) adalah harga mati bagi NU.

Belajar dari negara-negara Timur Tengah, maka NU harus menjadi garda depan yang menjaga bangsa dari segala rongrongan pihak, internal dan eksternal yang merusak harmoni nasional. Gerakan separatis-radikalis harus diarahkan kepada gerakan nasionalisme dengan motto utama ‘hubbul wathan minal iman”.

Semoga tercapai, amiin

PCNU Pati, Selasa, 24 Mei 2022

*Penulis merupakan Wakil Ketua PCNU Pati

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perempuan Memposisikan Diri

    Perempuan Memposisikan Diri

    • calendar_month Ming, 3 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 272
    • 0Komentar

     Oleh : Aditiya Tri Utami Islam memberikan tuntunan yang tegas bahwa semua manusia, tanpa membedakan perempuan dan laki-laki diciptakan untuk sebuah misi yang amat penting sebagai khalifah fil ardh (pemimpin untuk mengelola kehidupan dibumi), paling tidak pemimpin untuk dirinya sendiri. Karena itu, perempuan dan laki-laki diharapkan bekerjasama, bahu membahu, bergotong royong mewujudkan masyarakat yang damai, […]

  • LSP P2 Ma’arif Jateng Gelar Upgrading Asesor: Menyempurnakan MUK Sesuai Standar BNSP

    LSP P2 Ma’arif Jateng Gelar Upgrading Asesor: Menyempurnakan MUK Sesuai Standar BNSP

    • calendar_month Rab, 12 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 378
    • 0Komentar

        Pcnupati.or.id- Kudus, Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) P2 Ma’arif Jateng telah sukses menggelar Upgrading Materi Uji Kompetensi (MUK) versi 2023 yang berlangsung pada 10-12 Februari 2025 di SMK Ma’arif Kudus, Desa Prambatan Lor, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi asesor dalam melaksanakan uji sertifikasi berbasis standar terbaru. Dalam sambutannya, Arif […]

  • TVNU – PB PMII Kolaborasi Gelar Doa Bersama

    TVNU – PB PMII Kolaborasi Gelar Doa Bersama

    • calendar_month Kam, 8 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 441
    • 0Komentar

    Zoom meeting Sholawat Nariyah dan Doa untuk Keselamatan Bangsa oleh TVNU dan PB-PMII Rabu (7/7) malam. JAKARTA-Pengurus Besar PMII bekerja sama dengan TVNU mengadakan sholawat nariyah dan doa bersama Rabu (7/7) malam. Kegiatan tersebur dilakukan secara daring via zoom meeting.  Selain ketua umum PB PMII dan Kopri PB PMII, hadir pula dalam agenda tersebut beberapa […]

  • PCNU-PATI

    Puasa yang Sia-sia

    • calendar_month Rab, 13 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 260
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda* Pertanyaan yang sering muncul saat Ramadan adalah apakah ada puasa yang sia-sia? Apa saja yang membatalkan puasa? Apa saja kiat-kiat agar puasa mendapatkan pahala? Tentu jawabannya beragam. Semua bergantung dalil yang digunakan. Dalam konteks ini, tradisi Nahdlatul Ulama mengacu sejumlah rujukan. Kita bisa menyimpulkan sejumlah pemetaan tersebut, ada hal-hal yang membatalkan puasa, […]

  • LP Ma'arif NU PWNU Jawa Tengah Gelar Temu Teknis PORSEMA XIII 2025, Siap Cetak Generasi Sehat, Hebat, dan Berprestasi Dahsyat

    LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah Gelar Temu Teknis PORSEMA XIII 2025, Siap Cetak Generasi Sehat, Hebat, dan Berprestasi Dahsyat

    • calendar_month Sab, 5 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 366
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id SEMARANG, 5 Juli 2025 – Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LP Ma’arif NU) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah hari ini, Sabtu, 5 Juli 2025, menyelenggarakan rapat koordinasi dan Temu Teknis (Technical Meeting) Pekan Olahraga dan Seni Ma’arif (PORSEMA) XIII Tahun 2025. Acara yang berlangsung di Hotel Muria, Semarang itu menandai langkah […]

  • Bupati Undang Tokoh Agama di Pendopo Kabupaten

    Bupati Undang Tokoh Agama di Pendopo Kabupaten

    • calendar_month Kam, 26 Jun 2025
    • account_circle admin
    • visibility 292
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – Ratusan Pengurus Nahdlatul Ulama se-Kabupaten Pati memadati Pendopo Kabupaten, Kamis (26/6) malam. Mereka terdiri dari jajaran PCNU, MWC-NU lengkap dengan Banom-Banomnya. Kehadiran para ulama’ ini dalam rangka memenuhi undangan Setda Pati untuk melaksanakan Istighotsah Ulama’ dan Umaro’. Kegiatan ini diaktifkan kembali oleh Bupati Sudewo setelah beberapa saat vakum. Melalui KH. Yusuf Hasyim, […]

expand_less