Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Semangat Idul Adha dalam membangun Solidaritas, Berbangsa dan Bernegara

Semangat Idul Adha dalam membangun Solidaritas, Berbangsa dan Bernegara

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 13 Agu 2019
  • visibility 464
  • comment 0 komentar

Hari Raya Idul Adha merupakan momentum bersejarah bagi umat Islam di seluruh dunia, terlebih bagi umat Islam yang sedang menunaikan ibadah haji di Makkah. Banyak hikmah yang bisa kita petik dari peringatan Hari Raya Idul Adha ini, agar kita semua senantiasa meneladani Nabi Ibrahim AS atas ketaatannya menjalankan perintah Allah SWT.

Ada tiga keistimewaan yang dimiliki Nabi Ibrahim AS. Pertama, nabi yang disayang Allah, khalullah (QS. An-Nisa: 125). Kedua, Nabi Ibrahim merupakan manusia pilihan terbaik, al-mustaga (QS. Shaad: 47), dan Ketiga, Nabi Ibrahim termasuk salah satu nabi yang dijuluki Ulul Azmi, karena keteguhan hati yang dimilikinya.

Namun pada saat ini, kita sebagai bangsa Indonesia berada pada zaman di mana tidak banyak figur yang bisa kita ikuti, kita panuti dan teladani. Bagaimana tidak, sekarang ini banyak orang cerdas, banyak orang pintar, namun etikanya bobrok dan akhlaknya buruk (korupsi, manipulasi, kolusi, dsb), sehingga menimbulkan rasa tidak percaya masyarakat terhadap para tokoh/pemimpin.

Oleh karena itu, momen Idul Adha ini, kita membutuhkan keteladanan yang baik dan berbudi luhur tokoh atau pemimpin kita, seperti yang telah nyata terjadi di masa lalu, yaitu sosok seperti Nabi Ibrahim AS, Nabi Ismail AS, serta tentunya Nabi Muhammad SAW. Keteladanan akhlak pribadi mereka sangat sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan yang diinginkan, serta ketaatan yang dimilikinya.

Peringatan Hari Raya Idul Adha mejadi sangat penting di tengah bangsa kita yang sedang menghadapi berbagai tantangan. Banyak pelajaran penting juga dari peristiwa sejarah itu yang bisa kita ambil hikmahnya dalam kehidupan sehari-hari. Bencana demi bencana, kerusuhan demi kerusuhan, dan berbagai konflik yang terjadi salang silih berganti menimbulkan kerusakan, bahkan sampai dengan merenggut korban jiwa. Kondisi ini harus kita cegah dan harus bisa kita carikan solusi yang tepat.

Sebagai anak bangsa, kita sangat menyayangkan kalau berbagai kerusuhan di tanah air justru diciptakan oleh orang-orang yang mengatasnamakan agama, mengatasnamakan demokrasi, kebenaran dan supremasi hukum. Usaha-usaha provokasi untuk mengadu domba sesama warga bangsa, dan sesama umat Islam, bahkan untuk menjauhkan umat Islam sendiri melaksanakan perintah Allah SWT.

Perlu kita sadari, keberagaman dan perbedaan sosial bangsa Indonesia memiliki potensi konflik, termasuk potensi perpecahan di antara  umat Islam sendiri. Sebagai umat dan bangsa Indonesia yang baik, sudah semestinya kita membangun solidaritas, kebersamaan, persatuan dan kesatuan. Tidak mengedepankan  ego serta emosi dalam menyelesaikan setiap perbedaan dan permasalahan, karena akan menjadi  lahan empuk bagi provokator untuk memecah belah umat Islam.

Semoga peringatan Idul Adha kali ini bisa dimaknai sebagai titik pijakan dan refleksi untuk terus berbenah diri dalam menanamkan nilai-nilai ajaran agama. Tanpa perenungan dan penghayatan ajaran agama, maka ibadah serta ritual yang kita laksanakan akan berhenti hanya sebatas simbol belaka.

Jika kita nanti menjadi seorang pemimpin atau figur bagi keluarga dan masyarakat, agar senantiasa kita bisa meneladani akhlak-akhlak para nabi dan kian meningkatkan kesalehan sosial. _Wallahu a’lam Bissawab_

Disarikan dari Khotbah Irjen. Pol. Dr. H. Rycko Amelza Dahniel, M.SI (KAPOLDA Jawa Tengah) di MAJT

Oleh: Thiyas T. Taufiq, M.Ag (Dosen Fakultas Ushuluddin UIN Walisongo Semarang)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • a large auditorium filled with lots of wooden seats

    Jabatan, Ambisi, dan Bahaya Demam Panggung

    • calendar_month Sen, 6 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 510
    • 0Komentar

    Oleh: Zaenal Arifin* Jabatan sering kali dianggap sebagai puncak pencapaian seseorang dalam karir. Ketika seseorang berhasil meraih jabatan tertentu, muncul rasa bangga, baik dari dirinya sendiri maupun dari orang-orang di sekitarnya. Jabatan menawarkan kekuasaan, tanggung jawab, dan peluang untuk membuat perubahan. Namun, di balik itu semua, ada tekanan besar yang harus dihadapi. Jabatan bukan hanya […]

  • PCNU-PATI

    Sekretaris PC GP Ansor Singgung Prinsip Menolong Kaum Anshor Yatsrib

    • calendar_month Jum, 30 Sep 2022
    • account_circle admin
    • visibility 348
    • 0Komentar

    GEMBONG – Konferensi Pimpinan Anak Cabang GP Ansor Kecamatan Gembong dilaksanakan pada Jumat (30/9) siang. Pelaksanaannya dilakukan di Gedung MWC NU Kecamatan Gembong.  Dalam proses sakral tersebut, Sekretaris PC GP Ansor  Kabupaten Pati, Gus Muammar, memberikan sambutan singkat dan mendalam. Ia menyamakan GP Ansor dengan Kaum Anshor Yatsrib (Madinah).  “Prinsip utamanya adalah menolong,” tegas dia.  […]

  • Siswa SMK Salafiyah Kajen Raih Juara 1 Lomba LKS Tingkat Kabupaten

    Siswa SMK Salafiyah Kajen Raih Juara 1 Lomba LKS Tingkat Kabupaten

    • calendar_month Sel, 5 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 432
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Ahmad Saiful, siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Salafiyah Kajen, Margoyoso, Pati, sabet juara 1 lomba IT Software Sollution for Business, pada ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat kabupaten. Adapun perlombaan tersebut digelar di SMK Tunas Harapan pada tanggal 2-3 Maret 2024. Ahmad Saiful menyabet juara 1 lomba IT Software Sollution for Business, usai dirinya berhasil menciptakan […]

  • Foto Karya Ketua LTNNU Pati Dipamerkan di Lasem

    Foto Karya Ketua LTNNU Pati Dipamerkan di Lasem

    • calendar_month Sab, 25 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 3.961
    • 0Komentar

      LASEM – Sebanyak 123 karya fotografi dipamerkan di Pendopo Masjid Jami’ Lasem dan Rumah Nyonya (Kompleks Rumah Merah Lasem), Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, pada 18-25 Oktober 2025. Pameran foto jurnalistik bertajuk Santri Volume 2 ini digelar oleh Perum LKBN Antara yang berkolaborasi dengan Yayasan Lasem Heritage, Pewarta Foto Indonesia (PFI) Semarang, Museum Islam Nusantara, […]

  • Teliti Kurikulum Merdeka, Fakhruddin Karmani Minta Kemendikbud dan Kemenag Rumuskan Tujuan Pendidikan Bersama

    Teliti Kurikulum Merdeka, Fakhruddin Karmani Minta Kemendikbud dan Kemenag Rumuskan Tujuan Pendidikan Bersama

    • calendar_month Kam, 26 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 9.278
    • 0Komentar

      Semarang – Penelitian disertasi Fakhruddin Karmani tidak hanya menawarkan model integrasi nilai, tetapi juga memberikan pesan strategis kepada pembuat kebijakan pendidikan nasional. Dalam temuannya, integrasi nilai Islam Nusantara menjadi jembatan yang menghubungkan ajaran Islam dengan Pancasila dan kebhinekaan Indonesia tanpa menciptakan dikotomi antara agama dan negara. Hal ini menunjukkan pentingnya sinergi antara sistem pendidikan […]

  • PCNU-PATI

    PBNU berikan Penghargaan kepada 56 Ponpes, Satu di Antaranya Pesantren Maslakul Huda Kajen

    • calendar_month Sel, 31 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 679
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) berikan penghargaan kepada 56 pondok pesantren (Ponpes) di Indonesia, selasa (31/1/2023). Kegiatan yang digelar di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta ini merupakan acara Anugerah Satu Abad NU.  Adapun puluhan ponpes yang mendapatkan penghargaan tersebut merupakan yang telah berusia lebih dari 100 tahun. Dari daftar penerima penghargaan tersebut, terdapat […]

expand_less