Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Ramadan: Diniati, Dilakoni, Diistikamahi

Ramadan: Diniati, Dilakoni, Diistikamahi

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 12 Mar 2024
  • visibility 321
  • comment 0 komentar

 

Oleh Hamidulloh Ibda*

 

Datangnya 1 Ramadan 1445 H pada Selasa, 12 Maret 2024 yang ditetapkan melalui Sidang Isbath yang ditetapkan pemerintah dengan metode rukyatul hilal, menjadi momentum untuk mengawali menata niat, menaja hati untuk nglakoni (melakukan), dan istiqamah (istikamah). Jika sudah tertata, Ramadan menjadi bulan penyegaran spiritual bagi umat Islam di muka bumi. Selain puasa, banyak amalan-amalan seperti salat tarawih, salat witir, tadarus Al-Quran, zikir, sedekah dan amalan lain di bulan suci Ramadan bisa dilakukan umat Islam dan dinikmati seluruh manusia karena mereka mendapatkan cipratan berkah.

 

Ramadan, bulan suci dalam agama Islam, merupakan waktu yang penuh berkah, ampunan, dan kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Salah satu ibadah yang paling menonjol selama Ramadan adalah puasa, di mana umat Islam menahan diri dari makan, minum, dan aktivitas lainnya dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Di balik keterbatasan fisik ini, terdapat substansi yang mendalam dalam niat ibadah puasa yang patut dipahami.

 

Ramadan adalah bulan di mana Al-Quran, kitab suci umat Islam, pertama kali diwahyukan kepada Nabi Muhammad Saw. Selama Ramadan, umat Islam berusaha memperkuat ikatan spiritual mereka dengan Allah melalui puasa, shalat, bacaan Al-Quran, dan amal kebajikan lainnya. Selain itu, Ramadan juga merupakan waktu untuk introspeksi, pembaharuan spiritual, dan peningkatan kesadaran akan kebutuhan orang-orang yang kurang beruntung di masyarakat.

 

Diniaiti, Dilakoni, Diistikahami

Niat merupakan inti dari setiap ibadah dalam agama Islam, termasuk puasa. Niat adalah keputusan hati yang disertai dengan kesadaran dan tujuan yang tulus untuk melakukan suatu ibadah dengan mengikuti perintah Allah SWT. Dalam konteks puasa Ramadan, niat menjadi kunci yang menghidupkan makna dan nilai ibadah tersebut.

 

Terdapat sejumlah substansi niat puasa. Pertama, pokoknya ibadah terutama ibadah di bulan Ramadan bergantung niat hambanya. Kita perlu menegaskan ulang hadist Rasulullah Saw.

إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ

 

Artinya “Sesungguhnya segala perbuatan itu tergantung pada niatnya”. (H.R Bukhari dan Muslim).

 

Kedua, niat, praktik dan istikamah menjadi bentuk kesadaran spiritual. Niat, praktik dan istikamah dalam ibadah di bulan puasa mencerminkan kesadaran spiritual seseorang terhadap kehadiran Allah dalam hidupnya. Dengan niat yang kuat, seseorang mengakui dan memperkuat ikatan batinnya dengan Allah Swt.

 

Kedua, Kepatuhan terhadap ajaran Islam. Niat puasa merupakan manifestasi dari ketaatan seseorang terhadap ajaran Islam. Dengan membuat niat puasa, seseorang meneguhkan komitmen untuk mengikuti perintah Allah dan menjalankan ibadah sebagaimana yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.

 

Ketiga, menghargai nikmat-nikmat Allah. Dengan membuat niat puasa, seseorang juga mengakui dan menghargai nikmat-nikmat yang diberikan Allah SWT, termasuk nikmat makanan dan minuman yang seringkali diambil sebagai hal yang biasa dalam kehidupan sehari-hari.

 

Keempat, ketulusan hati. Niat puasa haruslah tulus, murni, dan ikhlas semata-mata untuk mencari ridha Allah SWT. Ketika seseorang bertekad puasa dengan niat yang tulus, maka setiap aktivitas yang dilakukan selama puasa akan menjadi amalan yang bernilai di sisi Allah.

 

Niat yang tidak sah atau tidak tulus dalam ibadah puasa dapat mengurangi atau bahkan membatalkan nilai ibadah tersebut di mata Allah. Oleh karena itu, penting bagi umat Islam untuk selalu memastikan bahwa niat puasa mereka benar-benar murni dan tulus.

 

Istikamah Ramadan

Di bulan Ramadan, umat Islam diberikan kesempatan yang istimewa untuk memperdalam hubungan spiritual mereka dengan Allah SWT melalui ibadah-ibadah yang dianjurkan. Salah satu aspek penting dalam menjalani ibadah di bulan Ramadan adalah istiqamah, yaitu konsistensi dan keteguhan hati dalam menjalankan ibadah sepanjang bulan penuh berkah ini.

 

Istikamah berasal dari kata dalam bahasa Arab yang berarti kesetiaan, keteguhan, dan konsistensi dalam menjalankan suatu amalan. Dalam konteks ibadah, istiqamah mengacu pada kemampuan seseorang untuk tetap tekun dan istiqamah dalam melaksanakan ibadah sehari-hari, tanpa terpengaruh oleh godaan atau tantangan yang muncul di sepanjang jalan.

 

Mengapa istikamah penting? Ada sejumlah alasan mengapa umat Islam harus istikamah dalam ibadah bulan suci Ramadan. Pertama, mempertahankan semangat Ramadan. Istikamah membantu seseorang untuk mempertahankan semangat ibadah Ramadan dari awal hingga akhir bulan. Keteguhan hati dalam menjalankan ibadah puasa, shalat tarawih, bacaan Al-Quran, dan amal kebajikan lainnya akan memastikan bahwa seseorang dapat merasakan berkah penuh dari bulan Ramadan.

 

Kedua, meningkatkan kualitas ibadah. Dengan istikamah, seseorang dapat meningkatkan kualitas ibadahnya seiring berjalannya waktu. Konsistensi dalam melaksanakan ibadah akan membantu seseorang untuk memperbaiki diri, memperdalam pemahaman agamanya, dan meningkatkan kualitas hubungannya dengan Allah SWT.

 

Ketiga, menguatkan karakter spiritual. Istikamah membentuk karakter spiritual seseorang dengan memperkuat keteguhan hati, kesabaran, dan ketabahan dalam menghadapi ujian dan godaan. Dengan istiqamah, seseorang dapat mengembangkan sifat-sifat mulia seperti keikhlasan, kerendahan hati, dan kecintaan kepada Allah SWT.

 

Apakah Istikamah Mudah?

Cara memperkuat istikamah dalam Ibadah Ramadan sebenarnya susah-sudah mudah, dan mudah-mudah susah. Setidaknya ada sejumlah formula yang bisa dilakukan agar umat Islam istikamah. Pertama, niat yang tulus. Kita harus memastikan bahwa niat dalam menjalankan ibadah Ramadan benar-benar tulus dan ikhlas, serta bertekad untuk tetap istiqamah sepanjang bulan.

 

Kedua, menjaga konsistensi. Menjaga konsistensi dalam menjalankan ibadah sehari-hari, termasuk shalat, puasa, bacaan Al-Quran, dan amal kebajikan lainnya, meskipun dalam kondisi sulit atau sibuk.

 

Ketiga, menghindari godaan dan gangguan. Menjauhi segala godaan dan gangguan yang dapat menghalangi konsistensi dalam ibadah, baik itu godaan fisik maupun godaan spiritual.

 

Keempat, pasrah, berdoa dan Mlmemohon pertolongan Allah. Memohon pertolongan Allah SWT untuk tetap istiqamah dalam menjalankan ibadah dan menguatkan hati dalam menghadapi ujian-ujian yang muncul di sepanjang bulan Ramadan.

 

Dengan memperkuat istiqamah dalam ibadah di bulan Ramadan, umat Islam dapat meraih manfaat spiritual yang besar dan mendapatkan keridhaan Allah SWT. Istiqamah merupakan kunci kesuksesan dalam meraih berkah dan ampunan di bulan yang penuh berkah ini.

 

Jika kita memahami substansi niat, mempraktikkannya dan istikamah dalam ibadah puasa, umat Islam diharapkan dapat merasakan makna yang lebih dalam dalam menjalankan ibadah puasa selama Ramadan. Kesadaran spiritual, ketulusan hati, kepatuhan terhadap ajaran Islam, dan penghargaan terhadap nikmat-nikmat Allah adalah inti dari niat yang benar dalam ibadah puasa, yang membimbing umat Islam menuju keselamatan dan keridaan Allah SWT.

 

*Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., penulis lahir di Pati, 17 Juni. Saat ini menjadi dosen Institut Islam Nahdlatul Ulama Temanggung, aktif menjadi reviewer 16 jurnal internasional terindeks Scopus, reviewer 7 jurnal internasional, editor dan reviewer 25 jurnal nasional.

  • Penulis: admin
Tags

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mahasiswa Prodi PMI IPMAFA Gelar Penggalangan Bantuan untuk Korban Bencana di Aceh dan Sumatera

    Mahasiswa Prodi PMI IPMAFA Gelar Penggalangan Bantuan untuk Korban Bencana di Aceh dan Sumatera

    • calendar_month Sab, 6 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 5.994
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – Sejumlah Mahasiswa Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Pati menggelar aksi solidaritas berupa penggalangan bantuan untuk korban bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatrea Barat, pada Jumat, (5/12/25). Kegiatan ini berfokus pada pengumpulan pakaian layak pakai yang selanjutnya akan disalurkan kepada para penyintas. Aksi penggalangan bantuan […]

  • PCNU - PATI Photo by FRANCESCO TOMMASINI

    Dunia Anak Tak Datang Dua Kali

    • calendar_month Jum, 15 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 312
    • 0Komentar

    Kemarin sewaktu saya ke indomart saya melihat pemandangan sebuah keluarga yang tengah duduk di teras ruko tersebut. Kedua orang tuanya tengah asyik bermain ponsel, sedangkan kedua anaknya asyik makan es krim dengan belepotan dan saling berebut. Kedua orang tua tersebut tak bergeming saat anak perempuannya yang kecil menangis ketika sang kakak merebut es krimnya. Saya […]

  • MWCNU Wedarijaksa Gelar Lailatul Ijtima 94 Tahun NU

    MWCNU Wedarijaksa Gelar Lailatul Ijtima 94 Tahun NU

    • calendar_month Sab, 8 Feb 2020
    • account_circle admin
    • visibility 489
    • 0Komentar

    WEDARIJAKSA – MWC NU Kec. Wedarijaksa menggelar Lailatul Ijtima’ sekaligus guna memperingati Hari lahir ke-94 NU Tahun 2020, Jum’at (07/02/2020). Acara dihadiri sedikitnya 40 peserta yang berasal dari pengurus MWC NU Wedarijaksa dan banom-banom yang ada di kecamatan tersebut. Diantaranya dari Muslimat NU, Fatayat NU, GP Ansor dan Banser, dan IPNU-IPPNU Wedarijaksa. Acara diselenggarakan di […]

  • Konferensi Gabus Ketua Lama Memimpin Kembali

    Konferensi Gabus Ketua Lama Memimpin Kembali

    • calendar_month Sen, 7 Des 2015
    • account_circle admin
    • visibility 277
    • 0Komentar

    Senin, 30/11/15 Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kec Gabus mengadakan Konferensi hal tersebut di lakukan sesuai dengan ketentuan dalam organisasi Nahdlatul Ulama apabila sudah berakhir masa jabatan maka akan di lakukan reorganisi.             Setelah ketua lama Saifullah memberikan laporan pertanggung jawaban baik secara administrasi atau pun yang lainnya, maka selanjutnya sidang akan di pimpin oleh […]

  • Hukum Mengubur Ari-ari

    Hukum Mengubur Ari-ari

    • calendar_month Jum, 13 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 451
    • 0Komentar

    Pertanyaan : Sudah menjadi tradisi di indonesia khususnya di pulau jawa, bahwa setiapada orang melahirkan, maka mereka (keluarganya) mengubur ari-ari si bayi, di samping atau didepan rumahnya, apa sebenarnya hukum mengubur ari-ari tersebut? Jawaban :Ari-ari yang dalam bahasa arab disebut al-masyimahterdapat dua macam, 1. Tali pusar yang dalam bahasa arab juga disebut al-kholash(bagian yang terhubung […]

  • PCNU-PATI Photo by Rafael Atantya

    Upacara

    • calendar_month Rab, 19 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 267
    • 0Komentar

    Oleh : Niam At Majha Beberapa hari lalu, di media sosial baik Facebook Twiter dan Story Instagram serta WhatsApp terkait pengumuman ada kegiatan upacara dengan masa yang begitu fantastis. Tujuh ribu masa berkumpul demi satu tujuan, memperlihatkan kekuatan dengan jumlah masa terbanyak dengan jalur kordinasi tersetruktur, terkoneksi dengan lancar tanpa kendalanya, jaringannya mulai dari tingkat […]

expand_less