Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Muharroman di Suwaduk, Tokoh Masyarakat Ingatkan Bahaya Gadget Bagi Anak

Muharroman di Suwaduk, Tokoh Masyarakat Ingatkan Bahaya Gadget Bagi Anak

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 9 Sep 2019
  • visibility 485
  • comment 0 komentar

WEDARIJAKSA-Tahun baru hijriyah memang masih hangat. Setidaknya hingga akhir Muharrom nanti diperkirakan masih banyak daerah-daerah yang akan memperingati tahun baru islam ini.

Minggu (8/9) Malam, ratusan warga memadati Musholla Baiturrohin, Suwaduk, Wedarijaksa. Kedatangan mereka adalah untuk mengikuti acara peringatan tahun baru hijriyah yang diselenggarakan oleh pengurus musholla.

Para yatama saat pengikuti pengajian dlam rangka peringatan tahun baru hinriyah di Musholla Baitunnur, Suwaduk, Wedarijaksa.

“Kegiatan ini memang kami laksanakan untuk menyambut tahun baru 1441 hijriyah” ungkap Umam, salah seorang panitia.

Dalam acara Minggu malam tersebut, panitia juga menyelenggarakan acara santunan yatim piatu. Sedikitnya ada 18 anak yatim yang menerima santunan. Tidak disebutkan berapa jumlah nominalnya, namun anak-anak yatim dan warga tampak antusias.

Antusiasme para hadirin bertambah dengan kehadiran KH. Muslihan (pembina Yayasan Mazro’atul Ulum) dan KH. Ahmad Kurdi dari Rembang yang didapuk untuk memberikan tausyiyah. Dalam sambutannya, KH. Muslihan menyampaikan hal-hal yang berkaitan dengan era digital. Salah satunya adalah bahaya gadget bagi anak-anak.

Menurutnya, gadget terutama HP, telah menjadi hal wajar di tengah-tengah masyarakat, termasuk anak-anak yang notabenenya maaih di bawah umur. Tanpa pengawasan orang tua dan penggunaan yang berlebihan, HP bisa menjadi sumber marabahaya.

“Tugas anak-anak adalah belajar dan bermain. Kalau orang tua membiarkan anak-anaknya terus menerus menggunakan HP tanpa kontrol, dua tugas anak akan tereduksi. Maka jangan salahkan jika anak kehilangan satu poros alaminya” tegas KH. Muslihan.

Sementara KH. Ahmad Kurdi, menyampaikan banyak materi dalam ceramahnya. Ia menceritakan mukjizat Nabi Muhammad yang turun pada 10 Muharrom, kisah nabi Yunus yang ditelan ikan paus, dan berbagai kisah penuh hikmah lainnya.

Para jamaah dengan seksama menyimak ceramah inspiratif teraebut. Pada penghujung acara, KH. Ahmad Kurdi memanjatkan doa agara para penyantun yatama mendapatkan balasan setimpal dari Allah SWT. Selain itu, ia juga bermunajat untuk para anak yatim penerima santunan agar kedepannya mampu menjadi generasi sholih dan holihan.(fikrul/karim/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Risih dengan Radikalisme Beragama, Ansor Pati Akan Gelar Kopdar

    Risih dengan Radikalisme Beragama, Ansor Pati Akan Gelar Kopdar

    • calendar_month Jum, 26 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 620
    • 0Komentar

    PATI-Ancaman radikalisme dalam beragama sudah kian nyata. Setidaknya inilah yang disampaikan oleh Muhammad Sahlan dalam sebuaj artikel yang diterbitkan oleh nu online. Indikasinya adalah banyaknya generasi muda yang mulai terpapar faham-faham fundamentalisme beragama. Parahnya, mereka bukan dari kalangan minim pendidikan, tapi justru para mahasiswa di perguruan tinggi yang lumayan mentereng di Indonesia. Artikel bejudul Radikalisme […]

  • Instruktur Kaderisasi IPNU-IPPNU Kabupaten Turun Gunung

    Instruktur Kaderisasi IPNU-IPPNU Kabupaten Turun Gunung

    • calendar_month Kam, 18 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 581
    • 0Komentar

    Instruktur kaderisasi PC IPNU IPPNU KAB. PATI lakukan breefing untuk memaksimalkan kader IPNU IPPNU di tingkatan MAKESTA (Masa Kesetiaan Anggota) PATI-Makesta (Masa Kesetiaan Anggota) adalah salah satu pendidikan kaderisasi tingkatan awal atau pintu masuk untuk menjadi anggota IPNU dan IPPNU. Madrasah Miftahul Huda (MMH) Tayu adalah salah satu madrasah yang memiliki Pimpinan komisariat IPNU IPPNU […]

  • a microphone that is sitting on a stand

    Kekuatan Berbicara: Seni Menyampaikan dengan Bijak

    • calendar_month Ming, 10 Agu 2025
    • account_circle admin
    • visibility 723
    • 0Komentar

      Berbicara adalah salah satu keterampilan berbahasa yang sangat penting, selain menyimak, membaca, dan menulis. Keempatnya ibarat empat pilar komunikasi yang efektif. Namun, berbicara memiliki peran khusus karena merupakan cara kita menyampaikan ide, gagasan, dan informasi secara langsung kepada orang lain. Ketika kita berbicara tanpa pikir panjang, risiko kesalahpahaman pun muncul, yang bisa menimbulkan masalah […]

  • Ranting IPNU IPPNU Alasdowo Tanam 500 Bibit Tanaman

    Ranting IPNU IPPNU Alasdowo Tanam 500 Bibit Tanaman

    • calendar_month Sen, 4 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 656
    • 0Komentar

    Para pengurus IPNU dan IPPNU jelang penananman bibit tanaman DUKUHSETI – PR IPNU IPPNU Desa Alasdowo sukses menggelar progam penghijauan desa, Minggu (3/10). Kegiatan tersebut terlaksana atas kerjasama dengan mahasiswa IAIN Kudus. Penghijauan tersebut dilakukan di beberapa titik. Diantaranya, di lapangan desa, kantor balai desa, puskesmas kecamatan dan di tepian sungai. Kegiatan dilakukan dengan menanam […]

  • Patrick Kluivert dalam Botol Kaidah Fikih

    Patrick Kluivert dalam Botol Kaidah Fikih

    • calendar_month Kam, 16 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.814
    • 0Komentar

      Oleh: Maulana Karim Sholikhin* Semarak bola Indonesia tengah gundah gulana. Kisah-kisah manis Shin Tae-yong terpaksa harus segera menjadi kenangan. Sedangkan nakhoda baru, Patrick Kluivert datang berlapis tuxedo dan berjalan diatas karpet merah bermerk PSSI dengan penuh kepercayaan diri. Self confident seorang Kluivert jelas nampak saat berhadapan dengan Najwa Shihab dalam sebuah wawancara. Meski sesekali […]

  • Ramadan dan Etika Bermedia Sosial

    Ngaji Cloud Vs Ibadah Real Life

    • calendar_month Sab, 21 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 8.985
    • 0Komentar

      Oleh Hamidulloh Ibda Saya adalah di antara banyak orang yang percaya dan meyakini bahwa ngaji (belajar) itu bisa di mana saja, kapan saja, dengan siapa termasuk melalui sistem maya, digital, atau dalam awam (cloud). Hal ini juga sesuai pesan Ki Hajar Dewantara (1889-1959) yang menegaskan bahwa “Setiap orang menjadi guru, setiap rumah menjadi sekolah.” […]

expand_less