Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Berdayakan Sastra Sampai Ke Tingkat Sekolah Dasar

Berdayakan Sastra Sampai Ke Tingkat Sekolah Dasar

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 16 Des 2023
  • visibility 474
  • comment 0 komentar

Pcnupati.or.id- Jakarta, Minggu, 10/12/2023 Perkembangan dan berbagai aktivitas kegiatan sastra ke depan-terutama sambut tahun 2024 mendatang- akan dapat ‘ditularkan’ kepada generasi muda milenial, bahkan ke tingkat siswa dan siswi sekolah dasar (SD).

Demikian permintaan langsung  H.Firmansyah, S.Pd,M.Pd, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta ketika membuka acara GEBYAR SENJA BERPUISI yang terakhir tahun 2023 berlangsung sampai Sabtu malam (9/12/2023) di Selasar Gedung Panjang Ali Sadikin, Pusat Kesenian Jakarta (PKJ) Taman Ismail.Marzuki (TIM) Jakarta.

“Berdayakan sastra kepada generasi muda, tidak hanya di tingkat mahasiswa tetapi juga siswa dan siswi SD, SMP, dan SMA.Apalagi saya melihat anak-anak sekolah sekarang sudah senang dan banyak membaca karya sastra,” ucapnya.

Dikatakan lagi oleh H.Firmansyah S.Pd,M.Pd, para master sastra, seniman dan budayawan bisa memulai karier di Pusat Kesenian Jakarta (PKJ) di Taman Ismail Marzuki (TIM).

“Maka kegiatan rutin kolaborasi komunitas sastra seperti acara Gebyar Senja Berpuisi ini merupakan episentrum tumbuh kembang sastra di Indonesia.Sekali lagi saya katakan, dari sinilah kegiatan sastra ke depan dapat ditularkan kepada generasi.muda,” pungkasnya.

Parade Baca Puisi

Acara Gebyar Senja Berpuisi menutup tahun 2023 yang berlangsung di Selasar Gedung Panjang Ali Sadikin ,Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta Pusat dimeriahkan dengan parade baca puisi yang juga melibatkan anak-anak muda generasi milenial.

Selain itu juga diadakan pentas seni pertunjukan para deklamator, tari puisi, musikalisasi puisi, dan sebagainya.

Pada awal acara baca puisi tampil Penyair Imam Ma’arif,Fanny Jonathans Poyk,Ireng Halimun, Jack Al-Ghozali,Wig SM,Nunung Noor El Niel & Rissa Churria,Romy Sastra & Khairani Piliang, dan Narima Beryl Ivana

.Sedangkan baca cerpen dibawakan oleh Badri dengan menghadirkan property panggung mengunakan tiga kursi kosong.

Untuk dramatisasi puisi oleh Dee Diana, Lay Sastra & Ayu Yulia (KBPS).Duet puisi oleh Osga, Ihwal & Ratu (KSJT), serta musikalisasi puisi oleh Lingkaran Band, Herry Tany & Anna Mendes, dan  Teriak (Politeknik UI)

Cukup.menarik adalah acara tari puisi lengkap dengan kostum tarian Bali oleh Ni Made Sri Andani.

Acara ditutup dengan Talkshow Interaktif dengan tema : Puisi Millenial dan Komunitas bersama Remmy Novaris DM,Nanang R. Supriyatin, dan Giyanto Subagio.Moderator & MC oleh  Nuyang Jaimee.(***)

Kontributor : Lasman Simanjuntak

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tantangan NU Menuju Satu Abad

    Tantangan NU Menuju Satu Abad

    • calendar_month Kam, 18 Feb 2016
    • account_circle admin
    • visibility 539
    • 0Komentar

                Pada tanggal 31 Januari 2015 lalu, Nahdlatul Ulama baru saja berulang tahun yang ke 90tahun, dan kurang 10 tahun lagi NU akan memasuki usia satu abad. 90 tahun adalah usia kematangan suatu oragnisasi seperti NU. Kendati demikian, NU ke depan memiliki tantangan yang cukup serius yang perlu direspon dan dicarikan solusi secara konkrit, yaitu […]

  • Refleksi Harlah NU ke-94 Kebangkitan Kaum Muda NU

    Refleksi Harlah NU ke-94 Kebangkitan Kaum Muda NU

    • calendar_month Sel, 11 Apr 2017
    • account_circle admin
    • visibility 400
    • 0Komentar

    Harlah NU ke-94 adalah momentum strategis untuk membangkitkan spirit kaum muda NU. Sejak dipimpin Gus Dur pada tahun 1984, eskalasi pergerakan kaum muda NU mengagumkan. Gus Dur berhasil mengorbitkan kader-kader muda untuk tampil sebagai pemimpin dan aktivis NU masa depan yang kreatif, inovatif, progresif, dan kompetitif. Pencerahan pemikiran dan aksi-aksi kontroversial Gus Dur mampu membangkitkan […]

  • PCNU - PATI Ponpes Ganra

    Pesantren dan Kemandirian Bangsa

    • calendar_month Sab, 16 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 503
    • 0Komentar

    Dalam lanskap sejarah kebangsaan, pesantren telah memberikan sumbangsih dan kontribusi yang signifikan terhadap negeri ini. Sejak ratusan tahun yang lalu kontribusi pesantren terhadap bangsa sudah tidak terhitung lagi.  Pada masa kolonial, pesantren dan kaum santri telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari munculnya perlawanan yang ditunjukkan untuk menentang dan melawan dominasi asing yang berambisi menguasi […]

  • PCNU-PATI

    Sekolah sebagai Parenting Pembinaan Akhlak

    • calendar_month Sab, 2 Sep 2023
    • account_circle admin
    • visibility 499
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto, MA Sekolah pada dasaranya merupakan tempat untuk belajar-mngajar antara guru dan murid. Sehingga sekolah identik dengan tempat untuk menimba ilmu. Oleh karena itu, sudah semestinya sekolah menjadi tempat untuk mencari ilmu dan mengekspresikan segala sesuatu yang ada dalam benak pikiran peserta didik. Sedangkan proses pendidikan baik formal maupun non-formal pada dasarnya memiliki […]

  • Makesta IPNU/IPPNU Sumur Tekankan Wawasan Kebangsaan

    Makesta IPNU/IPPNU Sumur Tekankan Wawasan Kebangsaan

    • calendar_month Sel, 13 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 553
    • 0Komentar

    CLUWAK-Sebanyak 67 anggota IPNU-IPPNU Ranting Desa Sumur, Cluwak  mengikuti kegiatan Makesta (masa kesetiaan anggota), Senin 12 Agustus sampai Selasa 13 Agustus 2019.  Acara yang diadakan di gedung muslimat NU desa Sumur ini menghadirkan instruktur dari IPNU-IPPNU cabang Pati. Pembukaan Makesta IPNU-IPPNU Desa Sumur Kecamatan Cluwak Dalam acara pembukaan, hadir pengurus ranting NU, muslimat, fatayat dan […]

  • Semua Orang Menjual Diri. Photo by Yassin Mohammadi on Unsplash.

    Semua Orang Menjual Diri

    • calendar_month Kam, 25 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 447
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin* “Lowongan Pekerjaan, Pria/Wanita max. 25 tahun, ijazah minimal SMA/se derajat dan Good Looking.” Pamflet semacam ini sering kita temukan di mana-mana. Good looking menjadi standar baru dalam kehidupan masa kini. Artinya, setiap orang perlu ‘menjual diri’. Wait, jangan ngeres dulu! Misalnya, seorang pria yang bekerja sebagai sales mobil mewah, dituntut memoles […]

expand_less