Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Kupas PAUD Inklusif Jawa Tengah, Dosen INISNU Temanggung Yuni Setya Hartati Sukses Pertahankan Disertasi di UIN Sunan Kalijaga

Kupas PAUD Inklusif Jawa Tengah, Dosen INISNU Temanggung Yuni Setya Hartati Sukses Pertahankan Disertasi di UIN Sunan Kalijaga

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 19 Feb 2026
  • visibility 8.567
  • comment 0 komentar

 

YOGYAKARTA – Program Studi S3 Studi Islam Konsentrasi Pendidikan Anak Usia Dini Islam Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga (UIN SUKA) Yogyakarta menggelar sidang promosi doktor pada Rabu pagi, 18 Februari 2026. Sidang yang berlangsung di lantai 1 Gedung Pascasarjana tersebut menghadirkan promovenda dosen sekaligus Kaprodi S1 Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung, Yuni Setya Hartati, dengan disertasi berjudul “Analisis Penyelenggaraan PAUD Inklusif di Jawa Tengah: Tinjauan pada Dimensi Budaya, Kebijakan, dan Praktik.”

Sidang dimulai pukul 10.00 WIB hingga selesai. Dalam ujian terbuka ini, Yuni menghadapi dewan penguji yang dipimpin Prof. Dr. Moch. Nur Ichwan, S.Ag., M.A. (Ketua Sidang), Ahmad Rafiq, S.Ag., M.Ag., M.A., Ph.D. (Sekretaris Sidang), Prof. Dr. H. Suyadi, S.Ag., M.A. dan Rof’ah, M.A., Ph.D. (Promotor/Penguji) serta Dr. Asep Jahidin, S.Ag., M.Si., Dr. Maya Fitria, S.Psi., M.A., Prof. Zulkifli Lessy, S.Ag., S.Pd., M.Ag., M.S.W., dan Prof. Dr. Istiningsih, M.Pd. (Penguji).

Dalam penelitiannya, Ketua Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Institut Islam Nahdlatul Ulama Temanggung tersebut menekankan bahwa pendidikan inklusif pada jenjang anak usia dini merupakan fondasi pembentukan sikap penerimaan terhadap keberagaman. Namun implementasinya masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kultur sekolah yang homogen, regulasi yang belum sepenuhnya adaptif, hingga keterbatasan praktik pembelajaran yang ramah anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi multi kasus.

Dalam presentasinya, Yuni memaparkan kebaruan risetnya berupa perumusan Teori Inklusivitas Kontekstual Berbasis Nilai (Contextual Value-Based Inclusivity Theory/CVBIT). Teori ini menegaskan bahwa inklusivitas PAUD dibangun melalui internalisasi nilai lokal dan spiritualitas yang hidup dalam budaya sekolah sebagai mediator antara kebijakan adaptif dan praktik pedagogis humanistik. Dengan demikian, model inklusi yang dihasilkan bersifat kontekstual, dinamis, dan berkelanjutan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa homogenitas di TK Universal Temanggung memperkuat keseragaman nilai religius, sedangkan heterogenitas di TK Agape Kids Wonosobo memperkaya kesadaran relasional dan toleransi. Temuan tersebut sejalan dengan teori Urie Bronfenbrenner dan prinsip pendidikan Ki Hadjar Dewantara yang menekankan pentingnya lingkungan dalam membentuk pengalaman belajar anak.

Dalam praktik pembelajaran, TK Universal Temanggung unggul dalam asesmen awal dan kolaborasi dengan orang tua, sementara TK Agape Kids Wonosobo lebih fleksibel dalam metode pembelajaran. Keduanya mencerminkan prinsip inclusive pedagogy dari Lani Florian dan Kristine Black-Hawkins, bahwa setiap anak perlu difasilitasi sesuai kebutuhan dan potensinya.
Yuni menegaskan bahwa inklusi merupakan proses pemanusiaan pendidikan yang berbasis nilai dan berorientasi pada pengembangan manusia seutuhnya. “Pendidikan inklusif menjadi bermakna ketika anak diposisikan sebagai subjek kemanusiaan yang utuh, bukan sekadar objek kebijakan atau standar pembelajaran,” tandasnya.

Sementara itu, Rektor Institut Islam Nahdlatul Ulama Temanggung, Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., secara terpisah menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan Yuni Setya Hartati bukan hanya prestasi personal, tetapi juga menjadi penguat tradisi akademik kampus.

“Disertasi ini menunjukkan bahwa dosen INISNU Temanggung mampu melahirkan teori yang relevan dan kontekstual bagi kebutuhan pendidikan Indonesia. CVBIT bukan sekadar konsep akademik, tetapi tawaran paradigma yang berpijak pada nilai, budaya, dan spiritualitas. Ini menjadi kontribusi penting bagi pengembangan PAUD inklusif di tingkat nasional,” ungkapnya.

Rektor INISNU berharap capaian ini memotivasi dosen lain untuk terus melakukan riset yang berdampak nyata bagi masyarakat dan pengembangan ilmu pengetahuan.

Sidang promosi doktor ini menjadi momentum strategis, tidak hanya bagi promovendanya, tetapi juga bagi penguatan kajian pendidikan anak usia dini dan komitmen terhadap pendidikan inklusif di Indonesia. (*)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • MKKS Ma'arif NU Jawa Tengah Adakan Rakor dan Workshop Branding

    MKKS Ma’arif NU Jawa Tengah Adakan Rakor dan Workshop Branding

    • calendar_month Sel, 27 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 7.629
    • 0Komentar

      Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Ma’arif NU Jawa Tengah menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) dan Workshop Branding pada Sabtu, 24 Januari 2026. Bertempat di Aula Polewali SMA Nasima, Jalan Arteri Yos Sudarso, Kota Semarang, kegiatan yang berlangsung pukul 08.00 hingga 15.30 WIB ini dihadiri oleh 29 pengurus MKKS dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. Agenda […]

  • PCNU-PATI

    I Wuf You

    • calendar_month Jum, 30 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 232
    • 0Komentar

    ARI menyeka keringatnya yang bercucuran di dahi, lalu menegak isi botol minuman. Latihan futsalnyasebentar lagi selesai tapi Ari sudah kelelahan gini. Sekarang dengan dulu memang sangat berbeda. Aribisa menghabiskan tiga ronde permainan sampai-sampai teman setimnya minta ampun untuk berhenti.“Iris biasanya dateng,” ledek salah satu temannya, Zaki. “Lagi selek lo berdua?”Ari sebenernya nggak mau jawab, tapi […]

  • Stadium General IPMAFA, Menatap Era 4.0 dengan Nilai-nilai Pesantren

    Stadium General IPMAFA, Menatap Era 4.0 dengan Nilai-nilai Pesantren

    • calendar_month Ming, 22 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 343
    • 0Komentar

    Dr. Tedy Kholiludin (kiri) saat memberikan kuliah umum di IPMAFA dengan didampingi moderator, M. Sofyan Alnashr MARGOYOSO-Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Pati menggelar Stadium General pada Sabtu (21/9) pagi. Acara yang bertempat di Aula lantai 2 Gedung IPMAFA tersebut mengambil tema ‘Diversity in Unity; Membentuk Identitas Kolektif Mahasiswa Berdasarkan Nilai-nilai Pesantren’ dengan menghadirkan Sosiolog dan […]

  • PCNU-PATI

    Hasil Keputusan Kombes 2012

    • calendar_month Rab, 28 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 214
    • 0Komentar

    Buku hasil Munas Alim Ulama dan Mubes NU memiliki dua nilai penting, Pertama dari sisi konten, buku ini memberikan banyak informasi penting tentang hasil Bahtsul Masail yang berhubungan dengan masalah-masalah terkini mengenai hukum pajak, hukum koruptor, dan juga review beberapa Undang-undang. Hal ini sangat penting bagi masyarakat Nahdliyyin yang terbiasa menjawab segala persoalan berdasar pada […]

  • PCNU- PATI Photo by MasterTux

    Kabar Pernikahan Terviral

    • calendar_month Ming, 4 Sep 2022
    • account_circle admin
    • visibility 188
    • 0Komentar

    Oleh : Elin Khanin “Kasihan, lulus jadi dokter bedah langsung disuruh nikah sama kakek-kakek.” “Rupanya dokter cantik itu jadi tumbal orang tuanya sendiri. Ck… ck… ck….” “Kalau aku sih mau aja. Kan konglomerat itu udah aki-aki. Bentar lagi dipanggil Yang Maha Kuasa. Warisan yang gak bakal habis dimakan tujuh turunan akan jatuh di tangan. Haha.” […]

  • PCNU-PATI Photo by vihaels

    Pohon

    • calendar_month Rab, 21 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 180
    • 0Komentar

    Oleh : Niam At Majha Air, tanah, angin dan pohon adalah satu dari kesatuan. Mereka komponen saling mengisi satu dengan lainnya. Jika salah satunya ada yang lebih dominan atau pun ada ketimpangan, maka kondisi alam menjadi tak stabil. Saat angin puting beliung hadir, menunjukkan keeksistensinnya; maka pohon menjadi pemecah angin tersebut agar tak bergerombol. Dengan […]

expand_less