Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Parodi » Terima Kasih Tak Membawa Apa Apa, Doakan Saja

Terima Kasih Tak Membawa Apa Apa, Doakan Saja

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 8 Jun 2022
  • visibility 350
  • comment 0 komentar

Jika minggu lalu saya bercerita perihal orang yang suka menyia- nyiakan rejeki saat musim hajatan, atau menghadiri undangan nikahan dan resepsinan. Dengan cara tak menghabiskan menu makannya yang diambil sendiri. Di pilih sendiri, begitulah manusia dengan segala ke unikannya, dan segala kesempurnaannya yang tak disempurnakan sendiri.

Bulan ini adalah dimana banyak orang yang telah di mampukan untuk melaksanakan rukun Islam ke lima yaitu berangkat Haji. Orang yang berangkat Haji adalah orang pilihan. Pilihan sebab dengan penuh kesabaran menunggu antrian panjang, melebihi antrian macet jalan Pantura saat perbaikan pada program tahunan. Proyek abadi yang selalu dinanti para pencari bati.

Kebetulan kemarin saya bertemu dengan suami istri yang sedang berdialog interaktif di dalam lift turun dari lantai atas ke bawah, pada sebuah rumah sakit swasta di kota. Saya tanpa sengaja mendengarkan dialog tersebut, dengan penuh seksama. Jangan sampai ada yang terlupa.

“Bu… Sudah menjenguk Bapak Brur yang akan pergi Haji? “tanya suaminya dengan nada yang datar

“Belum Pak, Bapak tahu sendiri kita lagi ada musibah begini”

“Iya Bu.. tapi jika kita tak menjenguk dan membawa buah tangan, tentu akan di bahas dan menjadi bahasan serta diabsen. Karena menjenguk orang akan berangkat Haji diharuskan membawa buah tangan, baik berupa gula atau pun lainnya, bukan soal bawanya melainkan sekarang kita lagi ada musibah, “

Setelah mendengar dialog interaktif tersebut saya heran dan bingung. Sebab di masyarakat kita kebanyakan telah memberlakukan orang yang akan pergi Haji adalah dengan mendatangkan sumbangan, mendatangkan pemberian-pemberian. Anehnya orang yang katanya pilihan tersebut tentu dari segi harta benda lebih dari orang lain, tapi kenapa masih saja menerima pemberian dari orang dibawahnya. Di bawah dari segi ekonomi.

Lha wong sudah menjadi tradisi kok mau di rubah, ya ndak bisa to Pak !, ” celetuk istri saya dengan tiba tiba,  selalu mengagetkan saya saat menulis cerita ini.

Belum sempat menimpali apa yang diucapkan Ibu Ratu dalam rumah saya tersebut. Ia kembali berujar dan komentar lebih pedas dari pada makanan ber cabai yang ber level level.

“Bapak tentu tahu, orang Haji itu modalnya banyak, antriannya juga panjang, tentu wajar saja to apabila harus balik modal, meski tak keseluruhan, salah satunya ya itu tadi menerima pemberian-pemberian dari orang lebih rendah ekonominya dari ya akan berangkat Haji, “jelasnya panjang lebar

Dalam hati saya, tumben Ibu Ratu mikirnya rada sosialis dan realistis. Jadi saya teringat pada sebuah rumah sederhana. Rumahnya masih berkeramik plaster dari semen tiga roda kokoh tertandingi dan temboknya masih berbata merah. Hasil jerih payahnya selama sepuluh tahun lebih untuk menabung akhirnya orang tersebut bisa berangkat Haji. Sebut saja Mab namanya.

Mab tersebut dengan gagah berani di depan rumahnya di kasih papan pengumuman dengan tulisan kapital amat besar “TERIMA KASIH TAK MEMBAWA APA APA, DOAKAN SAJA”

Setelah membaca tulisan tersebut hati saya makratab meski tak se tratab panggilan telegram yang tak boleh di tolak. Ternyata hanya orang sederhana saja, seadanya yang bisa memahami dan mengerti hakikat pergi Haji yaitu orang pilihan tentu tak seharusnya menerima pemberian. (Niam At Majha)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • closed brown wooden door

    Sejauh Mana Weton Menghalangimu?

    • calendar_month Jum, 10 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 793
    • 0Komentar

      pncupati.or.id – Menelisik lebih jauh tentang peranan weton atau satuan yang masih sangat dipercaya hampir mayoritas orang Jawa. Secara pengertian weton berasal dari bahasa Jawa yang memiliki makna hari kelahiran. Dalam keseharian orang Jawa weton memiliki konsep penting dalam budaya yang sering dikaitkan dengan perhitungan kalender dan ramalan nasib. Kita ketahui bersama, kalau di […]

  • Photo by The Cleveland Museum of Art

    Crush Never Ending

    • calendar_month Ming, 28 Apr 2024
    • account_circle admin
    • visibility 1.364
    • 0Komentar

    Oleh : J. Intifada Pertanyaannya masih sama. Kenapa aku belum bisa bergerak untuk membuka hati. Sedang kamu sudah punya kebahagiaan baru. Aku masih mempertanyakan kenapa perasaanku masih begitu lekatnya. Sedang kamu sepertinya sudah hilang beban dan melepasku tanpa arah. Aku tak pernah ingin tahu kehidupanmu sekarang. Entah siapa istrimu, entah bagaimana anakmu. I don’t care. […]

  • PBNU Rilis Daftar Pengurus, 4 Ulama Pati Masuk Jajaran Syuriyah

    PBNU Rilis Daftar Pengurus, 4 Ulama Pati Masuk Jajaran Syuriyah

    • calendar_month Rab, 12 Jan 2022
    • account_circle admin
    • visibility 709
    • 0Komentar

    KH. Aniq Muhammadun, salah satu kiai asal Pati yang namanya masuk dalam jajaran Syuriyah PBNU.  JAKARTA – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) hari ini, Rabu (12/1) meluncurkan daftar nama pengurus baru era kepemimpinan KH. Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya. Surat bernomor  01/A.II.04/01/2022 tentang Pengesahan Susunan Pengurus Besar NU tersebut memperlihatkan nama-nama tokoh yang akan […]

  • Nahdlatul Ulama dan Amal Jariyah

    Nahdlatul Ulama dan Amal Jariyah

    • calendar_month Kam, 23 Nov 2017
    • account_circle admin
    • visibility 422
    • 0Komentar

    Nahdlatul Ulama sebagai organisasi sosial keagamaan memiliki kepedulian khusus pada umat Islam, kegiatan sosial banyak dicanangkan dan berbagai kegiatan yang menyentuh dengan Umat, baik ekonomi keumatan sangat dicanangkan. Hal ini memiliki dampak yang sangat luar biasa kepada kemajuan Nahdlatul Ulama selama ini. Program amal jariyah memang sangat bagus dalam persatuan dan kesatuan yang dibangun Nahdlatul […]

  • PCNU-PATI Photo by Anita Austvika

    Emergency Couple

    • calendar_month Ming, 20 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 468
    • 0Komentar

    Oleh : Elin Khanin Sejak Faris berubah wujud dari lelaki bersarung menjadi lelaki berdasi, Najiya terus berpikir siapa sebenarnya Faris. Sepertinya Mr. Bunglon itu bukan orang sembarangan. Sejak awal bertemu, ia punya firasat sendiri mengenai lelaki pemilik panti tersebut. Ia punya aroma bangsawan. Wajahnya penuh misteri memendam sekam.  Wajah tirus dengan hidung mancung, bibir berbentuk […]

  • PCNU-PATI Photo by Anita Austvika

    Puisi Puisi Eska Mariska

    • calendar_month Ming, 13 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 334
    • 0Komentar

    Delapan Oktober Perilakumu manis sayang diikuti tutur kata yang keluar dari mulutmu seakan meyakinkanku yang putus asa akan cinta senyumanmu mengikat, menghipnotisku untuk terus menatap tidak ada sejengkalpun yang terlewat kamu memanjakanku malam itu mengutuk semua orang yang menganggu aku berusaha tenang,  lisanku berusaha diam tidak ada balasan dariku untukmu hanya tawa dan anggukan kepala […]

expand_less