Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Cerpen » Emergency Couple

Emergency Couple

  • account_circle admin
  • calendar_month Ming, 20 Nov 2022
  • visibility 442
  • comment 0 komentar

Oleh : Elin Khanin

Sejak Faris berubah wujud dari lelaki bersarung menjadi lelaki berdasi, Najiya terus berpikir siapa sebenarnya Faris. Sepertinya Mr. Bunglon itu bukan orang sembarangan. Sejak awal bertemu, ia punya firasat sendiri mengenai lelaki pemilik panti tersebut. Ia punya aroma bangsawan. Wajahnya penuh misteri memendam sekam. 

Wajah tirus dengan hidung mancung, bibir berbentuk lambang hati dan mata sejernih telaga komplit dengan irit bicara dan sikap dinginnya, Faris memang terkesan elusif tapi mampu memenjarakan perasaan perempuan mana saja. Auranya elit berwibawa dan beretika. 

Najiya mencoba menerka-nerka dan mengaitkan hasil pengamatan dengan sikap Bik Misih. Perempuan itu selalu memanggilnya “Den” dan panggilan itu familiar untuk kalangan kasta tinggi seperti bangsawan, juragan besar atau seorang Tuan Muda bergelimang harta. 

Mata Najiya kini menumbuk pada kedua sepatu hitam mengkilat Faris, terus menyusuri penampilan lelaki yang berjalan dengan tegap berwibawa di depannya dari bawah ke atas. Ia yakin semua atribut yang dikenakan Faris tidak kaleng-kaleng. 

Sebagai mantan mahasiswi kedokteran dengan pergaulan luas dari berbagai kalangan orang-orang berkelas dan borjuis, ia tahu brand barang-barang terkenal dan bergengsi seperti Gucci, Christian Louboutin, Jimmy Chou, sampai yang teratas Balenciaga. Dan jas itu, ia tahu harga jas yang dikenakan Faris dan Vicky adalah harga langit. 

“Dia memang bunglon. Mr. Bunglon,” gumam Najiya. 

Suara lirihnya beradu dengan suara sepatu Faris dan Vicky yang berdekak-dekak menghantam lantai. Namun sayangnya masih tertangkap di telinga Faris. Lelaki itu mendadak berhenti dan menoleh ke belakang. Membuat Najiya terkesiap dan dahinya hampir membentur dada Faris. Gadis itu mendongak lalu menemukan sepotong wajah yang menatapnya tajam. 

“Kau bilang apa?” Tanya Faris dengan tatapan penuh selidik. Vicky memandang Najiya dan Faris bergantian. Dua pasang insan manusia itu saling beradu tatap. Najiya merasa kesulitan bernapas berada begitu dekat dengan Faris. Bau Parfum Jo Malone semakin tajam merajami hidungnya. Membuat bicaranya tak tertata dengan baik. 

“Emmm… saya nggak apa-apa. Maksud saya, saya nggak bilang apa-apa,” jawab Najiya dengan ekspresi grogi. 

“Tapi saya yakin kamu tadi mengatakan sesuatu.” Faris tetap menuntut.

“Em, kita mau kemana? Tolong antarkan saya pulang,” sahut Najiya cepat–mengalihkan pembicaraan. 

“Apa kau sudah memutuskan hendak pulang kemana?” 

“Ke.. Ke rumah saja.” 

“Good. Saya akan mengantarmu sampai rumah.” Faris segera berbalik. Memasukkan kedua tangan pada saku celananya. 

“Ah, bagaimana kalau antarkan saya saja ke tempat dimana mobil saya berada? Saya bisa pulang sendiri,” seru Najiya dengan mata berbinar. Kenapa tidak dari tadi ia meminta seperti itu. Mengapa ia tadi loading dan menurut saja saat diminta mengikuti Faris? 

“Tidak! Aku takut nanti kamu akan bunuh diri lagi,” tampik Faris tanpa menatap Najiya. 

“Bunuh diri?” Vicky terkejut. Lelaki berambut ikal itu menatap Najiya lagi dengan tatapan yang lebih intens. 

Tiba-tiba saja sebuah suara milik seorang perempuan paruh baya hinggap lagi di benaknya. “Ini loh, Vick calonnya Faris. Dokter Najiya. Cantik ya? Dia anak sahabatku. Kami sudah lama ingin jadi besan.” Nyonya Kamelia dengan bangga memperlihatkan sebuah foto seorang dokter muda dengan outer sebuah jas putih kebanggaan dipadu inner blouse katun hijau tua menyunggingkan senyum manis di sana. Rambut gadis itu bergelung indah kecoklatan dengan stetoskop melingkar di dadanya. Tangan kiri tenggelam dalam saku kiri, sedang tangan kanan membawa sebuah buku kesehatan bersampul hitam. 

Kedua mata Vicky melebar, ia berhasil menumpas rasa penasarannya. Dalam kacamata Vicky Najiya sama-sama cantik dengan atau tanpa hijab. Namun berpenampilan tertutup begini membuat gadis itu terlihat jauh memesona. 

“Saya janji nggak akan melakukannya lagi, please? Please, biarkan saya pulang sendiri saja,” bujuk Najiya dengan suara memelas. 

“Ah, sekarang saya ingat. Apa kamu Najiya dokter itu?” sela Vicky membuat Faris menatapnya tajam. Namun sayang, Vicky tak menyadari kode itu. Ia tetap mengoceh. Najiya sendiri heran kenapa lelaki yang baru saja melihatnya bisa tahu tentangnya.

Ah, mungkin lelaki ini sudah tahu tentangku berkat video jahanam yang sedang viral itu, terka Najiya pada dirinya sendiri. 

“Jadi kalian sudah sepakat dan memutuskan untuk meni….” 

“Vicky…  kau mau aku bunuh?” sembur Faris tak sabar. Vicky segera menutup mulut. Wajahnya bingung. Kenapa Faris justru memarahinya. Bukankah Tuan Muda Faris dan Najiya sudah mendengar kabar perjodohan itu dan saling tahu lewat orang tua masing-masing? Rasa penasaran bercokol dalam benak Vicky setelah yakin perempuan yang berdiri didekatnya adalah calon istri atasan sekaligus sahabatnya Faris. Dokter Najiya. 

Najiya lebih bingung lagi. Apakah dua lelaki ini sedang berdebat gara-gara aku? Tanyanya dalam hati. 

“Loh …  loh, Den. Mau kemana? Non?” Bik Misih muncul dan langsung berseru sambil lari tergopoh-gopoh menghampiri majikan serta dua orang yang berdiri di langkan aula. Mereka telah rapi dan bersiap pergi. 

“Kami mau ke kantor lalu bersiap menghadiri acara di Bali, Bik,” jawab Vicky mewakili. 

“Lha Non…  em siapa namanya? Oh ya, anak-anak manggilnya Kak Najiya ya? Ya Allah sampai ndak sempet kenalan secara resmi sudah mau pergi,” sesal Bik Misih. Perempuan berpipi chubby itu meraih tangan Najiya. 

“Kami akan mengantarnya pulang,” lanjut Vicky lagi. 

“Besok-besok mampir lagi ya, Non? Oh ya baju pengantinnya belum kering,” tukas Bik Misih mengingat pakaian Najiya awal datang ke panti kemarin. Itu membuat alis Vicky naik sebelah. Dugaannya semakin kuat tentang Faris dan Najiya.

“Apa mereka sudah meni….” Vicky menyela. Menatap Bik Misih sungguh-sungguh. Ia yakin perempuan tambun pengasuh panti tahu sesuatu tentang mereka berdua. Tapi lagi-lagi kalimatnya dipotong oleh Faris. “Ya sudah kami pergi dulu, Bik. Jaga anak-anak.”

Faris segera melangkah cepat menuju halaman. Bik Misih hanya manggut-manggut seperti burung beo. Najiya dan Vicky menyusul setelah menganggukkan kepala pada Bik Misih. 

“Maaf, Bik baju ini nanti saya kembalikan. Saya pamit dulu,” ujar Najiya sambil menunjuk pakaian yang melekat di tubuhnya. 

“Ah, nggak usah, Non. Non pakai aja. Cocok dan cantik.” 

Bik Misih tertawa lebar. Sekali lagi Najiya menganggukkan kepala dan berterima kasih. 

Beberapa anak kecil berebut mencium tangan Najiya. Mereka sedih saat tahu Najiya harus pulang dan hanya sebentar saja singgah. 

“InsyaAllah kapan-kapan kakak mampir lagi ya. Nanti tak bawakan coklat dan boneka yang banyak,” ucap Najiya sambil mengusap satu persatu anak-anak yang berdiri mengelilinginya. Mereka bertampik sorak dan tak sabar Najiya akan mampir lagi. 

Sebuah mobil Lexus LX 570 terparkir gagah di halaman luas panti. Mata Najiya terbuka lebar dengan mulut sedikit menganga. Itu adalah mobil impiannya. Salah satu impian yang  pupus sebab beberapa tahun ke depan ia harus melunasi hutang-hutang dulu. Bahkan mobil merah jazznya terancam musnah. 

“Mr. Bunglon memang bukan orang sembarangan,” gumam Najiya sebelum melangkah menuju mobil mengikuti Faris dan Vicky. 

Najiya merasa diperlakukan layaknya seorang putri begitu Vicky membukakan pintu mobil untuknya. Dia duduk di tengah, sedang Faris di depan menemani Vicky menyetir. Beberapa anak melambaikan tangan dan bersorak hingga mobil lenyap dibalik pintu gerbang. 

“Mobilmu sudah diambil pegawaiku untuk diantar ke rumahmu.” 

Suara Faris memecah kebekuan. Setelah beberapa detik yang lalu ia berbicara seseorang lewat telepon. 

“Bisakah saya mengambil ponsel sebentar di mobil itu?” Tanya Najiya. Ia perlu mengecek beberapa hal. Namun sebuah nada dering dari ponsel Faris membuat gadis itu urung mendapat jawaban. Faris memang tampak sibuk sejak Vicky muncul. Lelaki itu juga sempat mengingatkan rangkaian acara dalam jadwal harian Vicky. Sepertinya Vicky adalah jam weker hidup bagi Faris. 

“Iya, Mi?” 

Sebuah suara panik menyerang telinga Faris. Najiya bisa melihat bagaimana Faris beberapa kali menjauhkan ponsel dari telinganya. 

“Ris, kakekmu drop lagi. Bisa pulang sekarang tidak? Mami khawatir.” 

“Kenapa tidak langsung dibawa ke RS saja, Mi?” 

“Beliau nggak mau. Kekeh dirawat di rumah saja. Mana Dokter Damar keluar kota. Kakek pengen ketemu sama kamu.” 

“Baik, saya pulang sekarang. Mami tak usah khawatir.”  Faris menutup teleponnya. Tanpa perintah Vicky memutar setir dengan ligat. 

Lexus berwarna silver mengkilat segera berbalik arah menuju Royal Residence di mana kediaman Albana berada. Faris sempat menoleh ke arah Najiya sekilas. Ada debur ombak dalam dadanya. 

“Loh, antarkan saya pulang dulu, Mister,” ucap Najiya panik saat mendengar kalimat terakhir Faris tentang pulang. 

“Tak ada waktu. Kakek butuh pertolongan.” 

Najiya menghela napas. Ia tak mampu lagi berkata-kata.

Jadi aku akan ke rumah Mr. Bunglon? Sebuah pertanyaan mengusik ketenangannya.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lestarikan Khazanah Spiritual, Komunitas Joko Tingkir Ziarahi Makam Wali Pati

    Lestarikan Khazanah Spiritual, Komunitas Joko Tingkir Ziarahi Makam Wali Pati

    • calendar_month Jum, 25 Okt 2019
    • account_circle admin
    • visibility 439
    • 0Komentar

    GEMBONG-Komunitas Joko Tingkir yang diprakarsai oleh para pemuda Dukuh Sentul, Desa Gembong Kecamatan Gembong tekankan tentang pentingnya menjaga eksistensi budaya. Sebelumnya, komunitas yang baru berdiri dua tahun silam ini bergerak di bidang sosial kemasyarakatan dan program-program peduli lingkungan, seperti agenda-agenda bhakti sosial dan upaya pelestarian Waduk Gembong. Benar saja, Komunitas Joko Tingkir merupakan salah satu […]

  • SAKO Pramuka Pandu Ma'arif NU Jawa Tengah Gelar Kemah Perdamaian dan Kemanusiaan

    SAKO Pramuka Pandu Ma’arif NU Jawa Tengah Gelar Kemah Perdamaian dan Kemanusiaan

    • calendar_month Sen, 15 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 6.357
    • 0Komentar

      Kota Semarang – Malam hari di bawah langit mendung Bumi Perkemahan Candra Birawa Kwartir Daerah Jawa Tengah, terdengar dengan lantang ketua sangga putra kontingen dari Kwartir Cabang (Kwarcab) Jepara memimpin penyajian yel-yel. Mereka memasuki kawasan bumi perkemahan dengan semangat dan penuh energi. Gerimis tidak mampu mematahkan semangat para peserta kegiatan Kemah Perdamaian dan Kemanusiaan, […]

  • UPZIS MWCNU Tayu Studi Tiru ke Ranting Bae Kudus, Pelajari Pengelolaan Kaleng INUK

    UPZIS MWCNU Tayu Studi Tiru ke Ranting Bae Kudus, Pelajari Pengelolaan Kaleng INUK

    • calendar_month Sel, 6 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 7.090
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Unit Pengelola Zakat, Infak, dan Sedekah (UPZIS) MWCNU Tayu Pati, melaksanakan kegiatan studi tiru ke UPZIS Ranting Bae, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Ahad (4/1/2026). Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan kualitas tata kelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Dalam kegiatan itu, rombongan disambut hangat oleh jajaran pengurus UPZIS Ranting Bae bersama pengurus […]

  • PCNU-PATI

    Agama Versus Agama

    • calendar_month Ming, 6 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 427
    • 0Komentar

    Dr. Ali Syariati adalah seorang Sosiolog dan Martir yang terbunuh atas perjuangannya menyalakan api revolusi di Kerajaan Syah Pahlevi di Tanah Persia. Api revolusi yang dikobarkannya menyala terang dan berhasil meruntuhkan tembok kerajaan Syah yang sudah berumur ribuan tahun. Namun beliau tidak sempat menyaksikan hasil perjuangannya tersebut dikarenakan kesyahidannya tepat 3 tahun sebelum revolusi. Meskipun […]

  • Muktamar NU  di Jombang Harus Kembali Ke Khittahnya

    Muktamar NU di Jombang Harus Kembali Ke Khittahnya

    • calendar_month Sab, 13 Jun 2015
    • account_circle admin
    • visibility 329
    • 0Komentar

    KH Aniq Muhammadun, Pengasuh Pesantren Salaf Mamba’ul Ulum Pakis Tayu, Pati memberikan gambaran mengenai Muktamar ke-33 NU yang akan diselenggarakan 1-5 Agustus 2015 mendatang di Jombang, Jawa Timur. Berikut wawancara Kontributor NU Online, Muhammad Zulfa di kediaman Kiai Aniq di Pati, Jawa Tengah, Rabu (22/4). Bagaimana persiapan PCNU Pati menghadapi Muktamar ke-33 NU ini Yai? […]

  • Kisah Wanita Rusia Belajar Silat Pagar Nusa

    Kisah Wanita Rusia Belajar Silat Pagar Nusa

    • calendar_month Jum, 20 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 415
    • 0Komentar

    Deni Dadawuk, pelatih pencak silat NU Pagar Nusa bersama murid bulenya, Nedeljka Mileusnic. (Foto : Gasmi) KUNINGAN – Seni bela diri memang memilik daya tarik tersendiri di mata penikmatnya. Tidak terkecuali pencak silat, seni bela diri asli Indonesia.  Baru-baru ini jagat persilatan nusantara digegerkan oleh seorang wanita berusia 27 tahun asal Siberia, Rusia. Dia adalah […]

expand_less