Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Gelar Halal Bihalal, RMI PWNU Jateng Bahas Agenda untuk Perkuat Pesantren dan Madin

Gelar Halal Bihalal, RMI PWNU Jateng Bahas Agenda untuk Perkuat Pesantren dan Madin

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 30 Mei 2023
  • visibility 483
  • comment 0 komentar

Pcnupati.or.id-MAGELANG – Pengurus Rabithah Ma’ahid Islamiyyah Wilayah Nahdlatul Ulama (RMI PWNU) Jawa Tengah mengadakan halal bihalal dengan seluruh jajaran pengurus RMI kab/kota se-Jawa Tengah di Pondok Pesantren Asrama Perguruan Islam (API) Asri Giri, Magelang, Sabtu (20/5/2023).

Hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua PWNU Jateng KH Muzammil, Rois Syuriyah PWNU Jateng KH Ubaidillah Shodaqoh, Pengasuh Pondok Pesantren API Tegalrejo KH Yusuf Chudlori, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen, Ketua dan Rois Syuriyah PCNU kabupaten Magelang serta sejumlah pengasuh pondok pesantren, dan guru madrasah diniyyah se-Jawa Tengah. 

Dalam kesempatan tersebut, Ketua RMI PWNU Jateng KH Nur Machin Chudlori menyampaikan ucapan halal bihalal untuk semua peserta yang hadir. Terlebih, waktu ini masih momen Syawal.

Ia juga meminta dalam acara ini dibahas agenda-agenda untuk memperkuat pesantren dan madin. Menurutnya, masih banyak pekerjaan rumah yang perlu dikerjakan.

“Nanti Bapak Kapolri juga akan segera hadir. Manfaatkan lah kesempatan tersebut untuk menanyakan perihal peran pesantren dan madin untuk NKRI,” ujarnya.

Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen mengapresiasi sejumlah capaian yang telah dilakukan oleh RMI PWNU Jateng. Ia berharap RMI mampu menjadi pengawal pesantren dan madin. Sebab, akhir-akhir ini pertumbuhan dan perkembangan pesantren begitu pesat.

Gus Yasin, sapaan akrabnya, tak menampik bahwa terdapat sejumlah permasalahan yang ada di pesantren. Seperti soal kekerasan dan stunting. Oleh sebab itu, perlu ada pembahasan upaya-upaya untuk menanganinya.

“Kalau kita yang menangani sendiri, kita akan lebih paham terkait seluk-beluknya,” ucap Gus Yasin.

Ia juga berharap, RMI ke depan mampu berkontribusi lebih banyak. Pihaknya pun mengaku siap jika dibutuhkan untuk membantu.

Sementara itu, Rois Syuriah PWNU Jateng KH Ubaidillah Shodaqoh mengakui bahwa tugas RMI memang berat. Karena pesantren merupakan pilar utama Nahdlatul Ulama.

“Sejatinya Kader asli Nahdlatul Ulama adalah dari pondok pesantren,” papar pengasuh pondok pesantren Al-Itqon Semarang ini. 

Ada banyak model pengkaderan Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama, Madrasah Kader Nahdlatul Ulama, Pendidikan Kader Dasar dan masih banyak lainnya. Namun, hampir tidak pernah ada pertanyaan bahwa peserta pengkaderan itu alumni pesantren mana. 

Kiai Ubaid juga mengakui bahwa akhir-akhir ini banyak pesantren yang tidak jelas keilmuannya. Di sinilah salah satu peran RMI untuk memetakannya, agar pesantren itu benar-benar untuk tafaqquh fid din.

“Ada banyak pesantren yang lahir setelah adanya UU Pesantren. Ada pondok tahfidz tapi pengasuhnya tidak hafal Al Quran,” ujarnya.

Pondok pesantren, lanjutnya, juga tidak bisa dilepaskan dari madin. Menurut Kiai Ubaid, dulu sebelum santri-santri mondok di Lirboyo atau Sarang, mereka sebelumnya sudah di madin. Sehingga punya modal untuk melanjutkan di pesantren.

“Sekarang yang mondok banyak yang baca Arab saja tidak bisa,” ucapnya, karena itu pengawalan terhadap madin sangat penting.

*Kapolri Ajak Tangkal Radikalisme dan Persilahkan Santri Daftar Polisi*

Sementara itu, dalam kesempatan tersebut, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengingatkan bahwa negara Indonesia dibangun atas beragam perbedaan, termasuk perbedaan agama. Sehingga nilai-nilai persatuan menjadi sangat penting.

“Kita berharap RMI bisa menjadi garda terdepan untuk menjaga persatuan itu,” katanya.

Ia juga menyampaikan pentingnya peran pesantren dalam menangkal gerakan radikalisme yang ada di Indonesia. Sebab akhir-akhir ini pihaknya dihadapkan dengan adanya peristiwa-peristiwa gerakan radikalisme, terorisme, dan gerakan gerakan yang mengarah ke anti NKRI. Maka butuh peran dari berbagai sektor. Mulai dari pihak kepolisian, BNPT, hingga para ulama.

“Harapan kita pesantren menjadi basis utama agar kelompok tersebut tidak berkembang,” ucap Sigit.

Di akhir kesempatan, Kapolri mempersilahkan para santri untuk bisa menjadi bagian dari Polri. Ia menyebut, para santri bisa mendaftar jadi polisi melalui dua jalur. Jalur pertama, dengan cara regular seperti pendaftaran pada umumnya. Sedang jalur kedua, pihaknya ada penjaringan khusus untuk kalangan pesantren.

“Kita punya program untuk mendatangi pesantren, kemudian kita pilih apakah sesuai syarat. Kita juga siapkan pendampingannya,” jelasnya. (*)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Bangun Kader Jurnalis, Lembaga Pers IPNU IPPNU Pati Bentuk Tim Instuktur

    • calendar_month Kam, 2 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 417
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id- PATI – Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PC IPNU IPPNU) melalui Lembaga Pers dan Jurnalistik menginisiasi pembentukan Tim Instruktur dan Pelatih. Direktur Lembaga Pers dan Jurnalistik PC IPNU Pati Abdul Ghofur mengatakan, pembentukan tim instruktur ini sebagai upaya meningkatkan pengkaderan pelajar NU di bidang jurnalistik. “Terkait teknis dan […]

  • Suluk Maleman Pekan Ini Membahas Masyarat Paria

    Suluk Maleman Pekan Ini Membahas Masyarat Paria

    • calendar_month Sel, 21 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 16.991
    • 0Komentar

    Sebuah pertanyaan satir menyeruak saat Budayawan Anis Sholeh Ba’asyin membuka NgAllah Suluk Maleman pada Sabtu (18/7) malam. Dia melempar pertanyaan tentang apa sebenarnya yang dicari manusia di dunia ini. Meski terasa sederhana, namun pertanyaan ini merupakan upaya eksplorasi filosofis mengenai sifat manusia, keberadaan, dan kondisi manusia di era modern. Anis Sholeh Ba’asyin menantang para hadirin […]

  • Ini Pesan Habib Luthfi Saat Haul Kayen

    Ini Pesan Habib Luthfi Saat Haul Kayen

    • calendar_month Jum, 2 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 478
    • 0Komentar

    KAYEN-Haul Syeh Abu Hasan Ali Assadzily Kayen berlangsung meriah. Segenap unsur umaro’ dan ulama hadir dalam rangkaian acara yang digelar Selasa (30/7). Unsur-unsur muspida hingga Pengurus Cabang NU Pati turut serta dalam peringatan haul tersebut. Habib Luthfi Bin Yahya menyapa jama’ah pada saat Haul Syekh Abu Hasan Ali Assadzily di Kayen (30/7) Namun ada yang […]

  • PCNU - PATI

    Dakwah Nyentrik Ala Kiai Fahrur Rozi

    • calendar_month Sab, 13 Agu 2022
    • account_circle admin
    • visibility 739
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto Dakwah sebagaimana kita pahami merupakan ajakan, undangan, dan seruan kejalan yang baik. Dakwah juga bisa diartikan sebagai bentuk tolong-menolong kepada sesama, asalkan dilandasi dengan niat yang baik dan tujuan yang benar itu juga bisa dinamakan dakwah secara implisit. Oleh karena itu, dalam melakukan dakwah yang dilihat bukan dari penampilan seseorang maupun ucapannya, […]

  • Respon Tantangan Zaman, 100 Pengelola Medsos Sekolah Ma'arif Pekalongan Ikuti Pelatihan Literasi Digital

    Respon Tantangan Zaman, 100 Pengelola Medsos Sekolah Ma’arif Pekalongan Ikuti Pelatihan Literasi Digital

    • calendar_month Sen, 3 Agu 2026
    • account_circle admin
    • visibility 17.569
    • 0Komentar

    PEKALONGAN — Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LP Ma’arif NU) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pekalongan resmi menggandeng Institut Widya Pratama (IWIMA)Kota Pekalongan. Kolaborasi strategis ini diwujudkan melalui program pelatihan khusus bagi pengelola media sosial di lingkungan sekolah dan madrasah di bawah naungan LP Ma’arif NU Kota Pekalongan. Tak kurang dari 100 peserta dintanggal […]

  • Budaya Literasi Baca-Tulis di Rumah. Photo by RU Recovery Ministries on Unsplash.

    Budaya Literasi Baca-Tulis di Rumah

    • calendar_month Sen, 22 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 484
    • 0Komentar

    M. Iqbal Dawami Sebagai orang yang mencintai aktivitas baca-tulis, saya mencoba menularkan “virus” ini kepada keluarga saya. Di tengah masyarakat yang tak punya tradisi literasi ini, bukan hal mudah untuk menerapkannya, karena keluarga yang berbeda dengan kebanyakan di lingkungan bisa dianggap “aneh”, meskipun itu hal yang positif. Termasuk mengenalkan buku kepada tetangga. Saya coba sedikit […]

expand_less