Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Hasil Riset Dosen IPMAFA Diseminarkan

Hasil Riset Dosen IPMAFA Diseminarkan

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 16 Agu 2019
  • visibility 497
  • comment 0 komentar

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Pati menggelar Seminar Hasil Riset Dosen pada Kamis (15/8). Bertempat di Ruang Meeting Rektorat IPMAFA, acara tersebut diikuti oleh penerima Hibah Peningkatan Mutu Penelitian LPPM IPMAFA Tahun 2019 dan civitas akademika lainnya.

Presentasi hasil riset dosen IPMAFA di ruang meeting IPMAFA Kamis (15/8)

Hadir sebagai reviewer ialah Dr. A. Dimyati, M.Ag, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, dan Dr. Ali Subhan, M.A, Wakil Rektor Bidang Administrasi, Sarana prasarana, dan Keuangan. Acara tersebut dipandu langsung oleh Ketua LPPM IPMAFA, M. Sofyan Alnashr.

Hasil riset yang diseminarkan merupakan penelitian dosen IPMAFA dari berbagai bidang keilmuan. Setidaknya riset tahun 2019 mewakili tiga Fakultas yang ada di IPMAFA, yaitu Fakultas Tarbiyah, Fakultas Syari’ah dan Ekonomi Islam, dan Fakultas Dakwah dan Pengembangan Masyarakat.

Sofyan menjelaskan kegiatan riset merupakan program yang sejalan dengan visi kampus menjadi Perguruan Tinggi Riset yang Berbasis pada Nilai-nilai Pesantren. “Hal ini menjadi kewajiban dosen yang terangkum dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat. Jadi dosen tidak mengajar saja namun juga harus meneliti dan mengabdi”, jelasnya.

Riset mendorong dosen untuk mengembangkan kompetensi sesuai dengan bidang keahliannya. Hasil riset diharapkan dapat membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi masyarakat atau menghasilkan karya inovatif yang bermanfaat untuk kehidupan sosial. Dalam hal ini, riset juga menjadi sarana mengembangkan pendidikan Islam terutama dunia pesantren. Tindak lanjut dari riset ini ialah publikasi hasil penelitian melalui jurnal ilmiah, baik cetak maupun daring atau online.

“Tanpa publikasi, hasil riset hanya akan menumpuk tak terbaca. Melalui jurnal ilmiah, hasil riset dosen bisa dijadikan kajian pustaka untuk riset-riset lain yang akan datang”, imbuh Sofyan.

Mengajar, mendidik, meneliti, dan mengabdi adalah tugas sekaligus tanggung jawab seorang dosen. Maka dalam pembelajaran, dosen sebisa mungkin melakukan kontekstualisasi antara teori dengan kenyataan, antara konsep dengan lingkungan sekitar. Dengan begitu, pembelajaran, penelitian, dan pengabdian dosen akan lebih bermakna.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peradaban Minus Manusia

    Peradaban Minus Manusia

    • calendar_month Sel, 19 Nov 2024
    • account_circle admin
    • visibility 529
    • 0Komentar

    Pati. Genosida di Palestina adalah bukti terang-benderang betapa manusia tak lagi punya malu untuk memamerkan kebiadabannya. “Tidak hanya kehilangan rasa malu, tapi malah aktif mengembangkan beragam narasi untuk membendung empati publik internasional terhadap korban mereka. Mulai dari narasi tentang hak mempertahankan diri sampai anti-semitisme,” demikian ujar Anis Sholeh Ba’asyin dalam acara Ngaji NgAllah Suluk Maleman […]

  • Hukum Mengubur Ari-ari

    Hukum Mengubur Ari-ari

    • calendar_month Jum, 13 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 516
    • 0Komentar

    Pertanyaan : Sudah menjadi tradisi di indonesia khususnya di pulau jawa, bahwa setiapada orang melahirkan, maka mereka (keluarganya) mengubur ari-ari si bayi, di samping atau didepan rumahnya, apa sebenarnya hukum mengubur ari-ari tersebut? Jawaban :Ari-ari yang dalam bahasa arab disebut al-masyimahterdapat dua macam, 1. Tali pusar yang dalam bahasa arab juga disebut al-kholash(bagian yang terhubung […]

  • Bupati Pati Apresiasi Inovasi Pupuk Organik MTs Tarbiyatul Banin

    Bupati Pati Apresiasi Inovasi Pupuk Organik MTs Tarbiyatul Banin

    • calendar_month Jum, 16 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 412
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id.Pati – Bupati Pati Sudewo, hadir dalam momen akhirussanah siswa kelas IX MTs Tarbiyatul Banin di Kecamatan Winong, Kabupaten Pati pada Kamis (15/5/2025). Dalam kesempatan itu, Bupati Pati mengapresiasi hasil inovasi pupuk organik yang dikembangkan MTs Tarbiyatul Banin. Dalam bungkus pupuk itu bertuliskan Berkah 60, Pupuk Cair Hayati dan Pestisida Nabati dengan beberapa komposisi […]

  • Habib Luthfi dan PC-NU Pati Hadiri Haul Syeh Abu Al Hasan Ali As Sadzily di Kayen

    Habib Luthfi dan PC-NU Pati Hadiri Haul Syeh Abu Al Hasan Ali As Sadzily di Kayen

    • calendar_month Rab, 31 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 449
    • 0Komentar

    KAYEN-Pengajian Umum dan Haflah Dzikir Maulidurrasul Muhammad SAW dalam rangka Haul Al Imam Assayid Syekh Abu Al Hasan Aly Assadily Al Hasany, bersama Maulana Al Habib Luthfi bin Yahya dari Pekalongan terselenggara dengan lancar. Menurut KH. Ahmad Syairozy yang mewakili panitia, acara ini sebagai wujud syukur kepada Allah SWT atas berbagai nikmat yang diberikan. Bukan […]

  • PCNU-PATI

    NU Jepara Bantu Korban Bencana Pati, Ketua LAZISNU Pati Terharu

    • calendar_month Jum, 16 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 350
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – Kerja sama antara lembaga bahkan antar kabupaten dalam ruang lingkup NU memang sudah seharusnya terjadi. Terutama dalam situasi dan kondisi yang serba krusial seperti dialami oleh para korban bencana alam di Kabupaten Pati. Hal inilah yang diungkapkan oleh Niam sutaman, Ketua Lazisnu PCNU Pati.  Ia menyebut, banjir yang datang di beberapa wilayah di […]

  • Sambut Putusan MK, Ketua LP Ma'arif NU Jateng: MBG Tidak Boleh "Membajak" Hak Operasional Sekolah

    Sambut Putusan MK, Ketua LP Ma’arif NU Jateng: MBG Tidak Boleh “Membajak” Hak Operasional Sekolah

    • calendar_month Sab, 1 Agu 2026
    • account_circle admin
    • visibility 17.285
    • 0Komentar

    SEMARANG — Putusan terbaru Mahkamah Konstitusi (MK) mengenai pemisahan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari porsi wajib (mandatory spending) anggaran pendidikan sebesar 20% mendapat sambutan positif dari kalangan pengelola pendidikan swasta. Langkah ini dinilai sebagai angin segar sekaligus upaya nyata penyelamatan anggaran pendidikan nasional agar tidak “terpangkas” oleh program di luar sektor pembelajaran. Dalam […]

expand_less