Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Gus Rozin Sampaikan Pesan Penting di Muktamar Ilmu Pengetahuan ke III IPMAFA Pati

Gus Rozin Sampaikan Pesan Penting di Muktamar Ilmu Pengetahuan ke III IPMAFA Pati

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 15 Sep 2025
  • visibility 414
  • comment 0 komentar

 

Pati– Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PWNU Jawa Tengah menggelar Muktamar Ilmu Pengetahuan ke III di Kampus Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Pati pada Sabtu (13/09/2025). Acara dikemas dalam forum diskusi, pelatihan jurnal ilmiah, serta pelatihan esai khusus bagi para pelajar NU.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh KH. Abdul Ghaffar Rozin atau yang akrab disapa *Gus Rozin*. Dalam sambutannya, Gus Rozin menyampaikan beberapa poin penting terkait arah gerakan NU dan penguatan kaderisasi.

Pendidikan Ramah Anak dalam Koridor Syariat

Gus Rozin menekankan bahwa pembahasan mengenai sekolah ramah anak harus tetap berada dalam koridor syariat. “Seberapa pun kita mendorong iklim yang baik dan ideal, koridor syariat tetap tidak boleh dilanggar,” tegasnya.

Lakpesdam sebagai Forum Kaderisasi

Ia juga mengapresiasi semangat Lakpesdam yang tidak hanya bergerak pada ranah pemikiran, tetapi juga aktif dalam aktivitas nyata. Menurutnya, SDM NU banyak tertumpu pada Lakpesdam, sehingga perlu memperluas kiprah ke berbagai bidang, termasuk dunia industri dan teknologi pertanian.

Refleksi dan Roadmap Baru

Gus Rozin mengingatkan pentingnya kegiatan seperti fikih peradaban yang pernah digagas sebelumnya, namun kini perlu dilengkapi dengan kajian lain seperti ilmu pengetahuan dan teknologi. Ia berharap muktamar ini bisa menjadi roadmap baru, tidak hanya untuk pemikiran, tetapi juga pengembangan kader di berbagai sektor.

NU Tetap Setia pada Khittah

Menutup pesannya, Gus Rozin mengingatkan bahwa NU selalu menghadapi ujian besar dalam bidang ideologi, akuntabilitas, dan keperhakaan. Namun, NU harus tetap setia pada khittahnya. “Yang paling ikhlas adalah mereka yang berada di bawah, di tingkat ranting. Gerakan di bawah tidak boleh hilang dan harus terus berjalan,” ujarnya.

Menurutnya, sejarah mencatat NU selalu mampu bertahan dari berbagai gelombang politik dan dinamika zaman. Karena itu, konsensus dan kebersamaan harus terus diperkuat agar NU tetap menjadi penopang civil society.

  • Penulis: admin
Tags

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Organisasi Siswa MAN 1 Pati adakan Bagi Takjil, Bukber hingga Santunan Anak Yatim di Bulan Ramadhan

    Organisasi Siswa MAN 1 Pati adakan Bagi Takjil, Bukber hingga Santunan Anak Yatim di Bulan Ramadhan

    • calendar_month Jum, 6 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 9.944
    • 0Komentar

      PATI, pcnupati.or.id – Mengisi kegiatan bulan Suci Ramadhan, MAN 1 Pati mengajak siswa-siswi dalam kegiatan berbagi pada Jumat, (6/3/2026). Sekitar seratusan siswa yang diinisiasi oleh Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) bersama dengan perwakilan organisasi lain hingga Duta Genre dilibatkan dalam kegiatan itu. Berbagai kegiatan digelar mulai Bakti Sosial bersih-bersih masjid dan dilanjut bagi takjil […]

  • PCNU Pati Bentuk  Relawan Pendamping Pemberdayaan Masyarakat Desa

    PCNU Pati Bentuk Relawan Pendamping Pemberdayaan Masyarakat Desa

    • calendar_month Sab, 21 Mar 2015
    • account_circle admin
    • visibility 463
    • 0Komentar

    Warta PCNU, Menindaklanjuti surat edaran dari PBNU tentang Seleksi Relawan Pendamping Pemberdayaan Masyarakat Desa, PCNU Kab. Pati pada hari Jum’at, 20 Maret 2015 mengadakan Sosialisasi dan koordinasi dengan pengurus MWC NU se-Kab. Pati, Pengurus GP. Ansor Se-Kab. Pati dan Pengurus Fatayat NU se-Kab. Pati. Dalam kesempatan itu Rais Syuriyah PCNU Pati, KH. M. Aniq Muhammadun […]

  • Mushofahah (Jabat Tangan), Bisakah Melebur Dosa?

    Mushofahah (Jabat Tangan), Bisakah Melebur Dosa?

    • calendar_month Sel, 3 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 462
    • 0Komentar

    Ilustrasi : Pixabay Sudah menjadi kebiasaan kita kaum muslimin, setelah melakukan sholat `ied al-fithrikita melakukan mushôfahah (bersalaman).  Pertanyaan : Apakah mushôfahah tersebut sudah bisa melebur dosa-dosa kita (haq al-adamiy) tanpa harus menyebut dosa-dosanya ?   Jawaban :Mushôfahahtersebut belum bisa melebur dosa-dosa yang ada hubungannya dengan haq al-adamiy (hak-hak sesama manusia).   Referensi : & Kasyifah […]

  • PCNU-PATI

    Siswa MI Mambaul Ulum Grogolan Dukuhseti Sabet Juara 1 Lari Jarak Jauh di Porsema Jateng

    • calendar_month Sen, 13 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 530
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id. – JATENG – Kabar menggembirakan datang dari even Pekan Olahraga dan Seni Ma’arif (Porsema) XII Jawa Tengah. Pasalnya, salah satu atlet dari Kabupaten yakni Pati Muhammad Andrean Saputra (12) torehkan prestasi dari cabor lari jarak jauh.  Andrean merupakan pelajar kelas 6 Madrasah Ibtidaiyah (MI) Mambaul Ulum, Desa Grogolan, Kecamatan Dukuhseti. Ia berhasil meraih juara […]

  • Estafet Kepemimpinan Berlanjut, Sri Wahyu Susilowati Resmi Pimpin MTs Ma'arif Sapuran

    Estafet Kepemimpinan Berlanjut, Sri Wahyu Susilowati Resmi Pimpin MTs Ma’arif Sapuran

    • calendar_month Sab, 1 Agu 2026
    • account_circle admin
    • visibility 17.483
    • 0Komentar

    WONOSOBO – MTs Ma’arif Sapuran menggelar acara pelantikan Kepala Madrasah baru pada Sabtu (1/8/2026). Dalam prosesi tersebut, Sri Wahyu Susilowati, S.Pd. resmi dilantik sebagai Kepala MTs Ma’arif Sapuran, menggantikan Arif Muchtar, S.E. yang telah menuntaskan masa khidmahnya selama dua periode atau delapan tahun. Acara berlangsung khidmat dan dihadiri oleh Rois Syuriah MWCNU Sapuran KH. Yahya, […]

  • PCNU-PATI

    Tuhan, Izinkan Aku Menjadi Pelacur

    • calendar_month Kam, 18 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 394
    • 0Komentar

    Dia seorang muslimah yang taat. Tubuhnya dihijabi oleh jubah dan jilbab besar. Hampir semua waktunya dihabiskan untuk sholat, baca al-qur’an dan berdzikir. Dia memilih hidup yang sufistik yang demi ghirah kezuhudannya kerap dia hanya mengkonsumsi roti ala kadarnya di sebuah pesantren mahasiswa. Cita-citanya hanya satu : untuk menjadi muslimah yang beragama secara kaffah.

expand_less