Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Parodi » Branding

Branding

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 6 Apr 2022
  • visibility 409
  • comment 0 komentar

Saban pagi rutinitas harian adalah minum kopi, seseklai membaca buku puisi. Robusta adalah merk kopi rakyat yang sangat di gemari masyarakat. Sebab harganya pas di kantong tak bikin kantong kosong. Selain itu, adalah bentuk perlawanan dengan merk-merk kopi pabrikan. Masyarakat di desa kami lebih menghargai produk-produk tetangga dan saudara dan temannya, ketimbang produk pabrikan.

Apabila produk kampung sudah bisa memenuhi kebutuhan, kenapa harus beli yang pabrikan. Toh jika kita membeli produk-produk karya tetangga kita sendiri tentu akan membantu perputaran roda keuangan masyarakat sekitar rumah kita dan orang yang kita kenal, seringkali Rt nan bersama, tertawa berbarengan ketika sedang njagong padon di perempatan jalan.

            Di kampung kami, minum kopi di pagi hari adalah sebuah ritual yang tak dapat di hindari. Pasti di setiap keluarga jika pagi datang dan sarapan belum terhidangkan, minum kopi harus di dahulukan. Tanpa  ritual itu ketika menjalani rutinitas harian, seakan ada yang kurang serta sepi sunyi.

            Secangkir kopi menjadi teman dalam sendiri. Namun ramai dalam dunia maya, saya bisa saling sapa dengan siapa saja, yang berada disana dan ada disini. Tanpa harus melihat langsung.  Pun bisa saling terhubung dan dekat melekat. Sebab dunia maya adalah mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat, katanya.

            Sesekali saya scroll men-scroll dunia maya dan menemukan berbagai hal unik menarik. Sedangkan arti scroll sendiri adalah menggulir, dalam bahasa gaul ini menunjukan sebuah kegiatan seseorang yang sedang menggulir layar HP, Tablet atau layar monitor. Contohnya kegiatan seperti melihat beranda Facebook, menggulir pesan  chat atau lagi scroll  halaman website maupun komentar di media sosial.

            Dan saat melakukan aktifitas scroll tersebut saya membaca sebuah iklan tentang bisnis, perihal membangun usaha, kalimatnya kurang lebihnya seperti ini “Cara jitu membranding produkmu tanpa bayar mahal, tanpa iklan, segera daftar kuata terbatas, kesempatan tak datang dua kali”

            Saban pagi saat saya berselancar di dunia maya sering mendapatkan, melihat iklan kurang lebihnya seperti itu. Bombastis, menjanjikan yang manis-manis dan menghipnotis. Sehingga siapa saja yang membacanya akan terbawa. Padahal kita sering lupa jika pembuat iklan tersebut juga bekerja. Bekerja dengan caranya sendiri, dengan apa yang bisa dilakukan.

            Dari iklan tersebut saya jadi teringat dengan celoteh teman saya beberapa waktu lalu, begini celotehnya kurang lebihnya, soalnya ingatan saya sudah mulai berkurang. Maklum sudah beristri. Dan bermimpi menambah istri lagi.

            “Mem-Branding sebuah produk atau usaha penting. Akan tetapi lebih penting adalah mem-Brangding diri sendiri”

            Ketika mendengarkan celotehnya saya hanya senyam-senyum. Dan dalam hati berujar.

            “Pantesan semua aktifitasmu tersiarkan semuanya, setiap detik berstatus di whatshapp, Facebook dan Twitter, Instragram, sehari tanpa berstatus seakan putus kehidupan ini”

            Saya mengetahui dengan jelas bagaimana kapasitas teman saya tersebut di dunia nyata sangat bertolak belakang sekali dengan di dunia maya. Seingat saya, selama saya berteman dengan teman saya di dunia nyata dan maya, hanya satu adegan yang tak pernah di jadikan status yaitu ketika bercinta, saya juga heran padahal bercinta itu ibadah dan dapat pahala pula jika dilakukan dengan suami istri yang sah, kok ndak di siarkan ya !!??

            “Pak…bapak kalau nulis mbok yo realistis ngono, sekarang semua orang itu ingin di akui, semua orang ingin dipandang pinter, merasa layak ketimbang yang lain, serba bisa. Jadi ketika sampean tak mengikuti Brangding-Mem-Branding, maka sampean itu kuno dan ketinggalan zaman,”

            Istri saya selalu datang dengan tiba-tiba dan dengan celetuknya yang berbeda. Saya mengamini apa yang barusan dikatakannya. Saya akan terasa asing dan aneh apabila tak mengikuti arus yang sedang berjalan saat ini. Biarlah, semua kembali ke diri masing-masing.

(Niam At Majha)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI Photo by Jason Leung

    Bagai Pungguk Menjerat Bulan Part 2

    • calendar_month Ming, 9 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 441
    • 0Komentar

    Oleh: Elin Khanin “Nga-ngapunten, Bu Nyai. Maaf, ini santri baru, Bu Nyai. Tolong dimaafkan. Biar nanti saya yang beri hukuman,” ucap lelaki berkacamata terbata—santri senior yang bertugas sebagai pengawas kelompok. Jika tidak salah dengar tadi namanya Kang Awan. Ya, Kang Awan. Dari suaranya, kentara sekali jika dia sedang menahan ketakutan. Sangat berbanding terbalik dengan sikap […]

  • ​Dorong Pertanian Ramah Lingkungan, LPPNU Pati dan MTs Al Fattah Juwana Edukasi Pembuatan Nitrobakter

    ​Dorong Pertanian Ramah Lingkungan, LPPNU Pati dan MTs Al Fattah Juwana Edukasi Pembuatan Nitrobakter

    • calendar_month Ming, 16 Agu 2026
    • account_circle admin
    • visibility 17.901
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) Kabupaten Pati menggelar pelatihan pembuatan pupuk hayati Nitrobakter dan pupuk padat berbasis kotoran hewan (kohe) di MTs Al Fattah Juwana, Sabtu (15/8/2026). Kegiatan ini ditujukan untuk membekali para siswa dan civitas akademika dengan keterampilan pertanian ramah lingkungan. ​Dalam pelatihan tersebut, LPPNU Pati menerjunkan empat narasumber teknis, yakni Ali […]

  • Pakaian Terbaik Era 4.0

    Pakaian Terbaik Era 4.0

    • calendar_month Rab, 4 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 426
    • 0Komentar

     Oleh : Maulana Karim Shalihin* Tren busana muslim di Indonesia akhir akhir ini memang sedang hangat-hangatnya. Khusus  dalam urusan pakaian muslimah, peminatnya membludak hebat. Menurut asumsi Penulis, demam baju muslim ini bukan hanya urusan menjalankan syariat, tapi juga fesyen dan gaya hidup. Saking hebohnya jagat per-fesyen-an muslimah saat ini, hampir seluruh Ibu muda Nusantara memiliki […]

  • PCNU-PATI

    Pergolakan Permikiran Islam

    • calendar_month Sel, 3 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 446
    • 0Komentar

    Ahmad Wahib meninggal dalam usia yang masih muda. Sebuah sepeda motor dengan kecepatan tinggi telah menabraknya dipersimpangan jalan Senen Raya-Kalilio. Peristiwa itu terjadi tanggal 31 Maret malam tahun 1973. Ketika itu Wahib baru saja keluar dari kantor Majalah Tempo, tempat ia bekerja sebagai calon reporter. Tragisnya, pengemudi motor tersebut adalah seorang pemuda, justru bagian dari […]

  • Menjadi Santri Sukses: Belajar dari KH MA Sahal Mahfudh

    Menjadi Santri Sukses: Belajar dari KH MA Sahal Mahfudh

    • calendar_month Sab, 21 Okt 2017
    • account_circle admin
    • visibility 723
    • 0Komentar

    Pati.  Dalam memeriyahkan Hari Santri Nasional Kampus IPMAFA mengadakan bedah buku Biografi Intelektual KH MA Sahal Mahfudh, di Auditorium IPMAFA Pati, Sabtu, 21 Oktober 2017 dalam rangka ikut memeriahkan Hari Santri Nasional 2017. “Tantangan santri sekarang dan di masa depan sangat kompleks, lebih berat dari zaman sekarang. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang meluluhlantakan batas […]

  • PCNU-PATI

    IPPNU Kajen Punya Target Terbitkan Buku Biografi Bu Nyai

    • calendar_month Rab, 1 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 553
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id- MARGOYOSO – Dalam rangka memperingati 1 abad NU, Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PR IPPNU) Desa Kajen menggelar workshop penulisan biografi ulama perempuan dan bu nyai di desa santri tersebut. Workshop digelar di Aula ICK area Masjid Kajen lantai 2. Ketua PR IPPNU Kajen Citra Rahma Febriaziza mengatakan, workshop digelar untuk melatih […]

expand_less