Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Parodi » Branding

Branding

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 6 Apr 2022
  • visibility 68
  • comment 0 komentar

Saban pagi rutinitas harian adalah minum kopi, seseklai membaca buku puisi. Robusta adalah merk kopi rakyat yang sangat di gemari masyarakat. Sebab harganya pas di kantong tak bikin kantong kosong. Selain itu, adalah bentuk perlawanan dengan merk-merk kopi pabrikan. Masyarakat di desa kami lebih menghargai produk-produk tetangga dan saudara dan temannya, ketimbang produk pabrikan.

Apabila produk kampung sudah bisa memenuhi kebutuhan, kenapa harus beli yang pabrikan. Toh jika kita membeli produk-produk karya tetangga kita sendiri tentu akan membantu perputaran roda keuangan masyarakat sekitar rumah kita dan orang yang kita kenal, seringkali Rt nan bersama, tertawa berbarengan ketika sedang njagong padon di perempatan jalan.

            Di kampung kami, minum kopi di pagi hari adalah sebuah ritual yang tak dapat di hindari. Pasti di setiap keluarga jika pagi datang dan sarapan belum terhidangkan, minum kopi harus di dahulukan. Tanpa  ritual itu ketika menjalani rutinitas harian, seakan ada yang kurang serta sepi sunyi.

            Secangkir kopi menjadi teman dalam sendiri. Namun ramai dalam dunia maya, saya bisa saling sapa dengan siapa saja, yang berada disana dan ada disini. Tanpa harus melihat langsung.  Pun bisa saling terhubung dan dekat melekat. Sebab dunia maya adalah mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat, katanya.

            Sesekali saya scroll men-scroll dunia maya dan menemukan berbagai hal unik menarik. Sedangkan arti scroll sendiri adalah menggulir, dalam bahasa gaul ini menunjukan sebuah kegiatan seseorang yang sedang menggulir layar HP, Tablet atau layar monitor. Contohnya kegiatan seperti melihat beranda Facebook, menggulir pesan  chat atau lagi scroll  halaman website maupun komentar di media sosial.

            Dan saat melakukan aktifitas scroll tersebut saya membaca sebuah iklan tentang bisnis, perihal membangun usaha, kalimatnya kurang lebihnya seperti ini “Cara jitu membranding produkmu tanpa bayar mahal, tanpa iklan, segera daftar kuata terbatas, kesempatan tak datang dua kali”

            Saban pagi saat saya berselancar di dunia maya sering mendapatkan, melihat iklan kurang lebihnya seperti itu. Bombastis, menjanjikan yang manis-manis dan menghipnotis. Sehingga siapa saja yang membacanya akan terbawa. Padahal kita sering lupa jika pembuat iklan tersebut juga bekerja. Bekerja dengan caranya sendiri, dengan apa yang bisa dilakukan.

            Dari iklan tersebut saya jadi teringat dengan celoteh teman saya beberapa waktu lalu, begini celotehnya kurang lebihnya, soalnya ingatan saya sudah mulai berkurang. Maklum sudah beristri. Dan bermimpi menambah istri lagi.

            “Mem-Branding sebuah produk atau usaha penting. Akan tetapi lebih penting adalah mem-Brangding diri sendiri”

            Ketika mendengarkan celotehnya saya hanya senyam-senyum. Dan dalam hati berujar.

            “Pantesan semua aktifitasmu tersiarkan semuanya, setiap detik berstatus di whatshapp, Facebook dan Twitter, Instragram, sehari tanpa berstatus seakan putus kehidupan ini”

            Saya mengetahui dengan jelas bagaimana kapasitas teman saya tersebut di dunia nyata sangat bertolak belakang sekali dengan di dunia maya. Seingat saya, selama saya berteman dengan teman saya di dunia nyata dan maya, hanya satu adegan yang tak pernah di jadikan status yaitu ketika bercinta, saya juga heran padahal bercinta itu ibadah dan dapat pahala pula jika dilakukan dengan suami istri yang sah, kok ndak di siarkan ya !!??

            “Pak…bapak kalau nulis mbok yo realistis ngono, sekarang semua orang itu ingin di akui, semua orang ingin dipandang pinter, merasa layak ketimbang yang lain, serba bisa. Jadi ketika sampean tak mengikuti Brangding-Mem-Branding, maka sampean itu kuno dan ketinggalan zaman,”

            Istri saya selalu datang dengan tiba-tiba dan dengan celetuknya yang berbeda. Saya mengamini apa yang barusan dikatakannya. Saya akan terasa asing dan aneh apabila tak mengikuti arus yang sedang berjalan saat ini. Biarlah, semua kembali ke diri masing-masing.

(Niam At Majha)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Muncul Gerakan Dukungan Calon Bupati Pati dari Kalangan NU, Ini Kata ketua PCNU

    • calendar_month Rab, 13 Sep 2023
    • account_circle admin
    • visibility 65
    • 0Komentar

    Pcnupati.or id – Menjelang Pemilihan Kepada Daerah (Pilkada) Pati 2024, muncul gerakan dukungan terhadap Calon Bupati maupun Wakil Bupati dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU). Gerakan ini bertagar “2024 Wayahe Wong NU Mimpin Pati”. Rokib Ismail, inisiator gerakan tersebut mengatakan, sudah saatnya Kabupaten Pati ini dipimpin oleh warga Nahdliyin.   “Sudah saatnya Pati dipimpin oleh orang NU. […]

  • Menebar Dakwah Lewat Kisah

    Menebar Dakwah Lewat Kisah

    • calendar_month Sen, 20 Nov 2017
    • account_circle admin
    • visibility 73
    • 0Komentar

    Berdakwah paling efektif, mengena disukai kebanyakan masyarakat umum adalah dengan menggunakan metode bercerita, sebab pada dasarnya  setiap orang suka bercerita dan suka mendengarkan cerita. Oleh sebab itu, di dalam kitab suci, cerita menjadi unsur yang menonjol, kalau tidak dikatakan dominan. Tidaklah mengherankan jika cerita menjadi gaya penyampaian ajaran agama yang barangkali paling menarik, bahkan mungkin […]

  • PCNU-PATI

    Lewat Kenduri Desa Damai; FKPT Jateng Cegah Terorisme

    • calendar_month Rab, 21 Jun 2023
    • account_circle admin
    • visibility 77
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Kudus – Bertempat di Balai Desa Getaspejaten, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah bersama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menggelar Kenduri Desa Damai bertajuk “Kenali dan Peduli Lingkungan Sendiri” pada Rabu (21/6/2023). Ketua Bidang Media, Hukum dan Hubungan Masyarakat FKPT Jawa Tengah Hamidulloh Ibda mengatakan bahwa Kenduri Desa Damai […]

  • Peraih Umroh PGSI: Hadiah Ini untuk Ibu Agar Bisa ke Baitullah

    Peraih Umroh PGSI: Hadiah Ini untuk Ibu Agar Bisa ke Baitullah

    • calendar_month Ming, 18 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 76
    • 0Komentar

    JAKEN-Sri Muhsinah, guru RA yang mendapatkan doorprize umroh berencana menghadiahkan paket umroh tersebut untuk ibu tercinta. Sehingga Sang Ibu tercinta dapat menunaikan ibadah umroh ke Baitullah. Paket umroh ini merupakan hadiah utama dalam acara Jalan Sehat yang digelar oleh Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI) pada Minggu (18/8) kemarin. Sebagaimana diberitakan pcnupati.or.id sebelumnya, Persatuan Guru Seluruh Indonesia […]

  • Kemesraan Bung Karno & Mbah Wahab Hasbullah

    Kemesraan Bung Karno & Mbah Wahab Hasbullah

    • calendar_month Kam, 6 Apr 2017
    • account_circle admin
    • visibility 90
    • 0Komentar

     Strategi Diplomasi Fathul Qarib Setelah beberapa kali diadakan perundingan untuk menyelesaikan Irian Barat dan selalu gagal, Bung Karno menghubungi Kiai Wahab Hasbullah di Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. Bung Karno menanyakan bagaimana hukum orang-orang Belanda yang masih bercokol di Irian Barat? Kiai Wahab menjawab tegas,”Hukumnya sama dengan orang yang ghasab.” “Apa artinya ghasab, kiai?” Tanya Bung […]

  • Siswa-Siswi MI Miftahul Islamiyah Jimbaran Gelar Salat Ghaib untuk Korban Perang Paletina

    Siswa-Siswi MI Miftahul Islamiyah Jimbaran Gelar Salat Ghaib untuk Korban Perang Paletina

    • calendar_month Rab, 15 Nov 2023
    • account_circle admin
    • visibility 66
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – Para siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Miftahul Islamiyah Desa Jimbaran, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati, melaksanakan Salat Ghaib di halaman madrasah. Salat ini dilakukan untuk mendoakan warga Palestina yang menjadi korban serangan dari Israel.  Sebanyak 150-an siswa dari kelas 3 hingga kelas 6 mengikuti Salat Ghaib ini. Tak hanya itu, mereka juga menggalang donasi untuk […]

expand_less