Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Parodi » Tonjolisasi

Tonjolisasi

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 11 Okt 2023
  • visibility 239
  • comment 0 komentar

Oleh : Niam At Majha

Saban malam. Menjelang rehat, rumah saya selalu didatangi teman-teman baik dari tetangga, kolega kerja, bahkan orang yang baru saja bertutur sapa pun bisa rehat, istirahat di rumah. Semuanya dengan maksud dan tujuan berbeda-beda. Ada yang sekadar ngopi saja dengan jangongan ngalor ngidul ngetan ngulon tanpa tentu arah. Saya hanya menjadi pendengar dan sesekali menimpali apa yang di bahas tamu saya. Jadi bagi saya tamu adalah pembawa informasi dari pelbagai penjuru, pelosok, sudut kota bahkan di balik meja orang kantoran pun dapat di bicarakan dengan tanpa sungkan di tempat saya dengan di temani secangkir kopi dan terkadang pula satu poci teh dan se cawan jahe hangat; tergantung tamu yang datang pengen minum apa.

Ada salah satu teman saya yang menggelitik dengan mengajukan sebuah pertayaan terkait foto saya dengan salah satu tokoh masyarakat sebut saja pemuka agama.

“Kenapa kau memajang foto tersebut?”

Saya menjawab dengan santai, tak kenapa-kenapa pengen saja saya pajang disitu, diruang tamu.

Teman saya tersebut terlihat kurang puas dengan jawaban yang saya berikan. Dan dia mengatakan apabila foto tersebut tak jujur dengan realitas harian saya. Saya sebagai petani kopi, penjual kopi seharusnya foto yang dipajang adalah bersama para pengusaha kopi dan petani kopi lainnya. Sebab  apabila ada tamu yang bertandang kerumah sudah dipastikan apabila tuan rumahnya adalah petani kopi sekaligus petani kopi.

“Lantas maksudmu bagaimana?”

Ketika mendapati pertanyaan saya tersebut teman saya menghela nafas dalam-dalam. Sekarang orang seringkali menonjolkan dirinya bertemu dengan siapa saja lantas mengabadikan dengan foto dan sosialisakan kepada siapa dengan maksud dan tujuan tak berucap yaitu inilah saya bisa bertemu ini dan itu, bisa bersua foto dengan siapa saja dan lain sebagainya.

“Ah..kau menanggapinya dengan serius”

Apa yang diucapkan teman saya adalah benar adanya. Dan tak hanya itu saja, ketika dikasih tahu, dikomentari tentang apa yang dilakukan bahwa itu tak sesuai, kurang jujur, lebih membodohi, dan lain sebagainya dan seterusnya. Maka orang tersebut akan bilang kalau tak suka tak usah kerumah saya, jika tak setuju tak usahlah di komentari dan rentetan sebagainya. Satu hal yang menjadi pertanyaan saya adalah apakah saat ini ada sindrom yaitu memberhalakan diri sendiri dengan tonjolisasi sudah akut?

“Kayak kamu sendiri tak melakukan hal sama”

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Melatih Mental Santri  Tabligh

    Melatih Mental Santri Tabligh

    • calendar_month Sab, 18 Nov 2017
    • account_circle admin
    • visibility 388
    • 0Komentar

    Pati. Darul Hadlanah YKMNU Pati mengadakan tabligh yang merupakan salah satu kegiatan setiap dua bulan satu kali di bawah tanggung jawab seksi pendidikan kepengurusan santriwati Darul Hadlanah. Senin, 13/11 kemarin.             “Tujuan di adakannya kegiatan tersebut yaitu bertujuan untuk melatih santri agar terbiasa tampil di depan khalayak ramai. Selain itu juga untuk menyalurkan bakat-bakat yang […]

  • Tulis Dua Artikel Scopus, Dosen Asal Pati Ini Raih Doktor Tanpa Ujian Terbuka

    Tulis Dua Artikel Scopus, Dosen Asal Pati Ini Raih Doktor Tanpa Ujian Terbuka

    • calendar_month Jum, 16 Feb 2024
    • account_circle admin
    • visibility 307
    • 0Komentar

      Yogyakarta – Dosen Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung Hamidulloh Ibda, resmi menjadi doktor pendidikan dasar setelah berhasil mempertahankan disertasinya berjudul “Guru Sekolah Dasar Profesional dalam Pembelajaran berbasis Digital” di hadapan dewan penguji Ujian Hasil Disertasi (Ujian Tertutup) pada Jumat (16/2/2024). Dewan Penguji dalam […]

  • Dua Ranting IPNU IPPNU Adakan Zibar

    Dua Ranting IPNU IPPNU Adakan Zibar

    • calendar_month Sel, 7 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 469
    • 0Komentar

      Para pengurus Rantinf IPNU IPPNU Sukolilo dan Kuwawur melakukan foto bersama di depan makam Syeikh Ahmad Mutamakkin, Kajen setelah berziarah di sana. SUKOLILO – PR IPNU IPPNU Sukolilo bersama dengan PR IPNU IPPNU Kuwawur mengadakan acara “Zibar” (Ziarah Bareng) pada Ahad (5/9). Mereka melakukan ziarah di sejumlah tempat. Diantaranya di  Makam Syekh Ahmad Shodiq, […]

  • PCNU-PATI

    PBNU berikan Penghargaan kepada 56 Ponpes, Satu di Antaranya Pesantren Maslakul Huda Kajen

    • calendar_month Sel, 31 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 391
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) berikan penghargaan kepada 56 pondok pesantren (Ponpes) di Indonesia, selasa (31/1/2023). Kegiatan yang digelar di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta ini merupakan acara Anugerah Satu Abad NU.  Adapun puluhan ponpes yang mendapatkan penghargaan tersebut merupakan yang telah berusia lebih dari 100 tahun. Dari daftar penerima penghargaan tersebut, terdapat […]

  • Memburu Lailatul Qodar. Photo by Kym MacKinnon on Unsplash.

    Memburu Lailatul Qodar

    • calendar_month Kam, 6 Apr 2023
    • account_circle admin
    • visibility 260
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin* Ramadhan merupakan bulan istimewa yang dilengkapi fitur canggih, lailatul qadr. Satu malam pada lailatul qadr, bernilai setara atau bahkan lebih dari seribu bulan. Artinya–menurut sebagian ulama–shalat satu rakaat pada malam ini, berpeluang memdapat jackpot keutamaan shalat satu rakaat selama seribu bulan atau 83 tahun penuh. Hanya saja, Allah tidak memberi bocoran […]

  • PCNU - PATI

    Tugas Mulia Pondok Pesantren

    • calendar_month Rab, 13 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 253
    • 0Komentar

    KH. A. Mustafa Bisri dalam mauidhoh hasanah di PP. Mansajul Ulum Cebolek Margoyoso Pati dalam rangka Haul Ibu Nyai Salamah Muhammadun, istri KH. Abdullah Rifa’i (selasa malam rabu, 12 Juli 2022) menjelaskan: di pesantren, tarbiyah (pendidikan) lebih dominan dari pada ta’lim (pengajaran). Tarbiyah sebagaimana keterangan Syaikh Mustafa Al-Ghulayaini dalam kitab ‘Iddhatun Nasyiin’ adalah menanam akhlak […]

expand_less