Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » NU dan Modernisasi Bangsa

NU dan Modernisasi Bangsa

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 17 Des 2022
  • visibility 477
  • comment 0 komentar

Oleh : Siswanto

Nahdlatul Ulama (NU) merupakan salah satu organisasi sosial kemasyarakatan dan keagamaan terbebesar di Indonesia, bahkan menurut Gus Dur NU adalah sebuah organisasi terbesar di dunia. Sedangkan enurut Greg Fealy (2003), hadirnya NU sebagai organisasi sosial keagamaan yang mendorong lahirnya tatanan kehidupan bernegara yang berkeadaban.

Karena karakteristik NU sebagai organisasi Islam tradisional adalah kemampuannya untuk menyerap dan berhubungan dengan perubahan masyarakat yang fleksibel dan memiliki ciri khas tersendiri,sehingga ajaran NU bisa diterima oleh semua elemen masyarakat. Dan hal ini berbeda 180 derajat dengan Islam modernis yang menunjukkan kekauan pemikiran, NU justeru sangat fleksibel dan moderat dalam menghadapi segala bentuk seluk-beluk di masyarakat.

Adapun modernisasi yang tercerabut dari tradisi tidak pernah menghasilkan modernitas dan demokratisasi yang dijalankan ekstrim meninggalkan tradisi yang tidak pernah melahirkan kultur dan nilai-nilai demokrasi.

Modernisasi dan demokrasisasi di lingkungan NU benar-benar mengakar kuat pada tradisi, sehingga perubahan yang dihasilkan juga sangay fundamental dalam mempengaruhi kehidupan bangsa secara nyata. Karena yang diubah bukan pada permukaannya semata, melainkan pada struktur dalamkehidupan masyarakat bangsanya.

NU dan Nasionalisme

NU secara nyata telah menjadi kekuatan nasionalisme dalam menerima modernitas dan menopang demokratisasi secara menyeluruh. Hal ini disebabkan, karena bangunan tradisinya sangat kokoh dan mengakar kuat pada sejarah panjang pemikiran Islam dan budaya masyarakat. Sedangkan pada ranah lain, pesantren NU selalu disebut sebagai pesantren salaf dan pemikiran NU juga mengikuti tradisi salafiyah, karena pemikiran NU selalu mengacu kepada pemikiran para ulama-ulama terdahulu. Misalnya ulama mazhab empat (Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hambali).

Dengan bersandar kepada ulama dan tradisi pemikiran mazhab terdahulu, pemikiran NU bisa sangat fleksibel  dan tidak kaku. Dalam banyak hal, ulama mazhab dan ulama klasik seringkali mempunyai cara dan pandangan berbeda dalam memahami dan memutuskan status hukum suatu relaitas persolan hidup masyarakat.     

Dalam konteks ini, khazanah pemikiran ulama klasik tidak hanya memberikan spirit pada pola hidup egalitarian dan pembangunan masyarakat yang toleran,  tetapi juga bisa digunakan untuk menemukan kembali esensi pengalaman keberagamaan secara total yang melintasi batas kerangka legal-formalistik dan pendekatan monokultural terhadap realitas.

Selain itu, dalam tradisi pendidikan di pesantren, selalu diciptakan keseimbangan antara pelajaran fiqh (hukum Islam) dan tasawuf. Karena terlalu banyak mempelajari fiqh di pesantren di pesantren,tanpa diimbangi dengan kajian tasawuf, maka akan membuat seseorang menjadi kaku,keras, dan formalistik. Maka, khusus bulan Ramadan, kebanyakan pesantren NU biasanya mengajarkan kitab-kitab tasawuf atau Hadis tentang keutamaan berbuat kebajikan, dan tidak mengajarkan fiqh.

Sedangkan dalam hal strategi kebudayaan, NU berbeda dengan gerakan modernismeIslam yang puritan. Dan bagi NU, percampuran Islam dengan budaya lokal dianggap sebagai bagian dari kearifan tradisional yang justeru akan membuat agama  mempunyai akar yang kuat dalam kebudayaan masyarakat setempat. Oleh karena itu, spektrum NU sangatlah luas, sehingga dari berbagai  lini memiliki tugasnya masing-masing.

Dengan kata lain, NU dan pesantren selalu melakukan penyesuaian terhadap perubahan-perubahan yang kian mencuat, tetapi juga masih memegang erat nilai-nilai filosofis di dalam pesantren. Seperti dalam maqolah Almuhafadatu alalqodimis sholih wal alhkdu bil jadidil ashlah (menjaga tradisi lama yang masih relevan dan mengadopsi tradisi baru sesuai dengan kebutuhan). Sehingga NU dan pesantren akan selalu eksis dan hidup di tengah-tengah hiruk-pikuk dan hingar-bingar di kehidupan yang selalu silih berganti dinamika kehidupan sosial-kemasyarakatan. Maka, dengan berpedom pada maqolah tersebut,  NU dan pesantren akan selalu fleksibel dan moderat dalam banyak hal.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tanya Jawab Bersama Syuriah

    Tanya Jawab Bersama Syuriah

    • calendar_month Rab, 12 Apr 2017
    • account_circle admin
    • visibility 417
    • 0Komentar

    Assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh Pak kiai, apa hukumnya sholatnya orang yang ketika sujud dia tidak menempelkan jari-jari kakinya pada lantai ? Wa’alaikum salam warohmatullohi wabarokatuh Salah satu rukun sholat adalah sujud,dan sujud itu sendiri mempunyai syarat-syarat  yang harus dipenuhi agar sujud itu bisa sah,bila sujud tidak sah maka sholatnya juga tidak sah,oleh karena itu menjadi sebuah […]

  • Peserta Lomba Pidato Terjebak Khotbah

    Peserta Lomba Pidato Terjebak Khotbah

    • calendar_month Sab, 11 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 384
    • 0Komentar

    Semarang – Dalam perlombaan Pidato Bahasa Indonesia MI/SD dan MTs/SMP Pekan Olahraga dan Seni Ma’arif (Porsema) XII Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah di Kabupaten Semarang, juri berkomentar peserta masih terjebak ke dalam khotbah daripada pidato. Hal itu diungkapkan Dr. S. Prasetyo Utomo juri Lomba Pidato Bahasa Indonesia MI/SD dan MTs/SMP di sela-sela lomba. […]

  • Viral! Soal Ulangan Madin Mencatut NU, NU Pati : Tetaplah Bijak

    Viral! Soal Ulangan Madin Mencatut NU, NU Pati : Tetaplah Bijak

    • calendar_month Rab, 8 Des 2021
    • account_circle admin
    • visibility 451
    • 0Komentar

    Soal ulangan yang sedang menjadi perbincangan warga NU yang diunggah oleh akun Facebook Generasi muda NU KARAWANG – Baru-baru ini, kabar kurang menyenangkan kembali menguak di sosial media. Akun Facebook Generasi muda NU mengunggah foto berisi soal ulangan yang disinyalir menyudutkan NU Rabu (8/12) siang. Dalam soal pilihan ganda tersebut, tertera uraian soal sebagai berikut […]

  • Misteri Syaikh Ahmad Mutamakkin

    Misteri Syaikh Ahmad Mutamakkin

    • calendar_month Sab, 7 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 604
    • 0Komentar

    Syaikh Ahmad Mutamakkin banyak disalahpahami sebagai tokoh aliran kebatinan dengan ajaran Dewa Ruci. Beliau dianggap menyimpang dari syariat Islam yang mapan karena meneruskan doktrin wahdatul wujud (Manunggaling Kawulo Gusti) ala Al Hallaj, Al Farabi, dan Ibnu Arabi. Ilustrasi: Komplek makam Syaikh Ahmad Mutamakkin Kajen dilihat dari atas Ketib Anom, Sang Pendekar Syariat (Fiqh) mencoba menggiring […]

  • RMI NU Gandeng AWS Gelar Kompetisi Santri Berhadiah Rp 40 Juta

    RMI NU Gandeng AWS Gelar Kompetisi Santri Berhadiah Rp 40 Juta

    • calendar_month Rab, 14 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 381
    • 0Komentar

    Pamflet Kompetisi Santri 4.0  buah Kerja sama RMI NU dan Amazon Web Service. JAKARTA- Robithoh Maahid Islamiyyah Nahdlatul Ulama (RMI-NU) merupakan lembaga di bawah payung NU yang menaungi pesantren-pesantren NU di Indonesia. Baru-baru ini, RMI NU menyelenggarakan program yang cukup mengesankan.  Dengan menggandeng Amazon Web Service (AWS) anak perusahaan teknologi multinasional asal Amerika, Amazon Inc., […]

  • NU Pati Keluarkan Maklumat Jelang Demo 13 Agustus

    PCNU Pati Keluarkan Maklumat Jelang Demo 13 Agustus

    • calendar_month Ming, 10 Agu 2025
    • account_circle admin
    • visibility 591
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – Menyikapi kondisi menjelang aksi demonstrasi masyrakat 13 Agustus, jajaran Pengurus cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pati mengeluarkan maklumat, Minggu (10/8). Terdapat lima poin maklumat yang ditujukan kepada masyarakat, aparat keamanan, hingga Bupati Pati Sudewo. Dalam pernyataannya, Ketua PCNU Pati KH Yusuf Hasyim menyatakan, maklumat merupakan hasil rapat gabungan jajaran Syuriyah dan Tanfidziyah di […]

expand_less