Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » IPMAFA Peduli Korban Banjir

IPMAFA Peduli Korban Banjir

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 7 Apr 2017
  • visibility 290
  • comment 0 komentar

Pati. Program Studi Manajemen Zakat Wakaf IPMAFA Pati mendatangi salah satu wilayah korban banjir Pati. Bapak Dr. Jamal Ma’mur Asmani, MA selaku Kaprodi Zawa didampingi Sekprodi M. Luthfi, S.Pd.I perwakilan dari anggota BEM Pro Zawa menyerahkan bantuan secara langsung kepada bapak Agus Sutrisno (Ketua RT 02/03) Dukuh penggingwangi, Desa Kasiyan Sukolilo Pati. Di desa yang mempunyai 96 Kepala Keluarga ini kondisinya masih sangat memprihatinkan, terletak di pinggiran kabupaten Pati dengan lokasi geografisnya yang lebih rendah dari bantaran sungai yang ada di sampingnya tepat mengakibatkan setiap tahunnya sungai tersebut meluap dan membutuhkan waktu lama untuk surut.
Bantuan yang diserahkan Prodi Zawa tersebut berasal dari donasi seluruh civitas akademik IPMAFA Pati yang meliputi pakean pantas pakai dan mie rebus.  Bantuan ini tidak seberapa, tapi menjadi bukti kepedulian civitas akademik IPMAFA terhadap penderitaan orang lain. meskipun terlambat, tapi bantuan tersebut sangat berarti bagi mereka yang sedang mengalami kesusahan. Bapak Agus Sutrisno menyampaikan rasa terima kasih kepada IPMAFA yang berkenan memberikan bantuan. Bantuan tersebut akan didistribusikan kepada warga setempat yang betul-betul membutuhkan bantuan.
Dr. Jamal Ma’mur Asmani, MA, setelah penyerahan bantuan tersebut menyatakan, IPMAFA sebagai kampus riset berbasis nilai-nilai pesantren selalu menjadikan nilai-nilai pesantren sebagai referensi utama dalam setiap kegiatannya. Sikap tolong menolong kepada sesama adalah salah satu nilai pesantren yang sangat luhur yang relevan diterapkan dalam situasi dan kondisi apapun, apalagi saat ujian datang. Dengan mengunjungi korban secara langsung, lanjut Pak Jamal, sudah seyogianya Pemerintah Kabupaten Pati menata kembali sungai yang ada di dukuh Penggingwangi supaya tidak menjadi hantu yang menakutkan bagi warga-warganya.
Sungai tersebut sudah harus dinormalisasi supaya mampu menampung debit air, sehingga tidak meluap dan menggenangi rumah warga setiap tahunnya. Kerjasama Pati dan Kudus menjadi keniscayaan karena sumber air di dukuh Penggingwangi banyak berasal dari Kudus, mengingat lokasinya menjadi daerah perbatasan Pati-Kudus. Kerjasama ini diharapkan mampu mengatasi persoalan banjir yang terjadi setiap tahun supaya masyarakatnya bisa tenang bekerja. (red)
  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI Photo by Madrosah Sunnah

    Pesantren dan Pendidikan Karakter Santri

    • calendar_month Sab, 8 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 370
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto, MA Pesantren sebagaimana kita ketahui merupakan tempat pendidikan tradisional Islam tertua di Indonesia. Bahkan menurut Nurcholis Madjid dalam bukunya ‘Bilik-Bilik Pesantren’ dijelaskan bahwa pesantren adalah wujud proses perkembangan sistem pendidikan nasional. Ditinjau dari segi historis, pesantren tidak hanya identik dari makna keislaman, tetapi juga mengandung makna keaslian Indonesia (indigenous). Sebab, Lembaga yang […]

  • Ni’am – Anisa, Nahkoda Baru IPNU-IPPNU Tlogowungu

    Ni’am – Anisa, Nahkoda Baru IPNU-IPPNU Tlogowungu

    • calendar_month Sen, 27 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 474
    • 0Komentar

    Para pengurus baru PAC IPNU/IPPNU Tlogowungu beserta pengurus MWC, Fatayat, Muslimat dan PC IPNU/IPPNU Pati dalam acara Konferancab IPNU/IPPNU Tlogowungu. TLOGOWUNGU – PAC IPNU IPPNU Kecamatan Tlogowungu sukses menggelar Konferensi Anak Cabang (Konferancab) yang pertama. Acara tersebut berlangsung selama dua hari, Sabtu-Minggu (25-26/9), di SDN 02 Pangonan, Desa Gunungsari, Tlogowungu, Pati. Dalam konferensi tersebut Muhammad […]

  • Lima Hari Sekolah di Pati Resmi Dibatalkan, PCNU Bergembira

    Lima Hari Sekolah di Pati Resmi Dibatalkan, PCNU Bergembira

    • calendar_month Jum, 8 Agu 2025
    • account_circle admin
    • visibility 543
    • 0Komentar

      PCNUPati.or.id, Pati – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati resmi membatalkan kebijakan lima hari sekolah, Jumat (8/8/2025). Alasan pembatalan kebijakan yang telah berjalan sebulan ini pun terungkap saat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pati menyerahkan SK ke PCNU Pati. Keputusan ini tertuang dalam surat keputusan (SK) perihal penyesuaian hari sekolah dan penguatan karakter anak melalui kegiatan […]

  • PCNU - PATI

    PC Fatayat NU Pati, Melakukan Sinergitas dengan RSI Pati

    • calendar_month Kam, 23 Jun 2022
    • account_circle admin
    • visibility 241
    • 0Komentar

    Pati, Pimpinan Cabang Fatayat NU Pati mengadakan audisi dengan Rumah Sakit Islam Pati (RSI)dengan maksud dan tujuan Program Tim GPSA Pati, 14 Juni 2022 kemarin. Program kami sudah berjalan 10 bulan. Program inikerjasama antara PP Fatayat NU Pati yang bekerjasama dengan Tim Akatiga. Kami mempunyai wilayah 5 kerja 5 kecamatan yaitu Dukuhseti, Gunungwungkal, Trangkil, Margorejo, […]

  • PCNU-PATI

    Puasa dari Ghibah

    • calendar_month Sab, 16 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 337
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda* Puasa kok masih ghibah? Ya, sakjane itu urusan personal. Tapi sebagai umat Islam yang waras dan masih peduli, kita harus mengingatkan bahwa ghibah (dalam KBBI: gibah), gosip, gunjing, gremingi, itu semua tidak baik. Gibah pada initnya membicarakan keburukan, keaiban, kejelekan orang lain, dan sebutan lainnya adalah bergunjing. Saat puasa Ramadan, atau hari […]

  • PCNU : Jam’iyyah Wajib Mengayomi Jama’ah

    PCNU : Jam’iyyah Wajib Mengayomi Jama’ah

    • calendar_month Rab, 21 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 367
    • 0Komentar

      K. Yusuf Hasyim, ketua PCNU Pati PATI-Ketua PCNU Kabupaten Pati K. Yusuf Hasyim menyebut adanya dua kekuatan utama yang dimiliki oleh NU. Dua daya ini jika dimaksimalkan mampu untuk mewujudkan kemandirian umat.  Pertama jamaah dan kedua jam’iyyah (organisasi). Dua komponen ini saling berkaitan erat, sebab, menurut K. Yusuf, jamiyyah tidak akan berjalan tanpa jama’ah. […]

expand_less