Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Mengembangkan Pola Asuh Demokratis di Lingkungan Keluarga

Mengembangkan Pola Asuh Demokratis di Lingkungan Keluarga

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 27 Mei 2023
  • visibility 198
  • comment 0 komentar

Oleh : Siswanto, MA

Di era digital yang begitu pesat perkembanganya, menuntut manusia tidak hanya cerdas dalam intelektual namun juga berkarakter. Sebab karakter merupakan sebagai bentuk kepribadian khusus yang menjadi pendorong dan penggerak untuk membedakan dengan individu lain. Adapun terbentuknya suatu karakter tidak semudah membalikkan telapak tangan, namun memerlukan proses yang relative lama dan terus-menerus.

Karena karakter seseorang dibentuk salah satunya melalui pendidikan karakter baik di lingkungan sekolah maupun di lingkungan keluarga. Dan pendidikan karakter yang utama dan pertama bagi anak adalah di lingkungan kelaurga. Karena pada dasarnya dalam lingkungan kelaurga, seorang anak akan mempelajari dasar-dasar perilaku yang penting bagi kehidupannya kemudian.

Model perilaku orangtua secara langsung maupun tidak langsung akan dipelajari dan ditiru oleh anak. Orangtua sebagai lingkungan terdekat yang selalu membimbing, mengasuh dan sekaligus sebagai figur idola anak yang paling terdekat. Bila anak melihat kebiasaan baik dari orangtuanya, maka dengan cepat anak akan mencotohnya, demikian juga sebaliknya bila orangtua berperilaku buruk, maka akan ditiru pula perilakunya oleh anak-anak.

Maka dari sini sangat jelas, anak meniru bagaimana orangtua bersikap, bertutur kata, mengekspresikan harapan, tuntunan, dan kritikan satu sama lain. Sehingga dari semua Tindakan dan ucapan baik dari orangtua akan membawa dampak positif bagi perkembangan anak,demikian juga sebaliknya.

Adapun dalam hal ini, menurut Hurlock menjelaskan,bahwa perlakukan orangtua terhadap anak akan mempengaruhi sikap anak dan perilakunya. Karena sikap orangtua sangat menentukan hubungan keluargayang harmonis dan demokratis.

Oleh karena itu, apabila ditarik lebih dalam, terkait konsep demokratis dalam pola asuh keluarga. Maka halitu,akan diawali dengan kondisi rumah tangga yang harmonis. Sedangkan Ketika kondisi kelaurga tidak harmonis, tentunya konsep pola asuh demokrasi tidak berjalan dengan semestinya atau bahkan tidak dapat dijalankan sama sekali.

Konsep Demokrasi dalam Keluarga

Pertama, tidak ada diskriminasi. Kelurga harmonis merupakan sebagai tampilan dari keluarga demokratis. Karena dalam keluarga demokratis tidak membeda-bedakan antara anak yang satu dengan yang lainnya. Dan semua anggota di dalam rumah diperlakukan sama. Inilah cerminan dari poal asuh demokratis di dalamlingkungan keluarga. Maka, istilah diskriminasi, kekerasa, dan sifat otoriter tidak diperkenankan dalam hal melakukan pola asuh.

 Kedua, semua anggota rumah tangga bebas menentukan keinginan. Rumah tangga yang demokratis akanmemberikan kebebasan kepada anggota keluarganyauntukmenentukan sikap. Seorang ayah yang demokrat tentu tidak memaksakan kehendak pada anaknya dalam menentukan pilihan. Adapun dalam hal ini,tanda yang dapat dilihat adanya komunikasi yang sehat antara anak dan orangtua untuk menetapkan suatu pilihan.

Ketiga, tidak ada kekerasan. Ciri lain dari pola asuh demokratis adalah tidak memperlakukan Tindakan kekerasan dalam proses mendidik dan membina anggota keluarga, dengan alasan kewibawaan orangtua tidak selalu berawal dari sikap yang keras. Seorang ayah yang demokrat senantiasa memberikan pilihan terbaik bagi anak-anaknya, serta tidak bertindak semena-mena.

Oleh karena itu, konsep demokrasi bisa berjalan dalam lingkungan keluarga, apabila dari orangtua memberikan contoh, melakukan pembinaan, melakukan kontroling terhadap anak, dan penanaman disiplin dalam lingkungan keluarga, maka perilaku yang demokratis akan melahirkan perilaku yang berbudaya. 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Panitia Gelar Manaqiban dan Doa Bersama, Jelang Pelaksanaan Porsema

    Panitia Gelar Manaqiban dan Doa Bersama, Jelang Pelaksanaan Porsema

    • calendar_month Rab, 8 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 202
    • 0Komentar

    Semarang – Bertempat di kantor PCNU Kabupaten Semarang, Pengurus Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah dan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PCNU Kabupaten Semarang sebagai panitia menggelar kegiatan tumpengan dan doa bersama, Rabu malam (8/2/2023). Hal itu dilaksanakan menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga dan Seni Ma’arif (Porsema) XII pada 9-12 Februari 2023 besuk. Seperti diketahui, Porsema […]

  • PCNU-PATI

    Filantropi Zakat Fitrah

    • calendar_month Jum, 5 Apr 2024
    • account_circle admin
    • visibility 191
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda* Momentum Ramadan menjadi urgen untuk meningkatkan filantropi zakat fitrah dan zakat lain dari sisi penghimpunan dan pendistribusian. Di tengah kehidupan modern yang sering kali dikuasai oleh komersialisme, konsumsi berlebihan, njajan okeh, konsep filantropi seringkali terasa jauh dari kehidupan sehari-hari. Bahkan, kata filantropi masih asing bagi sebagian umat Islam. Duh! Akan tetapi, di […]

  • Tablik, Dakwah Bi-Lisan

    Tablik, Dakwah Bi-Lisan

    • calendar_month Jum, 7 Apr 2017
    • account_circle admin
    • visibility 202
    • 0Komentar

    Pati.  Panti Asuhan Darul Hadlanah Desas Waturoyo, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati mengadakan acara pelatihan tabligh kepada para santrinya. Selain dilatih para santri diberi motivasi agar mereka bisa dakwah bi-lisan ketika sudah berbaur dengan masyarakat luas.             Pelatihan tabligh ini sie Pendidikan Darul Hadlanah mengangkat tema, yang sekiranya mampu menjawab problem  yang saat ini ada, “Pemuda […]

  • PCNU - PATI kegiatan_akad_nikah_di_masjid

    Sighot Ta’liq dalam Pernikahan

    • calendar_month Sen, 4 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 301
    • 0Komentar

       Berikut ini kami sertakan potongan dari sighot ta’liq : ‘selanjutnya saya sekarang membaca sighot ta’liq atas istri saya itu sebagai berikut : sewaktu-waktu saya  : Meninggalkan istri saya dua tahun berturut-turut Atau saya tidak memberi nafkah wajib kepadanya selama 3 bulan lamanya Atau saya menyakiti badan atau jasmani istri saya itu Atau saya membiarkan […]

  • MWCNU Tayu Peringati Nuzulul Quran

    MWCNU Tayu Peringati Nuzulul Quran

    • calendar_month Sel, 4 Jul 2017
    • account_circle admin
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Pati. Jajaran Pengurus MWCNU Kec Tayu, Anak Cabang Fatayat NU, Muslimat NU, Ansor, Banser dan IPNU-IPPNU mengadakan hataman al-Quran binnadhor di Masjid alun-alun Tayu, 11/6 kemarin. Afif Nor selaku ketua MWCNU menjelaskan perihal keutamaan  orang yang membaca al-Quran, barang siapa yang membaca al-Qur’an dengan tujuan untuk mendapatkan ridlo Allah Swt. maka akan mendapatkan pahala dan […]

  • Langkah Nyata Menuju Organisasi yang Berdaya dan Mandiri dari MKKS SMK Maarif Se Jateng

    Langkah Nyata Menuju Organisasi yang Berdaya dan Mandiri dari MKKS SMK Maarif Se Jateng

    • calendar_month Kam, 30 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 4.338
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id Purworejo, 30 Oktober 2025, Sebagai wujud tanggungjawab dan bentuk dukungan konkret untuk mewujudkan visi organisasi yang berdaya dan mandiri, LP Ma’arif NU Jawa Tengah bersama Musyawaroh Kepala Sekolah (MKKS) SMK Ma’arif NU Jawa Tengah menggelar kegiatan Rapat Koordinasi. Kegiatan tersebut juga sekaligus penyerahan bantuan dana operasional kepada MKKS SMK Ma’arif NU Jawa Tengah. […]

expand_less