Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Mengembangkan Pola Asuh Demokratis di Lingkungan Keluarga

Mengembangkan Pola Asuh Demokratis di Lingkungan Keluarga

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 27 Mei 2023
  • visibility 515
  • comment 0 komentar

Oleh : Siswanto, MA

Di era digital yang begitu pesat perkembanganya, menuntut manusia tidak hanya cerdas dalam intelektual namun juga berkarakter. Sebab karakter merupakan sebagai bentuk kepribadian khusus yang menjadi pendorong dan penggerak untuk membedakan dengan individu lain. Adapun terbentuknya suatu karakter tidak semudah membalikkan telapak tangan, namun memerlukan proses yang relative lama dan terus-menerus.

Karena karakter seseorang dibentuk salah satunya melalui pendidikan karakter baik di lingkungan sekolah maupun di lingkungan keluarga. Dan pendidikan karakter yang utama dan pertama bagi anak adalah di lingkungan kelaurga. Karena pada dasarnya dalam lingkungan kelaurga, seorang anak akan mempelajari dasar-dasar perilaku yang penting bagi kehidupannya kemudian.

Model perilaku orangtua secara langsung maupun tidak langsung akan dipelajari dan ditiru oleh anak. Orangtua sebagai lingkungan terdekat yang selalu membimbing, mengasuh dan sekaligus sebagai figur idola anak yang paling terdekat. Bila anak melihat kebiasaan baik dari orangtuanya, maka dengan cepat anak akan mencotohnya, demikian juga sebaliknya bila orangtua berperilaku buruk, maka akan ditiru pula perilakunya oleh anak-anak.

Maka dari sini sangat jelas, anak meniru bagaimana orangtua bersikap, bertutur kata, mengekspresikan harapan, tuntunan, dan kritikan satu sama lain. Sehingga dari semua Tindakan dan ucapan baik dari orangtua akan membawa dampak positif bagi perkembangan anak,demikian juga sebaliknya.

Adapun dalam hal ini, menurut Hurlock menjelaskan,bahwa perlakukan orangtua terhadap anak akan mempengaruhi sikap anak dan perilakunya. Karena sikap orangtua sangat menentukan hubungan keluargayang harmonis dan demokratis.

Oleh karena itu, apabila ditarik lebih dalam, terkait konsep demokratis dalam pola asuh keluarga. Maka halitu,akan diawali dengan kondisi rumah tangga yang harmonis. Sedangkan Ketika kondisi kelaurga tidak harmonis, tentunya konsep pola asuh demokrasi tidak berjalan dengan semestinya atau bahkan tidak dapat dijalankan sama sekali.

Konsep Demokrasi dalam Keluarga

Pertama, tidak ada diskriminasi. Kelurga harmonis merupakan sebagai tampilan dari keluarga demokratis. Karena dalam keluarga demokratis tidak membeda-bedakan antara anak yang satu dengan yang lainnya. Dan semua anggota di dalam rumah diperlakukan sama. Inilah cerminan dari poal asuh demokratis di dalamlingkungan keluarga. Maka, istilah diskriminasi, kekerasa, dan sifat otoriter tidak diperkenankan dalam hal melakukan pola asuh.

 Kedua, semua anggota rumah tangga bebas menentukan keinginan. Rumah tangga yang demokratis akanmemberikan kebebasan kepada anggota keluarganyauntukmenentukan sikap. Seorang ayah yang demokrat tentu tidak memaksakan kehendak pada anaknya dalam menentukan pilihan. Adapun dalam hal ini,tanda yang dapat dilihat adanya komunikasi yang sehat antara anak dan orangtua untuk menetapkan suatu pilihan.

Ketiga, tidak ada kekerasan. Ciri lain dari pola asuh demokratis adalah tidak memperlakukan Tindakan kekerasan dalam proses mendidik dan membina anggota keluarga, dengan alasan kewibawaan orangtua tidak selalu berawal dari sikap yang keras. Seorang ayah yang demokrat senantiasa memberikan pilihan terbaik bagi anak-anaknya, serta tidak bertindak semena-mena.

Oleh karena itu, konsep demokrasi bisa berjalan dalam lingkungan keluarga, apabila dari orangtua memberikan contoh, melakukan pembinaan, melakukan kontroling terhadap anak, dan penanaman disiplin dalam lingkungan keluarga, maka perilaku yang demokratis akan melahirkan perilaku yang berbudaya. 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI Photo by ronymichaud

    Air Doa

    • calendar_month Kam, 8 Jun 2023
    • account_circle admin
    • visibility 458
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin* Masaru Emoto, profesor air asal Jepang pada tahun 1990-an mealukan uji coba memukau. Pak Prof ini memasukkan air ke dalam beberapa botol dan melabelinya dengan pesan positif dan negatif, lalu ia memasukkannya ke dalam lemari pendingin. Botol air yang ditempel dengan pesan positif (terimakasih, cinta, wa akhowatiha) kristalnya menjadi lebih indah […]

  • Guru MAN 1 Pati Ciptakan Buku Ajar Kimia

    Guru MAN 1 Pati Ciptakan Buku Ajar Kimia

    • calendar_month Sen, 6 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 642
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id – Prestasi membanggakan berhasil diraih salah satu guru Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Pati, Juremi, di tingkat Kabupaten Pati. Melalui salah satu karyanya, yakni Buku Ajar Kimia untuk pembelajaran di MA/SMA, dirinya berhasil meraih penghargaan kategori The Best Achievement “The Best Innovative Teacher 2024”. Penghargaan diserahkan langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten […]

  • Sisi Kontroversi Zakir Naik

    Sisi Kontroversi Zakir Naik

    • calendar_month Sen, 17 Apr 2017
    • account_circle admin
    • visibility 610
    • 0Komentar

    DR. Zakir Naik, begitulah panggilan sosok yang menjadi viral akhir-akhir ini di dunia maya. Ia adalah seorang dokter sekaligus pendakwah (pembicara dalam masalah keagamaan) hebat. Namanya kini mulai diperbincangkan dunia. Hampir semua orang dari seluruh pelosok dunia mengenalnya setidaknya pernah mendengar nama dan kehebatan dakwahnya. Kehebatan dakwahnya telah berhasil mengislamkan ratusan ribu nonmuslim. Tidak hanya […]

  • Pemuda Adalah Ruh Perubahan

    Pemuda Adalah Ruh Perubahan

    • calendar_month Sen, 30 Mar 2015
    • account_circle admin
    • visibility 487
    • 0Komentar

    Pati, – Wakil Ketua Pimpinan Pusat Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (PP LESBUMI) KH Agus Sunyoto mengatakan, bahwa pemuda adalah ruh dari berbagai perubahan. Menurutnya, sejarah agama dan bangsa adalah sejarah anak muda. Islam dapat berkembang berkat gerakan pemuda. “Awal Islam, para pemuda lah yang menjadi motor penggerak perkembangan Islam. Sahabat Ali bin Abu Thalib masuk Islam […]

  • Risih dengan Radikalisme Beragama, Ansor Pati Akan Gelar Kopdar

    Risih dengan Radikalisme Beragama, Ansor Pati Akan Gelar Kopdar

    • calendar_month Jum, 26 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 569
    • 0Komentar

    PATI-Ancaman radikalisme dalam beragama sudah kian nyata. Setidaknya inilah yang disampaikan oleh Muhammad Sahlan dalam sebuaj artikel yang diterbitkan oleh nu online. Indikasinya adalah banyaknya generasi muda yang mulai terpapar faham-faham fundamentalisme beragama. Parahnya, mereka bukan dari kalangan minim pendidikan, tapi justru para mahasiswa di perguruan tinggi yang lumayan mentereng di Indonesia. Artikel bejudul Radikalisme […]

  • PCNU-PATI

    PMI Pati Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang di Sinomwidodo

    • calendar_month Jum, 2 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 498
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pati kunjungi korban banjir bandang di Desa Sinomwidodo, Kecamatan Tambakromo, Kamis (1/12/2022) siang. Ketua PMI Pati, Haryanto bersama para relawan mendistribusikan bantuan untuk korban terdampak banjir bandang serta korban meninggal dunia, atas musibah di desa tersebut. Didampingi Wakil Ketua I bidang kebencanaan Sugiyono serta Kepala Markas PMI Kabupaten […]

expand_less