Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ebooks » Non Fiksi » Epistemologi Tafsir Kontemporer

Epistemologi Tafsir Kontemporer

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 27 Mei 2023
  • visibility 338
  • comment 0 komentar

Al-Qur’an adalah kitab petunjuk yang di dalamnya memuat ajaran moral universal bagi umat manusia sepanjang masa. Dalam posisinya sebagai kitab petunjuk, al-Qur’an diyakini tidak akan lekang dan lapuk dimakan zaman. Akan tetapi dalam kenyataannya, teks al-Qur’an sering kali dipahami secara parsial dan ideologis sehingga menyebabkannya seolah menjadi teks yang mati dan tak lagi relevan dengan perkembangan zaman. Hal inilah yang menggelisahkan para mufassir modern-kontemporer, seperti Fazlur Rahman, Muhammad Syahrur, Muhammad Arkoun, Hassan Hanafi dan Nasr Hamid Abu Zaid.

Menurut para mufassir modern-kontemporer ini, yang dibutuhkan saat ini adalah model dan metodologi baru dalam pembacaan dan pemahaman atas al-Qur’an agar kitab suci umat Islam ini benar-benar menjadi kitab petunjuk yang akan senantiasa relevan untuk setiap zaman dan tempat serta mampu merespons setiap problem sosial-keagamaan yang dihadapi oleh umat manusia. Ini mengandung arti bahwa paradigma pemahaman atas al-Qur’an harus digeser dan diubah, dari paradigma literalis-ideologis yang sudah berlangsung selama beberapa abad lamanya menjadi paradigma kritis-kontektual. Tanpa adanya perubahan paradigma dalam membaca dan memahami kalam Tuhan tersebut maka yang muncul hanyalah pembacaan yang berulang-ulang (al-qira’ah al mutakarrirah) dan tidak produktif.

Penafsiran al-Qur’an adalah sebuah proses yang tak pernah mengenal titik henti. Ia telah dimulai sejak zaman nabi dan terus berlangsung hingga masa sekarang. Kebenaran tafsir pun tak pernah mengenal kata mutlak sehingga wajar jika ia terus diperbincangkan dan tidak jarang juga mendapat kritikan tajam, terutama ketika produk-produk penafsiran tersebut mengandung bias ideologis dan terkesan tak lagi relevan dengan perkembangan zaman. Oleh karena itu, dibutuhkan perubahan epistem dan metodologi dalam menafsirkan al-Qur,an, sehingga pembacaan al-Qur’an akan bersifat produktif dan prospektif. Dengan cara demikian, maka produk-produk penafsiran yang dihasilkan pun akan senantiasa kontekstual dan relevan dengan perkembangan zaman.

Buku ini mendeskripsikan dan menganalisis model-model penafsiran al-Qur’an yang digagas oleh para pemikir muslim kontemporer. Komentar-komentar kritis terhadap pemikiran eksegetik mereka juga dibahas, selain itu teori-teori penafsiran barat juga mendapatkan tempat di dalam analisisnya.

Buku ini dalam pembahasannya terbagi atas 6 bab pembahasan yang mencakup bab 1 pendahuluan; bab 2 sketsa epistemologi tafsir kontemporer meliputi sejarah perkembangan tafsir dalam perspektif the history of idea, asumsi paradigma tafsir kontemporer, katakteristik paradigma tafsir kontemporer, sumber, metode, dan validitas penafsiran; bab 3 biografi Fazlur Rahman dan Muhammad Syahrur meliputi setting sosio-historis dan karier intelektual, evolusi pemikiran Fazlur Rahman dan Muhammad Syahrur dan posisi pemikiran Fazlur Rahman dan Muhammad Syahrur dalam wacana tafsir kontemporer; bab 4 hakikat dan metodologi tafsir menurut Fazlur Rahman dan Muhammad Syahrur mencakup hakikat dan orientasi penafsiran, metodologi dan prinsip-prinsip penafsiran, metode dan pendekatan penafsiran serta tema-tema penafsiran; bab 5 validitas dan implikasi penafsiran meliputi validitas penafsiran, implikasi penafsiran dan pembahasan ditutup pada bab 6 penutup mencakup kesimpulan dan saran-saran.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ramadan dan Etika Bermedia Sosial

    Literasi Digital Bulan Ramadan

    • calendar_month Ming, 22 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 8.717
    • 0Komentar

      Oleh Hamidulloh Ibda Masih pentingkah literasi digital saat bulan Ramadan? Ya, penting lah. Jawaban singkat ini saya jawab sendiri dari pertanyaan yang saya buat sendiri. Meski bulan suci Ramadan selalu datang membawa jeda, koma, waktu rehat sejenak, atau sebutan lain. Apa maksudnya? Jeda dari tradisi makan dan tradisi minum, dari marah, dari kesibukan dunia, […]

  • Bumi Cinta

    Bumi Cinta

    • calendar_month Ming, 24 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 205
    • 0Komentar

    Bumi Cinta – Habiburahman El Shirazy atau biasa dipanggil dengan nama Kang Abik, merupakan salah satu penulis atau novelis asal Indonesia yang berhasil merilis buku-buku best seller, seperti novel berjudul Bumi Cinta. Beberapa karya lain milik Habiburahman El Shirazy bahkan tidak hanya dikenal di Indonesia, melainkan hingga Malaysia, Amerika Serikat, dan Australia. Salah satu karya best seller dari Kang […]

  • Peringati Hari Santri dan Maulid, Pemuda Desa Asempapan Gelar Jalan Sehat

    Peringati Hari Santri dan Maulid, Pemuda Desa Asempapan Gelar Jalan Sehat

    • calendar_month Sab, 16 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 154
    • 0Komentar

    IPNU IPPNU memimpin barisan jalan sehat pemuda Desa Asempapan Jumat (15/10) kemarin TRANGKIL – Dalam rangka memperingati hari santri dan maulid Nabi Muhammad SAW, para pemuda Desa Asempapan menggelar kegiatan jalan sehat, Jumat (15/10). Aditya Setia Wardani, Sekretaris Panitia mengatakan, kegiatan ini terselenggara atas kerjasama IJMA’ (Ikatan Jamaah Masjid  Warotsatul Anbiya’), Karang Taruna Panji Satria […]

  • Selamat Jalan Perpisahan

    Selamat Jalan Perpisahan

    • calendar_month Sen, 3 Apr 2017
    • account_circle admin
    • visibility 183
    • 0Komentar

    Al-Azhari berkata,”Arti cinta seorang hamba kepada Allah dan Rasul-Nya adalah menaati dan mengikuti perintah Allah dan Rasul-Nya.” Al-Baidhawi berkata, “Cinta adalah keinginan untuk taat,”. Cinta manusia kepada Allah dan Rasul-Nya adalah menaati keduanya dan riddha terhadap segala perintah Allah dan segala ajaran yang dibawa Rasulullah Saw.”sedangkan arti cinta Allah kepada hamba-Nya adalah ampunan, ridha dan […]

  • PCNU- PATI Photo by Yoyo Hins

    Lahir untuk Sepakbola

    • calendar_month Sen, 31 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Oleh : M Iqbal Dawami “Saya dilahirkan untuk sepakbola, seperti Beethoven yang dilahirkan untuk musik atau Michelangelo yang dilahirkan untuk seni rupa,”kata Pele melalui situs resmi FIFA. “Kalau begitu, saya adalah paduan Ron Wood, Keith Richards, dan Bono (ketiganya adalah musisi dunia). Sayalah wujud dari gairah sepak bola,” kata Maradona tak mau kalah. Dua orang […]

  • Tanya Jawab Bersama Syuriah

    Tanya Jawab Bersama Syuriah

    • calendar_month Kam, 18 Feb 2016
    • account_circle admin
    • visibility 211
    • 0Komentar

    Assalamualaikum Wr Wb. Saya mau Tanya, HP saya android dan didalamnya ada aplikasi alqur’annya, apakah saya boleh membawanya dalam keadaan tidak memiliki wudlu’, dan bagaimana hukum membawanya ke toilet, mohon penjelasannya. Terima kasih. Wa’alaikum salam Wr Wb. Hukum membawanya dalam keadaan tidak memiliki wudlu` (hadats) adalah haram jika aplikasi tersebut dibuka dan menampilkan tulisan alqura’an […]

expand_less