Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Parodi » Kerja (sama)

Kerja (sama)

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 25 Jan 2023
  • visibility 71
  • comment 0 komentar

Oleh: Niam At Majha

Manusia sebagai mahluk sosial tentu tak bisa dipisahkan dengan namanya bantuan orang lain. Sebab kita pun tak bisa melakukan apa saja dengan sendiri. Kita masih membutuhkan bantuan dan uluran dari orang lain, baik sanak famili, saudara sedarah atau pun saudara sama-sama mahluk Tuhan pencipta alam semesta.

Maka dari itu di perlukan kerjasama satu dengan yang lainnya untuk mencapai sebuah tujuan yang baik dan terarah, tersetruktur kerjasama tersebut mutlak harus dilaksanakan. Namun dalam hal kerjasama yang sehat dan baik harus saling menguntungkan, saling memberi manfaat terhadap keduanya. Pihak pertama dan pihak kedua selanjutnya para pihak tak boleh ada yang saling dirugikan atau pun di manfaatkan.

Dalam hal kerjasama kemarin sore saat saya lagi santai-santai menikmati senja yang tak segera tenggelam di ufuk barat. Saya mendapatkan curhatan seorang teman yang hanya beberapa waktu kenal, bukan teman dekat, bukan pula teman jauh. Kita bertemu sebatasnya saja, namun saya lebih sering berdiam ketika teman saya tersebut bercerita dan berbicara panjang kali lebar, saya lebih suka menjadi pendengar setia, sebab dari cerita kan kisahnya saya mendapatkan bahan untuk tulisan saban Rabu. Jadi tak perlu kelimpungan untuk mencari sebuah ide dasar di tulisan saya yang bergerak di sosial ke agaman serta sosial kemasyarakatan baik pendidikan, ekonomi, sosial dan lain sebagainya.

“Kayak visi misi ormas saja mas tulisanmu itu, “celetuk teman saya beberapa bulan ke belakang.

Melanjutkan perihal cerita teman saya sekaligus mengajak diskusi yaitu terkait dengan kerjasama lembaga sosial yang mempunyai visi dan misi mensejahterakan masyarakat dengan menyisihkan sebagian rejeki untuk orang lain. Dan lembaga tersebut bekerjasama dengan sebuah perusahaan yang begerak di bidang pendidikan dengan jargon iming-iming selesai menempuh magang dalam perusahaan tersebut maka siap kerja dan kerja kerja dan kerja.

Jika dilihat dari visi dan misi ke dua belah pihak tersebut tentu sangatlah berbeda maksud dan  tujuannya, bidang kerja yang dijalankan pun sangatlah berbeda. Namun apabila keduanya bisa bekerjasama tentu ada hal yang perlu di pertanyakan. Pertama, dalam hal kerjasama kedua belah pihak apakah saling menguntungkan? Kedua, perusahaan pendidikan bekerjasama dengan lembaga sosial, kelihatan aneh bukan? Jika nampak aneh lantas mana yang nampak dirugikan? Kalau orang sadar dan menyadari tentu yang sangat dirugikan dan dimanfaatkan tentu lembaganya bukan perusahaannya. Apabila demikian kenapa masih dilanjutkan kerjsamanya, untuk menjawab pertanyaan tersebut sangatlah mudah, karena perusahaan mempunyai kepentingan di lembaga sosial dan orang perusahan sama dengan orang lembaga. Dan pada akhirnya saling melindungi dan yang sangat terugikan yaitu masyarakat yang terlanjur percaya dengan para pihak tersebut.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Ayo Ramaikan, Jalan Sehat PWNU Jawa Tengah Berhadiah Umroh

    • calendar_month Kam, 24 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 61
    • 0Komentar

    Semarang – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah akan menggelar Jalan Sehat PWNU Jawa Tengah bertajuk “Santri Siap Menuju Indonesia Emas 2024” pada Ahad (27/10/2024) mendatang. Kegiatan tersebut, direncanakan akan dilaksanakan pada pukul 06.30 sampai 12.00 WIB yang berpusat di Lapangan Pancasila Simpang Lima Kota Semarang, Jawa Tengah. Ketua Panitia Jalan Sehat PWNU Jawa […]

  • Jangan Mereduksi Kesakralan Tauhid

    Jangan Mereduksi Kesakralan Tauhid

    • calendar_month Kam, 15 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 52
    • 0Komentar

    Foto : NU online Filsafat mengajari tentang beberapa aliran, salah satunya empirisme. Aliran yang mengandalkan empiris-inderawi atau pengalaman langsung sebagai dasar kebenarannya. Contohnya api diakui kalau panas tatkala indera kita terkena api dan terasa benar-benar panas. Kali ini saya tidak akan membahas filsafat, tetapi tentang bagaimana pandangan empiris itu menjadi bagian penting pengambilan keputusan dan […]

  • PC-NU Pati Gelar Rapat Koordinasi Perdana

    PC-NU Pati Gelar Rapat Koordinasi Perdana

    • calendar_month Ming, 21 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 67
    • 0Komentar

    Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati yang belum lama ini dilantik, pagi ini, Ahad (21/7) mengadakan rapat kordinasi perdana. Acara yang dilaksanakan di aula lantai 2 gedung PCNU ini dihadiri oleh Pengurus Harian Tanfidhiyah, Syuriyah serta ketua dan sekretaris masing-masing Banom dan Lembaga. Situasi rapat koordinasi perdana PC-NU Pati, Minggu (21/7) pagi Dalam sambutan […]

  • Berdakwah Dengan Penuh Kelembutan

    Berdakwah Dengan Penuh Kelembutan

    • calendar_month Rab, 18 Okt 2017
    • account_circle admin
    • visibility 73
    • 0Komentar

    Pati. Jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama beserta Banom-banomnya dan Pengurus Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Se-Kab Pati mengadakan acara Halal Bi Halal dan Festival Hadrah di Komplek Pendopo Kabupaten Pati, 30/7 kemarin.  KH M Aniq Muhammadun menyampaikan tausiyahnya pada acara tersebut, mengajak kepada umat Islam untuk meniru dakwah Nabi Muhammad SAW yang penuh kelembutan dan kasih […]

  • PCNU-PATI

    Cukuplah Kematian Sebagai Nasihat!

    • calendar_month Sel, 27 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 77
    • 0Komentar

     “Mati Spektakuler” memuat kisah dan serpihan refleksi hidup. Efek yang dirasakan ketika membaca buku tersebut adalah merinding, takut dan sedih. Bukan karena takut akan kematian, melainkan takut akan amal ibadah yang belum mencukupi untuk terhindar dari api neraka dan belum pantas menjadi penghuni surga. Buku ini menjelaskan dengan detail, gamblang dan mampu menggetarkan perasaan “membuka” […]

  • Islam Manusia di Zaman Kegalauan

    Islam Manusia di Zaman Kegalauan

    • calendar_month Sen, 15 Mei 2017
    • account_circle admin
    • visibility 69
    • 0Komentar

    Zaman kita adalah zaman berkelimpahan. Tapi, pada saat yang sama, inilah zaman kegalauan. Kata pujangga kita, Ranggawarsita, inilah zaman kalabendu. Jangankan bagi orang yang hidupnya susah secara ekonomi, bahkan bagi orang-orang yang hidupnya berkecukupan, tekanan hidup makin keras: tuntutan kebutuhan artificial yang terus muncul, beban pekerjaan yang overwhelming, lingkungan hidup yang kurang bersahabat dan cenderung […]

expand_less