Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Parodi » Mbak Meta

Mbak Meta

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 28 Feb 2024
  • visibility 511
  • comment 0 komentar

Oleh : Niam At Majha

Beberapa bulan kebelakang saya melihat beranda di Facebook saya berseliweran ibu-ibu baik muda atau pun setengah tua berbicara tanpa jeda. Mereka mensosialisasikan kegiatannya baik dalam urusan dapur, sumur, tapi kasurnya di skip. Sedangkan dalam unggahan tersebut di kasih tulisan-tulisan yang menghalangi vidio untuk di tonton. Jadi ketika saya melihat vidio tersebut beranggapan ini mau menunjukkan vidio atau tulisan? Dan sedikit-sedikit bilang Meta dan Meta.

 

Saya kurang paham dengan fenomena tersebut, yaitu banyak vidio-vidio bertebaran di beranda Facebook terutama di reel yang mengklaim sebagai konten kreator. Sendari demikian para konten kreator dadakan tersebut seragam bukan beragam. Padahal dengan latar belakang berbeda, ada guru, kontennya juga memasak, ada penulis juga sama tentang memasak. Kenapa ya urusan masak memasak menjadi sesuatu yang harus ingin diketuhui orang banyak. Bahkan ada yang membagikan tips bagaimana membuat vidio pendek yang akan dilihat banyak orang. Mendapatkan like banyak dan beragam.

 

Sejak Meta secara resmi mengeluarkan fitur profesional dan peluang bagi kreator dengan dasbor profesional dengan ketentuan kelola fitur profesional untuk profil Anda, dan dapatkan insight tentang pengikut, jangkauan postingan, dan interaksi postingan Anda. Undang Teman untuk Mengikuti: Pengikut Anda di Facebook bisa mengundang teman-teman mereka untuk mengikuti profil Anda agar jangkauan dan pemirsanya semakin luas. Serta selanjutnya berburu Monetisasi konten Anda Jika memenuhi persyaratan kelayakan, Anda bisa menggunakan profil Anda untuk menghasilkan uang di Facebook. Catatan: Saat ini, pengguna Facebook di bawah usia 18 tahun tidak memenuhi syarat untuk melakukan monetisasi.

 

Ternyata dari situ banyak orang ingin menjadi konten kreator dan mendapat cuan. Yang namanya konten kreator tentu yang kreatif dan mendidik bukan asal upload vidio dan sebangsanya.

 

“Mas…mereka bukan bikin konten melainkan buat sampah digital ya wajarlah?”

 

Tanpa permisi teman saya langsung celetuk demikian. Memang, apabila dilihat dan diamati atau pun di perhatikan para mama muda yang sekarang ini beranggapan dan mengklaim dirinya sebagai konten kreator yang diburu adalah hasilnya bukan berfikir bagaimana menyajikan vidio yang mendidik dan kreatif.

“Kalau tak suka dengan vidio saya jangan dilihat,”

Kalimat tersebut seringkali diungkapkan dilontarkan para pembroduksi sampah digital. Sedangkan meraka lupa dan tak sadar jika ketika sudah diupload dalam facebook tentu harus sadar dan tahu dengan pilihannya.

 

“Apakah mereka sadar?”

 

emmmmm

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perempuan Memposisikan Diri

    Perempuan Memposisikan Diri

    • calendar_month Ming, 3 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 328
    • 0Komentar

     Oleh : Aditiya Tri Utami Islam memberikan tuntunan yang tegas bahwa semua manusia, tanpa membedakan perempuan dan laki-laki diciptakan untuk sebuah misi yang amat penting sebagai khalifah fil ardh (pemimpin untuk mengelola kehidupan dibumi), paling tidak pemimpin untuk dirinya sendiri. Karena itu, perempuan dan laki-laki diharapkan bekerjasama, bahu membahu, bergotong royong mewujudkan masyarakat yang damai, […]

  • Ucapan Nadzar

    Ucapan Nadzar

    • calendar_month Sel, 28 Jun 2022
    • account_circle admin
    • visibility 636
    • 0Komentar

    Sebagian orang Jawa, kalau punya hajat sering mengucapkan lafadz tertentu yang yang menyatakan kesanggupannya melakukan sesuatu apabila hajatnya terpenuhi, misalnya : do`akan aku kalau aku berhasil kamu saya beri uang atau besok hari raya qurban aku menyembelih kerbau. Pertanyaan : Termasuk nadzarkah ucapan-ucapan tersebut ? Jawaban : Ucapan seperti itu tidak termasuk nadzar, kecuali bila […]

  • PCNU-PATI Photo by Mufid Majnun

    NU dan Gagasan Islam Nusantara

    • calendar_month Sab, 22 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 390
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto, MA Pemahaman keagamaan merupakan bentuk laku kesadaran manusia dalam beragama. Cara manusia memahami agama senantiasa akan mengalami hambatan jika ia tidak mampu menangkap pesan-pesan Tuhan (al-murâd al-ilâhiy) yang tersirat dalam setiap sendi ajaran agama.  Jika Islam memiliki daya vitalitas yang tinggi, maka upaya revitalisasi pemahaman keagamaan merupakan sebuah keniscayaan. Hal inilah yang […]

  • Gus Dur, Toleransi dan Pribumisasi Islam

    Gus Dur, Toleransi dan Pribumisasi Islam

    • calendar_month Rab, 24 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 6.550
    • 0Komentar

    Oleh: Jamal Ma’mur Asmani KH. Abdurrahman Wahid yang akrab dipanggil Gus Dur, kemarin dianugerahi Pahlawan Nasional oleh Presiden Prabowo Subianto. Tentu sangat layak Gus Dur mendapat gelar Pahlawan Nasional karena pemikiran dan perjuangannya yang luar biasa. Dalam konteks pemikiran, banyak sekali gagasan besar yang dilahirkan Gus Dur. Antara lain: Pertama, pribumisasi Islam. Islam adalah doktrin […]

  • PCNU PATI - Doakan Saja, Jangan Pertanyakan. Photo by David Rodrigo on Unsplash.

    Doakan Saja, Jangan Pertanyakan

    • calendar_month Jum, 6 Mei 2022
    • account_circle admin
    • visibility 336
    • 0Komentar

    Selamat merayakan hari raya Idhul fitri untuk segenap umat Islam. Idhul fitri adalah hari yang ditunggu setelah sebulan penuh melakukan ibadah puasa. Momen hari kemenangan sekali dalam setahun digunakan untuk saling berkunjung ke sanak saudara maupun tetangga untuk saling memaafkan atas segala kesalahan disengaja atau pun tak dan saling mendoakan. Momen tersebut tak akan lepas […]

  • PCNU-PATI

    Seni Perebutan Kepentingan

    • calendar_month Rab, 17 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 354
    • 0Komentar

    Oleh : Niam At Majha Belakang ini; di berbagai tempat seperti warung kopi, cafe, dan restoran-restoran lama saji. Banyak yang membicarakan, mendiskusikan, diopinikan perihal perayaan tahun depan. Pergantian pemimpin, siklus lima tahunan untuk melanjutkan estafet tentang perubahan baik dari segi keluarga dan negara. Kondisi demikian tak dapat terelakan, karena lima tahunan pergantian dan setiap orang […]

expand_less