Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Perempuan Memposisikan Diri

Perempuan Memposisikan Diri

  • account_circle admin
  • calendar_month Ming, 3 Okt 2021
  • visibility 456
  • comment 0 komentar

 Oleh : Aditiya Tri Utami

Islam memberikan tuntunan yang tegas bahwa semua manusia, tanpa membedakan perempuan dan laki-laki diciptakan untuk sebuah misi yang amat penting sebagai khalifah fil ardh (pemimpin untuk mengelola kehidupan dibumi), paling tidak pemimpin untuk dirinya sendiri. Karena itu, perempuan dan laki-laki diharapkan bekerjasama, bahu membahu, bergotong royong mewujudkan masyarakat yang damai, bahagia, dan sejahtera (baldatun thayyibah wa rabbun ghafur) “Musdah Mulia”.

Menurut RA. Kartini Perempuan harus berjuang untuk mendapatkan martabat yang sejajar dengan kaum pria. Perempuan harus dididik dan dicerdaskan agar hati dan pikirannya terbuka, karena Tuhan menjadikan perempuan dan laki-laki sebagai makhluk yang memiliki derajat dan martabat yang sama.

Posisi Perempuan Sebagai Anak

“Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, maka hitamlah mukanya karena sangat marah. Lalu ia menyembunyikan dirinya dari orang banyak karena malu. Apakah ia akan memelihara anak tersebut dengan menanggung kehinaan ataukah akan meguburkannya ke dalam tanah (hidup-hidup)? Ketauilah, alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu” An-Nahl [16]: 58-59

Nabi Muhammad SAW., mengajarkan para orangtua agar bertindak adil terhadap anak perempuan, tidak mendominasikan dan mendiskriminasi, dan tidak melakukan tindak kekerasan terutama kekerasan dalam rumah tangga. Orang tua selayaknya memberikan pendidikan yang seluas-luasnya kepada mereka, tidak memaksakan ke hendak, terutama dalam pernikahan dan pemilihan jodoh.

Terlebih terhadap anak-anak yatim perempuan. Al-Qur’an dengan tandas menyatakan bahwa mereka, anak-anak yatim perempuan, perempuan-perempuan dewasa lainnya, dan mereka yang terlemahkan oleh struktur social, harus mendapatkan perlindungan dan perlakuan yang adil. Sejumlah ayat dan hadis menjelaskan bahwa perempuan dalam posisinya sebagai anak tidak boleh ditelantarkan, dianiaya atau dizalimi. Anak perempuan tidak boleh dikhitan dengan cara yang keji, dijual (trafficking) untuk jadi budak seks atau dipekerjakan secara paksa, dilacurkan atau dipaksa menikah. Semua bentuk trafficking, perkawinan anak-anak, pemaksaan pelacuran, mempekerjakan anak-anak, dan pelecehan seksual terhadap anak-anak adalah dosa besar dan perbuatan zalim yang bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan. Dan semua yang diharamkan islam.

Setiap orang tua bertanggung jawab memberikan proteksi dan perlakuan adil kepada anak-anak, tanpa membedakan jenis kelamin. Setiap orang tua wajib memberikan makanan bergizi, perlakuan adil, pendidikan memadai, keterampilan yang dibutuhkan agar anak-anak tumbuh menjadi manusia berguna. Tidak ada perbedaan antara anak perempuan dan anak laki-laki. Islam memosisikan anak perempuan setara dan sederajat dengan anak laki-laki.

Posisi Perempuan Sebagai Warga Masyarakat

Posisi perempuan dalam masyarakat dan Negara sangat jelas yakni sebagai anggota masyarakat dan sebagai warga Negara yang memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan laki-laki. Perintah Allah untuk berbuat adil dalam seluruh bidang kehidupan, baik dalam ranah domestic maupun ranah public sangat tegas dan tandas. Keadilan mesti ditegakkan. Demikianlah, keadilan merupakan prinsip ajaran Islam yang mesti ditegakkan dalam menata kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Prinsip itu harus selalu ada dalam setiap norma, tata nilai, dan perilaku umat manusia dimanapun dan kapan pun.

Keadilan yang diajarkan islam selalu memuat prinsip membela yang benar, melindungi yang tertindas, menolong yang kesulitan, dan menghentikan kezaliman dan kesewenang-wenangan. Dengan keadilan, yang benar akan dibela meskipun merupakan kelompok minoritas dan tertindas. Kehadiran islam dengan nilai-nilai keadilan yang dibawahnya telah membuat kaum tertindas dan marjinal (mustadh’afin) memiliki secercah harapan. Diantara kelompok mustadh’afin yang paling beruntung dengan kehadiran islam dalam kaum perempuan.

Posisi perempuan sebagai warga masyarakat dan warga Negara adalah setara dengan laki-laki. Keduanya memiliki hak dan kewajiban yang sama, keduanya  pun bertanggung jawab penuh membentuk masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera. Perempuan sebagai warga Negara penuh dan anggota masyarakat diharapkan aktif terlibat dalam berbagai aktivitas social di masyarakat. Tujuannya jelas, membangun masyarakat yang baldatun thayyibah wa rabbun ghafur. Perempuan harus mampu membagi waktunya untuk kepentingan diri sendiri, kepentingan keluarga, dan kepentingan masyarakat.

Perempuan harus selalu ingat bahwa tugas utamanya diciptakan Allah SWT., adalah menjadi khalifah, menjadi pemimpin, pengelola dan manajer, dimulai dari memimpin dan mengelola diri sendiri, lalu anggota keluarga dan selanjutnya masyarakat. Dengan demikian, hidup perempuan akan bemakna sepenuhnya.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • NU Peduli PWNU Jawa Tengah Kerahkan Relawan Profesional ke Aceh

    NU Peduli PWNU Jawa Tengah Kerahkan Relawan Profesional ke Aceh

    • calendar_month Sel, 13 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 7.219
    • 0Komentar

    Aceh — NU Peduli Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah secara resmi mengerahkan 22 relawan dari berbagai kota dan kabupaten di Jawa Tengah untuk mendukung penanganan bencana banjir di Provinsi Aceh. Pengerahan relawan ini dilakukan dengan pendekatan berbasis kompetensi, menyesuaikan kebutuhan riil di lapangan. Para relawan berasal dari unsur LPBINU, Bagana, Fatayat NU, LP […]

  • PCNU-PATI

    Ketua PAC IPPNU Margoyoso Sabet Juara III Ajang Nasional MSLA 2022

    • calendar_month Kam, 17 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 438
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Margoyoso Fathul Hidayah berhasil menyabet Juara III dalam lomba Madrasah Student Leadership Award (MSLA) 2022 yang diadakan di Bogor 8-11 November 2022. Hidayah merupakan siswi kelas XII MA Salafiyah Kajen, Pati, Jawa Tengah.  Lomba tersebut digelar oleh Direktorat Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, […]

  • PCNU PATI. Ilustrasi THR. Photo by Christian Dubovan on Unsplash.

    THR

    • calendar_month Rab, 27 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 413
    • 0Komentar

    Minggu terakhir menuju hari kemenangan saya sering bertanya pada diri saya sendiri, pada hati dan nurani juga saya tanyai. Mengapa setiap orang ketika akan datang hari kemenangan setelah satu bulan full di kekang. Selalu sibuk dan ributnya minta ampun, ada yang minta bagi bagi THR, ada pula yang berbagi rejeki, ada pula yang masih berfikir […]

  • IPNU-IPPNU MA Robin Pakis Gelar Pemilu

    IPNU-IPPNU MA Robin Pakis Gelar Pemilu

    • calendar_month Rab, 4 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 375
    • 0Komentar

    TAYU – Rabu, 4 September 2019, IPNU-IPPNU Komisariat MA Raudlatut Tholibin (Robin) Pakis Kec. Tayu menggelar pesta demokrasi untuk memilih ketua baru masa khidmat 2019-2020. Berlangsung di halaman madrasah, acara ini diikuti dengan antusias oleh para anggota. Baik IPNU maupun IPPNU, masing-masing memunculkan 3 kandidat calon ketua. Sebelum proses pemilihan, para kandidat berkesempatan tampil untuk menyampaikan […]

  • PCNU-PATI

    Berenang Gratis Buat Anak-Anak

    • calendar_month Jum, 27 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 432
    • 0Komentar

    Oleh: Inayatun Najikah Setelah selesai dengan aktivitas sosial yang begitu padat, pada akhirnya saya kembali pada rutinitas semula. Kembali menulis dan melanjutkan aktivitas harian yang beberapa hari ini telah saya tinggalkan. Ide dari tulisan yang akan saya uraikan ini, sebenarnya sudah ada sejak lama di fikiran. Namun, saya mengendapkannya terlebih dahulu karena berbenturan dengan hal […]

  • MAN 1 Pati menggelar Seminar Nasional dan Deklarasi Madrasah Ramah Anak Tahun 2026

    MAN 1 Pati menggelar Seminar Nasional dan Deklarasi Madrasah Ramah Anak Tahun 2026

    • calendar_month Rab, 29 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 17.301
    • 0Komentar

    PATI — Dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-35, MAN 1 Pati menggelar Seminar Nasional dan Deklarasi Madrasah Ramah Anak Tahun 2026, pada Rabu (29/7/2026). Seminar tersebut mengusung tema “Ruang Aman untuk Semua: Mewujudkan Lingkungan Ramah Perempuan dan Anak.” ​Kegiatan ini diikuti sebanyak 145 peserta yang terdiri dari siswa dan guru pendamping dari 48 sekolah […]

expand_less