Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » Doakan Saja, Jangan Pertanyakan

Doakan Saja, Jangan Pertanyakan

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 6 Mei 2022
  • visibility 342
  • comment 0 komentar

Selamat merayakan hari raya Idhul fitri untuk segenap umat Islam. Idhul fitri adalah hari yang ditunggu setelah sebulan penuh melakukan ibadah puasa. Momen hari kemenangan sekali dalam setahun digunakan untuk saling berkunjung ke sanak saudara maupun tetangga untuk saling memaafkan atas segala kesalahan disengaja atau pun tak dan saling mendoakan.

Momen tersebut tak akan lepas dari membicarakan banyak hal. Makanan, fashion, sampai urusan pribadi menjadi perbincangan yang menarik. Saya tergelitik dengan pertanyaan yang hampir setiap tahun tak pernah absen untuk diutarakan. Pertanyaan yang bagi siapapun tak tau apa dan bagaimana menjawabnya. Sebuah pertanyaan mengolok sekaligus menohok. Lebih tepatnya.

Mengapa obrolan seputar privasi orang menjadi bahan empuk untuk terus dibicarakan. Apa karena tak ada pembahasan lain atau karena memang hanya itu yang diketahui. Padahal hampir setiap hari selain Idhul fitri saat berkumpul pembahasannya juga itu saja. Apa tak bosan. Entahlah. Bisa jadi sebab sifat dasar manusia adalah selalu penasaran, maka obrolan terkait orang lain terasa nikmat untuk dibicarakan.

Saat saya berkunjung ke rumah saudara di hari pertama Idhul fitri, hampir setiap rumah yang kami kunjungi menanyakan hal yang sama. Kapan menikah? Mengapa kata kapan begitu sangat menarik untuk dijadikan kata pembuka perbincangan. Barangkali ini bukan hanya terjadi pada saya, karena beberapa teman sebaya yang masih melajang juga bercerita mendapat cecaran pertanyaan itu. Pertanyaan sederhana tapi mengena.

Selain kami yang masih melajang ini, para mama papa yang belum dikaruniai momongan juga turut menjadi sasaran. Kapan punya momongan,atau kapan mau nambah lagi dan seterusnya. Saya heran, horor sekali pertanyaan “kapan” ini. Apakah tak ada kata atau kalimat untuk membuka perbincangan selain kata kapan. Atau barangkali ada pertanyaan yang lainnya. Misal pertanyaan tentang capaian soal karir, prestasi atau yang lainnya.

Sejatinya manusia hanya berusaha, Tuhan yang berkehendak. Bagi kita yang masih melajang maupun yang sudah menikah namun belum dikaruniai anak, bukan berarti kita hanya berdiam diri. Pastinya kita telah berusaha, akan tetapi apalah daya kalau Tuhan belum berkehendak. Menyoal kata “kapan” kaitannya adalah soal waktu. Tunggu dan lihat saja waktu yang akan menjawab. Semestinya momen Idhul fitri ini alangkah eloknya digunakan untuk saling mendoakan bukan mengulik privasi orang.

Dalam Idhul fitri tahun ini; saya meminta maaf atas segala salah dan khilaf baik sengaja maupun tak, pada hari kemenangan ini, alangkah indahnya kita saling mendoakan.

(Inayatun Najikah)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Istri Membayar Zakat Fitrah Sendiri

    Istri Membayar Zakat Fitrah Sendiri

    • calendar_month Kam, 16 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 568
    • 0Komentar

    Pada malam lebaran (ied al-fithri) sang suami berada di Jakarta, sedangkan sang istri dirumah (Pati, misal).   Pertanyaan : Siapakah yang wajib mengeluarkan zakat fitrah dalam masalah diatas ?   Jawaban :Suamilah yang wajib mengeluarkan zakat, kalau memang sang istri tidak melakukan hal-hal yang menyababkan nusyuz (purek : jawa).   Referensi : & Al-bâjûri, vol. […]

  • Hakikat Pemimpin

    Hakikat Pemimpin

    • calendar_month Sab, 8 Apr 2017
    • account_circle admin
    • visibility 433
    • 0Komentar

    السلام عليكم ورحمة الله وبركاته الحمدُ للهِ الَّذِي جَعَلَ المُؤْمِنِين فِيْمَا بَيْـنَهُمْ إخْوَاناً، وأَوْجَبَ عَلَيْهِمْ أنْ يَكُونُوا فِي نُصْرَةِ الْحَقِّ أعْوَاناً. والحمدُ للهِ الَّذِيْ رَبَطَ الأُمُورَ بِأَسْبَابِهَا، وجَعَلَ أفْضَلَ طَرِيْقٍ لِلْوُصُوْلِ إلَى الْمَقْصُودِ أن تُـؤْتَـى الْبُيُوْتُ مِنْ أَبْوَابِهَا. أشْهَدُ أن لاَّ إلهَ إلا اللهُ وَحْدَه لَا شَرِيكَ لَهُ،شَهَادَةً نَرْجُوْ بِهَا النَّجَاةَ مِنَ النَّارِ وَعَذَابِهَا، ونُـؤَمِّلُ […]

  • IPNU/IPPNU Kawedanan Tayu Kedatangan Tamu dari LTN-NU

    IPNU/IPPNU Kawedanan Tayu Kedatangan Tamu dari LTN-NU

    • calendar_month Jum, 7 Feb 2020
    • account_circle admin
    • visibility 343
    • 0Komentar

    DUKUHSETI-Rumat Literasi yang digagas oleh PC IPNU/IPPNU Kabupaten Pati mendarat di Kawedanan Tayu. Berlokasi di Gedung Haji Kecamatan Dukuhseti, IPNU dan IPPNU menggandeng LTN NU Pati demi melancarkan agenda ini. “Kami mengundang LTN-NU Pati sebagai fasilitator. Ini adalah salah satu bentuk kerjasama IPNU/IPPNU dengan Lembaga-lembaga NU.” Tutur Mukhoyyaroh, Dorektur Lembaga Pers dan Jurnalistik IPPNU Pati. […]

  • Muballigh – Muballighah Berkumpul Bahas Masa Depan Dakwah Islam

    Muballigh – Muballighah Berkumpul Bahas Masa Depan Dakwah Islam

    • calendar_month Sel, 16 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 531
    • 0Komentar

    Foto Bersama Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Kabupaten Pati PATI-Lembaga Dakwah Nahdlatul ulama (LDNU) Cabang Pati, Minggu (14/7), mengadakan rapat konsolidasi dengan mengundang Lembaga Dakwah MWC NU se-Kabupaten Pati. Acara yang dihelat di kantor PCNU ini bertujuan agar seluruh informasi dan program LDNU Pati bisa diterima oleh LD MWC NU yang berbasis di setiap kecamatan. […]

  • Buka Konferensi Fatayat, MWC : Musuh NU Gembong Adalah Radikalisasi

    Buka Konferensi Fatayat, MWC : Musuh NU Gembong Adalah Radikalisasi

    • calendar_month Ming, 31 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 426
    • 0Komentar

    K. Sholikhin (Ketua MWC NU Gembong) membuka Konferensi PAC Fatayat NU Gembong GEMBONG – PAC Fatayat NU Gembong menyelenggarakan konferensi pada Minggu (31/10). Kegiatan ini dilangsungkan di Ponpes Shofa Az Zahro’ Gembong.  Pembukaan Konferensi dimulai pada pukul 09.00 WIB. Dalam agenda tersebut, hadir Ketua PC Fatayat NU Pati, Asmonah. Dalam sambutannya, Asmonah memberikan wejangan kepada […]

  • Lampu Terang Di Balik Seribu Bambu

    Lampu Terang Di Balik Seribu Bambu

    • calendar_month Kam, 22 Jan 2015
    • account_circle admin
    • visibility 551
    • 0Komentar

    Keberadaan KH Gholib di daerah bambu seribu atau Pringsewu, Provinsi Lampung membawa “lampu yang terang”. Begitu H.A Musa Achmad pada tahun 1973 menggambarkannya. Lampu adalah madrasah, penerang anak-anak dengan pendidikan agama Islam. Berikut kisah KH Gholib dalam perjuangan di bidang agama, pendidikan dan sosial yang dituturkan Dr. Dra. Hj. Farida Ariyani, M.Pd, cucu KH Gholib, […]

expand_less