Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Insting Parental Pemerintah

Insting Parental Pemerintah

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 27 Feb 2025
  • visibility 538
  • comment 0 komentar

Oleh: Maulana Karim Sholikhin*

Setiap yang sudah menikah dan memiliki anak, akan mengalami perubahan perilaku. Lebih protektif dan bertanggung jawab adalah salah satunya. Gejala ini bernama efek parental.

Efek parental akan menimbulkan insting parental seperti yang sudah penulis sebutkan. Seseorang dengan kecenderungan masa bodoh soal hajat orang lain, perlahan maupun secara drastis akan berubah setelah mereka didaulat menjadi ‘bapak’.

Sikap waspada, peduli, menyayangi, tanggungjawab, baik untuk merawat buah hatinya maupun tanggungjawab untuk selalu berakhlaqul karimah karena dijejali perasaan: “kini engkau telah menjadi teladan bagi anak-anakmu” pun hinggap di alam bawah sadar kaum bapak.

Tadinya penulis mengira bahwa, efek parental ini hanya terjadi pada segelintir manusia. Namun ternyata, sebagian besar kaum adam mengalami hal yang sama.

Lantas, apakah para presiden, menteri hingga kepala daerah juga merasakan efek parental yang sama setelah mereka menjabat? Akankah insting parental mereka tumbuh seiring amanah sebagai ‘bapak’ yang mereka terima?

Entahlah, namun ada beberapa indikasi yanh bisa dijadikan kunci jawaban. Salah satunya adalah indeks kepuasan masyarakat. Ini hanya salah satu, lhoh, tidak bisa digunakan acuan secara komplikatif.

Sebab, warga plus enam dua sebagai ‘anak’ dari pemerintah Indonesia, kita kenal mempunyai etos qona’ah yang super. Hanya sedikit yang memiliki jiwa ‘membangkang’ untuk menuntut–yang mereka sebut–keadilan.

Lebih dari itu, indikator ‘bapak-bapak’ kita memiliki insting parental yang kuat bisa dilihat dari kesejahteraan rakyat, pendididikan baik dan merata, penegakan hukum yang tidak sempoyongan, pendapatan warga bisa memenuhi kebutuhan pokok, vasilitas kesehatan yang bisa dijangkau semua khalayak dan yang terpenting, jumlah korupsi, kolusi dan nepotisme menyusut.

Tentu saja proses itu butuh evolusi, tidak serta-merta sim salabim kun fa yakun. Namun warga yang kian cerdas dan dengan instingnya tentu bisa mengindera-rasakan apakah kebijakan-kebijakan dan perilaku pemerintah mengarah ke sana atau malah sebaliknya. Jika tidak, kita (rakyat biasa) hanya bisa mengingatkan sembari memanjatkan doa, semoga para pemangku kebijakan mendapat hidayah, kamaa qaal Pak Prie GS.: “Negara hanya mungkin dikritik, tapi mustahil dilawan.”

*penulis merupakan pendidik di Ponpes Shofa az Zahro’ Gembong

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • YPI Monumen Mujahidin Berikan Santunan pada Puluhan Anak Yatim dan Dhuafa 

    YPI Monumen Mujahidin Berikan Santunan pada Puluhan Anak Yatim dan Dhuafa 

    • calendar_month Sab, 19 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 414
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – Puluhan anak Yatim dan Duafa mendapat santunan dari Yayasan Perguruan Islam (YPI) Monumen Mujahidin Bageng, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Sabtu (19/11/2022) pagi.  Kegiatan yang mengusung tema “Cinta dan Santun kepada Anak Yatim dan Dhuafa” ini digelar di Lantai 2 Gedung MTs PIM Mujahidin.  Ketua Umum YPI Monumen Mujahidin Bageng, Kunadi mengatakan, kegiatan ini  […]

  • ‎Gelar FGD Media, Ma’arif Jateng Libatkan Media Massa Perkuat Pendidikan Karakter Lewat Publikasi

    ‎Gelar FGD Media, Ma’arif Jateng Libatkan Media Massa Perkuat Pendidikan Karakter Lewat Publikasi

    • calendar_month Rab, 4 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 9.777
    • 0Komentar

    SEMARANG – LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Media Ma’arif Kuat, Nusantara Hebat” di Kantor Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah, Selasa (3/3/2026). ‎ ‎Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi publikasi bersama media massa dalam mendukung pendidikan karakter di lingkungan satuan pendidikan Ma’arif. ‎ ‎Ketua LP […]

  • FKPT Jateng Gelar Lomba Menulis Puisi Bertema “Melawan Radikalisme”

    FKPT Jateng Gelar Lomba Menulis Puisi Bertema “Melawan Radikalisme”

    • calendar_month Sel, 30 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 568
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id Semarang – Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah membuka kesempatan bagi masyarakat luas untuk ikut serta dalam kegiatan Undangan Menulis Puisi dengan tema “Melawan Radikalisme”. Program ini terbuka bagi siapa saja, baik penyair maupun bukan penyair, tanpa batasan usia maupun domisili. Ketua FKPT Jawa Tengah Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., mengatakan bahwa karya […]

  • Bertemu Dinsos, Fatayat Rembug Soal Perempuan dan Anak

    Bertemu Dinsos, Fatayat Rembug Soal Perempuan dan Anak

    • calendar_month Sel, 3 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 382
    • 0Komentar

    PATI-Kegiatan silaturrahim PC Fatayat NU Pati terus bergulir. Setelah berkoordinasi dengan Bupati Pati, Haryanto, Bappeda, Kemenag dan DLH, kali ini Fatayat mencoba menjalin kerjasama dengan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pati.  Jajaran Pejabat Dinas Sosial Pati menjamu para Pengurus Cabang Fatayat NU Pati dalam kunjungan di Kantor Dinsos Pati, Selasa (3/9) Oleh Alfi Hidayah, ketua III […]

  • Puisi-Puisi Melisa Yusrina

    Puisi-Puisi Melisa Yusrina

    • calendar_month Sab, 14 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 525
    • 0Komentar

      Sepucuk Kata Untuk Rekanita   Keringatmu adalah semangat Lelahmu adalah cambuk kehidupan Langkahmu tanda perjuangan Pengabdianmu tanda cinta   Semua itu hanya untuk satu tujuan Untuk menyirnakan kegelepan Untuk tetap melanjutkan perjuangan sang panutan Mekar seribu bunga di taman Mekar cinta pada ikatan Sehat selalu rekanita tersayang Tetaplah belajar, berjuang, dan bertaqwa tanpa bosan. […]

  • Semua Orang Menjual Diri. Photo by Yassin Mohammadi on Unsplash.

    Semua Orang Menjual Diri

    • calendar_month Kam, 25 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 447
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin* “Lowongan Pekerjaan, Pria/Wanita max. 25 tahun, ijazah minimal SMA/se derajat dan Good Looking.” Pamflet semacam ini sering kita temukan di mana-mana. Good looking menjadi standar baru dalam kehidupan masa kini. Artinya, setiap orang perlu ‘menjual diri’. Wait, jangan ngeres dulu! Misalnya, seorang pria yang bekerja sebagai sales mobil mewah, dituntut memoles […]

expand_less