Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Insting Parental Pemerintah

Insting Parental Pemerintah

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 27 Feb 2025
  • visibility 420
  • comment 0 komentar

Oleh: Maulana Karim Sholikhin*

Setiap yang sudah menikah dan memiliki anak, akan mengalami perubahan perilaku. Lebih protektif dan bertanggung jawab adalah salah satunya. Gejala ini bernama efek parental.

Efek parental akan menimbulkan insting parental seperti yang sudah penulis sebutkan. Seseorang dengan kecenderungan masa bodoh soal hajat orang lain, perlahan maupun secara drastis akan berubah setelah mereka didaulat menjadi ‘bapak’.

Sikap waspada, peduli, menyayangi, tanggungjawab, baik untuk merawat buah hatinya maupun tanggungjawab untuk selalu berakhlaqul karimah karena dijejali perasaan: “kini engkau telah menjadi teladan bagi anak-anakmu” pun hinggap di alam bawah sadar kaum bapak.

Tadinya penulis mengira bahwa, efek parental ini hanya terjadi pada segelintir manusia. Namun ternyata, sebagian besar kaum adam mengalami hal yang sama.

Lantas, apakah para presiden, menteri hingga kepala daerah juga merasakan efek parental yang sama setelah mereka menjabat? Akankah insting parental mereka tumbuh seiring amanah sebagai ‘bapak’ yang mereka terima?

Entahlah, namun ada beberapa indikasi yanh bisa dijadikan kunci jawaban. Salah satunya adalah indeks kepuasan masyarakat. Ini hanya salah satu, lhoh, tidak bisa digunakan acuan secara komplikatif.

Sebab, warga plus enam dua sebagai ‘anak’ dari pemerintah Indonesia, kita kenal mempunyai etos qona’ah yang super. Hanya sedikit yang memiliki jiwa ‘membangkang’ untuk menuntut–yang mereka sebut–keadilan.

Lebih dari itu, indikator ‘bapak-bapak’ kita memiliki insting parental yang kuat bisa dilihat dari kesejahteraan rakyat, pendididikan baik dan merata, penegakan hukum yang tidak sempoyongan, pendapatan warga bisa memenuhi kebutuhan pokok, vasilitas kesehatan yang bisa dijangkau semua khalayak dan yang terpenting, jumlah korupsi, kolusi dan nepotisme menyusut.

Tentu saja proses itu butuh evolusi, tidak serta-merta sim salabim kun fa yakun. Namun warga yang kian cerdas dan dengan instingnya tentu bisa mengindera-rasakan apakah kebijakan-kebijakan dan perilaku pemerintah mengarah ke sana atau malah sebaliknya. Jika tidak, kita (rakyat biasa) hanya bisa mengingatkan sembari memanjatkan doa, semoga para pemangku kebijakan mendapat hidayah, kamaa qaal Pak Prie GS.: “Negara hanya mungkin dikritik, tapi mustahil dilawan.”

*penulis merupakan pendidik di Ponpes Shofa az Zahro’ Gembong

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ranting NU Pasucen Mengawali Gerakan Wakaf Uang dengan Menggelar Seminar

    Ranting NU Pasucen Mengawali Gerakan Wakaf Uang dengan Menggelar Seminar

    • calendar_month Rab, 22 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 3.940
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id. – Ranting NU Wonokerto Pasucen, Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati memggandeng BPR Artha Mas Abadi menyelenggarakan seminar bertajuk ‘Wakaf Uang: Instrumen Kemajuan Ummat’. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin (19/10) di halaman Kantor Ranting NU Wonokerto Pasucen dalam rangka menyongsong hari santri 2025. Mumu Mubarok, Direktur Utama Artha Mas Abadi menegaskan bahwa, kegiatan semacam ini diharapkan […]

  • PCNU-PATI

    Ibu Pemegang Segala

    • calendar_month Jum, 23 Jun 2023
    • account_circle admin
    • visibility 333
    • 0Komentar

    Oleh : Inayatun Najikah Ada sebuah kesalahan ketika saya menulis tentang suatu isu untuk dimuat pada tulisan kali ini. Sang editor tak memperbolehkan tayang, entah sebab apa saya pun tak dibagi tahu. Maka dengan amat terburu-buru karena waktu yang begitu mepet, kiranya tulisan ini nanti jika alurnya kesana kemari, harap dimaklumi. Kembali berbicara soal dunia […]

  • Silsilah Rasa dan Memori Santri, Buku "Sanad Rindu dari Kajen" Resmi Diluncurkan di PP Ar-Roudloh

    Silsilah Rasa dan Memori Santri, Buku “Sanad Rindu dari Kajen” Resmi Diluncurkan di PP Ar-Roudloh

    • calendar_month Ming, 28 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 16.018
    • 0Komentar

    ​PATI – Sebuah karya literatur yang merangkum memori, spiritualitas, dan romantisme masa-masa nyantri resmi lahir. Buku berjudul “Sanad Rindu dari Kajen” sukses diluncurkan di Pondok Pesantren Ar-Roudloh, Kajen, Margoyoso, Pati, Kamis (25/6/2026). Buku tersebut ditulis oleh sejumlah alumni madrasah maupun pesantren di Kajen. Di antaranya Angga Saputra, Siswanto, Zainal Abidin, Niam At Majha, Andi Syarqowi, […]

  • PCNU-PATI

    Fiqih Penanggulangan Sampah Plastik

    • calendar_month Sel, 13 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 342
    • 0Komentar

    Buku ini adalah sebuah upaya untuk memberikan dukungan terhadap upaya penanggulangan bahaya sampah plastik dan upaya kelestarian lingkungan melalui sentuhan Islam, khususnya fiqih. Lingkungan merupakan karunia Allah Swt. dan menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan umat manusia. Lingkungan secara langsung menjadi hajat kebutuhan umat manusia dalam menjalani kehidupan dan mempertahankan eksistensinya. Karena itu, kehidupan umat […]

  • Program ‘Explore More’ Ma’arif Jateng Digelar Di MA Banin

    Program ‘Explore More’ Ma’arif Jateng Digelar Di MA Banin

    • calendar_month Kam, 15 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 431
    • 0Komentar

    WINONG-Madrasan Aliyah Tarbiyatul Banin menjadi tuan rumah program ‘Explore More’ Kamis (15/8). Kegiatan terebut merupakan kemitraan LP Ma’arif Jawa Tengah dengan Girl Rising Unilever Indonesia. Tujuannya adalah untuk meningkatkan mutu pendidikan. Dalam pelaksanaannya, LP Ma’arif memilih dua kabupaten untuk dijadikan lokasi program Explore More ini yaitu Kab. Blora dan Kab. Pati. Di Kabupaten Pati, pelatihan […]

  • Ketua Lembaga Falakiyah PBNU Wafat, PCNU Pati Ungkapkan Duka Cita

    Ketua Lembaga Falakiyah PBNU Wafat, PCNU Pati Ungkapkan Duka Cita

    • calendar_month Rab, 19 Feb 2020
    • account_circle admin
    • visibility 416
    • 0Komentar

    PATI-Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama’ (PCNU) Kabupaten Pati menyatakan duka cita yang mendalam. Hal ini diungkapkan langsung oleh ketua PCNU Pati, K. Yusuf Hasyim Atas wafatnya KH. Ghozali Masruri. KH. Ghozali Masruri (kanan) saat didatangi Sekjend PBNU, Ahmad Helmy Faishal Zaini (kiri) di kantor Lembaga Falakiyah, PBNU.  Ketua Lembaga Falakiyah (astronomi) PBNU ini meninggal dunia Rabu […]

expand_less