Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » Menikah Tepat dan Akurat

Menikah Tepat dan Akurat

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 22 Apr 2022
  • visibility 456
  • comment 0 komentar

Menikah muda, bahagia di saat malam pertama, setelahnya dilema. Menikah di usia dini saat ini telah menyebar masif dikalangan masyarakat. Dalihnya supaya tak menimbulkan fitnah dan uh ah, selanjutnya terjadilah penambahan populasi manusia, tanpa harus sah.


Namun sepertinya menikah di usia belia bisa jadi hanya untuk topeng semata, atau memang secara sengaja dilakukan untuk segera memenuhi nafsu syahwat dalam bingkai halal. Terlihat begitu banyaknya yang memamerkan kemesraan dua insan yang tengah dimabuk cinta ini. Mulai dari pra menikah, saat menikah, hingga pasca menikah semua terupdate di media sosial. Seakan berbagi bahagia melainkan bersembunyi dibalik tirai luka menganga.


Terlebih lagi, ketika teman sebaya sudah pada menikah, bahkan ada adik sebaya mendahuluinya; tentu sepintas merasakan keresahan dan pertanyaan-pertanyaan.
“Kapan ya giliran saya menikah ?”


Angan berkeliaran, pikiran bertabrakan, antara ingin dan terngiang hanyalah pengen menikah tapi belum ada calonnya, sudah ada calonnya pun apakah diterima keluarga, dan berbagai macam hal yang terpikirkan. Keraguan-keraguan akan selalu muncul bagi seorang perempuan yang sudah waktunya, momong bocah. Bukankah 3 ah menjadi identik perempuan, umbah- umbah, isah isah, dan momong bocah.


Saban hari ketika saya tengah berselancar di sosial media selalu saja ada kemesraan dua insan yang terpamerkan. Kadang saya sendiri pun merasa wah enak ya jika sudah punya suami. Apa-apa bisa dikerjakan berdua. Ada telinga yang setiap saat siap mendengarkan keluh kesah dan cerita. Ada tangan yang senantiasa merangkul dan memeluk kita. Ada kaki yang senantiasa membersamai langkah kita, dan seterusnya. Wah betapa indahnya dunia setelah pernikahan.


Namun pada suatu ketika saya melihat dan mendengar secara langsung bahwa kehidupan setelah menikah tak melulu soal kemesraan yang dibagikan di media sosial. Faktanya kehidupan setelah menikah tak terlepas dari berbagai macam masalah. Jika tak mampu menghadapi maka hubungan pernikahan akan semakin renggang. Pada akhirnya berpindah ranjang.


Menikah diperlukan kesiapan fisik dan psikis. Salah satu caranya ialah mampu bersikap dewasa. Menjadi dewasa bukan karena berapa tahun usianya. Sebab usia hanyalah sebuah angka, melainkan kedewasaan adalah kematangan dalam berpikir dan bersikap. Orang yang sudah mampu bersikap dewasa ia akan mampu mengarungi kehidupannya dengan biasa saja. Tidak iri ketika melihat kebahagiaan dan kesuksesan yang diraih orang lain, tapi ia sendiri mampu meraih hal yang sama dengan cara dan triknya sendiri. Sebab taraf kebahagiaan orang satu dengan lainnya berbeda? Kebahagiaan itu ibaratnya sebuah sidik jari, setiap orang berbeda beda. Jadi jangan sampai kebahagiaan satu dengan lainnya disamakan.
Ada hiburan yang menggelikan, murah meriah, ceritanya seperti komidi putar berulang ulang adalah dengan menonton stasiun televisi dengan logo ikan terbangnya. Hampir tak ada jeda memutar sinetron yang berkaitan dengan kehidupan rumah tangga. Cerita receh basutannya tokoh baik dan jujur selalu tertindas.


Saya suka iseng menyanyikan sound tracknya karena saking seringnya Ibu menonton tayangan tersebut, sampai saya mampu menghapal liriknya di luar ingatan; tema ceritanya macam-macam. Ada Si istri berkhianat, ada Si suami mengkhianati istrinya, ada orang tua atau mertua yang jahat, ada juga pengantin yang hidup harmonis tetapi memiliki tetangga yang kurang baik, dan salah satu judulnya yaitu Suamiku terlalu narsis aku yang menangis, Meski aku istri pertama tapi aku selalu yang kedua, dan sebagainya.
Saya berpikir apa penontonnya tak jenuh dengan suguhan yang begitu-begitu saja dan terkesan monoton dan bahkan sebenarnya ia sudah mampu menebak jalan ceritanya. Apakah penulis skenario dan sutradaranya kehabisan ide, ora kreatif blas..


Bagi saya sinetron tersebut hanyalah sebuah hiburan sebagai teman saat lelah menerpa, ia merupakan tayangan fiksi yang menurut saya terlalu lebay memperlihatkan prahara kehidupan rumah tangga. Kalau dalam masakan bumbunya terlalu kebanyakan. Garam dan penyedap rasa tak tertakar.


Anggapan saya tertepis saat saya sedang membeli bakso yang sering keliling di desa. Penjualnya perempuan; sambil menyiapkan pesanan saya, ia berkeluh kesah dan lelah tentang kisah rumah tangganya. Ia memilih pekerjaan ini karena ingin membantu suaminya dalam menopang ekonomi keluarga. Karena setelah menikah harus mampu menciptakan iklim yang nyaman didalam keluarga. Kalau tidak maka yang terjadi hanyalah cek cok setiap hari. Dan sumber utamanya adalah KDRT (Kurang Duit Ribut Terus) dari itulah saya harus ikut berjuang mencari pundi pundi rupiah.


Apabila salah satunya taka da yang mengalah dan tetap bersikeras dengan mengedepankan ego pribadi, bukan lagi kesepakatan bersama, maka kehancuran tangga-tangga rumah akan terjadi. Sesal kemudian tiada arti.


Baginya bahwa yang indah setelah menikah itu hanya saat masa bulan madu. Selepas itu kedua pasangan harus bisa saling mengisi, saling memahami dan ke salingan yang lain untuk tetap mempertahankan rumah tangga.


Apalagi setelah kehadiran buah hati, sebaiknya bagaimana pun permasalahan yang dihadapi, anak jangan sampai jadi korbannya. Itulah mengapa doa para pengantin adalah sakinah, mawaddah warahmah. Tapi menurut saya tiga hal tersebut belum sempurna tanpa dibarengi dengan mubadalah (kesalingan).


Saya larut dalam ceritanya dan mengubah cara pandang saya selama ini bahwa sinetron yang saban hari tayang itu benarlah adanya. Cerita yang disajikan sangat related dengan kehidupan nyata kita. Saya baru memahami bahwa memutuskan untuk menikah itu tak semudah membalikkan telapak tangan. Harus selektif bibit, bebet, dan bobot calon pasangan kita. Agar nantinya ketika menjalani rumah tangga berjalan harmonis. Jika telah memutuskan untuk menikah sikap saling percaya yang harus dikedepankan, karenanya menjadi kunci awetnya sebuah hubungan. So, menikah akan nikmat jika dengan pasangan yang tepat.
(Inayatun Najikah, Pembaca buku dan selain buku)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ribuan Keluarga NU Dzikir Bersama

    Ribuan Keluarga NU Dzikir Bersama

    • calendar_month Sab, 4 Apr 2020
    • account_circle admin
    • visibility 450
    • 0Komentar

    Hariati (kanan) bersama keluarga kecilnya sedang mengamalkan ijazah dari PCNU Pati untuk menangkal covid 19 PATI-Ribuan Keluarga NU di Pati serentak membaca sholawat nariyah malam ini, Sabtu (4/4). Hal ini sejalan dengan intruksi PCNU Pati terkait usaha lahiriyah melawan covid 19 yang kini sedang merebak. Tujuannya bukan hanya membebaskan corona dari Kabupaten Pati, namun juga […]

  • MWCNU Wedarijaksa Gelar Lailatul Ijtima 94 Tahun NU

    MWCNU Wedarijaksa Gelar Lailatul Ijtima 94 Tahun NU

    • calendar_month Sab, 8 Feb 2020
    • account_circle admin
    • visibility 569
    • 0Komentar

    WEDARIJAKSA – MWC NU Kec. Wedarijaksa menggelar Lailatul Ijtima’ sekaligus guna memperingati Hari lahir ke-94 NU Tahun 2020, Jum’at (07/02/2020). Acara dihadiri sedikitnya 40 peserta yang berasal dari pengurus MWC NU Wedarijaksa dan banom-banom yang ada di kecamatan tersebut. Diantaranya dari Muslimat NU, Fatayat NU, GP Ansor dan Banser, dan IPNU-IPPNU Wedarijaksa. Acara diselenggarakan di […]

  • PCNU-PATI

    MWCNU Trangkil Bakal Gelar Bazar, Berikut Jadwal dan Lokasinya

    • calendar_month Sel, 14 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 378
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id- TRANGKIL – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Trangkil bakal menggelar bazar menjelang bulan suci Ramadhan. Manajer Bazar, Ahmad Mufid menyampakan kegiatan diprakarsai oleh Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) Trangkil bekerja sama dengan PAC Fatayat NU Trangkil. “Kegiatan ini sebagai langkah awal memfasilitasi dan memasarkan produk dari anggota, serta sarana memperoleh dana pemasukan […]

  • Vicky Prasetyo dan Wakil DPRD Jateng Sapa Peserta Kemah Maarif NU Jateng

    Vicky Prasetyo dan Wakil DPRD Jateng Sapa Peserta Kemah Maarif NU Jateng

    • calendar_month Sel, 23 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 6.576
    • 0Komentar

      Dialog kebangsaan menjadi bagian penting dalam Kemah Kemanusiaan dan Perdamaian Sako Pandu Ma’arif NU Jawa Tengah melalui agenda temu tokoh. Kegiatan ini menghadirkan Wakil DPRD Jawa Tengah Mohamad Soleh, ST, M.En, Syarif Abdullah, serta artis ibu kota Vicky Prasetyo. Temu tokoh yang digelar di Buper Candrabirawa, Ungaran, tersebut diikuti ratusan peserta dengan antusias. Para […]

  • PCNU-PATI

    Sambut 1 Abad NU, MWCNU Trangkil Gelar Istighosah

    • calendar_month Sab, 4 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 411
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- TRANGKIL – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Trangkil menggelar Istighosah di Kantor MWCNU setempat, Sabtu (4/4/2023). Kegiatan dalam rangka menyambut usia 1 Abad NU ini diikuti oleh seluruh Badan Otonom (Banom) dan Pengurus Ranting NU se-Kecamatan Trangkil. Hadir dalam kesempatan itu  Ketua Tanfidziah PCNU Pati KH Yusuf Hasyim. Istighosah dipimpin oleh KiaiSolihul […]

  • Peluncuran Koin Muktamar NU

    Peluncuran Koin Muktamar NU

    • calendar_month Ming, 2 Feb 2020
    • account_circle admin
    • visibility 376
    • 0Komentar

    Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pati menegaskan dukungannya atas pelaksanaan Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama (NU).   Itu ditandai dengan peluncuran Koin Muktamar saat acara Tasyakuran Harlah ke-94 Nahdlatul Ulama di gedung PCNU Pati, Minggu (2/2/2020).   “Kemandirian NU menjadi harapan semua nahdliyin. Koin Mukmatar menjadi bagian gerakan kemandirian itu,” ujar Ketua Tanfidziyah PCNU Pati Kiai […]

expand_less