Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » Menikah Tepat dan Akurat

Menikah Tepat dan Akurat

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 22 Apr 2022
  • visibility 306
  • comment 0 komentar

Menikah muda, bahagia di saat malam pertama, setelahnya dilema. Menikah di usia dini saat ini telah menyebar masif dikalangan masyarakat. Dalihnya supaya tak menimbulkan fitnah dan uh ah, selanjutnya terjadilah penambahan populasi manusia, tanpa harus sah.


Namun sepertinya menikah di usia belia bisa jadi hanya untuk topeng semata, atau memang secara sengaja dilakukan untuk segera memenuhi nafsu syahwat dalam bingkai halal. Terlihat begitu banyaknya yang memamerkan kemesraan dua insan yang tengah dimabuk cinta ini. Mulai dari pra menikah, saat menikah, hingga pasca menikah semua terupdate di media sosial. Seakan berbagi bahagia melainkan bersembunyi dibalik tirai luka menganga.


Terlebih lagi, ketika teman sebaya sudah pada menikah, bahkan ada adik sebaya mendahuluinya; tentu sepintas merasakan keresahan dan pertanyaan-pertanyaan.
“Kapan ya giliran saya menikah ?”


Angan berkeliaran, pikiran bertabrakan, antara ingin dan terngiang hanyalah pengen menikah tapi belum ada calonnya, sudah ada calonnya pun apakah diterima keluarga, dan berbagai macam hal yang terpikirkan. Keraguan-keraguan akan selalu muncul bagi seorang perempuan yang sudah waktunya, momong bocah. Bukankah 3 ah menjadi identik perempuan, umbah- umbah, isah isah, dan momong bocah.


Saban hari ketika saya tengah berselancar di sosial media selalu saja ada kemesraan dua insan yang terpamerkan. Kadang saya sendiri pun merasa wah enak ya jika sudah punya suami. Apa-apa bisa dikerjakan berdua. Ada telinga yang setiap saat siap mendengarkan keluh kesah dan cerita. Ada tangan yang senantiasa merangkul dan memeluk kita. Ada kaki yang senantiasa membersamai langkah kita, dan seterusnya. Wah betapa indahnya dunia setelah pernikahan.


Namun pada suatu ketika saya melihat dan mendengar secara langsung bahwa kehidupan setelah menikah tak melulu soal kemesraan yang dibagikan di media sosial. Faktanya kehidupan setelah menikah tak terlepas dari berbagai macam masalah. Jika tak mampu menghadapi maka hubungan pernikahan akan semakin renggang. Pada akhirnya berpindah ranjang.


Menikah diperlukan kesiapan fisik dan psikis. Salah satu caranya ialah mampu bersikap dewasa. Menjadi dewasa bukan karena berapa tahun usianya. Sebab usia hanyalah sebuah angka, melainkan kedewasaan adalah kematangan dalam berpikir dan bersikap. Orang yang sudah mampu bersikap dewasa ia akan mampu mengarungi kehidupannya dengan biasa saja. Tidak iri ketika melihat kebahagiaan dan kesuksesan yang diraih orang lain, tapi ia sendiri mampu meraih hal yang sama dengan cara dan triknya sendiri. Sebab taraf kebahagiaan orang satu dengan lainnya berbeda? Kebahagiaan itu ibaratnya sebuah sidik jari, setiap orang berbeda beda. Jadi jangan sampai kebahagiaan satu dengan lainnya disamakan.
Ada hiburan yang menggelikan, murah meriah, ceritanya seperti komidi putar berulang ulang adalah dengan menonton stasiun televisi dengan logo ikan terbangnya. Hampir tak ada jeda memutar sinetron yang berkaitan dengan kehidupan rumah tangga. Cerita receh basutannya tokoh baik dan jujur selalu tertindas.


Saya suka iseng menyanyikan sound tracknya karena saking seringnya Ibu menonton tayangan tersebut, sampai saya mampu menghapal liriknya di luar ingatan; tema ceritanya macam-macam. Ada Si istri berkhianat, ada Si suami mengkhianati istrinya, ada orang tua atau mertua yang jahat, ada juga pengantin yang hidup harmonis tetapi memiliki tetangga yang kurang baik, dan salah satu judulnya yaitu Suamiku terlalu narsis aku yang menangis, Meski aku istri pertama tapi aku selalu yang kedua, dan sebagainya.
Saya berpikir apa penontonnya tak jenuh dengan suguhan yang begitu-begitu saja dan terkesan monoton dan bahkan sebenarnya ia sudah mampu menebak jalan ceritanya. Apakah penulis skenario dan sutradaranya kehabisan ide, ora kreatif blas..


Bagi saya sinetron tersebut hanyalah sebuah hiburan sebagai teman saat lelah menerpa, ia merupakan tayangan fiksi yang menurut saya terlalu lebay memperlihatkan prahara kehidupan rumah tangga. Kalau dalam masakan bumbunya terlalu kebanyakan. Garam dan penyedap rasa tak tertakar.


Anggapan saya tertepis saat saya sedang membeli bakso yang sering keliling di desa. Penjualnya perempuan; sambil menyiapkan pesanan saya, ia berkeluh kesah dan lelah tentang kisah rumah tangganya. Ia memilih pekerjaan ini karena ingin membantu suaminya dalam menopang ekonomi keluarga. Karena setelah menikah harus mampu menciptakan iklim yang nyaman didalam keluarga. Kalau tidak maka yang terjadi hanyalah cek cok setiap hari. Dan sumber utamanya adalah KDRT (Kurang Duit Ribut Terus) dari itulah saya harus ikut berjuang mencari pundi pundi rupiah.


Apabila salah satunya taka da yang mengalah dan tetap bersikeras dengan mengedepankan ego pribadi, bukan lagi kesepakatan bersama, maka kehancuran tangga-tangga rumah akan terjadi. Sesal kemudian tiada arti.


Baginya bahwa yang indah setelah menikah itu hanya saat masa bulan madu. Selepas itu kedua pasangan harus bisa saling mengisi, saling memahami dan ke salingan yang lain untuk tetap mempertahankan rumah tangga.


Apalagi setelah kehadiran buah hati, sebaiknya bagaimana pun permasalahan yang dihadapi, anak jangan sampai jadi korbannya. Itulah mengapa doa para pengantin adalah sakinah, mawaddah warahmah. Tapi menurut saya tiga hal tersebut belum sempurna tanpa dibarengi dengan mubadalah (kesalingan).


Saya larut dalam ceritanya dan mengubah cara pandang saya selama ini bahwa sinetron yang saban hari tayang itu benarlah adanya. Cerita yang disajikan sangat related dengan kehidupan nyata kita. Saya baru memahami bahwa memutuskan untuk menikah itu tak semudah membalikkan telapak tangan. Harus selektif bibit, bebet, dan bobot calon pasangan kita. Agar nantinya ketika menjalani rumah tangga berjalan harmonis. Jika telah memutuskan untuk menikah sikap saling percaya yang harus dikedepankan, karenanya menjadi kunci awetnya sebuah hubungan. So, menikah akan nikmat jika dengan pasangan yang tepat.
(Inayatun Najikah, Pembaca buku dan selain buku)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Risalah Ahlussunah Wal Jama’ah

    • calendar_month Jum, 2 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 352
    • 0Komentar

    Mencermati kitab Risalah Ahlissunnah wal Jamaah karya Kiai Muhammad Hasyim Asy’ari, kita akan mengetahui bahwa penulisannya dilatarbelakangi oleh munculnya gerakan modernisme Islam di Indonesia. Menurut Andrée Feillard (2009:6) kaum modernis membentuk organisasi yang dikenal seperti Muhammadiyyah (1912), Al-Irsyad (1915), dan Persatuan Islam (1923). Gerakan ini menurutnya adalah gerakan kedua yang harus dihadapi kaum muslimin Ahlussunnah […]

  • Anam dan Refani Jadi Nahkoda Baru PAC IPNU IPPNU Gabus

    Anam dan Refani Jadi Nahkoda Baru PAC IPNU IPPNU Gabus

    • calendar_month Rab, 20 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 270
    • 0Komentar

      Serah terima jabatan secara simbolis menggunakan bendera kebesaran IPNU GABUS – Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU IPPNU Kecamatan Gabus sukses menggelar Konferancab IX di SMA Islam Tuan Sokolangu, Mojolawaran, Selasa (19/10/2021). Dalam Konferancab tersebut, M. Khoirul Anam H. dan Refani Febriosa terpilih sebagai nahkoda baru PAC IPNU IPPNU Kecamatan Gabus. Mengusung tema “Regenerasi Perwujudan […]

  • Selapanan Ansor Trangkil, Irham Shodiq : Banser Harus Gemuk

    Selapanan Ansor Trangkil, Irham Shodiq : Banser Harus Gemuk

    • calendar_month Sel, 7 Des 2021
    • account_circle admin
    • visibility 372
    • 0Komentar

    Kehangatan ditengah acara Selapanan Ansor Trangkil Senin (6/12) kemarin  TRANGKIL – Senin (06/12), PAC GP Ansor Trangkil menyelenggarakan ‘Selapanan Ansor Banser dan Koordinasi Ranting’ yang berada di Masjid Istiqomah, Desa Pasucen. Acara itu dimulai pukul 19.30 WIB dan dihadiri para Kader GP Ansor dan Satkoryon Banser Trangkil. Agenda ini juga dihadiri oleh Irham Shodiq, wakil […]

  • Jejaring Global, Ma'arif Jateng Blusukan ke Kunjungi Management and Science University (MSU) Malaysia

    Jejaring Global, Ma’arif Jateng Blusukan ke Kunjungi Management and Science University (MSU) Malaysia

    • calendar_month Ming, 9 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 5.133
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id Selangor, Malaysia — Dalam rangka memperkuat jejaring pendidikan dan membuka peluang kolaborasi internasional, Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif Nahdlatul Ulama Jawa Tengah melakukan kunjungan ke Management and Science University (MSU) Malaysia pada Kamis (7/11). Rombongan diterima langsung oleh Mohd Hairunizam Ibrahim, Regional Manager Global Affairs Office MSU, di ruang Theater kampus tersebut. Dalam sambutannya, […]

  • PCNU-PATI

    Santri Harus Punya Peran di Berbagai Bidang

    • calendar_month Kam, 2 Nov 2023
    • account_circle admin
    • visibility 380
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Jepara – Madrasah Aliyah (MA) Walisongo Pecangaan Jepara menggelar tasyakkur (syukuran) ke-44 tahun yang berlangsung di mushala madrasah setempat, Selasa (31/10) pagi.  Hadir sebagai pemantik acara bertajuk “Santri Milenial dan Tantangan Global” Ketua STKIP PGRI Pacitan H Mukodi dan akademisi UIN Walisongo Semarang, H Fakhrudin Aziz.  Selain sivitas akademika MA Walisongo, hadir pula Ketua […]

  • Ikamba Gabus Buka Bulan Maulid dengan Az Zahir

    Ikamba Gabus Buka Bulan Maulid dengan Az Zahir

    • calendar_month Rab, 30 Okt 2019
    • account_circle admin
    • visibility 289
    • 0Komentar

    GABUS-Ikamba atau Ikatan Alumni Madrasah Abadiyah Gabus membuka bulan Robi’ul Awwal 1441 H. dengan cara yang istimewa. Organisasi alumnu yang dipunggawai oleh Suwarto sebagai ketua Ikamba menhadirkan Sholawat Az Zahir pada penghujung Bulan Shafar (27/10) kemarin. Habib Ali Zainal Abidin (pegang mic) dan Az Zahir saat tampil di Madrasah Abadiyah Gabus bersama Ikamba (foto : […]

expand_less