Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » Menikah Tepat dan Akurat

Menikah Tepat dan Akurat

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 22 Apr 2022
  • visibility 400
  • comment 0 komentar

Menikah muda, bahagia di saat malam pertama, setelahnya dilema. Menikah di usia dini saat ini telah menyebar masif dikalangan masyarakat. Dalihnya supaya tak menimbulkan fitnah dan uh ah, selanjutnya terjadilah penambahan populasi manusia, tanpa harus sah.


Namun sepertinya menikah di usia belia bisa jadi hanya untuk topeng semata, atau memang secara sengaja dilakukan untuk segera memenuhi nafsu syahwat dalam bingkai halal. Terlihat begitu banyaknya yang memamerkan kemesraan dua insan yang tengah dimabuk cinta ini. Mulai dari pra menikah, saat menikah, hingga pasca menikah semua terupdate di media sosial. Seakan berbagi bahagia melainkan bersembunyi dibalik tirai luka menganga.


Terlebih lagi, ketika teman sebaya sudah pada menikah, bahkan ada adik sebaya mendahuluinya; tentu sepintas merasakan keresahan dan pertanyaan-pertanyaan.
“Kapan ya giliran saya menikah ?”


Angan berkeliaran, pikiran bertabrakan, antara ingin dan terngiang hanyalah pengen menikah tapi belum ada calonnya, sudah ada calonnya pun apakah diterima keluarga, dan berbagai macam hal yang terpikirkan. Keraguan-keraguan akan selalu muncul bagi seorang perempuan yang sudah waktunya, momong bocah. Bukankah 3 ah menjadi identik perempuan, umbah- umbah, isah isah, dan momong bocah.


Saban hari ketika saya tengah berselancar di sosial media selalu saja ada kemesraan dua insan yang terpamerkan. Kadang saya sendiri pun merasa wah enak ya jika sudah punya suami. Apa-apa bisa dikerjakan berdua. Ada telinga yang setiap saat siap mendengarkan keluh kesah dan cerita. Ada tangan yang senantiasa merangkul dan memeluk kita. Ada kaki yang senantiasa membersamai langkah kita, dan seterusnya. Wah betapa indahnya dunia setelah pernikahan.


Namun pada suatu ketika saya melihat dan mendengar secara langsung bahwa kehidupan setelah menikah tak melulu soal kemesraan yang dibagikan di media sosial. Faktanya kehidupan setelah menikah tak terlepas dari berbagai macam masalah. Jika tak mampu menghadapi maka hubungan pernikahan akan semakin renggang. Pada akhirnya berpindah ranjang.


Menikah diperlukan kesiapan fisik dan psikis. Salah satu caranya ialah mampu bersikap dewasa. Menjadi dewasa bukan karena berapa tahun usianya. Sebab usia hanyalah sebuah angka, melainkan kedewasaan adalah kematangan dalam berpikir dan bersikap. Orang yang sudah mampu bersikap dewasa ia akan mampu mengarungi kehidupannya dengan biasa saja. Tidak iri ketika melihat kebahagiaan dan kesuksesan yang diraih orang lain, tapi ia sendiri mampu meraih hal yang sama dengan cara dan triknya sendiri. Sebab taraf kebahagiaan orang satu dengan lainnya berbeda? Kebahagiaan itu ibaratnya sebuah sidik jari, setiap orang berbeda beda. Jadi jangan sampai kebahagiaan satu dengan lainnya disamakan.
Ada hiburan yang menggelikan, murah meriah, ceritanya seperti komidi putar berulang ulang adalah dengan menonton stasiun televisi dengan logo ikan terbangnya. Hampir tak ada jeda memutar sinetron yang berkaitan dengan kehidupan rumah tangga. Cerita receh basutannya tokoh baik dan jujur selalu tertindas.


Saya suka iseng menyanyikan sound tracknya karena saking seringnya Ibu menonton tayangan tersebut, sampai saya mampu menghapal liriknya di luar ingatan; tema ceritanya macam-macam. Ada Si istri berkhianat, ada Si suami mengkhianati istrinya, ada orang tua atau mertua yang jahat, ada juga pengantin yang hidup harmonis tetapi memiliki tetangga yang kurang baik, dan salah satu judulnya yaitu Suamiku terlalu narsis aku yang menangis, Meski aku istri pertama tapi aku selalu yang kedua, dan sebagainya.
Saya berpikir apa penontonnya tak jenuh dengan suguhan yang begitu-begitu saja dan terkesan monoton dan bahkan sebenarnya ia sudah mampu menebak jalan ceritanya. Apakah penulis skenario dan sutradaranya kehabisan ide, ora kreatif blas..


Bagi saya sinetron tersebut hanyalah sebuah hiburan sebagai teman saat lelah menerpa, ia merupakan tayangan fiksi yang menurut saya terlalu lebay memperlihatkan prahara kehidupan rumah tangga. Kalau dalam masakan bumbunya terlalu kebanyakan. Garam dan penyedap rasa tak tertakar.


Anggapan saya tertepis saat saya sedang membeli bakso yang sering keliling di desa. Penjualnya perempuan; sambil menyiapkan pesanan saya, ia berkeluh kesah dan lelah tentang kisah rumah tangganya. Ia memilih pekerjaan ini karena ingin membantu suaminya dalam menopang ekonomi keluarga. Karena setelah menikah harus mampu menciptakan iklim yang nyaman didalam keluarga. Kalau tidak maka yang terjadi hanyalah cek cok setiap hari. Dan sumber utamanya adalah KDRT (Kurang Duit Ribut Terus) dari itulah saya harus ikut berjuang mencari pundi pundi rupiah.


Apabila salah satunya taka da yang mengalah dan tetap bersikeras dengan mengedepankan ego pribadi, bukan lagi kesepakatan bersama, maka kehancuran tangga-tangga rumah akan terjadi. Sesal kemudian tiada arti.


Baginya bahwa yang indah setelah menikah itu hanya saat masa bulan madu. Selepas itu kedua pasangan harus bisa saling mengisi, saling memahami dan ke salingan yang lain untuk tetap mempertahankan rumah tangga.


Apalagi setelah kehadiran buah hati, sebaiknya bagaimana pun permasalahan yang dihadapi, anak jangan sampai jadi korbannya. Itulah mengapa doa para pengantin adalah sakinah, mawaddah warahmah. Tapi menurut saya tiga hal tersebut belum sempurna tanpa dibarengi dengan mubadalah (kesalingan).


Saya larut dalam ceritanya dan mengubah cara pandang saya selama ini bahwa sinetron yang saban hari tayang itu benarlah adanya. Cerita yang disajikan sangat related dengan kehidupan nyata kita. Saya baru memahami bahwa memutuskan untuk menikah itu tak semudah membalikkan telapak tangan. Harus selektif bibit, bebet, dan bobot calon pasangan kita. Agar nantinya ketika menjalani rumah tangga berjalan harmonis. Jika telah memutuskan untuk menikah sikap saling percaya yang harus dikedepankan, karenanya menjadi kunci awetnya sebuah hubungan. So, menikah akan nikmat jika dengan pasangan yang tepat.
(Inayatun Najikah, Pembaca buku dan selain buku)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ngabuburit: Religiusitas dan Budaya Mbadog

    Ngabuburit: Religiusitas dan Budaya Mbadog

    • calendar_month Kam, 6 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 539
    • 0Komentar

      Oleh Hamidulloh Ibda*   Saya tidak tahu, sejak kapan ada tradisi ngabuburit. Namun, sebenarnya tradisi ini makin populer ketika sejumlah televisi menjadikannya sebagai acara tiap menjelang berbuka puasa saat Ramadan. Akhirnya, tradisi ini membudaya di kalangan remaja muslim dengan beragam ekspresi.   Ngabuburit merupakan istilah khas dalam budaya Sunda yang bermakna “ngalantung ngadagoan burit,” […]

  • PCNU - PATI

    Fiqh Sosial Kiai Sahal Sebagai Solusi Problematika Umat

    • calendar_month Sab, 6 Agu 2022
    • account_circle admin
    • visibility 353
    • 0Komentar

    Oleh: Siswanto KH. Muhammad Ahmad Sahal Mahfudh merupakan seorang kiai yang  ‘alim dan faqih dalam berbagai disiplin ilmu. Kiai Sahal panggilan akrab beliau juga merupakan salah satu fuqaha abad kontemporer yang diakui oleh berbagai kalangan atas penguasaan ilmu fiqh dan ushul fiqhnya. Hal ini terbukti dengan produk pemikirannya yang terkenal dengan istilah fiqh sosial. Berkat […]

  • PCNU-PATI

    Dialog Interaktif RMI Cabang Pati Bersama Pengasuh Pon Pes Se Kab Pati

    • calendar_month Ming, 24 Sep 2023
    • account_circle admin
    • visibility 454
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PCNU Pati bekerjasama dengan BRI Cabang Pati dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional mengadakan dialog Interaktir dengan tema Pentingnya Digitalisasi Dalam Memujudkan Pesantren Yang Tertib Administrasi bertempat di Gendung PCNU Lantai 3 Ahad, 24 September 2023 Harapan kami pesantren harus berbenah diri untuk mengikuti perkembangan zaman. 50 pesantren akan menjadi […]

  • Siswa MA Salafiyah Kajen Pati Sabet Perunggu di Olimpiade Biologi Tingkat Internasional

    Siswa MA Salafiyah Kajen Pati Sabet Perunggu di Olimpiade Biologi Tingkat Internasional

    • calendar_month Sel, 5 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 412
    • 0Komentar

    PATI – Siswa MA Salafiyah Kajen Pati kembali mengukir prestasi. Ialah Ulil Albab, yang berhasil meraih medali perunggu pada ajang International Applied Biology Olympiad (IABO) yang diselenggarakan di Bali pada tanggal 30 Juni hingga 3 Juli 2022. IABO yang diselenggarakan oleh Indonesian Scienctific Society (ISS) dan bekerjasama dengan Pusat Pengembangan Dan Pemberdayaan Pendidik Dan Tenaga Kependidikan […]

  • Sakomanu Jateng Masa Bhakti 2024-2029 Dilantik

    Sakomanu Jateng Masa Bhakti 2024-2029 Dilantik

    • calendar_month Sab, 10 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 494
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id Semarang – Pengurus Satuan Komunitas Pramuka Ma’arif Nahdlatul Ulama (Sakomanu) Jawa Tengah masa bhakti 2024-2029 resmi dilantik pada Sabtu (10/5/2025) oleh Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Tengah bertempat di Aula PT Penerbit Erlangga Cabang Semarang. Dalam sambutannya, Ketua Sakomanu Jawa Tengah Kak H. Shobirin mengatakan bahwa pelantikan tersebut merupakan hasil Musda II […]

  • PCNU-PATI Photo by Galina Nelyubova

    Begitulah Demi

    • calendar_month Rab, 5 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 336
    • 0Komentar

    Oleh : Niam At Majha Saya berselancar di dunia maya dengan lihat lihat status di Whatsapp dan Reels di Instagram dan cuitan di Twitter dan pertanyaan Apa yang Anda Pikirkan di Facebook sambil menikmati secangkir kopi dalam sendirian dan keterasingan dari orang orang yang sibuk dengan ke si bukannya masing masing. Meja tempat saya ngopi […]

expand_less