Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » Menikah Tepat dan Akurat

Menikah Tepat dan Akurat

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 22 Apr 2022
  • visibility 526
  • comment 0 komentar

Menikah muda, bahagia di saat malam pertama, setelahnya dilema. Menikah di usia dini saat ini telah menyebar masif dikalangan masyarakat. Dalihnya supaya tak menimbulkan fitnah dan uh ah, selanjutnya terjadilah penambahan populasi manusia, tanpa harus sah.


Namun sepertinya menikah di usia belia bisa jadi hanya untuk topeng semata, atau memang secara sengaja dilakukan untuk segera memenuhi nafsu syahwat dalam bingkai halal. Terlihat begitu banyaknya yang memamerkan kemesraan dua insan yang tengah dimabuk cinta ini. Mulai dari pra menikah, saat menikah, hingga pasca menikah semua terupdate di media sosial. Seakan berbagi bahagia melainkan bersembunyi dibalik tirai luka menganga.


Terlebih lagi, ketika teman sebaya sudah pada menikah, bahkan ada adik sebaya mendahuluinya; tentu sepintas merasakan keresahan dan pertanyaan-pertanyaan.
“Kapan ya giliran saya menikah ?”


Angan berkeliaran, pikiran bertabrakan, antara ingin dan terngiang hanyalah pengen menikah tapi belum ada calonnya, sudah ada calonnya pun apakah diterima keluarga, dan berbagai macam hal yang terpikirkan. Keraguan-keraguan akan selalu muncul bagi seorang perempuan yang sudah waktunya, momong bocah. Bukankah 3 ah menjadi identik perempuan, umbah- umbah, isah isah, dan momong bocah.


Saban hari ketika saya tengah berselancar di sosial media selalu saja ada kemesraan dua insan yang terpamerkan. Kadang saya sendiri pun merasa wah enak ya jika sudah punya suami. Apa-apa bisa dikerjakan berdua. Ada telinga yang setiap saat siap mendengarkan keluh kesah dan cerita. Ada tangan yang senantiasa merangkul dan memeluk kita. Ada kaki yang senantiasa membersamai langkah kita, dan seterusnya. Wah betapa indahnya dunia setelah pernikahan.


Namun pada suatu ketika saya melihat dan mendengar secara langsung bahwa kehidupan setelah menikah tak melulu soal kemesraan yang dibagikan di media sosial. Faktanya kehidupan setelah menikah tak terlepas dari berbagai macam masalah. Jika tak mampu menghadapi maka hubungan pernikahan akan semakin renggang. Pada akhirnya berpindah ranjang.


Menikah diperlukan kesiapan fisik dan psikis. Salah satu caranya ialah mampu bersikap dewasa. Menjadi dewasa bukan karena berapa tahun usianya. Sebab usia hanyalah sebuah angka, melainkan kedewasaan adalah kematangan dalam berpikir dan bersikap. Orang yang sudah mampu bersikap dewasa ia akan mampu mengarungi kehidupannya dengan biasa saja. Tidak iri ketika melihat kebahagiaan dan kesuksesan yang diraih orang lain, tapi ia sendiri mampu meraih hal yang sama dengan cara dan triknya sendiri. Sebab taraf kebahagiaan orang satu dengan lainnya berbeda? Kebahagiaan itu ibaratnya sebuah sidik jari, setiap orang berbeda beda. Jadi jangan sampai kebahagiaan satu dengan lainnya disamakan.
Ada hiburan yang menggelikan, murah meriah, ceritanya seperti komidi putar berulang ulang adalah dengan menonton stasiun televisi dengan logo ikan terbangnya. Hampir tak ada jeda memutar sinetron yang berkaitan dengan kehidupan rumah tangga. Cerita receh basutannya tokoh baik dan jujur selalu tertindas.


Saya suka iseng menyanyikan sound tracknya karena saking seringnya Ibu menonton tayangan tersebut, sampai saya mampu menghapal liriknya di luar ingatan; tema ceritanya macam-macam. Ada Si istri berkhianat, ada Si suami mengkhianati istrinya, ada orang tua atau mertua yang jahat, ada juga pengantin yang hidup harmonis tetapi memiliki tetangga yang kurang baik, dan salah satu judulnya yaitu Suamiku terlalu narsis aku yang menangis, Meski aku istri pertama tapi aku selalu yang kedua, dan sebagainya.
Saya berpikir apa penontonnya tak jenuh dengan suguhan yang begitu-begitu saja dan terkesan monoton dan bahkan sebenarnya ia sudah mampu menebak jalan ceritanya. Apakah penulis skenario dan sutradaranya kehabisan ide, ora kreatif blas..


Bagi saya sinetron tersebut hanyalah sebuah hiburan sebagai teman saat lelah menerpa, ia merupakan tayangan fiksi yang menurut saya terlalu lebay memperlihatkan prahara kehidupan rumah tangga. Kalau dalam masakan bumbunya terlalu kebanyakan. Garam dan penyedap rasa tak tertakar.


Anggapan saya tertepis saat saya sedang membeli bakso yang sering keliling di desa. Penjualnya perempuan; sambil menyiapkan pesanan saya, ia berkeluh kesah dan lelah tentang kisah rumah tangganya. Ia memilih pekerjaan ini karena ingin membantu suaminya dalam menopang ekonomi keluarga. Karena setelah menikah harus mampu menciptakan iklim yang nyaman didalam keluarga. Kalau tidak maka yang terjadi hanyalah cek cok setiap hari. Dan sumber utamanya adalah KDRT (Kurang Duit Ribut Terus) dari itulah saya harus ikut berjuang mencari pundi pundi rupiah.


Apabila salah satunya taka da yang mengalah dan tetap bersikeras dengan mengedepankan ego pribadi, bukan lagi kesepakatan bersama, maka kehancuran tangga-tangga rumah akan terjadi. Sesal kemudian tiada arti.


Baginya bahwa yang indah setelah menikah itu hanya saat masa bulan madu. Selepas itu kedua pasangan harus bisa saling mengisi, saling memahami dan ke salingan yang lain untuk tetap mempertahankan rumah tangga.


Apalagi setelah kehadiran buah hati, sebaiknya bagaimana pun permasalahan yang dihadapi, anak jangan sampai jadi korbannya. Itulah mengapa doa para pengantin adalah sakinah, mawaddah warahmah. Tapi menurut saya tiga hal tersebut belum sempurna tanpa dibarengi dengan mubadalah (kesalingan).


Saya larut dalam ceritanya dan mengubah cara pandang saya selama ini bahwa sinetron yang saban hari tayang itu benarlah adanya. Cerita yang disajikan sangat related dengan kehidupan nyata kita. Saya baru memahami bahwa memutuskan untuk menikah itu tak semudah membalikkan telapak tangan. Harus selektif bibit, bebet, dan bobot calon pasangan kita. Agar nantinya ketika menjalani rumah tangga berjalan harmonis. Jika telah memutuskan untuk menikah sikap saling percaya yang harus dikedepankan, karenanya menjadi kunci awetnya sebuah hubungan. So, menikah akan nikmat jika dengan pasangan yang tepat.
(Inayatun Najikah, Pembaca buku dan selain buku)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Lama Vakum, Kiai Jalil Jadi Harapan Baru NU Jimbaran

    • calendar_month Kam, 20 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 506
    • 0Komentar

    MARGOREJO – Setelah sekian lama nonaktif, sekarang, Desa Jimbaran Kecamatan Margorejo Kabupaten Pati memiliki Pengurus Ranting NU baru. Pengaktifan kembali ini sebagai bagian dari program kerja ketua MWC NU Margorejo, Mahfudz.  Dalam konferensi yang digelar pada Rabu (19/10) tersebut, Kiai Wagiman dan Kiai Abdul Jalil didapuk sebagai Ro’is Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah Ranting NU Jimbaran.  […]

  • Hari Pertama Ta'aruf, Siswa Ma'arif Diingatkan untuk Jaga Marwah NU

    Hari Pertama Ta’aruf, Siswa Ma’arif Diingatkan untuk Jaga Marwah NU

    • calendar_month Rab, 15 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 16.723
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id. Masa Ta’aruf Murid Madrasah (Matamuda) dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah telah berlangsung. Setiap sekolah dan madrasah berusaha memperkenalkan khazanah masing-masing kepada peserta didik baru. Yayasan Al Ma’arif Gembong secara serentak melakukan Apel Pembukaan Masa Taaruf Siswa Baru pada Selasa (14/7) lalu di lapangan Kavoc Gembong. Dalam agenda yang diikuti oleh peserta didik baru mulai […]

  • Meriah, IPNU IPPNU feat. KKN Gelar Lomba Peringati Maulid dan HSN

    Meriah, IPNU IPPNU feat. KKN Gelar Lomba Peringati Maulid dan HSN

    • calendar_month Kam, 21 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 364
    • 0Komentar

      IPNU IPPNU Triguno dan peserta KKN UIN Walisongo Semarang bersama dengan para peserta lomba PUCAKWANGI – Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dan Hari Santri Nasional (HSN), Mahasiswa KKN UIN Walisongo kelompok 107 bersama IPNU IPPNU Triguno mengadakan sejumlah lomba pada Rabu (20/10). Lomba tersebut, diantaranya lomba adzan, menulis huruf hijaiyah, hafalan asmaul […]

  • Tanggung Jawab Kiai Pesantren

    Tanggung Jawab Kiai Pesantren

    • calendar_month Jum, 20 Mei 2022
    • account_circle admin
    • visibility 650
    • 0Komentar

    KH. M. Aniq Muhammadun, Rais Syuriyah PBNU dalam acara halal bi halal yang diselenggarakan RMI-NU Pati (Kamis, 19 Mei 2022) di IPMAFA Pati menjelaskan tanggungjawab kiai pesantren. Pertama, aktif mengaji Kiai harus mengaji kepara para santri. Kiai yang mampu mengaji adalah kiai yang mempunyai kapasitas keilmuan memadai sehingga mampu menjelaskan kandungan al-Qur’an-hadis yang ada dalam […]

  • Gus Taqim Sebut Penulisan Berita Jadi Branding Efektif di Media Online

    Gus Taqim Sebut Penulisan Berita Jadi Branding Efektif di Media Online

    • calendar_month Sen, 24 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 433
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Magelang – Bertempat di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Ma’arif Kota Mungkid, Kabupaten Magelang, Ahad (23/3/2025), program Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Ramadan Zona 8 Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah terlaksana sebagai putaran terakhir dari sebelumnya di Blora, Pati, Pemalang, Temanggung, Wonosobo, Purworejo, dan Sukoharjo. Kegiatan GLM Ramadan tersebut mengusung tema Gerakan Murid Ma’arif […]

  • PCNU-PATI

    Dari Keyakinan Menjadi Pembelaan

    • calendar_month Rab, 15 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 558
    • 0Komentar

    Oleh :  Niam At Majha Nahdlatul Ulama (NU) mempunyai peran penting dalam pembentukan sejarah Indonesia. Termasuk pilar utama tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sampai saat ini. Sejarah NU adalah sejarah umat, sejak terbentuknya tahun 1926 NU telah menunjukkan kekuatan-kekuatannya dalam memadukan tradisi masyarakat dengan tradisi keagamaan. Karena tradisi Islam Indonesia adalah tradisi terhadap ulama, […]

expand_less