Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Parodi » Begitulah Demi

Begitulah Demi

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 5 Jul 2023
  • visibility 464
  • comment 0 komentar

Oleh : Niam At Majha

Saya berselancar di dunia maya dengan lihat lihat status di Whatsapp dan Reels di Instagram dan cuitan di Twitter dan pertanyaan Apa yang Anda Pikirkan di Facebook sambil menikmati secangkir kopi dalam sendirian dan keterasingan dari orang orang yang sibuk dengan ke si bukannya masing masing. Meja tempat saya ngopi hingga saat ini tak pernah ada yang menduduki, seakan sudah terpesan sebelumnya. Setiap kali saya datang ke tempat ini selalu saja kosong, tak berpenghuni, atau jangan jangan sengaja di siapkan buat saya menyendiri sambil mengamati hiruk pikuk hulu hilir orang-orang yang pada datang dengan berbagai macam rencana kepentingan.

Setelah beberapa jam saya berselancar di dunia maya tersebut saya menemukan sebuah status yang intinya apa yang di lakukan saat ini dan yang akan mendatang adalah semuanya demi rakyat, demi negara, demi bangsa, demi agama, dan demi demi yang lainnya. Saat saya melihat dan mengetahui ungkapan tersebut, dalam nalar saya berfikir begitu hebatnya orang tersebut seakan hidupnya, waktunya, tenaganya tercurah kan untuk orang lain, begitu mulia seperti pahlawan meski kesiangan.

Sedangkan saya sendiri semua apa yang saya jalani, saya lakukan hanya untuk diri sendiri, memikirkan apa yang terbaik buat diri saya sendiri, karir saya, kenikmatan dan kebahagiaan saya pribadi, egois memang tapi bagaimana lagi, saya baru mampu berbuat yang seperti itu.

Begitulah demi, kalimat sederhana yang seringkali dibuat senjata untuk menyakinkan orang banyak, guna untuk mengambil simpati dari sekian orang dengan bumbu-bumbu dalih yang teramat meyakinkan bagi siapa saja yang menderngarkannya. Akan tetapi bagaimana lagi beginilah yang terjadi dan begitulah demi yang semakin hari dengan bertambahnya bulan ungkapan tersebut sering diujarkan dan menjadi kalimat yang laris manis untuk mendapatkan simpati, empati, kepercayaan dari banyak orang.

“Mas…mas… kau menulis begini karena biar ada orang yang mau membaca celotehanmu dalam Parodi setiap hari Rabu, kalau diruntut disamakan kan sama saja dengan demi akan tetapi dengan maksud dan tujuan yang berbeda,”

Setelah mendengar apa yang dikatakan teman saya tersebut dan saya angan-angan dengan berfikir mendalam, ternyata ada benarnya juga. Saat ini, termasuk saya banyak yang berbusa-busa merasa paling sosial, paling perhatian di lingkungan, pemerhati apa saja dengan jargon semuanya itu demi kita semua, masalah kita semua, dan masalah lainnya. Akan tetapi yang seperti itu, malahan berlindung, mencari, memanfaatkan sebuah kalimat begitulah demi, dan pada pungkasnnya yaitu demikian dan sekian dan terima kasih.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bahtsul Masail PCNU Kabupaten Pati Perbolehkan Mengikuti Pendapat Wakaf Uang Sah

    Bahtsul Masail PCNU Kabupaten Pati Perbolehkan Mengikuti Pendapat Wakaf Uang Sah

    • calendar_month Ming, 19 Mei 2024
    • account_circle admin
    • visibility 725
    • 0Komentar

          Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati pada hari Rabu, 7 Dzulqa’dah 1445 H atau 15 Mei 2024 lalu menyelenggarakan Bahtsul Masail dengan tema Wakaf Uang. Bahtsul Masail di Pondok Pesantren Manba’ul Ulum Pakis Tayu Pati, asuhan KH M. Aniq Muhammadun ini  dilaksanakan oleh Lembaga Bahtsul Masail PCNU dengan melibatkan beberapa pihak. […]

  • Ribuan Warga Hadiri Haul Mbah Sahal di Kajen

    Ribuan Warga Hadiri Haul Mbah Sahal di Kajen

    • calendar_month Sel, 13 Jan 2015
    • account_circle admin
    • visibility 453
    • 0Komentar

    Pati, NU OnlineSuasana kediaman almaghfurlah KH MA Sahal Mahfudh di Desa Kajen, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Selasa (13/1), tampak khidmat meski hujan megguyur desa setempat dan sekitarnya sejak pagi. Ribuan warga antusias menghadiri peringatan haul pertama atau satu tahun wafatnya Rais Aam PBNU itu. Hadir dalam tahlil umum tersebut perwakilan PBNU, antara lain […]

  • Kurban di PB PMII

    Kurban di PB PMII

    • calendar_month Rab, 21 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 552
    • 0Komentar

    Suasana malam takbiran di salah satu sudut Kantor PB PMII JAKARTA-Hari raya Idul Adha menjadi biasanya menjadi momen membahagiakan bagi umat islam. Datangnya pandemi tidak menghalangi keinginan untuk berbagi. Senin (19/7) tiga ekor sapi tampak berdiri gagah di depan kantor PB PMII di Kawasan Senen, Jakarta Pusat. Para pemuda yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam […]

  • Dialog Kebudayaan di Pati: Menjaga Budaya, Merawat Bangsa

    Dialog Kebudayaan di Pati: Menjaga Budaya, Merawat Bangsa

    • calendar_month Sen, 8 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 6.214
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Pemerintah dan masyarakat Pati diminta untuk terus mempertahankan dan mengembangkan budaya lokal sebagai bagian tak terpisahkan dari sistem pendidikan nasional. Hal ini disampaikan oleh Ketua Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI) Jawa Tengah, Muh Zen, saat menjadi narasumber Dialog Kebudayaan, yang berlangsung di Aula Kantor Muslimat Nahdlatul Ulama Pati, Sabtu (6/12/2025). Muh Zen […]

  • PCNU-PATI

    Bukan hanya PAC, Tambakromo Adakan Pelantikan 12 Ranting Serempak

    • calendar_month Sel, 14 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 454
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id TAMBAKROMO – PAC Fatayat NU Tambakromo menggelar agenda wajib, Pelantikan. Bukan hanya Anak Cabang, 12 Pimpinan Ranting Fatayat di kecamatan tersebut juga dilantik. Kegiatan tersebut dilangsungkan di Gedung Haji Tambakromo pada Ahad (12/3) mulai pagi hingga pukul 11.00 WIB. Dalam hal ini, MWC NU Tambakromo merespon positif agenda tersebut. Bahkan pengurus MWC di tingkat […]

  • Dari Kopi Menggerakan Literasi

    Dari Kopi Menggerakan Literasi

    • calendar_month Kam, 29 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 640
    • 0Komentar

    Niam At Majha saat memetik biji kopi di kebun milik orang tuanya di Desa Plukaran, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati “Cuaca pagi ramah, seramah udara dingin. Di sini kebun kopi seperti rumah singgah, tempat aku menampung lelah” Cuplikan tersebut merupakan bait teraakhir puisi berjudul ‘Pemetik Kopi’ karya Niam At Majha. Putra asli Pati ini tidak saja […]

expand_less