Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » Anak Tantrum

Anak Tantrum

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 22 Jul 2022
  • visibility 407
  • comment 0 komentar

Hari minggu kemarin saat saya tengah berlibur dari rutinitas bekerja setiap hari, saya diajak ibu pergi ke pasar untuk membeli beberapa peralatan yang akan dibawa adik mondok. Sebelum pergi pagi-pagi sekali keponakan saya, Tsania sudah berada dirumah. Maklum ayah ibunya sedang di sawah dan ia dititipkan pada saya.

Pagi itu, setelah melakukan aktivitas rumahan, saya bertanya pada Tsania. Maukah ia ikut ke pasar? Jawabnya dengan tegas dan penuh bahagia ia menganggukkan kepala. Kemudian saya bertanya lagi, apakah ada yang diinginkan saat dipasar nanti? Ia menjawab bahwa ingin membeli kue yang ada gambar unicorn. Layaknya anak kecil lainnya ia begitu semangat bercerita akan keinginannya itu. Katanya dia sedang ulang tahun yang ke 5. Padahal setahu saya bukan bulan ini ulang tahunnya. Saya hanya menyimak dengan penuh khidmat. Rasanya gemas sekali melihatnya bercerita dengan penuh keceriaan seperti itu.

Saat tiba di pasar, setelah semua peralatan terbeli, kami tak sengaja melewati penjual sandal dan sepatu. Tiba-tiba ibu berkata ingin membeli sandal. Tak mau kalah dengan ibu, saya lantas ikut memilih sandal. Tsania yang sedari tadi saya gandeng, tiba-tiba merengek. Saya yang tengah memilih sendal mencoba mensejajarkan dengan dirinya lalu bertanya mengapa ia merengek. Ternyata dia melihat mainan yang saat ini viral. Kaktus bergoyang. Ia menunjuk mainan itu diseberang penjual sandal.

Saya mencoba bercanda dengan Tsania dengan pura-pura tak melihat kaktus yang dimaksud. Rengekannya semakin menjadi dan akhirnya pecah tangisannya. Saya hanya melihatnya dan berkata,

” Tadi pas dirumah kan bilang kalau mau kue unicorn, kenapa sampai disini minta kaktus sayang. Ndak boleh yaa.”

Saat saya berbicara seperti itu ia semakin menangis sejadi-jadinya. Tak peduli dengan banyaknya orang-orang yang ada di pasar itu.

Ibu mencoba menengahi dengan berbicara agak tinggi padanya. Bukan malah berhenti tapi malah tambah kenceng tangisannya. Saya mencoba berbicara lagi padanya.

“Adik ndak boleh begini, tadi di rumah mintanya kan kue unicorn. Jadi adik harus belajar bertanggungjawab dan komitmen dengan apa yang tadi adik ucapkan ya.” Namun dia tetep kekeh tak mau mendengarkan apa yang saya katakan. Setelah ibu dan saya selesai memilih sendal, lantas kami bergegas untuk pulang. Tsania masih saja menangis karena keinginannya tak saya kabulkan.

Sebelum pulang, ibu saya tinggal ditempat penggilingan daging karena ibu ada keperluan disana. Saya mengajak Tsania pergi ke toko kue yang tak jauh lokasinya dari pasar. Tsania yang tadi murung dan cemberut, mendadak wajahnya berubah menjadi ceria lagi. Saya memperlihatkan berbagai macam kue dan roti yang disajikan. Saya persilakan ia memilih sendiri, dan dengan sabar saya menunggu. Akhirnya ia memilih kue dengan hiasan bunga diatasnya. Tak hanya satu, ia pun memilih roti lainnya. Saya perbolehkan dan ia begitu senang setelah kedua barang tadi ia dapatkan.

Selepas pulang dari toko kue, kami menghampiri ibu terlebih dahulu sebelum pulang. Tsania bernyanyi sepanjang jalan dari pasar hingga sampai dirumah. Saya menebak lagu yang dinyanyikan adalah disini senang, disana senang. Dan sesampainya di rumah ia memamerkan kue kepada nenek dan kakek saat tengah duduk di teras rumah. Tak hanya itu ia meminta saya untuk memotretnya sambil memegang kue untuk ditunjukkan kepada ibunya.

Sambil makan kue dengan begitu lahap, saya bertanya padanya apakah ia senang. Ia mengangguk. Kemudian saya menjelaskan perihal soal kaktus tadi, agar dia belajar berkomitmen dengan apa yang dia ucapkan. Dengan asyik menikmati kue, saya coba jelaskan bahwa ia harus belajar untuk tak boleh menjadi raja yang setiap keinginannya harus dituruti.

Saya pernah membaca postingan di media sosial bahwa ketika anak sedang menangis atau tantrum karena menginginkan suatu hal, maka biarkan saja. Toh nantinya si anak pasti akan diam. Karena jika tak diatasi, tantrum ini akan terus menjadi senjata bagi anak untuk mendapatkan sesuatu. Bukan berarti lantas membiarkannya begitu saja, tetapi tetap ada sebuah penjelasan yang mengiringinya mengapa kita tak memperbolehkan. (Inayatun Najikah)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kembalikan Marwah Pesantren, Fatayat NU Pati Desak Pelaku Kekerasan Seksual Dihukum Maksimal

    Kembalikan Marwah Pesantren, Fatayat NU Pati Desak Pelaku Kekerasan Seksual Dihukum Maksimal

    • calendar_month Ming, 3 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 13.078
    • 0Komentar

      Pcnupati – Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Kabupaten Pati bersama Lembaga Konsultasi Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (LKP3A) merilis pernyataan sikap tegas terkait kasus dugaan pencabulan yang terjadi di Pesantren Ndholo Kusumo. Kasus yang diduga melibatkan oknum pengasuh pesantren tersebut memicu keprihatinan mendalam dari organisasi perempuan Nahdliyin ini. ​Dalam surat resmi tertanggal 2 Mei […]

  • KH. Imron Jamil Bakal Buka Ngaji Rutin al Hikam di Gembong

    KH. Imron Jamil Bakal Buka Ngaji Rutin al Hikam di Gembong

    • calendar_month Jum, 31 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 5.254
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – KH. Imron Jamil yang begitu populer dengan pengajian al Hikamnya, berencana akan membuka kajian rutin di Gembong. Lebih tepatnya, Ngaji Hikam tersebut bakal diselenggarakan setiap Sabtu Pahing di Ponpes Shofa Az Zahro’ (PPSA) Dukuh Sentul, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati. Pengasuh PPSA, Gus Faiz Aminuddin Shofwan mengorfimasi hal ini kepada pcnupati.or.id, Jumat (31/10). […]

  • Drama Fatayat NU Pati Menuju Kongres: Terseret Banjir, sampai Numpang Truk Ikan

    Drama Fatayat NU Pati Menuju Kongres: Terseret Banjir, sampai Numpang Truk Ikan

    • calendar_month Sab, 16 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 538
    • 0Komentar

    PATI – Tak seperti kebanyakan Pimpinan Cabang (PC) di kota lain, PC Fatayat NU Pati mengalami banyak drama dalam melakukab perjalanan menuju Kongres Fatayat NU di Gedung Serbaguna, Jakabaring, Palembang. Dua punggawa PC Fatayat NU Pati, Nining Sugiarti dan Lilik, berangkat dari Pati ke Bandar Udara Ahmad Yani, Semarang pada Kamis (14/7) lalu. Rencananya, rombongan […]

  • LPPNU Pati Turut Serta dalam Penanaman Pohon di Pegunungan Kendeng

    LPPNU Pati Turut Serta dalam Penanaman Pohon di Pegunungan Kendeng

    • calendar_month Sel, 18 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 748
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – Dalam rangka penghijauan di Pegunungan Kendeng, Laskar Lereng Muria (LLM) bekerja sama dengan beberapa organisasi kemasyarakatan, termasuk Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) Kabupaten Pati, melakukan penanaman seribu pohon. Penanaman itu tepatnya di wilayah Desa Kedungwinong, Kecamatan Sukolilo, Pati, Selasa (18/2/2025). Ketua LPPNU Kabupaten Pati, Sutrisno mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan perekonomian […]

  • LP Ma`arif NU Jawa Tengah Audiensi dengan Dinas DIKBUD Provinsi Jawa Tengah

    LP Ma`arif NU Jawa Tengah Audiensi dengan Dinas DIKBUD Provinsi Jawa Tengah

    • calendar_month Rab, 23 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 558
    • 0Komentar

      Semarang – Lembaga Pendidikan Ma`arif NU Jawa Tengah melakukan audiensi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah pada Rabu, 23 Oktober 2024. Kehadiran pengurus LP. Ma`arif NU Jawa Tengah diterima langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Dr. Uswatun Hasanah, S.Pd, M.Pd., dan didampingi oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Syamsudin Isnaeni S.STP, S.H, M.H, […]

  • NU Online Ulang Tahun Hari Ini

    NU Online Ulang Tahun Hari Ini

    • calendar_month Sen, 12 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 436
    • 0Komentar

    Kiriman kue ulang tahun untuk NU Online dari Pengurus Cabang Istimewa (PCI) NU HongKong JAKARTA-Media massa sangat diperlukan sebaagai corong berita. Seiring berkembangnya zaman, media massa bukan hanya tempat menimba berita, namun juga bisa menjadi tempat yang menyediakan berbagai informasi bahkan hiburan dalam berbagai bentuk. Media cetak juga sudah mulai bertransformasi dalam bentuk yang mengikuti […]

expand_less