Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » Adab Bertamu

Adab Bertamu

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 22 Sep 2023
  • visibility 326
  • comment 0 komentar

Oleh: Inayatun Najikah

Hari itu ketika anak-anak datang kerumah untuk belajar, saya mendapati hal yang tak seperti biasanya. Saya yang baru saja tiba dirumah setelah bekerja, memutuskan untuk mandi dan sholat terlebih dahulu sebelum diserbu oleh kedatangan mereka. Saat itu saya tengah selesai melakukan ibadah sholat maghrib tiba-tiba ada yang memanggil dari depan. Dalam batin saya, pasti anak-anak yang hendak belajar ini.

Setelah selesai memanjatkan keinginan yang hendak saya capai, saya bergegas membukakan pintu. Karena sudah menjadi kebiasaan selepas adzan maghrib pintu rumah saya bahkan beberapa tetangga juga tertutup. Begitu pintu saya buka, anak-anak yang memanggil tak ada didepan. Tampaknya mereka tengah bersembunyi di sebelah sisi rumah. Saya abaikan begitu saja tanpa menyuruh mereka masuk. Sebab tanpa dipersilahkan masuk, kadang mereka nyelonong dengan sendirinya.

Saya maupun bapak dan ibu tak pernah keberatan jika anak-anak masuk tanpa menunggu kami persilahkan terlebih dahulu. Kami merasa senang akan hal itu. Karena dalam fikiran kami, anak-anak ini telah menganggap rumah kami seperti rumahnya sendiri. Tak ada rasa sungkan seperti awal-awal mereka mulai belajar dirumah.

Setelah saya membuka pintu tersebut, saya kembali ke kamar untuk melipat mukena dan bersiap memakai jilbab. Setelah urusan dikamar selesai, saya tak menjumpai anak-anak maupun tasnya di ruang tamu. Padahal sebelumnya saat mereka keluar untuk sekadar beli jajan, buku dan tas yang mereka bawa pasti akan ditinggal. Kemudian saya mengecek keluar rumah. Ternyata yang saya dapati bukan anak-anak biasanya melainkan para sepupu saya.

Ini kali pertama mereka datang kerumah dengan maksud ingin belajar bersama. Saat saya menjumpai mereka, lantas saya bertanya mengapa tak langsung masuk saja. Salah satu keponakan saya menjawab sebab saya tak mempersilahkan mereka untuk masuk. Alhasil mereka memutuskan untuk menunggu diteras. Saya tersenyum atas jawabannya dan segera mempersilahkan mereka untuk masuk.

Ada perasaan bangga sekaligus bahagia manakala mereka yang notabene masih menyandang sebagai siswa di salah satu sekolah negeri, dengan sangat sopan dan santun memahami bagaimana adab bertamu. Meski rumah yang mereka kunjungi masih ada ikatan keluarga, tapi tak lantas membuat mereka merasa jemawa dan bertindak seenaknya.

Saya masih teringat ketika waktu itu belajar bersama anak-anak yang sudah sering kerumah sebelum mereka. Waktu itu kami sampai pada pelajaran Aqidah Akhlak. Pelajaran keagamaan menjadi hal yang tak ketinggalan sebab mereka mengenyam pendidikan di Madrasah. Salah satu bacaan yang sedang kami pelajari adalah tentang adab bertamu.

Beberapa poin yang menjadi pokok tentang bagaimana adab bertamu yang masih saya ingat diantaranya mengucapkan salam, tidak mengintip, dan sopan santun dalam bersikap dan bertutur. Ketiga poin tersebut rupanya diaplikasikan oleh keponakan saya yang hendak belajar malam itu. Padahal disekolahnya mereka tak begitu mempelajari secara mendalam soal pelajaran keagamaan. Maka saya percaya hal itu akan menjadi modal dasar untuk mereka berkesalingan dengan masyarakat yang lebih luas nantinya.

Semoga saja adab bertamu yang dipraktikkan oleh para keponakan saya ini mampu menjadi inspirasi untuk kita semua. Anak kecil saja bisa, apalagi kita yang sudah dewasa. Seharusnya lebih bisa memberikan contoh yang baik untuk anak-anak dan generasi dibawah kita. Lagi pula salah satu pepatah juga menyebutkan bahwa adab lebih tinggi kedudukannya daripada sebuah ilmu. Sekian.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sholawatan Sedang Jadi Trend, Ini Respon PCNU

    Sholawatan Sedang Jadi Trend, Ini Respon PCNU

    • calendar_month Kam, 22 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 392
    • 0Komentar

    PATI-Kabupaten Pati yang merupakan bagian dari Pantura, sangat identik dengan seni musik seperti dangdut koplo, ketoprak ludruk dan hiburan-hiburan lainnya. Setiap hajatan, hampir seluruh masyarakat Pati mendatangkan orkes dangdut atau ketoprak untuk mengisi acara mereka. Pekalongan Bersholawat dalam rangka walimatul urusy bersama Habib Ali Zainal Abidin dan KH. Marzuqi Abbas, Selasa (20/8) Namun jika kita […]

  • Takjil, Pencitraan, dan Tren Konten Kreator

    Takjil, Pencitraan, dan Tren Konten Kreator

    • calendar_month Kam, 13 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 398
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda* Tren pencitraan, sekadar membuat konten telah menjamur di masyarakat kita. Saking jengkelnya ketika ada orang melakukan apapun “halah itu cuma konten”. Apatisme inilah yang harus diperhatikan di bulan Ramadan. Sebab, Ramadan seharusnya membawa berkah dan semangat untuk meningkatkan ibadah. Namun, di era media sosial ini, Ramadan juga menjadi panggung bagi berbagai fenomena, […]

  • Perempuan Memposisikan Diri

    Perempuan Memposisikan Diri

    • calendar_month Ming, 3 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 327
    • 0Komentar

     Oleh : Aditiya Tri Utami Islam memberikan tuntunan yang tegas bahwa semua manusia, tanpa membedakan perempuan dan laki-laki diciptakan untuk sebuah misi yang amat penting sebagai khalifah fil ardh (pemimpin untuk mengelola kehidupan dibumi), paling tidak pemimpin untuk dirinya sendiri. Karena itu, perempuan dan laki-laki diharapkan bekerjasama, bahu membahu, bergotong royong mewujudkan masyarakat yang damai, […]

  • PCNU PATI - BPUN Pati Kembali Terima Peserta dari Luar Daerah

    BPUN Pati Kembali Terima Peserta dari Luar Daerah

    • calendar_month Jum, 15 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 319
    • 0Komentar

    TRANGKIL – Bimbingan Pasca Ujian Nasional (BPUN) Kabupaten Pati kembali diselenggarakan pada tahun ini. Lokasinya seperti biasa, yakni di Kampung BPUN Pati, Desa Kadilangu, Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati. Sementara, tempat bimbingan disentralkan di Madrasah Diniyah Mansyaul Ulum. Adji Pratama Putra, Manajer BPUN Pati tahun 2022 menyebutkan, sebanyak 23 peserta berhasil lolos mengikuti program ini. Seperti […]

  • Ketum PBNU: Khidmat Jam`iyah Bentuk Tanggungjawab Keorganisasian

    Ketum PBNU: Khidmat Jam`iyah Bentuk Tanggungjawab Keorganisasian

    • calendar_month Jum, 24 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 438
    • 0Komentar

        Pcnupati.or.id-Jakarta – Dalam rangkaian Harlah Nahdlatul Ulama (NU)ke-102, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyelenggarakan Konggres Pendidikan dengan tema Transformasi Pendidikan Menuju Indonesia Emas 2045 dan Kemaslahatan Umat Manusia. Kegiatan dilaksanakan di Hotel Bidakara Jakarta pada 21-23 Jakarta 2025. Dalam kesempatan tersebut hadir Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Menteri Sosial Syaifulloh Yusuf, […]

  • Berkhidmat bagi NU, Pengurus PAC Ansor Tambakromo Resmi Dilantik

    Berkhidmat bagi NU, Pengurus PAC Ansor Tambakromo Resmi Dilantik

    • calendar_month Ming, 26 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 3.992
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id — Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PAC GP Ansor) Kecamatan Tambakromo periode 2025-2027 resmi dilantik pada Minggu, (26/10/2025). Berlokasi di Desa Pakis Kecamatan Tambakromo kegiatan pelantikan dilangsungkan bersama dengan Pengajian dan Sholawat peringatan Hari Santri 2025. Pelantikan pengurus dilakukan secara langsung oleh Ketua PC GP Ansor Kabupaten Pati, Abdullah Syafi’i alias Gus […]

expand_less