Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » Memilih Diam

Memilih Diam

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 24 Mar 2023
  • visibility 266
  • comment 0 komentar

Oleh: Inayatun Najikah

Beberapa waktu yang lalu kawan baik saya tengah berkeluh kesah pada saya. Ia membagikan kisah perjalanan cintanya yang begitu rumit. Saat ia bercerita sesekali ia meneteskan air mata. Barangkali terlalu berat kisah yang dihadapinya ini. Saya hanya mendengarkannya dengan seksama, tanpa ingin mengintervensi atau semacamnya. Barangkali dengan begitu ia akan sedikit lega karena telah mencurahkan isi hatinya kepada saya.

Ia menjalin asmara dengan laki-laki yang begitu mencintainya. Begitu juga dengan dirinya. Sekilas memang tak ada masalah dalam hal ini. Dua sejoli yang saling mencintai dan berbagi kebahagiaan. Cinta mereka saling berbalas. Namun yang menjadi persoalan adalah ketika si laki-laki tak kunjung menyatakan niatnya untuk maju ke jenjang serius ataukah berhenti cukup sampai disini.

Seperti yang kita ketahui bahwa menjadi perempuan itu tak mudah. Saat usianya sudah menginjak kepala dua betapa kalang kabutnya orang tua ingin segera menikahkannya. Entah dengan dalih ingin segera melepas tanggungjawab anaknya untuk diserahkan kepada sang suami atau dengan alasan ikut-ikutan seperti yang lainnya atau karena alasan apa, saya hanya bisa menerka.

Seperti yang dialami kawan saya. Ia merasa dilema. Dengan usianya yang telah menginjak kepala dua, ia selalu didorong untuk segera menikah. Meski ia sebenarnya mudah untuk mengambil keputusan itu karena statusnya yang telah memiliki pasangan. Namun pada realitanya tak demikian. Kekasih hatinya masih saja stag alias mandek. Tak ada perubahan dan perkembangan. Namun anehnya mereka merasa bahagia atas cinta tersebut.

Dari cerita yang disampaikan kawan saya, sebenarnya saya bisa saja memberikan komentar dan tanggapan mengenai masalahnya tersebut. Saya bisa saja berkata,

“Ngapain capek-capek menunggu yang tak pasti. Mending cari yang lain yang memberikan kepastian.”

Namun saya memilih untuk diam dan menjadi pendengar setianya saja. Bagi saya jika ia tak menginginkan saran atau tanggapan, sebaiknya hal itu tak usah saya lakukan. Karena menurut saya tak elok jika ikut mencampuri privasinya.

Saya percaya kisah ini bisa terjadi pada siapapun. Dan yang saya garis bawahi adalah siapapun bisa menjadi saya sebagai tempat yang dipercaya seseorang untuk berbagi keluh kesah. Saya cuma bisa berpesan, apa yang kita anggap baik belum tentu akan baik bagi orang lain. Begitu juga apa yang kita anggap buruk bisa jadi malah menjadi hal baik untuk orang lain.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Review VMTS dan Redesain Kurikulum, Rektor Tekankan Relevansi dengan DUDIKA

    Review VMTS dan Redesain Kurikulum, Rektor Tekankan Relevansi dengan DUDIKA

    • calendar_month Sel, 10 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 8.256
    • 0Komentar

      Temanggung – Bertempat di aula lantai 3, Rektor Institut Islam Nahdlatul Ulama (Inisnu) Temanggung Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., menegaskan pentingnya penyelarasan Visi, Misi, Tujuan, Strategi, Tata Nilai, dan Kurikulum dengan kebutuhan zaman. Hal itu terungk‎ap dalam pembukaan Workshop Review VMTS dan Redesain Kurikulum Fakultas Syariah, Hukum, dan Ekonomi Islam, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, dan […]

  • Menguak Misteri Dunia Dengan Al-Quran

    Menguak Misteri Dunia Dengan Al-Quran

    • calendar_month Ming, 18 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 481
    • 0Komentar

      Kendati manusia sudah sangat lama menghuni bumi, tetapi masih banyak misteri di dunia ini yang belum terkuak. Sebut saja beberapa misteri seperti; adakah Alien? Peri, fakta atau mitos? Berbagai misteri fenomena alam yang menakjubkan, dan sebagainya. Buku ini mencoba memaparkan 50 misteri dunia menurut Al-Quran.             Buku ini secara garis besar terdiri atas tiga […]

  • PCNU-PATI

    Biografi KH. M. Aniq Muhammadun, Rois Syuriah NU Kab Pati

    • calendar_month Jum, 19 Agu 2022
    • account_circle admin
    • visibility 760
    • 0Komentar

    KELAHIRAN KH. Aniq Muhammadun atau yang kerap disapa dengan panggilan KH. Aniq lahir pada 30 Desember 1952 di Pondohan, Tayu, Pati. Beliau merupakan putra ketujuh dari sepuluh bersaudar, dari pasangan KH. Muhammadun dengan Nyai Nafisatun. KELUARGA KH. Aniq Muhammadun melepas masa lajangya dengan menikahi Nyai Hj. Salamah (Sarang) pada sekitar tahun 1982. PENDIDIKAN KH. Aniq […]

  • PCNU-PATI Photo by Gabor Kozmon

    Ketika Ernest Hemingway “Berpuasa”

    • calendar_month Sen, 6 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 270
    • 0Komentar

    Oleh : M. Iqbal Dawami Setiap tahun kaum muslim melakukan ibadah puasa wajib satu bulan penuh di bulan ramadhan. Bulan ramadhan memang bulan yang istimewa, bulan yang suasananya begitu berbeda. Kebersamaan dalam keluarga, kebersamaan dalam masyarakat begitu melekat. Misalnya, buka puasa bersama, tarawih bersama, dan sahur bersama. Dan, bulan puasa juga diawali dengan rame-rame hiruk-pikuk […]

  • YPMNU Pati Gelar Lomba Membatik untuk Anak-Anak

    YPMNU Pati Gelar Lomba Membatik untuk Anak-Anak

    • calendar_month Kam, 2 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 211
    • 0Komentar

    Pncupati – Yayasan Pendidikan Muslimat Nahdlatul Ulama (YPMNU) Kabupaten Pati mengadakan lomba membatik untuk anak-anak PAUD, Raudhatul Athfal (RA) dan Taman Kanak-Kanak (TK), di pendopo kabupaten, Kamis (2/10/2025). Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional. Ketua YPMNU Kabupaten Pati, Nur Laili, mengatakan bahwa perlombaan membatik bagi anak-anak ini dilakukan secara serentak se-Jawa Tengah. […]

  • PCNU - PATI Photo by StockSnap

    Pengantin di Rel Kereta

    • calendar_month Ming, 7 Agu 2022
    • account_circle admin
    • visibility 338
    • 0Komentar

    Oleh: Elin Khanin Sore itu langit Pengapon tampak kelabu. Awan bergulung-gulung di atas sana. Menciptakan suasana kelam dan suram. Sesuram wajah gadis yang berjalan di atas kerikil tajam. Gadis itu tampak lesu, bibirnya pucat, matanya sembab dan sedikit bengkak. Menandakan ia banyak menangis. Mungkin seharian tanpa jeda, atau malah sudah lama ia menanggung kepedihan. Sendirian. […]

expand_less