Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » Menikah Tepat dan Akurat

Menikah Tepat dan Akurat

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 22 Apr 2022
  • visibility 343
  • comment 0 komentar

Menikah muda, bahagia di saat malam pertama, setelahnya dilema. Menikah di usia dini saat ini telah menyebar masif dikalangan masyarakat. Dalihnya supaya tak menimbulkan fitnah dan uh ah, selanjutnya terjadilah penambahan populasi manusia, tanpa harus sah.


Namun sepertinya menikah di usia belia bisa jadi hanya untuk topeng semata, atau memang secara sengaja dilakukan untuk segera memenuhi nafsu syahwat dalam bingkai halal. Terlihat begitu banyaknya yang memamerkan kemesraan dua insan yang tengah dimabuk cinta ini. Mulai dari pra menikah, saat menikah, hingga pasca menikah semua terupdate di media sosial. Seakan berbagi bahagia melainkan bersembunyi dibalik tirai luka menganga.


Terlebih lagi, ketika teman sebaya sudah pada menikah, bahkan ada adik sebaya mendahuluinya; tentu sepintas merasakan keresahan dan pertanyaan-pertanyaan.
“Kapan ya giliran saya menikah ?”


Angan berkeliaran, pikiran bertabrakan, antara ingin dan terngiang hanyalah pengen menikah tapi belum ada calonnya, sudah ada calonnya pun apakah diterima keluarga, dan berbagai macam hal yang terpikirkan. Keraguan-keraguan akan selalu muncul bagi seorang perempuan yang sudah waktunya, momong bocah. Bukankah 3 ah menjadi identik perempuan, umbah- umbah, isah isah, dan momong bocah.


Saban hari ketika saya tengah berselancar di sosial media selalu saja ada kemesraan dua insan yang terpamerkan. Kadang saya sendiri pun merasa wah enak ya jika sudah punya suami. Apa-apa bisa dikerjakan berdua. Ada telinga yang setiap saat siap mendengarkan keluh kesah dan cerita. Ada tangan yang senantiasa merangkul dan memeluk kita. Ada kaki yang senantiasa membersamai langkah kita, dan seterusnya. Wah betapa indahnya dunia setelah pernikahan.


Namun pada suatu ketika saya melihat dan mendengar secara langsung bahwa kehidupan setelah menikah tak melulu soal kemesraan yang dibagikan di media sosial. Faktanya kehidupan setelah menikah tak terlepas dari berbagai macam masalah. Jika tak mampu menghadapi maka hubungan pernikahan akan semakin renggang. Pada akhirnya berpindah ranjang.


Menikah diperlukan kesiapan fisik dan psikis. Salah satu caranya ialah mampu bersikap dewasa. Menjadi dewasa bukan karena berapa tahun usianya. Sebab usia hanyalah sebuah angka, melainkan kedewasaan adalah kematangan dalam berpikir dan bersikap. Orang yang sudah mampu bersikap dewasa ia akan mampu mengarungi kehidupannya dengan biasa saja. Tidak iri ketika melihat kebahagiaan dan kesuksesan yang diraih orang lain, tapi ia sendiri mampu meraih hal yang sama dengan cara dan triknya sendiri. Sebab taraf kebahagiaan orang satu dengan lainnya berbeda? Kebahagiaan itu ibaratnya sebuah sidik jari, setiap orang berbeda beda. Jadi jangan sampai kebahagiaan satu dengan lainnya disamakan.
Ada hiburan yang menggelikan, murah meriah, ceritanya seperti komidi putar berulang ulang adalah dengan menonton stasiun televisi dengan logo ikan terbangnya. Hampir tak ada jeda memutar sinetron yang berkaitan dengan kehidupan rumah tangga. Cerita receh basutannya tokoh baik dan jujur selalu tertindas.


Saya suka iseng menyanyikan sound tracknya karena saking seringnya Ibu menonton tayangan tersebut, sampai saya mampu menghapal liriknya di luar ingatan; tema ceritanya macam-macam. Ada Si istri berkhianat, ada Si suami mengkhianati istrinya, ada orang tua atau mertua yang jahat, ada juga pengantin yang hidup harmonis tetapi memiliki tetangga yang kurang baik, dan salah satu judulnya yaitu Suamiku terlalu narsis aku yang menangis, Meski aku istri pertama tapi aku selalu yang kedua, dan sebagainya.
Saya berpikir apa penontonnya tak jenuh dengan suguhan yang begitu-begitu saja dan terkesan monoton dan bahkan sebenarnya ia sudah mampu menebak jalan ceritanya. Apakah penulis skenario dan sutradaranya kehabisan ide, ora kreatif blas..


Bagi saya sinetron tersebut hanyalah sebuah hiburan sebagai teman saat lelah menerpa, ia merupakan tayangan fiksi yang menurut saya terlalu lebay memperlihatkan prahara kehidupan rumah tangga. Kalau dalam masakan bumbunya terlalu kebanyakan. Garam dan penyedap rasa tak tertakar.


Anggapan saya tertepis saat saya sedang membeli bakso yang sering keliling di desa. Penjualnya perempuan; sambil menyiapkan pesanan saya, ia berkeluh kesah dan lelah tentang kisah rumah tangganya. Ia memilih pekerjaan ini karena ingin membantu suaminya dalam menopang ekonomi keluarga. Karena setelah menikah harus mampu menciptakan iklim yang nyaman didalam keluarga. Kalau tidak maka yang terjadi hanyalah cek cok setiap hari. Dan sumber utamanya adalah KDRT (Kurang Duit Ribut Terus) dari itulah saya harus ikut berjuang mencari pundi pundi rupiah.


Apabila salah satunya taka da yang mengalah dan tetap bersikeras dengan mengedepankan ego pribadi, bukan lagi kesepakatan bersama, maka kehancuran tangga-tangga rumah akan terjadi. Sesal kemudian tiada arti.


Baginya bahwa yang indah setelah menikah itu hanya saat masa bulan madu. Selepas itu kedua pasangan harus bisa saling mengisi, saling memahami dan ke salingan yang lain untuk tetap mempertahankan rumah tangga.


Apalagi setelah kehadiran buah hati, sebaiknya bagaimana pun permasalahan yang dihadapi, anak jangan sampai jadi korbannya. Itulah mengapa doa para pengantin adalah sakinah, mawaddah warahmah. Tapi menurut saya tiga hal tersebut belum sempurna tanpa dibarengi dengan mubadalah (kesalingan).


Saya larut dalam ceritanya dan mengubah cara pandang saya selama ini bahwa sinetron yang saban hari tayang itu benarlah adanya. Cerita yang disajikan sangat related dengan kehidupan nyata kita. Saya baru memahami bahwa memutuskan untuk menikah itu tak semudah membalikkan telapak tangan. Harus selektif bibit, bebet, dan bobot calon pasangan kita. Agar nantinya ketika menjalani rumah tangga berjalan harmonis. Jika telah memutuskan untuk menikah sikap saling percaya yang harus dikedepankan, karenanya menjadi kunci awetnya sebuah hubungan. So, menikah akan nikmat jika dengan pasangan yang tepat.
(Inayatun Najikah, Pembaca buku dan selain buku)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU - PATI

    Dari NU Untuk Kebangkitan Bangsa

    • calendar_month Sab, 16 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 316
    • 0Komentar

    NU (Nahdlatul Ulama), dikenal sebagai organisasi yang berhaluan“tradisional” yang dilawankan dengan “modernis”. Disebut demikian, karena NUmemang bertujuan untuk mempertahankan atau memelihara tradisi Islam yangdisebut paham “ahlussunnah wa al jamaah” (aswaja). Tradisi ini sebenarnya adalahsebuah konsensus besar di bidang teologi dan fikih. Di bidang teologi, NU mengikutialiran kalam Asyariah dan Maturidiyah. Di bidang fikih, mengikuti empat […]

  • aerial view of city buildings during daytime

    Insting Parental Pemerintah

    • calendar_month Kam, 27 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 361
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin* Setiap yang sudah menikah dan memiliki anak, akan mengalami perubahan perilaku. Lebih protektif dan bertanggung jawab adalah salah satunya. Gejala ini bernama efek parental. Efek parental akan menimbulkan insting parental seperti yang sudah penulis sebutkan. Seseorang dengan kecenderungan masa bodoh soal hajat orang lain, perlahan maupun secara drastis akan berubah setelah […]

  • Gus Rozin: Santri Harus Menjadi Pelopor Pertanian dan Kemandirian Ekonomi

    Gus Rozin: Santri Harus Menjadi Pelopor Pertanian dan Kemandirian Ekonomi

    • calendar_month Kam, 23 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 3.500
    • 0Komentar

        Pcnupati.or.id SEMARANG – Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah, KH Abdul Ghaffar Rozin mengajak seluruh warga nahdliyin untuk menjadikan Hari Santri 2025 sebagai momentum memperkuat prestasi, bukan sekadar euforia perayaan. Hal itu ia sampaikan dalam pembukaan rangkaian puncak Hari Santri 2025 PWNU Jateng di Stadion Pandanaran Wujil, Bergas, Kabupaten Semarang, […]

  • Etika Komunikasi Politik

    Etika Komunikasi Politik

    • calendar_month Jum, 13 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 338
    • 0Komentar

      Menulis bagi seorang dosen adalah menjadi sebuah keharusan. Karena melalui sebuah tulisan dosen akan mengabadikan pemikiran-pemikirannya serta ikut menyumbang khasanah keilmuan negara Indonesia, seperti halnya yang dilakukan oleh salah satu dosen senior program studi Ilmu Komunikasi Unika Atma Jaya, Prof. Dr. Alois A. Nugroho menerbitkan buku baru dalam bidang komunikasi yang bertajuk “Komunikasi & […]

  • Menuju Amil Lazisnu yang Profesional dan Kreatif

    Menuju Amil Lazisnu yang Profesional dan Kreatif

    • calendar_month Ming, 1 Nov 2020
    • account_circle admin
    • visibility 241
    • 0Komentar

      KH MA Sahal Mahfudh (Mbah Sahal) dikenal berhasil dalam mengembangkan zakat, infaq serta sedekah yang berhasil membangun ekonomi warga Kajen, Pati dan sekitarnya. Hal itu menjadi salah satu alasan dari Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Pati, Jawa Tengah untuk menyelenggarakan pelatihan Madrasah Amil pada Ahad (1/11).     “Keberhasilan Mbah […]

  • Pesantren Mislakhul Muta'allimin Jadi Pesantren Penggerak Literasi

    Pesantren Mislakhul Muta’allimin Jadi Pesantren Penggerak Literasi

    • calendar_month Ming, 9 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 338
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id.Pemalang – Program Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Ramadan zona 3 terlaksana di Pesantren Mislakhul Muta’allimin Karangtengah, Warungpring, Kabupaten Pemalang, Ahad (9/3/2025). Kegiatan GLM Ramadan tersebut mengusung tema Gerakan Murid Ma’arif Menulis Kreatif Selama Ramadan (GEMUKKAN). Sekretaris Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PCNU Kabupaten Pemalang Abdul Khalim mengatakan bahwa kegiatan tersebut menjadi pemantik untuk memajukan Lembaga […]

expand_less